<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Aquaculture</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/114</link>
<description/>
<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 12:04:37 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-08-07T12:04:37Z</dc:date>
<item>
<title>Pemanfaatan Ekstrak Kulit Nanas, Lactobacillus plantarum, dan Kombinasinya untuk Ketahanan Ikan Lele terhadap Infeksi Aeromonas hydrophila</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177684</link>
<description>Pemanfaatan Ekstrak Kulit Nanas, Lactobacillus plantarum, dan Kombinasinya untuk Ketahanan Ikan Lele terhadap Infeksi Aeromonas hydrophila
SIAGIAN, SHYALOM APRILYANA ANGGITA
Ikan lele (Clarias sp.) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang rentan terhadap penyakit akibat infeksi Aeromonas hydrophila. Salah satu upaya pencegahan yang berpotensi diterapkan adalah pemanfaatan ekstrak kulit nanas, Lactobacillus plantarum, serta kombinasi keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas ekstrak kulit nanas, L. plantarum, dan kombinasinya sebagai tindakan pencegahan terhadap infeksi A. hydrophila pada ikan lele. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan, yang terdiri atas kontrol positif, kontrol negatif, ekstrak kulit nanas sebanyak 0,5 mL per 100 g pakan, probiotik L. plantarum (108 CFU mL?¹) sebanyak 1 mL per 100 g pakan, serta kombinasi keduanya dengan dosis masing-masing setengah dari perlakuan tunggal. Parameter yang diamati meliputi performa pertumbuhan, respons imun (eritrosit, hemoglobin, hematokrit, leukosit, aktivitas fagositosis, dan respiratory burst), gejala klinis, serta tingkat kelangsungan hidup setelah uji tantang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi ekstrak kulit nanas sebanyak 0,25 mL per 100 g pakan dan L. plantarum dengan kepadatan sel 108 CFU mL?¹ sebanyak 0,5 mL per 100 g pakan memberikan hasil terbaik dan berbeda nyata (P&lt;0,05) dibandingkan perlakuan tunggal maupun kontrol positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlakuan KNL kombinasi ekstrak kuli nanas madu (Ananas comosus L. Merr) dan probiotik L. plantarum memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan performa pertumbuhan, memperkuat respons imun, dan menjaga stabilitas fisiologis ikan selama masa pemeliharaan, serta menghasilkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi setelah uji tantang, yaitu 90,00±8,16%, dibandingkan dengan perlakuan kontrol positif yang hanya mencapai 47,50±9,57%.; Catfish (Clarias sp.) is a freshwater commodity that is susceptible to disease caused by Aeromonas hydrophila infection. One potentially applicable preventive measure is the utilization of pineapple peel extract, Lactobacillus plantarum, and their combination. This study aimed to examine the effectiveness of pineapple peel extract, L. plantarum, and their combination as a preventive approach against A. hydrophila infection in catfish. A completely randomized design was employed with five treatments and four replications, consisting of positive control, negative control, pineapple peel extract at 0.5 mL 100 g?¹ feed, probiotic L. plantarum (108 CFU mL?¹) at 1 mL 100 g?¹ feed, and their combination at half the respective doses. Parameters observed included growth performance, immune responses (erythrocytes, hemoglobin, hematocrit, leukocytes, phagocytic activity, and respiratory burst), clinical signs, and survival rate after challenge test. The results demonstrated that the combination treatment of pineapple peel extract at 0.25 mL 100 g?¹ feed and L. plantarum at a cells density of 108 CFU mL?¹ (0.5 mL 100 g?¹ feed) yielded the best outcomes and was significantly different (P&lt;0.05) from both single treatments and the positive control. This study concluded that the KNL treatment, consisting of a combination of honey pineapple (Ananas comosus L. Merr) peel extract and the probiotic L. plantarum, produced the best results in improving growth performance, enhancing the immune response, and maintaining the physiological stability of catfish during the rearing period. Furthermore, this treatment resulted in the highest survival rate following the challenge test, reaching 90.00 ± 8.16%, compared with the positive control treatment, which exhibited a survival rate of only 47.50 ± 9.57%.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177684</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Optimalisasi Produksi Budidaya Ikan Guppy (Poecilia reticulata) di Arsyi Farm, Bogor, Jawa Barat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177596</link>
<description>Optimalisasi Produksi Budidaya Ikan Guppy (Poecilia reticulata) di Arsyi Farm, Bogor, Jawa Barat
Patrisa, Karina Anindita
Budidaya ikan guppy merupakan salah satu usaha ikan hias yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Arsyi Farm merupakan salah satu unit usaha budidaya ikan guppy, namun kombinasi produksinya belum disesuaikan dengan permintaan pasar dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia sehingga produksi belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kombinasi produksi budidaya ikan guppy di Arsyi Farm, Bogor, untuk mendapatkan keuntungan maksimum. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan non-eksperimental. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel 2019 dan dianalisis menggunakan Linear Interactive and Discrete Optimizer. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar penggunaan sumber daya di Arsyi Farm belum optimal. Kombinasi produksi optimal diperoleh melalui penyesuaian permintaan pasar dan pemanfaatan sumber daya sehingga mampu meningkatkan keuntungan 23,8%, mempersingkat waktu pengembalian modal 64% dan meningkatkan efisiensi usaha sebesar 303,3%.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177596</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Kajian Literatur Potensi Gen PMAV (Penaeus monodon Antivirus) dalam Pengendalian WSSV  (White Spot Syndrome Virus) pada udang Vaname</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177587</link>
<description>Kajian Literatur Potensi Gen PMAV (Penaeus monodon Antivirus) dalam Pengendalian WSSV  (White Spot Syndrome Virus) pada udang Vaname
Manurung, Kalfin
White spot syndrome virus (WSSV) merupakan salah satu penyebab utama kegagalan dalam budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dan udang windu (Penaeus monodon). Udang memiliki mekanisme pertahanan untuk melawan infeksi virus dengan memanfaatkan sistem imun bawaan, salah satunya dengan mengekspresikan gen antivirus. Beberapa gen antivirus yang telah dilaporkan berperan dalam meresponss infeksi WSSV adalah gen LvAV pada udang vaname, dan  gen PmAV pada udang windu. Penelitian ini bertujuan menelaah potensi gen PmAV dalam pengendalian WSSV pada udang vaname melalui kajian literatur, dengan fokus pada mekanisme kerja, karakteristik molekuler, dan perbandingan dengan gen LvAV. Analisis filogenetik dan BLASTp dilakukan untuk mengetahui tingkat kekerabatan kedua gen, yang menunjukkan tingkat kemiripan sebesar 80,59% dengan nilai E-value sebesar 7e-101. Meskipun demikian, terdapat perbedaan pada daerah pengikatan karbohidrat, di mana gen PmAV memiliki motif QPD (Gln–Pro–Asp), sedangkan gen LvAV memiliki motif QPN (Gln–Pro–Asn). Selain itu, struktur sekunder juga menunjukkan perbedaan, gen PmAV tersusun atas 4 a-heliks dan 10 ß-sheet, sedangkan gen LvAV tersusun atas 4 a-heliks dan 12 ß-sheet. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa gen  PmAV memiliki potensi untuk berperan penting dalam imunitas udang vaname, meskipun terdapat perbedaan karakteristik molekuler dengan gen LvAV
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177587</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>KAJIAN LITERATUR POTENSI GEN PMAV (Penaeus monodon Antivirus) DALAM PENGENDALIAN WSSV  (White Spot Syndrome Virus) PADA UDANG VANAME</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177462</link>
<description>KAJIAN LITERATUR POTENSI GEN PMAV (Penaeus monodon Antivirus) DALAM PENGENDALIAN WSSV  (White Spot Syndrome Virus) PADA UDANG VANAME
Manurung, Kalfin
White spot syndrome virus (WSSV) merupakan salah satu penyebab utama kegagalan dalam budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) dan udang windu (Penaeus monodon). Udang memiliki mekanisme pertahanan untuk melawan infeksi virus dengan memanfaatkan sistem imun bawaan, salah satunya dengan mengekspresikan gen antivirus. Beberapa gen antivirus yang telah dilaporkan berperan dalam meresponss infeksi WSSV adalah gen LvAV pada udang vaname, dan  gen PmAV pada udang windu. Penelitian ini bertujuan menelaah potensi gen PmAV dalam pengendalian WSSV pada udang vaname melalui kajian literatur, dengan fokus pada mekanisme kerja, karakteristik molekuler, dan perbandingan dengan gen LvAV. Analisis filogenetik dan BLASTp dilakukan untuk mengetahui tingkat kekerabatan kedua gen, yang menunjukkan tingkat kemiripan sebesar 80,59% dengan nilai E-value sebesar 7e-101. Meskipun demikian, terdapat perbedaan pada daerah pengikatan karbohidrat, di mana gen PmAV memiliki motif QPD (Gln–Pro–Asp), sedangkan gen LvAV memiliki motif QPN (Gln–Pro–Asn). Selain itu, struktur sekunder juga menunjukkan perbedaan, gen PmAV tersusun atas 4 a-heliks dan 10 ß-sheet, sedangkan gen LvAV tersusun atas 4 a-heliks dan 12 ß-sheet. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa gen  PmAV memiliki potensi untuk berperan penting dalam imunitas udang vaname, meskipun terdapat perbedaan karakteristik molekuler dengan gen LvAV
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177462</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
