<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Ecotourism</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151257</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 20:15:38 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-21T20:15:38Z</dc:date>
<item>
<title>Perencanaan Katalog Digital Kuliner Tradisional Betawi dalam Mendukung Pelestarian Warisan Budaya Takbenda di DKI Jakarta</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175245</link>
<description>Perencanaan Katalog Digital Kuliner Tradisional Betawi dalam Mendukung Pelestarian Warisan Budaya Takbenda di DKI Jakarta
Ardhiansyah, Wildan
Warisan Budaya Takbenda (WBTb) kuliner tradisional Betawi di Provinsi DKI Jakarta menghadapi tantangan pelestarian akibat modernisasi, globalisasi budaya, dan keterbatasan dokumentasi digital. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menginventarisasi kuliner tradisional Betawi yang telah ditetapkan sebagai WBTb serta mengetahui persepsi, minat, dan preferensi Generasi Z terhadap kuliner tradisional dan media katalog digital. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 29 kuliner tradisional Betawi yang telah ditetapkan sebagai WBTb dan memiliki nilai sejarah, identitas budaya, serta potensi wisata budaya yang tinggi. Generasi Z menunjukkan persepsi positif terhadap pelestarian kuliner tradisional serta preferensi terhadap media digital yang interaktif dan mudah diakses. Hasil analisis SWOT menghasilkan strategi perencanaan katalog digital berbasis visual interaktif. Penelitian menghasilkan katalog digital kuliner tradisional Betawi berbasis PDF interaktif sebagai media dokumentasi, edukasi, dan promosi budaya dalam mendukung pelestarian WBTb di Provinsi DKI Jakarta.; The Intangible Cultural Heritage (ICH) of traditional Betawi cuisine in the Special Capital Region of Jakarta faces preservation challenges due to modernization, cultural globalization, and limited digital documentation. This study aims to identify and catalog traditional Betawi cuisine that has been designated as ICH, as well as to understand Generation Z’s perceptions, interests, and preferences regarding traditional cuisine and digital catalog media. The study employed a qualitative descriptive method through observation, in-depth interviews, documentary analysis, and questionnaires. The results indicate that there are 29 traditional Betawi culinary items designated as ICH, possessing significant historical value, cultural identity, and high potential for cultural tourism. Generation Z demonstrated positive perceptions toward the preservation of traditional cuisine and a preference for interactive and easily accessible digital media. The SWOT analysis resulted in a planning strategy for an interactive visual based digital catalog. The study produced a digital catalog of traditional Betawi cuisine in the form of a PDF interaktif as a medium for documentation, education, and cultural promotion to support the preservation of WBTb in the Special Capital Region of Jakarta
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175245</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PERANCANGAN PERMAINAN INTERAKTIF REMAJA  DI MUSEUM WAYANG JAKARTA</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175237</link>
<description>PERANCANGAN PERMAINAN INTERAKTIF REMAJA  DI MUSEUM WAYANG JAKARTA
NURAINI, MELANI OKTA
ABSTRAK&#13;
MELANI OKTA NURAINI. Perancangan Permainan Interaktif Remaja di Museum Wayang Jakarta. Dibimbing oleh MELEWANTO PATABANG.&#13;
	         Museum Wayang Jakarta telah menyediakan permainan interaktif sebagai media edukasi, namun belum terdapat permainan yang secara khusus mengenalkan tokoh dan alur cerita Mahabharata serta Ramayana kepada pengunjung remaja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi ketersediaan permainan interaktif bagi remaja di Museum Wayang Jakarta, menganalisis preferensi dan kebutuhan pengunjung remaja terhadap permainan interaktif berbasis karakter wayang, serta merancang permainan yang sesuai dengan preferensi pengunjung dan tujuan edukatif museum. Penelitian dilaksanakan pada November 2025 hingga Maret 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan penyebaran kuesioner kepada 208 responden remaja. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif, sedangkan penyusunan luaran dilakukan menggunakan metode Design Thinking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan interaktif yang tersedia di Museum Wayang Jakarta belum membahas tokoh dan alur cerita Mahabharata serta Ramayana secara khusus. Pengunjung remaja cenderung menyukai permainan yang mudah dipahami, interaktif, kompetitif, dan memuat unsur edukatif mengenai pewayangan. Berdasarkan temuan tersebut, dirancang permainan interaktif dengan nama Jelarama (Jelajah Lakon Mahabharata dan Ramayana) yang diuji kepada 8 remaja dan dinilai mampu membantu pengenalan tokoh serta alur cerita wayang. Hasil perancangan permainan ini dapat dimanfaatkan sebagai media intepretasi edukasi bagi pengunjung remaja dan menjadi referensi pengembangan permainan interaktif di Museum Wayang Jakarta.; Museum Wayang Jakarta has provided interactive games as educational media,&#13;
however, no game has been specifically designed to introduce the characters and storylines&#13;
of the Mahabharata and Ramayana to teenage visitors. This study aimed to identify the&#13;
availability of interactive games for teenagers at Museum Wayang Jakarta, analyze&#13;
teenagers’ preferences and needs regarding character-based wayang interactive games,&#13;
and design a game that aligns with visitor preferences and the museum’s educational&#13;
objectives. The study was conducted from November 2025 to March 2026. Data were&#13;
collected through observation, interviews, literature review, and questionnaires distributed&#13;
to 208 teenage respondents. The data were analyzed using qualitative and quantitative&#13;
approaches, while the output was developed using the Design Thinking method. The results&#13;
showed that the existing interactive games at Museum Wayang Jakarta do not specifically&#13;
focus on the characters and storylines of the Mahabharata and Ramayana. Teenage visitors&#13;
tend to prefer games that are easy to understand, interactive, competitive, and contain&#13;
educational elements related to wayang. Based on these findings, an interactive game&#13;
called Jelarama (Jelajah Lakon Mahabharata dan Ramayana) was designed and tested&#13;
with eight teenagers and was found to support the introduction of wayang characters and&#13;
storylines. The results of this game design can be utilized as an educational interpretation&#13;
medium for teenage visitors and serve as a reference for the development of interactive&#13;
games at Museum Wayang Jakarta.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175237</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengembangan Jalur Trekking sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan dan  Kenyamanan Wisatawan di Wana Wisata Ranca Upas Kabupaten Bandung</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175171</link>
<description>Pengembangan Jalur Trekking sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan dan  Kenyamanan Wisatawan di Wana Wisata Ranca Upas Kabupaten Bandung
Alamsyah, Andi
Kawasan Wisata Ranca Upas merupakan salah satu destinasi wisata alam yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui aktivitas trekking. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi aktual jalur trekking, menganalisis persepsi wisatawan serta pengelola dan membuat rancangan pengembangan jalur trekking terutama pada aspek keselamatan dan kenyamanan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner kepada 100 wisatawan menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara kualitatif serta secara kuantitatif. Jalur trekking masih memiliki karakter alami berupa tanah, area rawa, dan sedikit bebatuan dengan kontur yang bervariasi. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas keselamatan, minimnya papan petunjuk arah, serta kurangnya fasilitas pendukung bagi wisatawan. Pengembangan difokuskan pada penyediaan papan petunjuk arah, denah jalur trekking, rambu keselamatan, fasilitas darurat, tempat sampah, dan area istirahat. Penyusunan denah jalur dan penempatan papan petunjuk.; The Ranca Upas Tourism Area is a natural tourist destination with great potential for development through trekking activities. This study aims to analyze the current condition of the trekking trails, examine the perceptions of tourists and managers, and develop a plan for the improvement of the trekking trails, particularly in terms of safety and comfort. Data were collected through observation, interviews, documentation, and a questionnaire administered to 100 tourists using accidental sampling. Data analysis was conducted both qualitatively and quantitatively. The trekking trails still retain their natural character, consisting of soil, swampy areas, and scattered rocks with varied terrain. The main issues identified include limited safety facilities, a lack of directional signs, and insufficient support facilities for tourists. Development efforts focused on providing directional signs, trail maps, safety signs, emergency facilities, trash bins, and rest areas. The project also involved creating trail maps and installing directional signs.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175171</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengembangan Ekowisata Desa Berdasarkan Tingkat Partisipasi Masyarakat Di Desa Wisata Leuwimalang, Kabupaten Bogor</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175153</link>
<description>Pengembangan Ekowisata Desa Berdasarkan Tingkat Partisipasi Masyarakat Di Desa Wisata Leuwimalang, Kabupaten Bogor
Putri, Dea Amanda
Desa Wisata Leuwimalang memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang dapat mendukung pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya alam dan budaya, menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata, serta menyusun program pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata Leuwimalang, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed method) terhadap 120 responden masyarakat serta lima orang asesor. Analisis potensi wisata menggunakan metode skoring berdasarkan tujuh aspek penilaian Avenzora (2008), sedangkan partisipasi menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Leuwimalang memiliki 22 sumber daya alam dan tujuh unsur budaya yang berpotensi sebagai daya tarik ekowisata. Potensi unggulan meliputi Sungai (4.3), Jambu Kristal (4.2), dan Pembuatan Opak (4.0). Partisipasi masyarakat pada tahap perencanaan dan evaluasi berada pada kategori setuju, sedangkan tahap pelaksanaan, pengawasan dan pemeliharaan berada pada kategori netral. Hasil penelitian menjadi dasar penyusunan program SAWALA (Sadar Wisata Leuwimalang) untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembangan ekowisata secara berkelanjutan.; Leuwimalang Tourism Village possesses natural and cultural resources that can support the development of community-based ecotourism. This study aims to identify the potential of natural and cultural resources, analyze community participation in ecotourism development, and develop a community empowerment program in Leuwimalang Tourism Village, Bogor Regency. The study employed a mixed-methods approach involving 120 community respondents and five assessors. Tourism potential was analyzed using a scoring method based on seven evaluation aspects outlined by Avenzora (2008), while community participation was assessed using a Likert scale.The results indicate that Leuwimalang Tourism Village possesses 22 natural resources and 7 cultural elements with potential as ecotourism attractions. Key potential attractions include the River (4.3), Crystal Guava (4.2), and Opak Production (4.0). Community participation in the planning and evaluation stages falls into the “agree” category, while participation in the implementation, monitoring, and maintenance stages falls into the “neutral” category. The research findings serve as the basis for developing the SAWALA (Sadar Wisata Leuwimalang) program to enhance community awareness and participation in supporting the sustainable development of ecotourism.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175153</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
