<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Soil Science and Land Resources</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119</link>
<description/>
<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 13:25:37 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-19T13:25:37Z</dc:date>
<item>
<title>Efektivitas Pupuk Hayati Provibio terhadap Produktivitas Padi IF20 dengan Variasi Penjadwalan Pemupukan dan Komposisi Hara</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173416</link>
<description>Efektivitas Pupuk Hayati Provibio terhadap Produktivitas Padi IF20 dengan Variasi Penjadwalan Pemupukan dan Komposisi Hara
Andini, Aisyah Rahmiyulis
Peningkatan produktivitas padi perlu diimbangi dengan upaya menjaga kesuburan tanah melalui efisiensi pemupukan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pupuk hayati Provibio yang dikombinasikan dengan pupuk NPK pada berbagai dosis dan penjadwalan aplikasi fase generatif terhadap sifat biologi, kimia, biokimia tanah, serta pertumbuhan dan produktivitas padi varietas IF20. Penelitian dilaksanakan selama delapan bulan di lahan sawah ICBB Situgede, Bogor dan analisis laboratorium di Biotech Center, IPB University. Penelitian lapang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan, parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif dan generatif, hasil produksi (GKP dan GKG), populasi mikrob tanah, karakteristik kimia tanah, serta aktivitas enzim tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi Provibio dengan pupuk kimia 50% mampu menghasilkan produktivitas yang mendekati pupuk kimia penuh. Perlakuan berbasis Provibio juga meningkatkan populasi mikroorganisme tanah, aktivitas enzim (terutama lakase dan invertase), serta memperbaiki beberapa sifat kimia tanah seperti N-total dan P-tersedia. Aplikasi Provibio berpotensi meningkatkan efisiensi pemupukan dan mendukung sistem budidaya padi yang lebih berkelanjutan melalui pengurangan pupuk kimia hingga 50% tanpa menurunkan hasil secara signifikan pada varietas padi IF20.; Improving rice productivity needs to be balanced with efforts to maintain soil fertility through efficient fertilization. This study aimed to evaluate the effectiveness of the biofertilizer Provibio combined with NPK fertilizer at various doses and application schedules during the generative phase on soil biological, chemical, and biochemical properties, as well as the growth and productivity of IF20 rice variety. The research was conducted over eight months in rice fields at ICBB Situgede, Bogor, with laboratory analyses carried out at the Biotech Center, IPB University. The field experiment used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with six treatments and three replications. The observed parameters included vegetative and generative growth, yield production (GKP and GKG), soil microbial population, soil chemical characteristics, and soil enzyme activity. The results showed that the combination treatment of Provibio with 50% chemical fertilizer was able to produce productivity close to that of full chemical fertilization. Treatments based on Provibio also increased soil microbial populations, enzyme activities (especially laccase and invertase), and improved several soil chemical properties such as total nitrogen and available phosphorus. The application of Provibio has the potential to improve fertilization efficiency and support more sustainable rice cultivation systems by reducing chemical fertilizer use by up to 50% without significantly decreasing yield in the IF20 rice variety.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173416</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penjadwalan Aplikasi Pupuk Hayati Provibio Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Padi IF20</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173170</link>
<description>Penjadwalan Aplikasi Pupuk Hayati Provibio Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Padi IF20
Oktaviyandi, Iqballzah
Pupuk hayati merupakan inovasi pertanian berkelanjutan yang mengandung &#13;
mikroorganisme fungsional untuk meningkatkan ketersediaan hara dan kesuburan &#13;
tanah salah satunya yaitu Provibio yang memiliki sembilan mikroorganisme &#13;
bermanfaat bagi tumbuhan yaitu: bakteri penambat N2 (Azospirillum lipoferum &#13;
ICBB 6088 dan Azotobacter vinelandii ICBB 9098), bakteri pembentuk bintil akar &#13;
(Bradyrhizobium japonicum ICBB 9251), produsen hormon tumbuh (Lactobacillus &#13;
sp. ICBB 6099), mikrob pengurai bau (Saccharomyces cerevisiae ICBB 8808), &#13;
pengurai selulosa (Microbacterium lactium ICBB 7125), pengurai lignin &#13;
(Phanerochaete sp. ICBB 9182), dekomposer (Paenibacillus macerans ICBB &#13;
8810), dan bakteri pengendali hama (Bacillus thuringiensis ICBB 6095). Penelitian &#13;
dilaksanakan Mei sampai Desember 2025 di ICBB dan Laboratorium Unggulan &#13;
Pusat studi Bioteknologi IPB. Rancangan penelitian yang digunakan adalah &#13;
Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan. Percobaan lapang &#13;
dilakukan dengan menggunakan petak berukuran 2,5 × 2,5 m, dengan perlakuan &#13;
sebagai berikut P0.K1 (50% pupuk kimia), P0.K2 (100% pupuk kimia), P1.K1 &#13;
(Provibio + KNO3 + 50% pupuk kimia), dan P2.K1 (Provibio + ZnSO4·7H2O + &#13;
CuSO4 + 50% pupuk kimia). Parameter yang diamati meliputi total mikrob tanah &#13;
(TPC), aktivitas enzim, pH, C-organik, N-total, P-tersedia, dan KTK. Data &#13;
dianalisis menggunakan uji lanjut DMRT. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi &#13;
Provibio dan pupuk kimia 50% meningkatkan aktivitas mikrob tanah, kandungan &#13;
C-organik, serta efisiensi pemupukan dibandingkan perlakuan tunggal pupuk &#13;
kimia. Perlakuan kombinasi juga mampu mempertahankan produktivitas padi &#13;
dengan penggunaan pupuk kimia yang lebih rendah. Disimpulkan bahwa integrasi &#13;
pupuk hayati dan pupuk Urea, SP36, dan KCL berpotensi meningkatkan kesuburan &#13;
tanah dan produktivitas padi secara lebih efisien dan berkelanjutan. Oleh karena itu, &#13;
penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aplikasi dan penjadwalan Provibio &#13;
terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi IF20 pada fase vegetatif, serta &#13;
menentukan kombinasi dosis dan waktu pengaplikasi pupuk yang optimal untuk &#13;
tanaman padi.; Biofertilizer are a sustainable agriculture innovation containing function &#13;
microorganisms that enhance nutrient availability and soil fertility. One such &#13;
product is Provibio, which consist of nine beneficial microorganisms for plants, &#13;
namely: nitrogen-fixing bacteria (N2) (Azospirillum lipoferum ICBB 6088 and &#13;
Azotobacter vinelandii ICBB 9098), root nodule-forming bacteria (Bradyrhizobium &#13;
japonicum ICBB 9251), plant growth hormone producers (Lactobacillus sp. ICBB &#13;
6099), odor-degrading microbes (Saccharomyces cerevisiae ICBB 8808), &#13;
cellulose-degading microbes (Microbacterium lactium ICBB 7125), lignin&#13;
degading microbes (Phanerochaete sp. ICBB 9182), decomposers (Paenibacillus &#13;
macerans ICBB 8810), and pest-controlling bacteria (Bacillus thuringiensis ICBB &#13;
6095). This study was conducted from May to December 2025 at ICBB and center &#13;
of excellence Laboratory, IPB Biotechnology Center. The experimental  design &#13;
used was a Randomized Complete Block Design (RCBD) with four treatments. &#13;
Field experiments were carried out using plots measuring 2.5 x 2.5 m, with the &#13;
following treatments: P0.K1 (50% chemical fertilizer), P0.K2 (100% chemical &#13;
fertilizer), P1.K1 (Provibio + KNO3 + 50% chemical fertilizer), and P2.K1 &#13;
(Provibio + Provibio + ZnSO4·7H2O + CuSO4 + 50% chemical fertilizer). Observed &#13;
parameters included total soil microbes (TPC), enzyme activity, pH, organic C, total &#13;
N, available P, and cation exchange capacity (CEC). Data were analyzed using the &#13;
Duncan Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the combination of &#13;
Provibio and 50% chemical fertilizer increased soil microbial activity, organic C &#13;
content, and fertilization efficiency compared to the single application of chemical &#13;
fertilizers. The combined treatment was also able to maintain rice productivity with &#13;
reduced chemical fertilizer usage. It can be concluded that the integration of &#13;
biofertilizers with Urea, SP36, and KCL fertilizers has the potential to improve soil &#13;
fertility and rice productivity in a more efficient and sustainable manner. Therefore, &#13;
this study aims to analyze the effect of Provibio application and scheduling on the &#13;
growth and yield of IF20 rice during the vegetative phase, as well as to determine &#13;
the optimal combination of dosage and application timing for rice cultivation.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173170</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Sifat Fisik Dan Retensi Air Tanah Berdasarkan&#13;
Umur Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.).</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173069</link>
<description>Sifat Fisik Dan Retensi Air Tanah Berdasarkan&#13;
Umur Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.).
ADINDA, DWI PERMATA
Perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, namun keberlanjutan produksinya sangat ditentukan oleh kualitas tanah sebagai media tumbuh. Aktivitas pengelolaan kebun yang berlangsung dalam jangka panjang, seperti pemupukan, pemanenan, dan pemeliharaan piringan, berpotensi memengaruhi sifat fisik tanah seperti distribusi pori, serta kemampuan tanah dalam menyimpan dan menyediakan air bagi tanaman. Perubahan kondisi tersebut dapat terjadi seiring bertambahnya umur tanaman dan perbedaan zona pengelolaan di dalam kebun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur tanaman kelapa sawit terhadap sifat fisik dan retensi air tanah pada zona gawangan hidup dan piringan. Penelitian dilakukan pada tanaman berumur 7 dan 11 tahun di PT. AMP Plantation Unit 1, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan tiga ulangan pada tanah Ultisol Palembayan. Parameter yang diamati meliputi bobot isi, porositas, retensi air (KAKL dan TLP), infiltrasi, dan C-organik tanah. Data yang diperoleh dari seluruh parameter tersebut kemudian dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5% untuk melihat perbedaan nyata antar perlakuan, serta analisis regresi linear sederhana untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan umur tanaman kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap sifat fisik dan retensi air tanah di zona gawangan hidup dan piringan pada parameter bobot isi, porositas, dan KAKL. Pada tanaman berumur 11 tahun, nilai bobot isi cenderung lebih tinggi, sedangkan porositas dan KAKL lebih rendah dibandingkan dengan tanaman berumur 7 tahun. Perbedaan tersebut mengindikasikan adanya kecenderungan penurunan kemampuan tanah dalam menahan air seiring dengan meningkatnya umur tanaman. Pori air tersedia menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat dengan kadar air kapasitas lapang dan C-organik, serta hubungan negatif yang kuat dengan bobot isi. Intensitas pengelolaan yang lebih tinggi dan vegetasi penutup bawah seperti rerumputan yang lebih jarang pada tanaman tua menyebabkan kualitas fisik tanah cenderung menurun.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173069</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Sistem Agri-Photovoltaic terhadap  Sifat Kimia Tanah, Serapan Hara, Pertumbuhan, dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.))</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173040</link>
<description>Pengaruh Sistem Agri-Photovoltaic terhadap  Sifat Kimia Tanah, Serapan Hara, Pertumbuhan, dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.))
RAHAYU, ELSA KALAM
Sistem Agri-Photovoltaic (APV) menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi dan pangan suatu negara dengan mengintegrasikan antara pertanian dengan panel surya untuk memproduksi energi sehingga penggunaan lahan menjadi lebih optimal. Sistem ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu strategi peningkatan produksi kedelai yang merupakan komoditas pangan &#13;
strategis nasional. Agri-Photovoltaic Research Station (APRS) Kebun Pendidikan Cikabayan merupakan unit agri-photovoltaic pertama di Indonesia yang dirancang sebagai solusi integratif dalam mendukung produksi energi terbarukan sekaligus mempertahankan produktivitas lahan pertanian di Indonesia. Namun, keberadaan panel surya menciptakan efek naungan yang berpotensi mempengaruhi kapasitas tanaman dalam menyerap hara dan menghasilkan biji. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan sifat kimia tanah dan membandingkan respon pertumbuhan dan produktivitas kedelai yang tumbuh di bawah naungan panel surya dan di luar naungan panel surya. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata pada nilai pH, C-organik, N-total, dan Mg-dd antara di bawah naungan panel surya (PS) dengan di luar naungan panel surya (LPS), sedangkan parameter P-tersedia, KTK (Kapasitas Tukar Kation), K-dd, Ca-dd, dan Na-dd tidak menunjukkan perbedaan nyata. Perbedaan tersebut berkaitan dengan perubahan kondisi iklim mikro di bawah naungan panel surya. Kondisi tersebut kemudian berpengaruh nyata meningkatkan serapan hara N, P, dan K oleh tanaman kedelai. Selain itu, perlakuan PS juga meningkatkan parameter pertumbuhan dan panen tanaman kedelai, terutama produktivitas, tetapi menurunkan nilai indeks panen (Harvest Index) akibat tingginya total akumulasi biomassa vegetatif. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem APV potensial dalam meningkatkan produktivitas lahan dengan menciptakan kondisi lingkungan yang lebih optimal.; Agri-Photovoltaic System (APV) offers an alternative approach to simultaneously address energy and food demands by integrating agricultural production with photovoltaic panels, thereby improving land-use efficiency. The system can be considered a strategy to enhance soybean production, a nationally strategic food commodity in Indonesia. Agri-Photovoltaic Research Station (APRS) at Cikabayan Teaching Farm is the first agri-photovoltaic unit in Indonesia, designed as an integrated solution to support renewable energy production while maintaining agricultural land productivity in Indonesia. However, the presence of solar panels creates shading effects that may influence soil nutrient availability, crop nutrient uptake, and crop productivity. This research aimed to evaluate differences in soil chemical properties and to compare the growth response and productivity of soybean cultivated under solar panel shading and open-field condition. The result showed significant differences in soil pH, soil organic carbon, total nitrogen, and exchangeable magnesium under the solar panel shading (PS) compared to area without solar panel shading (WPS), while available phosphorus, cation exchange capacity (CEC), and exchangeable potassium, calcium, and sodium did not differ significantly. These differences were associated with the changes in microclimate conditions created under the solar panel shading. These conditions subsequently resulted in a significant increase in nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K) uptake by soybean plants. In addition, solar panel shading treatment enhanced soybean growth and yield components, particulary productivity, but reduced the harvest index (HI) due to greater accumulation of vegetative biomass. Overall, the results suggest that APV represents a promising approach for improving land productivity through the creation of favorable microenvironmental conditions for crop growth.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173040</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
