<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Animal Production Science and Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/109</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 12:53:01 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-06T12:53:01Z</dc:date>
<item>
<title>Profil Fenotipik Domba Garut Di Uptd Bpptdk Margawati</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172561</link>
<description>Profil Fenotipik Domba Garut Di Uptd Bpptdk Margawati
Nurjalal, Haikal Fauzan
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil fenotipik sifat&#13;
morfologis kualitatif domba garut di UPTD BPPTDK Margawati, Garut, Jawa&#13;
Barat. Penelitian dilakukan dengan metode survei deskriptif terhadap 190 ekor&#13;
domba terdiri dari 100 anakan, 28 jantan, dan 62 betina. Pengamatan dilakukan&#13;
terhadap karakter morfologis yang tampak secara visual, meliputi warna dan pola&#13;
bulu, bentuk dan warna tanduk, bentuk telinga, bentuk ekor, dan profil muka. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa warna bulu dominan pada domba garut adalah&#13;
kombinasi putih-hitam (44,74%). Pola bulu putih polos (28,94%) merupakan pola&#13;
bulu paling banyak ditemukan. Bentuk tanduk gayor (20%) dan warna tanduk&#13;
berumbun (24,74%) merupakan profil pada tanduk domba garut yang paling banyak&#13;
diindentifikasi pada pejantan, sedangkan domba betina umumnya tidak bertanduk.&#13;
Bentuk telinga rumpung (80%), bentuk ekor beurit (55,26%), dan profil muka&#13;
cembung (64,21%) merupakan karakteristik khas domba garut. Karakter&#13;
morfologis kualitatif tersebut menunjukkan sifat khas dan konsisten yang dapat&#13;
dijadikan acuan dalam program seleksi dan pemuliaan domba garut untuk&#13;
mempertahankan dan meningkatkan kualitas genetiknya.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172561</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Non Genetik Bobot Lahir Dan Bobot Sapih  Domba Garut Di Uptd Bpptdk Margawati</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172460</link>
<description>Analisis Non Genetik Bobot Lahir Dan Bobot Sapih  Domba Garut Di Uptd Bpptdk Margawati
Haddid, Sulthan
Domba Garut memiliki keunggulan yaitu produktivitas tinggi, daya adaptasi yang baik, daya tahan terhadap parasit dan tingkat prolifikasi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh faktor non genetik terhadap bobot lahir dan bobot sapih pada domba Garut di UPTD BPPTDK Margawati. Data bobot lahir dan bobot sapih masing-masing sebanyak 2761 dan 2132 ekor diambil dari UPTD BPPTDK Margawati periode 2021-2024. Faktor non genetik yang diamati meliptui jenis kelamin, tipe kelahiran, musim, dan tahun kelahiran. Data bobot lahir dan bobot sapih dianalisis menggunakan metode generalized linear model (GLM) untuk mengetahui pengaruh faktor non genetik. Faktor jenis kelamin tidak berpengaruh nyata terhadap bobot lahir dan bobot sapih domba. Faktor tipe kelahiran berpengaruh nyata terhadap bobot lahir dan bobot sapih domba. Faktor musim dan tahun kelahiran tidak berpengaruh nyata terhadap bobot lahir domba, namun berpengaruh terhadap bobot sapih domba. Analisis pengaruh faktor non genetik terhadap sifat produksi menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki laju pertumbuhan domba Garut.; Garut sheep has superiority of high productivity, good adaptability, resistance to parasites and high prolificacy. The study aims to evaluate the effect of non-genetic factors on birth and weaning weight of Garut sheep in UPTD BPPTDK Margawati. The birth weight and weaning weight data, consisting of 2,761 and 2,132 animals respectively, were collected from UPTD BPPTDK Margawati during the 2021–2024 period. The non-genetic factors observed included sex, birth type, season, and year of birth. Birth and weaning weight data are analyzed using descriptive statistics and Generalized Linear Models (GLM) to observe non-genetic factors effect. Non genetic factors in this study include sex, birth type, season, and birth year. Sex factor did not significantly affect the birth weight and weaning weight of sheep. The birth type factor significantly affected the birth weight and weaning weight of sheep. Season and birth year factors did not significantly affect the birth weight of sheep, but did affect the weaning weight of sheep. The analysis of non-genetic factors affecting production traits represents an important approach to improve the growth performance of Garut sheep.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172460</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Variabel Pembeda Ukuran-Ukuran Permukaan Tubuh Linear Sapi Peranakan Ongole (PO) pada Sistem Pemeliharaan Intensif dan Semi-Intensif</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172150</link>
<description>Variabel Pembeda Ukuran-Ukuran Permukaan Tubuh Linear Sapi Peranakan Ongole (PO) pada Sistem Pemeliharaan Intensif dan Semi-Intensif
Manshurin, Muhammad Rafi
Sapi Peranakan Ongole (PO) memiliki daya adaptasi tinggi, namun di tingkat peternak rakyat seleksi masih bersifat visual tanpa parameter ukur baku. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi variabel morfometrik pembeda antara sistem intensif dan semi-intensif serta mengevaluasi klasifikasi Wald-Anderson. Sebanyak 103 ekor sapi dianalisis menggunakan statistik multivariat. Hasil menunjukkan homogenitas populasi yang tinggi (KK &lt; 10%). Perbedaan nyata (P &lt; 0,05) hanya terdeteksi pada kelompok betina, sedangkan kelompok jantan menunjukkan variasi respons individu yang lebar terhadap lingkungan. Fungsi diskriminan tidak nyata (P &gt; 0,05) karena kemiripan profil fisik yang tinggi. Perbedaan morfometrik yang muncul merupakan respons plastisitas fenotipik sementara, bukan diferensiasi genetik permanen. Berdasarkan kriteria Wald-Anderson, tidak ditemukan sapi yang perlu disingkirkan karena seluruh ternak memenuhi standar populasi.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172150</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Tingkah Laku Domba Garut Jantan dengan Pemberian Sumber Protein Berbeda</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172103</link>
<description>Tingkah Laku Domba Garut Jantan dengan Pemberian Sumber Protein Berbeda
Chalabi, Achmad
Pakan merupakan aspek penting yang dapat memengaruhi tingkah laku dan&#13;
produktivitas domba. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkah laku domba garut&#13;
jantan yang diberi pakan dengan sumber protein berbeda (ampas tahu, ampas bir, dan&#13;
ampas kacang hijau). Unit domba yang digunakan berjumlah 18 ekor dengan umur 7-8&#13;
bulan dan bobot badan rataan 22,94±2,22 kg. Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan&#13;
kombinasi pakan berbeda, P1= silase (50%), konsentrat (10%), ampas tahu (40%), P2=&#13;
silase (50%), konsentrat (10%), ampas bir (40%), dan P3= silase (50%), konsentrat&#13;
(10%), ampas kacang hijau (40%). Data dianalisis menggunakan analisis ragam&#13;
(ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan pemberian sumber protein berbeda berpengaruh&#13;
signifikan terhadap frekuensi dan durasi tingkah laku ruminasi, serta durasi tingkah laku&#13;
standing (P&lt;0,05). Perlakuan 2 (ampas bir) meningkatkan frekuensi dan durasi ruminasi,&#13;
dan mengurangi durasi tingkah laku standing. Tidak terdapat perbedaan nyata pada&#13;
frekuensi dan durasi tingkah laku ingestive¸ lying, lokomosi, dan agonistic. Penelitian ini&#13;
menyimpulkan bahwa karakteristik pakan dapat memengaruhi efisiensi konsumsi pakan&#13;
dengan alokasi waktu ruminasi domba yang lebih intens.; Feed is an important aspect that can influence the behavior and productivity of sheep.&#13;
This study aims to analyze the behavior of male garut sheep fed with different protein&#13;
sources (tofu pulp, beer pulp, and mung bean pulp). The study used 18 sheep units, aged 7-&#13;
8 months with an average body weight of 22,94±2,22 kg. Three treatments were applied:&#13;
P1= silage (50%), concentrate (10%), tofu pulp (40%), P2= silage (50%), concentrate&#13;
(10%), beer pulp (40%), and P3= silage (50%), concentrate (10%), mung bean pulp (40%).&#13;
The data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The results showed that the&#13;
different protein sources significantly affected the frequency and duration of ruminating&#13;
behavior, as well as the duration of standing behavior (P&lt;0,05). Treatment 2 (beer pulp)&#13;
increased the frequency and duration of rumination while reducing the duration of standing&#13;
behavior. There were no significant differences in the frequency and duration of ingestive,&#13;
lying, locomotion, and agonistic behaviors. This study concludes that feed characteristics&#13;
can influence feed consumption efficiency with an allocation of more intense ruminating&#13;
time for the sheep.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172103</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
