<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Agronomy and Horticulture</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/121</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 09:05:22 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-08-27T09:05:22Z</dc:date>
<item>
<title>Pertumbuhan dan Produksi Biji Gulma Eceng Padi  (Monochoria vaginalis (Burm.f.) C.Presl ex Kunth) pada Berbagai Kadar Air  Media Tanam</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179807</link>
<description>Pertumbuhan dan Produksi Biji Gulma Eceng Padi  (Monochoria vaginalis (Burm.f.) C.Presl ex Kunth) pada Berbagai Kadar Air  Media Tanam
Tanuardi, Danutirta
Eceng padi (Monochoria vaginalis (Burm.f.) C.Presl ex Kunth) merupakan salah satu gulma pada lahan sawah yang menjadi pesaing tanaman padi dalam memperebutkan unsur hara, air, dan cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai kadar air media tanam terhadap pertumbuhan vegetatif dan reproduksi (produksi biji) gulma eceng padi. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Cikabayan Bawah, IPB University. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal dengan empat taraf kadar air media tanam 75%, 100%, 125%, dan 150% kapasitas lapang, masing-masing diulang sebanyak empat kali. Parameter yang diamati meliputi jumlah daun, waktu berbunga, jumlah bunga, jumlah buah, bobot basah buah, bobot kering buah, bobot basah gulma, bobot kering gulma, dan jumlah biji. Hasil penelitian menunjukkan eceng padi tetap mampu tumbuh dan bereproduksi pada seluruh taraf kadar air media tanam yang diuji. Perlakuan kadar air media tanam tidak berpengaruh terhadap jumlah daun, waktu berbunga, jumlah bunga, jumlah buah, bobot basah buah, bobot kering buah, bobot basah gulma, bobot kering gulma, maupun jumlah biji. Rentang kadar air media tanam 75% hingga 150% kapasitas lapang masih mampu mendukung pertumbuhan dan reproduksi gulma eceng padi.; Pickerelweed (Monochoria vaginalis (Burm.f.) C.Presl ex Kunth) is a weed in rice fields that competes with rice plants for nutrients, water and light. This research aims to determine the effect of various water levels of planting media on vegetative growth and reproduction (seed production) of pickerelweed. The research was carried out in the Cikabayan Bawah Greenhouse, IPB University. The experiment was structured using a single factor Randomized Complete Block Design (RCBD) with four levels of planting media water content of 75%, 100%, 125% and 150% field capacity, each repeated four times. The parameters observed included the number of leaves, flowering time, number of flowers, number of fruit, fruit wet weight, fruit dry weight, weed wet weight, weed dry weight, and number of seeds. The results of the research showed that pickerelweed was still able to grow and reproduce at all levels of water content in the planting media tested. The water content treatment of the planting medium had no effect on the number of leaves, flowering time, number of flowers, number of fruit, fruit wet weight, fruit dry weight, weed wet weight, weed dry weight, and number of seeds. The planting medium water content range of 75% to 150% field capacity is still able to support the growth and reproduction of pickerelweed.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179807</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Jenis, Dosis Pupuk Nitrogen dan Teknik Pematahan Dormansi terhadap After Ripening dan Daya Simpan Benih Padi IPB 3S</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179788</link>
<description>Pengaruh Jenis, Dosis Pupuk Nitrogen dan Teknik Pematahan Dormansi terhadap After Ripening dan Daya Simpan Benih Padi IPB 3S
Sahibah, Resmatunisa
Benih padi IPB 3S memiliki dormansi fisiologis yang menyebabkan proses after-ripening berlangsung lambat sehingga dapat menghambat ketersediaan benih bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis pupuk nitrogen serta teknik pematahan dormansi terhadap after-ripening dan daya simpan benih padi IPB 3S selama penyimpanan. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (split-plot) dalam Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan tiga ulangan. Petak utama berupa perlakuan pematahan dormansi (kontrol/tanpa perendaman dan perendaman KNO3 0,2% selama 36 jam), sedangkan anak petak berupa kombinasi jenis pupuk nitrogen (urea, KNO3, dan NPK Phonska 15-15-15) dengan dosis (100%, 150%, dan 200% dari dosis rekomendasi) sehingga diperoleh sembilan taraf kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman KNO3 0,2% meningkatkan daya berkecambah, indeks vigor, dan kecepatan tumbuh serta menurunkan intensitas dormansi pada 1–4 minggu setelah panen (MSP). Patah dormansi after-ripening benih padi IPB 3S terjadi pada 2 MSP dari perlakuan perendaman KNO3 0,2%, dengan daya berkecambah sebesar 90,59%. Jenis dan dosis pupuk nitrogen menghasilkan mutu fisiologis yang sama pada beberapa parameter selama penyimpanan. Perlakuan KNO3 dosis 100% menghasilkan indeks vigor tertinggi dan tidak berbeda nyata dengan urea dosis 150% pada 1 dan 4 BSP, serta menghasilkan kecepatan tumbuh tertinggi dan berbeda nyata dengan seluruh perlakuan urea pada 1 BSP. Seluruh kombinasi perlakuan jenis dan dosis pupuk nitrogen mencapai daya berkecambah =80% pada 10 MSP, menunjukkan bahwa benih padi IPB 3S memiliki daya simpan yang baik selama penyimpanan. Teknik pematahan dormansi menggunakan perendaman KNO3 0,2% efektif mempercepat pelepasan dormansi pada awal penyimpanan, sedangkan jenis dan dosis pupuk nitrogen menentukan mutu fisiologis benih sehingga benih padi IPB 3S memiliki daya simpan yang baik selama penyimpanan.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179788</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Evaluasi Karakteristik Morfologi dan Kualitas Buah 11 Genotipe  Melon untuk Perakitan Varietas Unggul</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179712</link>
<description>Evaluasi Karakteristik Morfologi dan Kualitas Buah 11 Genotipe  Melon untuk Perakitan Varietas Unggul
Salsabila, Yasinta
Melon merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai &#13;
ekonomis tinggi dan peluang budidaya yang besar. Terbatasnya varietas hibrida &#13;
melon dalam negeri dengan kualitas yang tinggi menimbulkan kecenderungan &#13;
petani menggunakan benih impor dengan risiko harga tinggi, kontinuitas benih &#13;
tidak terjamin dan kemungkinan benih yang tidak adaptif. Penelitian ini bertujuan &#13;
mengidentifikasi karakteristik morfologi dan kualitas buah dari beberapa genotipe &#13;
melon potensial untuk perakitan varietas unggul. Penelitian ini dilakukan di &#13;
greenhouse Kebun Percobaaan Leuwikopo IPB dan Laboratorium Pascapanen &#13;
Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB dari bulan Juni-Oktober 2024. &#13;
Genotipe yang dievaluasi terdiri 14 genotipe, 11 genotipe melon koleksi PKHT IPB &#13;
dan 3 varietas pembanding yaitu Glamour F1, Gracia F1 dan Legita F1. Percobaan &#13;
ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan faktor &#13;
tunggal berupa genotipe yang diulang sebanyak empat ulangan. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa genotipe berpengaruh nyata terhadap semua karakter &#13;
kuantitatif. Analisis korelasi menunjukkan bahwa diameter buah berkorelasi positif &#13;
dengan bobot buah dan berkorelasi negatif dengan kekerasan kulit buah.  Genotipe &#13;
R3, R23 dan R32 potensial digunakan sebagai tetua dalam program pemuliaan &#13;
melon. Genotipe hibrida H1, H2 dan H6 potensial untuk dikembangkan lebih lanjut &#13;
sebagai varietas unggul baru. Hibrida-hibrida terpilih dapat dievaluasi lebih lanjut &#13;
dalam uji coba multilokasi untuk memahami adaptasinya di lingkungan yang &#13;
berbeda.; Melon is one of the horticultural commodities with high economic value and &#13;
has great potential for cultivation. The limited availability of high-quality domestic &#13;
hybrid varieties has led farmers to rely on imported seeds, which pose risks such as &#13;
high costs, uncertain supply continuity, and poor adaptability. This study aimed to &#13;
identify the morphological characteristics and fruit quality of several melon &#13;
genotypes for the development of improved varieties. The research was conducted &#13;
in the greenhouse of the Leuwikopo IPB Experimental Station and the Post-harvest &#13;
Laboratory of the Department of Agronomy and Horticulture IPB from June to &#13;
October 2024. The genetic materials evaluated were 14 genotypes, 11 melon &#13;
genotypes from the PKHT IPB collection and 3 commercial hybrid varieties as &#13;
checks (Glamour F1, Gracia F1, and Legita F1). This experiment was arranged in &#13;
a randomized complete block design (RCBD) with a single factor (genotype) and &#13;
four replications. The results showed that genotype had a significant effect on all &#13;
quantitative traits. Correlation analysis among traits indicated that fruit diameter &#13;
was positively correlated with fruit weight and negatively correlated with fruit skin &#13;
hardness. Genotypes R3, R23, and R32 were identified as potential parental lines &#13;
for melon breeding programs, while hybrid genotypes H1, H2, and H6 showed &#13;
potential for further development as new superior varieties. These selected hybrids &#13;
may be evaluated further in muti-location trials to elucidate their adaptation in &#13;
different environments.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179712</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Evaluasi Penggunaan Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Lemon</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179705</link>
<description>Evaluasi Penggunaan Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Lemon
ISTIQOMAH, SARAH AMALIA
Lemon merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki permintaan cukup tinggi dikarenakan kesadaran masyarakat terhadap asupan vitamin C. Meskipun demikian, kemampuan produksi lemon dalam negeri masih belum dapat memenuhi kebutuhan nasional. Namun, hingga saat ini belum tersedia panduan yang teruji secara ilmiah tentang mengatur tahapan budidaya lemon. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas pengaplikasian pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman lemon lokal pada umur 3 tahun. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan PKHT Pasirkuda, Kota Bogor, Jawa Barat menggunakan RKLT dengan 8 ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi dosis pupuk hayati 0, 10, 20, dan 30 ml dengan NPK dosis 150 g pada masing-masing perlakuan. Peubah yang diamati meliputi jumlah tunas baru, panjang tunas, diameter tunas, jumlah daun, waktu muncul bunga, jumlah bunga, jumlah bakal buah, rasio pembentukan bunga, hasil produksi, serta mutu buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata pada sebagian besar parameter pertumbuhan tanaman lemon. Dosis 10 ml menghasilkan pertumbuhan panjang dan diameter tunas, serta pertambahan jumlah daun tertinggi. Sementara itu, tidak terdapat pengaruh pupuk hayati yang signifikan pada fase generatif. Pemberian pupuk hayati pada tanaman lemon berpotensi mengoptimalkan pertumbuhan tanaman, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap produksi dan mutu buah lemon.; Lemons are a horticultural commodity with high demand due to public awareness regarding vitamin C intake. However, domestic lemon production capacity still falls short of meeting national needs. There are no scientifically validated guidelines for managing lemon cultivation stages. Therefore, this study aimed to evaluate the effectiveness of biofertilizer application on the growth and production of three-year-old local lemon trees. The research was conducted at the PKHT Pasirkuda Experimental Garden in Bogor City, West Java, using an RCBD with eight replications. The treatments tested involved biofertilizer dosages of 0, 10, 20, and 30 grams, combined with 150 grams of NPK fertilizer for each treatment. Observed variables included the number of new shoots, shoot length, shoot diameter, number of leaves, time of flower emergence, number of flowers, number of fruitlets, flower formation ratio, yield, and fruit quality. The results indicated that biofertilizer application significantly affected most lemon plant growth parameters. A dosage of 10 ml yielded the highest results for shoot length, shoot diameter, and the increase in the number of leaves. Meanwhile, there was no significant effect of biofertilizer during generative phase. Applying biofertilizer to lemon trees has the potential to optimize plant growth, although further research is required regarding lemon fruit production and quality.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179705</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
