<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Aquatic Resources Management</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 09:26:14 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-09-17T09:26:14Z</dc:date>
<item>
<title>Struktur Komunitas Plankton Sebagai Dasar Pengelolaan Berkelanjutan Perairan Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Indonesia</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179880</link>
<description>Struktur Komunitas Plankton Sebagai Dasar Pengelolaan Berkelanjutan Perairan Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Indonesia
Wibowo, Mohamad Farrel Reysava
Plankton merupakan komponen penting dalam ekosistem perairan yang berperan sebagai produsen primer dan indikator kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas plankton serta hubungan antara plankton dan kualitas air di perairan Pantai Indah Kapuk pada musim kemarau dan musim hujan. Pengambilan sampel plankton dan pengukuran parameter fisika-kimia perairan dilakukan pada beberapa stasiun pengamatan, kemudian dianalisis menggunakan indeks ekologi dan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitoplankton didominasi Bacillariophyceae (61–81%), sedangkan zooplankton didominasi Maxillopoda (31–58%). Struktur komunitas plankton dipengaruhi oleh parameter nutrien, kekeruhan, suhu, salinitas, oksigen terlarut, dan pH. Komunitas plankton berpotensi digunakan sebagai indikator kondisi ekologis perairan Pantai Indah Kapuk.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179880</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis kerusakan dan rekomendasi rehabilitasi mangrove di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179530</link>
<description>Analisis kerusakan dan rekomendasi rehabilitasi mangrove di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
Rn, Tri Suci
TRI SUCI RN. Analisis kerusakan dan rekomendasi rehabilitasi mangrove di&#13;
Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Dibimbing oleh ALI MASHAR dan&#13;
HEFNI EFFENDI.&#13;
Ekosistem mangrove memegang peranan penting dalam menjaga&#13;
keseimbangan ekosistem pesisir, namun sangat rentan terhadap tekanan aktivitas&#13;
manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan serta&#13;
merumuskan rekomendasi rehabilitasi mangrove di Pulau Pari, Kepulauan Seribu,&#13;
DKI Jakarta. Penelitian dilakukan pada bulan November–Desember 2023 di dua&#13;
stasiun pengamatan yang mewakili kawasan konservasi dan kawasan pariwisata.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan mangrove tertinggi terdapat pada&#13;
Stasiun 1 sebesar 1.358,33 pohon/ha, sedangkan Stasiun 2 hanya 491,67 pohon/ha.&#13;
Nilai indeks kesehatan mangrove (IKM) di Stasiun 1 sebesar 1,75 (kategori&#13;
sedang), dan Stasiun 2 sebesar 1,25 (kategori buruk). Indeks kualitas lingkungan&#13;
(Qe) di kedua stasiun tergolong tinggi, yaitu 76,18% dan 71,90%. Berdasarkan&#13;
matriks rehabilitasi, kedua stasiun direkomendasikan untuk dilakukan replantasi&#13;
guna meningkatkan tutupan vegetasi dan keragaman spesies. Hasil ini&#13;
menunjukkan bahwa meskipun kondisi lingkungan masih mendukung, ekosistem&#13;
mangrove di Pulau Pari memerlukan upaya rehabilitasi aktif agar fungsi&#13;
ekologisnya dapat pulih secara optimal.; TRI SUCI RN. Analysis of Mangrove Damage and Rehabilitation Measures&#13;
in Pari Island, Seribu Islands, DKI Jakarta. Supervised by ALI MASHAR and&#13;
HEFNI EFFENDI.&#13;
Mangrove ecosystems play an essential role in maintaining coastal&#13;
ecological balance but are highly vulnerable to human pressures. This study aims&#13;
to analyze the level of mangrove damage and propose rehabilitation measures on&#13;
Pari Island, Seribu Islands, DKI Jakarta. The research was conducted from&#13;
November to December 2023 at two observation stations representing conservation&#13;
and tourism areas. Results showed that mangrove density at Station 1 reached&#13;
1,358.33 trees/ha, while Station 2 had 491.67 trees/ha. The Mangrove Health Index&#13;
(MHI) at Station 1 was 1.75 (moderate category), and at Station 2 was 1.25 (poor&#13;
category). The Environmental Quality Index (EQI) was high at both stations,&#13;
76.18% and 71.90%, respectively. Based on the rehabilitation matrix, both stations&#13;
are recommended for replantation to increase vegetation cover and species&#13;
diversity. Although the environmental conditions remain supportive, active&#13;
rehabilitation is required to restore the ecological function of mangroves in Pari&#13;
Island optimally.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179530</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Strategi Peningkatan Pemanfaatan Wisata Pantai Rengge Pulau Pari Kepulauan Seribu Daerah Khusus Jakarta</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179524</link>
<description>Strategi Peningkatan Pemanfaatan Wisata Pantai Rengge Pulau Pari Kepulauan Seribu Daerah Khusus Jakarta
Fakhri, Naufal Rizqi
Naufal Rizqi Fakhri. Strategi Peningkatan Pemanfaatan Wisata Pantai Rengge Pulau Pari Kepulauan Seribu Daerah Khusus Jakarta. Dibimbing oleh FREDINAN YULIANDA dan ARIO DAMAR&#13;
&#13;
Pulau Pari merupakan salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang memiliki potensi wisata pesisir yang tinggi, salah satunya Pantai Rengge yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan ekowisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dan merumuskan strategi pengembangan ekowisata di Pantai Rengge, Pulau Pari. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga November 2025 menggunakan data primer berupa pengukuran kondisi biofisik pantai dan wawancarai terhadap 30 wisatawan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling, serta data sekunder yang diperoleh dari literatur dan laporan instansi terkait. Kesesuaian sumberdaya wisata Pantai berdasarkan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Rengge termasuk dalam kategori sesuai dengan daya dukung kawasan (DDK) sebesar 42 orang/hari. Rata-rata nilai Willingness to Pay (WTP) wisatawan sebesar Rp10.500 per orang dengan potensi penerimaan sebesar Rp50.925.000. Strategi pengembangan ekowisata yang direkomendasikan meliputi pengembangan potensi wisata, penguatan tata kelola, penguatan kelembagaan masyarakat, serta peningkatan kualitas fasilitas dan lingkungan guna mendukung pengelolaan wisata yang berkelanjutan.; Naufal Rizqi Fakhri. Development Strategies for Enhancing the Utilization of Rengge Beach Tourism, Pari Island, Seribu Islands, Daerah Khusus Jakarta. Supervised by FREDINAN YULIANDA and ARIO DAMAR&#13;
Pari Island is one of the islands in the Thousand Islands Regency that has high coastal tourism potential, one of which is Rengge Beach, which has the potential to be developed as an ecotourism area. This study aimed to analyze the potential and formulate an ecotourism development strategy for Rengge Beach, Pari Island. The research was conducted from September to November 2025 using primary data obtained through measurements of the beach’s biophysical conditions and interviews with 30 tourists selected using purposive sampling, as well as secondary data obtained from relevant literature and institutional reports. The suitability of Rengge Beach’s tourism resources, based on the Tourism Suitability Index (TSI), was categorized as suitable, with a carrying capacity of 42 visitors per day. The average tourists’ Willingness to Pay (WTP) was IDR 10,500 per person, with a potential revenue of IDR 50,925,000. The recommended ecotourism development strategies include the development of tourism potential, the strengthening of governance systems, the empowerment of community institutions, and the improvement of facilities and environmental quality to support sustainable tourism.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179524</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Struktur Komunitas Makrozoobentos Sebagai Bioindikator Kualitas Air di Sungai Ciliwung</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178127</link>
<description>Struktur Komunitas Makrozoobentos Sebagai Bioindikator Kualitas Air di Sungai Ciliwung
Muthi, Ahmad Hanif
AHMAD HANIF MUTHI. Struktur Komunitas Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Air di Sungai Ciliwung. Dibimbing oleh HEFNI EFFENDI dan INNA PUSPA AYU.&#13;
&#13;
Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai yang mengalami penurunan kualitas air akibat aktivitas antropogenik. Makrozoobentos merupakan bioindikator yang umum digunakan untuk menilai kualitas air. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas makrozoobentos di sepanjang Sungai Ciliwung untuk menentukan status kualitas air. Pengambilan sampel dilakukan di 11 stasiun yang mewakili segmen hulu hingga hilir pada September–Desember 2025 menggunakan Surber net dan Ekman grab. Analisis meliputi kepadatan, indeks keanekaragaman, keseragaman, dominansi, Family Biotic Index (FBI), indeks similaritas, dan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian mengidentifikasi 36 genus, 20 famili, 9 ordo, dan 7 kelas. Kepadatan berkisar 60–6.143 ind/m², indeks keanekaragaman 1,00–3,29, keseragaman 0,23–1,00, dan dominansi 0,12–0,82. Nilai FBI menunjukkan kualitas air di segmen hulu tergolong agak buruk hingga buruk, sedangkan segmen tengah dan hilir tergolong buruk hingga sangat buruk. Hasil PCA menunjukkan bahwa segmen hulu berasosiasi dengan DO, kecepatan arus, serta kelas Insecta dan Turbellaria, sedangkan segmen tengah dan hilir berasosiasi dengan BOD, COD, TSS, kekeruhan, dan kelas Clitellata. Perubahan struktur komunitas makrozoobentos dari organisme sensitif menjadi toleran mencerminkan penurunan kualitas air dari hulu ke hilir Sungai Ciliwung.&#13;
&#13;
Kata kunci: Bioindikator, Sungai Ciliwung, makrozoobentos, kualitas air, family biotic index.; AHMAD HANIF MUTHI. Macrozoobenthos Community Structure as a Bioindicator of Water Quality in the Ciliwung River. Supervised by HEFNI EFFENDI and INNA PUSPA AYU.&#13;
&#13;
The Ciliwung River is one of the rivers experiencing water quality degradation due to anthropogenic activities. Macrozoobenthos are commonly used bioindicators for assessing water quality. This study aimed to analyze the macrozoobenthic community structure along the Ciliwung River watershed to determine water quality status. Sampling was conducted at 11 stations representing upstream to downstream segments from September to December 2025 using Surber nets and Ekman grabs. Analyses included density, diversity index, evenness, dominance, the Family Biotic Index (FBI), similarity index, and Principal Component Analysis (PCA). The study identified 36 genera, 20 families, 9 orders, and 7 classes. Density ranged from 60 to 6,143 ind/m², diversity index from 1.00 to 3.29, evenness from 0.23 to 1.00, and dominance from 0.12 to 0.82. FBI values indicated that water quality in the upstream segment ranged from fair to poor, while the middle and downstream segments ranged from poor to very poor. PCA results showed that the upstream segment were associated with DO, current velocity, and the classes Insecta and Turbellaria, whereas the middle and downstream segments were associated with BOD, COD, TSS, turbidity, and the class Clitellata. The shift in macrozoobenthic community structure from sensitive to tolerant organisms reflects the decline in water quality from upstream to downstream.&#13;
&#13;
Kata kunci: Bioindicator, Ciliwung River, family biotic index, macrozoobenthos, water quality.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178127</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
