<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Aquatic Product Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112</link>
<description/>
<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 20:30:55 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-11T20:30:55Z</dc:date>
<item>
<title>Arsitektur Hierarkis Prosoma Belangkas sebagai Blueprint Biomimetik untuk Desain Material Foam/Aerogel</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172826</link>
<description>Arsitektur Hierarkis Prosoma Belangkas sebagai Blueprint Biomimetik untuk Desain Material Foam/Aerogel
Ghifari, Ahmad Faiz Al
Pengembangan material berpori ringan seperti biofoam dan aerogel memerlukan struktur dengan rasio kekuatan terhadap berat tinggi, stabilitas termal baik, serta arsitektur pori yang efisien. Pendekatan biomimetik memanfaatkan sistem struktural organisme laut sebagai inspirasi desain material maju. Eksoskeleton belangkas memiliki komposit berbasis kitin dengan arsitektur berlapis dan porositas alami yang berpotensi menjadi model biomaterial berpori. Penelitian bertujuan melakukan penentuan karakteristik arsitektur hierarkis prosoma belangkas Tachypleus gigas dan Tachypleus tridentatus serta mengevaluasi hubungan struktur dan sifat material sebagai dasar desain biomimetik. Karakteristik meliputi analisis makroskopis dan mikroskopis, FTIR, XRD, analisis proksimat, TGA, mekanik tarik, dan karakteristik akustik. Hasil menunjukkan bahwa T. gigas memiliki struktur lebih berpori dengan densitas lebih rendah, stabilitas termal dan kemampuan serap suara lebih tinggi, sedangkan T. tridentatus menunjukkan struktur lebih kompak dengan kuat tarik lebih tinggi namun regangan lebih rendah. Arsitektur hierarkis prosoma belangkas berpotensi menjadi blueprint biomimetik untuk desain biofoam atau aerogel berkelanjutan berkinerja tinggi.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172826</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Perubahan Kualitas Daging Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Pascatransportasi tanpa Aerasi pada Kepadatan Ikan yang Berbeda</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172803</link>
<description>Perubahan Kualitas Daging Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Pascatransportasi tanpa Aerasi pada Kepadatan Ikan yang Berbeda
Prameswari, Windra Novia
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas perikanan penting&#13;
dengan produksi tinggi, namun proses transportasi berisiko menurunkan kualitas&#13;
daging akibat stres, terutama pada kepadatan tinggi tanpa aerasi. Penelitian ini&#13;
bertujuan menganalisis pengaruh perbedaan kepadatan transportasi terhadap&#13;
kualitas daging ikan nila. Tiga perlakuan kepadatan digunakan, yaitu 500, 625, dan&#13;
750 g/L. Parameter yang diamati meliputi kualitas air, kadar glukosa darah, pH,&#13;
Total Volatile Base (TVB), kapasitas mengikat air (WHC), cooking loss, serta&#13;
organoleptik selama penyimpanan suhu chilling (0–4 °C). Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa kepadatan tinggi menyebabkan penurunan kualitas air dan&#13;
peningkatan glukosa darah sebagai indikator stres. Mutu daging pada kepadatan&#13;
750 kg/m³ mengalami penurunan lebih cepat, ditandai dengan fluktuasi pH,&#13;
peningkatan TVB mendekati batas penerimaan, penurunan WHC, cooking loss&#13;
lebih tinggi, dan nilai organoleptik lebih rendah. Dengan demikian, kepadatan 500–&#13;
625 g/L lebih disarankan untuk mempertahankan kualitas daging ikan nila&#13;
pascatransportasi.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172803</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pemanfaatan Residu Garam Rumput Laut Sargassum sp. dengan Penambahan Mikroorganisme Lokal Eceng Gondok Menjadi Pupuk Bokashi</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172534</link>
<description>Pemanfaatan Residu Garam Rumput Laut Sargassum sp. dengan Penambahan Mikroorganisme Lokal Eceng Gondok Menjadi Pupuk Bokashi
Hidayat, Muhamad Arya
Residu garam rumput laut (RGRL) Sargassum sp. merupakan hasil samping &#13;
dari pembuatan garam rumput laut yang masih mengandung unsur hara dan dapat &#13;
dimanfaatkan pada bidang non pangan. Salah satu pemanfaatannya adalah &#13;
pembuatan pupuk bokashi berbasis RGRL Sargassum sp. dengan penambahan &#13;
mikroorganisme lokal (MOL). Eceng gondok termasuk sebagai gulma yang &#13;
mempunyai kandungan cukup baik sebagai bahan baku dalam pembuatan starter &#13;
MOL. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula terbaik dengan &#13;
penambahan starter MOL eceng gondok dalam pembuatan pupuk bokashi &#13;
berdasarkan karakteristik unsur hara pada pupuk. Penelitian dimulai dengan &#13;
penyiapan MOL eceng gondok, pembuatan pupuk bokashi, pengujian kandungan &#13;
MOL dan pupuk hingga analisis data. Pengujian yang dilakukan pada pupuk &#13;
bokashi diantaranya pH, kadar air, rasio C/N, C–organik, N–total, Fosfor dan &#13;
Kalium. Konsentrasi terbaik pada pupuk bokashi adalah perlakuan F4 (RGRL &#13;
Sargassum sp. 63%; sekam 0%, dedak 3%; MOL 34%) yang mempunyai &#13;
kandungan Rasio C/N 39,90; pH 8,43; Kadar air 41,64%; C-organik 43,72%; N&#13;
total 1,25%; Fosfor 0,16%; Kalium 4,17% dan total NPK 5,58%. Perlakuan tersebut &#13;
memberikan kandungan yang sudah memenuhi standar yang ditetapkan, kecuali &#13;
kadar air dan rasio C/N yang masih terlalu tinggi sehingga belum memenuhi standar.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172534</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Pengaruh Pemingsanan Dengan Ekstrak Buah Pala dan Kejutan Suhu Dingin Terhadap Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan Komet (Carrasius auratus)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172513</link>
<description>Pengaruh Pemingsanan Dengan Ekstrak Buah Pala dan Kejutan Suhu Dingin Terhadap Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan Komet (Carrasius auratus)
Nabila, Salma
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemingsanan menggunnakan ekstrak buah pala (Myristica fragrans) dan kejutan suhu dingin terhadap tingkat kelangsungan hidup ikan komet (Carassius auratus). Penelitian diawali dengan penentuan konsentrasi optimal ekstrak buah pala sebagai anestesi, dilanjutkan dengan pengujian kejutan suhu dingin dan pengamatan histologi insang. Variasi konsentrasi ekstrak buah pala yang digunakan yaitu 15, 20, 25, dan 30% (v/v). Perlakuan utama meliputi pemingsanan dengan anastesi dan tanpa anastesi, dengan atau tanpa perendaman gliserol 5% (v/v), serta kejutan suhu dingin selama 15 menit. Parameter yang diamati meliputi waktu pingsan, waktu bugar, tingkat kelangsungan hidup (survival rate), dan perubahan histologi insang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak buah pala 25% merupakan konsentrasi terbaik dengan waktu pingsan relatif cepat dan pemulihan yang baik. Perlakuan kejuatan suhu dingin selama 15 menit memberikan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi dibandingkan durasi yang lebih lama. Penggunaan anastesi tanpa perendaman gliserol 5% menghasilkan kelangsungan hidup (survival rate) tertinggi, yaitu 100% serta menunjukkan kerusakan histologis insang yang minimal dan bersifat reversibel.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172513</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
