<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Aquatic Product Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112</link>
<description/>
<pubDate>Sun, 11 Oct 2026 04:55:57 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-10-11T04:55:57Z</dc:date>
<item>
<title>Pengaruh Penambahan Tepung Rumput Laut Gracilaria sp. terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Bakso Ikan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179990</link>
<description>Pengaruh Penambahan Tepung Rumput Laut Gracilaria sp. terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Bakso Ikan
Fitri, Nafalia Anugerah
Bakso ikan merupakan salah satu produk olahan pangan siap makan berbasis surimi yang digemari masyarakat karena cita rasanya yang lezat dan proses pengolahannya yang relatif sederhana, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan fungsional tinggi serat melalui penambahan tepung rumput laut Gracilaria sp. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh konsentrasi tepung Gracilaria sp. termodifikasi terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori bakso ikan patin. Bakso ikan diformulasikan dengan penambahan tepung Gracilaria sp. sebesar 0%, 7%, 10%, 13%, dan 15%, kemudian dianalisis warna, tekstur (Texture Profile Analysis), water holding capacity, uji hedonik, dan Check-All-That-Apply. Formula terbaik ditentukan menggunakan metode Bayes, dilanjutkan analisis proksimat, serat pangan, dan Angka Kecukupan Gizi. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi tepung Gracilaria sp. menurunkan tingkat kecerahan (L*), meningkatkan nilai hardness, gumminess, chewiness, dan water holding capacity, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap cohesiveness dan springiness. Formula dengan konsentrasi 10% memperoleh tingkat penerimaan sensori tertinggi dan nilai Bayes terbaik, dengan komposisi kimia berupa kadar air 72,32%, abu 1,00%, lemak 2,08%, protein 6,16%, karbohidrat 18,44%, dan serat pangan total 3,40%. Temuan ini menunjukkan bahwa tepung Gracilaria sp. berpotensi digunakan sebagai bahan fungsional untuk meningkatkan kandungan serat pada produk bakso ikan patin.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179990</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Karakteristik Sediaan Body Scrub Residu Garam Rumput Laut (Sargassum sp.) dengan Penambahan Bubuk Bonggol Nanas Madu (Ananas comosus L.)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179720</link>
<description>Karakteristik Sediaan Body Scrub Residu Garam Rumput Laut (Sargassum sp.) dengan Penambahan Bubuk Bonggol Nanas Madu (Ananas comosus L.)
Budiansyah, Fariz Arya Satya
Residu garam rumput laut Sargassum sp. berpotensi sebagai eksfoliator alami pengganti microbeads sintetis dalam sediaan perawatan kulit. Penambahan bubuk bonggol nanas madu (Ananas comosus L.) dapat meningkatkan nilai fungsional body scrub melalui kandungan enzim bromelain dan senyawa bioaktifnya. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi terbaik penambahan bubuk bonggol nanas madu pada sediaan body scrub berbasis residu garam Sargassum sp. Body scrub diformulasikan menggunakan residu garam Sargassum sp. 6% dengan variasi konsentrasi bubuk bonggol nanas madu 0% (kontrol), 4% (F1), 6% (F2), dan 8% (F3). Formulasi terbaik adalah F2 dengan penambahan bubuk bonggol nanas madu 6%. Body scrub mengandung senyawa aktif alkaloid, flavonoid, saponin, fenol hidrokuinon, steroid, triterpenoid, dan tanin. Formulasi terbaik memiliki nilai pH 6,31, viskositas 11.653,33 Cp, daya sebar 3,02 cm, sediaan homogen, tipe emulsi minyak dalam air (M/A), meningkatkan kelembapan kulit 9,04%, total fenol 26,75 mg GAE/g, dan aktivitas antioksidan (IC50) 80,55 ppm.; Sargassum sp. seaweed salt residue has potential as a natural exfoliator to replace synthetic microbeads in skincare preparations. The addition of honey pineapple core powder (Ananas comosus L.) can enhance the functional value of body scrubs through its bromelain enzyme content and bioactive compounds. This research aims to determine the optimal concentration of honey pineapple core powder in a body scrub formulation based on Sargassum sp. salt residue. The body scrub was formulated using 6% Sargassum sp. salt residue with honey pineapple core powder concentrations of 0% (control), 4% (F1), 6% (F2), and 8% (F3). The best formulation was F1 with 6% honey pineapple core powder addition. Body scrubs contained active compounds including alkaloids, flavonoids, saponins, hydroquinone phenols, steroids, triterpenoids, and tannins. The best formulation had a pH of 6.31, viscosity of 11.653,33 Cp, spreadability of 3,02 cm, homogeneous preparation, oil-in-water (o/w) emulsion type, skin moisture increase of 9,04%, total phenol of 26.75 mg GAE/g, and antioxidant activity (IC50) of 80,55 ppm.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179720</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Depolimerisasi Ulvan Dari Rumput Laut Ulva sp. Menggunakan Enzim Selulase</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179708</link>
<description>Depolimerisasi Ulvan Dari Rumput Laut Ulva sp. Menggunakan Enzim Selulase
JUNIARTO, FALCO ROY
Ulvan merupakan polisakarida sulfat utama pada Ulva sp. yang memiliki berbagai aktivitas biologis, tetapi pemanfaatannya dapat dibatasi oleh bobot molekul yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi ulvan, menentukan efektivitas ulvan hasil depolimerisasi menggunakan enzim selulase, serta mengevaluasi aktivitas inhibisi a-amilase. Ulvan diekstraksi dan difraksinasi dari Ulva sp. untuk memperoleh fraksi ulvan polisakarida. Depolimerisasi dilakukan pada konsentrasi ulvan 0,5; 1; 1,5; dan 2 mg/mL pada suhu 50°C selama 30 menit. Parameter pengujian meliputi rendemen, gugus fungsi, profil monosakarida, bobot molekul, dan inhibisi a-amilase. Ulva sp. menghasilkan rendemen ulvan 15,17 ± 0,42% dan fraksi ulvan polisakarida sebesar 3,50 ± 0,26%. Hasil gugus fungsi dan profil monosakarida menunjukkan proses depolimerisasi ulvan tidak menghilangkan komponen gula penyusun utamanya. Perlakuan selulase menurunkan bobot molekul dari 741,03 ± 1,34 kDa menjadi 199,96–257,05 kDa serta menurunkan viskositas secara nyata (p&lt;0,05). Rendemen hasil depolimerisasi tertinggi diperoleh pada konsentrasi 1,5 mg/mL sebesar 62,12 ± 0,23%, sedangkan aktivitas inhibisi a-amilase tertinggi diperoleh pada konsentrasi 2 mg/mL sebesar 65,53%. Depolimerisasi menggunakan selulase mampu menghasilkan fraksi ulvan berbobot molekul lebih rendah dengan tetap mempertahankan gugus fungsi utamanya dan berpotensi sebagai penghambat pencernaan karbohidrat
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179708</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Karakteristik dan  Aktivitas Antioksidan Sargassum sp. dari Tiga Perairan Berbeda sebagai Bahan  Baku Garam Rumput Laut</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179658</link>
<description>Karakteristik dan  Aktivitas Antioksidan Sargassum sp. dari Tiga Perairan Berbeda sebagai Bahan  Baku Garam Rumput Laut
Kazabarjad, Dhiyaa'  Adzillati
Rumput laut Sargassum sp. dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku garam &#13;
rumput laut. Garam rumput laut rendah natrium dan tinggi kalium yang memenuhi &#13;
standar kadar NaCl garam diet. Penelitian ini bertujuan membandingkan &#13;
karakteristik garam rumput laut dari Sargassum sp. dari tiga Perairan Sumatera &#13;
yaitu Sargassum sp. Perairan Bangka, Aceh dan Padang berdasarkan NaCl &#13;
dibawah 60%, aktivitas antioksidan baik, serta menentukan kualitas terbaik&#13;
dengan rasio Na:K yang mendekati 1. Pembuatan garam rumput laut terdiri dari &#13;
Sargassum sp. tiga perairan, masing-masing ditambahkan akuades 1:10, &#13;
dipanaskan dalam water bath shaker pada 55 oC selama 10 menit, dan &#13;
dikeringkan dengan oven pada 50 oC selama 24 jam. Garam Sargassum sp.&#13;
dengan perairan terbaik berdasarkan keseluruhan parameter adalah Sargassum sp&#13;
Perairan Padang dengan NaCl di bawah 60%, rasio Na:K mendekati 1, &#13;
penerimaan sensori kenampakan dan rasa memiliki rata-rata 7 parameter suka.&#13;
Hasil total fenol 251,20 mg GAE/g dan aktivitas antioksidan DPPH 79,10 ppm.; Sargassum sp. can be utilized as a raw material for seaweed salt production. &#13;
Seaweed salt is characterized by low sodium and high potassium contents, &#13;
meeting the NaCl requirements for dietary salt. This study aimed to compare the &#13;
characteristics of seaweed salt produced from Sargassum sp. collected from three &#13;
coastal waters in Sumatra, namely Bangka, Aceh, and Padang based on NaCl &#13;
content below 60%, antioxidant activity, and to determine the best-quality &#13;
seaweed salt with a Na:K ratio close to 1. The seaweed salt was prepared by &#13;
mixing Sargassum sp. samples from each location with distilled water at a ratio of &#13;
1:10 (w/v), followed by extraction in a water bath shaker at 55 oC for 10 minutes. &#13;
The extract was dried in an oven at 50 oC for 24 hours. Based on the overall &#13;
quality parameters, seaweed salt produced from Sargassum sp. collected from the &#13;
Padang coastal waters exhibited the best characteristics, with NaCl content below &#13;
60%, a Na:K ratio close to 1, favorable sensory acceptance for appearance and &#13;
taste (mean hedonic score of 7 “liked”), total phenolic content of 251,20 mg &#13;
GAE/g and DPPH antioxidant activity (IC50 79,10 ppm).
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179658</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
