<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Ecotourism</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151257</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 14:59:57 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-01T14:59:57Z</dc:date>
<item>
<title>Optimalisasi Pelayanan Wisata Berdasarkan Tingkat Kepuasan Wisatawan Di Wisata Tamansari Yogyakarta</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179570</link>
<description>Optimalisasi Pelayanan Wisata Berdasarkan Tingkat Kepuasan Wisatawan Di Wisata Tamansari Yogyakarta
ALFATTAH, FARHAN
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis pelayanan wisata, menganalisis tingkat kepuasan wisatawan, serta menyusun rekomendasi pengembangan pelayanan di Wisata Tamansari Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 100 wisatawan. Analisis data dilakukan menggunakan SERVQUAL, GAP Analysis, dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan Wisata Tamansari Yogyakarta secara umum telah memenuhi harapan wisatawan, namun masih terdapat beberapa atribut yang memerlukan perbaikan, terutama pada penyediaan informasi, kualitas fasilitas, respons petugas, dan kenyamanan wisatawan. Hasil analisis GAP dan IPA menjadi dasar dalam menentukan prioritas peningkatan pelayanan. Sebagai luaran penelitian disusun buku panduan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan dan leaflet informasi wisata yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengelola dalam meningkatkan kualitas pelayanan, kepuasan wisatawan, serta mendukung pengelolaan destinasi wisata budaya secara berkelanjutan; This study aims to identify tourism service attributes, analyze tourist satisfaction, and develop service improvement recommendations for Tamansari Tourism, Yogyakarta. A mixed-methods approach was employed through observations, interviews, and questionnaires distributed to 100 tourists. Data were analyzed using SERVQUAL, Gap Analysis, and Importance Performance Analysis (IPA). The results indicate that the overall service quality generally meets tourists' expectations; however, several service attributes still require improvement, particularly information services, facility quality, staff responsiveness, and visitor comfort. The findings from the Gap Analysis and IPA were used to determine service improvement priorities. As the main outputs, a Standard Operating Procedure (SOP) handbook and a tourism information leaflet were developed to support service quality improvement, enhance tourist satisfaction, and promote the sustainable management of Tamansari as a cultural tourism destination
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179570</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Strategi Pengembangan Pemandu Wisata di Tamansari Yogyakarta</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179550</link>
<description>Strategi Pengembangan Pemandu Wisata di Tamansari Yogyakarta
Putra, Vito Revelino
Pemandu wisata memiliki peran penting dalam memberikan informasi, menginterpretasikan sejarah dan budaya, serta menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas di Taman Sari Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi pemandu wisata, peluang pemenuhan kebutuhan pemandu, serta strategi pengembangan pemandu wisata di Taman Sari Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi literatur kepada 65 pemandu wisata dan 100 wisatawan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, stakeholder, IFAS-EFAS, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemandu wisata memiliki kekuatan pada kompetensi kepemanduan, penguasaan materi sejarah dan budaya, pengetahuan lokal, kemampuan komunikasi, serta sikap dan etika pelayanan. Faktor eksternal menunjukkan peluang lebih besar dibandingkan ancaman sehingga strategi pengembangan berada pada Kuadran I dengan strategi SO. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan storytelling dan interpretasi sejarah budaya, peningkatan pengalaman wisata berbasis pengetahuan lokal, penguatan komunikasi dan pelayanan, serta peningkatan profesionalisme pemandu. Luaran penelitian berupa policy brief sebagai rekomendasi pengembangan pemandu wisata di Taman Sari Yogyakarta.; Tour guides play an important role in providing information, interpreting historical and cultural values, and creating quality tourism experiences at Taman Sari Yogyakarta. This study aimed to analyze the condition, development needs, and development strategies of tour guides. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and literature studies involving 65 tour guides and 100 tourists. Data were analyzed using descriptive, stakeholder, IFAS-EFAS, and SWOT analyses. The results showed that tour guides possess strengths in competencies, historical and cultural knowledge, local knowledge, communication, and service ethics. External factors indicated greater opportunities than threats, placing the strategy in Quadrant I with an SO strategy. The strategies focus on storytelling, historical-cultural interpretation, local knowledge-based tourism experiences, communication, service quality, and professionalism. The research output is a policy brief providing recommendations for tour guide development.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179550</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>POTENSI BURUNG SEBAGAI ATRAKSI EKOWISATA BERBASIS KONSERVASI DI KAWAH PUTIH,  KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179548</link>
<description>POTENSI BURUNG SEBAGAI ATRAKSI EKOWISATA BERBASIS KONSERVASI DI KAWAH PUTIH,  KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT
Dhava, Rafif Aulia
RAFIF AULIA DHAVA. Potensi Burung Sebagai Atraksi Ekowisata Berbasis Konservasi Di Kawah Putih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dibimbing oleh BURHANUDDIN MASYUD.&#13;
Kawah Putih memiliki potensi keanekaragaman burung yang dapat dikembangkan sebagai atraksi ekowisata melalui kegiatan birdwatching. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keanekaragaman jenis burung, menganalisis sebaran dan aktivitas burung, serta mengkaji potensi burung sebagai atraksi ekowisata di Kawah Putih. Penelitian dilakukan menggunakan metode pengamatan burung secara langsung pada tiga lokasi pengamatan, yaitu Pusat Kawah (PK), Jalur Pintu Masuk–Parkiran Kawah (PP), dan Jalur Parkiran Kawah–Puncak Sunan Ibu (SI). Pengamatan dilakukan dengan metode point count dan line transect, sedangkan data pengunjung dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 53 jenis burung dengan jumlah 1.488 individu yang tersebar pada habitat dengan karakteristik berbeda. Sebaran burung menunjukkan adanya pemanfaatan habitat dan strata vegetasi yang berbeda, sedangkan aktivitas burung yang teramati meliputi mencari makan, bertengger, terbang, dan vokalisasi. Keanekaragaman jenis, variasi habitat, sebaran, aktivitas, dan keberadaan jenis burung atraktif menunjukkan potensi pengembangan birdwatching sebagai atraksi ekowisata. Hasil kuesioner menunjukkan adanya peluang penerimaan pengunjung terhadap pengembangan kegiatan pengamatan burung yang didukung oleh fasilitas dan media interpretasi. Berdasarkan hasil penelitian, disusun luaran berupa rancangan program ekowisata burung dan buku saku keanekaragaman jenis burung berukuran B7 sebagai media interpretasi dan edukasi. Pengembangan birdwatching di Kawah Putih diharapkan dapat mengintegrasikan aspek rekreasi, edukasi, dan konservasi dengan tetap memperhatikan keberlanjutan habitat burung.; Kawah Putih has bird diversity potential that can be developed as an ecotourism attraction through birdwatching activities. This study aimed to identify bird species diversity, analyze bird distribution and activities, and assess the potential of birds as an ecotourism attraction in Kawah Putih. The study was conducted using direct bird observation methods at three observation sites, namely the Crater Center (PK), Entrance Gate–Crater Parking Area Trail (PP), and Crater Parking Area–Sunan Ibu Peak Trail (SI). Bird observations were conducted using the point count and line transect methods, while visitor data were collected through questionnaires and analyzed descriptively. The results showed that 53 bird species, comprising 1,488 individuals, were recorded and distributed across habitats with different characteristics. Bird distribution indicated differences in habitat and vegetation-stratum utilization, while the observed bird activities included foraging, perching, flying, and vocalization. Species diversity, habitat variation, distribution, activities, and the presence of attractive bird species indicate the potential for developing birdwatching as an ecotourism attraction. The questionnaire results indicated positive visitor acceptance of birdwatching activities supported by appropriate facilities and interpretive media. Based on the research findings, outputs were developed in the form of a bird ecotourism program design and a B7-sized pocket guide on bird species diversity as interpretive and educational media. The development of birdwatching activities in Kawah Putih is expected to integrate recreation, education, and conservation while maintaining the sustainability of bird habitats.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179548</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penyusunan Program Interpretasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Taman Nasional Gunung Ciremai</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179541</link>
<description>Penyusunan Program Interpretasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Taman Nasional Gunung Ciremai
IRFAN, MUHAMMAD
Taman Nasional Gunung Ciremai memiliki keanekaragaman tumbuhan paku yang berpotensi menjadi objek interpretasi, namun pemanfaatannya dalam kegiatan interpretasi masih perlu dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengunjung terhadap tumbuhan paku. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tumbuhan paku yang dapat mendukung kegiatan interpretasi, menganalisis karakteristik dan preferensi pengunjung terhadap kegiatan interpretasi tumbuhan paku, serta menyusun rancangan program interpretasi berdasarkan karakteristik dan preferensi pengunjung. Penelitian dilakukan di Taman Nasional Gunung Ciremai dengan pengumpulan data melalui observasi, identifikasi tumbuhan, penilaian tumbuhan paku unggulan, dan penyebaran kuesioner kepada 73 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 15 jenis tumbuhan paku yang dapat digunakan sebagai subjek interpretasi. Asplenium affine memiliki jumlah individu dan nilai Indeks Nilai Penting tertinggi, sedangkan Cyathea contaminans memperoleh nilai tertinggi dalam penilaian tumbuhan paku unggulan. Hasil analisis preferensi menunjukkan bahwa pengunjung cenderung memilih kegiatan pada pagi hari dengan durasi 1–2 jam, materi mengenai manfaat tumbuhan paku, serta media foto dan papan interpretasi. Berdasarkan hasil tersebut, disusun lima rancangan program interpretasi, yaitu Jejak Paku Gunung Ciremai, Merawat Alam Skala Kecil, Workshop Paku Kreatif, Lensa Paku, dan LUKIS (Lestarikan Keanekaragaman Lewat Inspirasi Seni).; Gunung Ciremai National Park has diverse fern species that have the potential to become interpretation objects; however, their use in interpretation activities needs to be further developed to improve visitors’ knowledge and awareness of ferns. This study aims to identify fern species that can support interpretation activities, analyze visitor characteristics and preferences toward fern interpretation activities, and develop an interpretation program based on visitor characteristics and preferences. The study was conducted in Gunung Ciremai National Park through observation, fern identification, assessment of selected fern species, and questionnaires involving 73 respondents. Data were analyzed using qualitative and quantitative descriptive approaches. The results identified 15 fern species that could be used as interpretation subjects. Asplenium affine had the highest number of individuals and Importance Value Index, while Cyathea contaminans obtained the highest score in the assessment of selected fern species. Visitor preference analysis showed that visitors tended to prefer activities in the morning with a duration of 1–2 hours, materials concerning fern benefits, and visual media such as photographs and interpretation boards. Based on these results, five interpretation programs were developed: Jejak Paku Gunung Ciremai, Merawat Alam Skala Kecil, Workshop Paku Kreatif, Lensa Paku, and LUKIS (Lestarikan Keanekaragaman Lewat Inspirasi Seni).
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179541</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
