<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Animal Production Science and Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/109</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 22:08:20 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-07T22:08:20Z</dc:date>
<item>
<title>Performa dan Aspek Ekonomi Kelinci Lokal Jantan pada Transportasi Darat Jarak Dekat dan Jarak Jauh</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174158</link>
<description>Performa dan Aspek Ekonomi Kelinci Lokal Jantan pada Transportasi Darat Jarak Dekat dan Jarak Jauh
Jamharwahid, Andyka
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa dan aspek ekonomi kelinci&#13;
lokal jantan yang ditransportasikan jarak dekat dan jarak jauh menggunakan 27 ekor&#13;
kelinci jantan umur 6 bulan dengan rataan bobot 1967,78 ± 143,61&#13;
ditransportasikan selama 0 jam (kontrol), 3 jam (P1), dan 6 jam (P2). Peubah yang&#13;
diamati meliputi aspek performa berupa penyusutan bobot badan dan lama waktu&#13;
rekondisi. Aspek ekonomi yang diamati meliputi total biaya transportasi, total&#13;
biaya pemeliharaan selama rekondisi, total harga jual tanpa dan setelah rekondisi,&#13;
serta selisih harga jual tanpa dan setelah rekondisi. Rancangan penelitian adalah&#13;
rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing-masing perlakuan&#13;
menggunakan 9 ekor kelinci. Selanjutnya data performa seperti penyusutan bobot&#13;
badan dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) serta pada data lama waktu&#13;
rekondisi dan aspek ekonomi dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan performa penyusutan bobot badan kelinci pada perlakuan&#13;
transportasi jarak dekat dan jarak jauh tidak terdapat perbedaan yang signifikan&#13;
terhadap penyusutan bobot badan kelinci. Secara aspek ekonomi, menunjukkan&#13;
bahwa perlakuan transportasi jarak dekat memiliki selisih keuntungan yang lebih&#13;
besar dibandingkan dengan perlakuan transportasi jarak jauh.; This study aims to evaluate the performance and economic aspects of male&#13;
local rabbits subjected to short and long distance transportation. A total of 27 male&#13;
rabbits aged 6 months with an average body weight of 1967,78 ± 143,61 g are&#13;
transported for 0 hours (control), 3 hours (P1), and 6 hours (P2). The observed&#13;
performance variables include body weight shringkage and reconditioning duration.&#13;
An economic aspects include transportation cost, maintenance cost during&#13;
reconditioning, selling price before and after reconditioning, and profit before and&#13;
after reconditioning. The study uses a Completely Randomized Design (CRD) with&#13;
3 treatments and 9 rabbit per treatments. Body weight shringkage data are analyzed&#13;
using ANOVA, while reconditioning duration and economic data are analyzed&#13;
descriptively. The result show that transportation duration does nor significantly&#13;
affect body weight shringkage. Economically, short distance transportation&#13;
provides a higher profit margin than long distance transportation.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174158</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Evaluasi Pola Tingkah Laku Sapi Brahman Cross Steer, Bull, dan Heifer yang Digemukkan secara Feedlot</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174079</link>
<description>Evaluasi Pola Tingkah Laku Sapi Brahman Cross Steer, Bull, dan Heifer yang Digemukkan secara Feedlot
AISYATARRIDLO, AJWA
Sapi Brahman cross (BX) pada jenis kelamin berbeda memiliki perbedaan fisiologis dan hormonal yang berpotensi memengaruhi tingkah lakunya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perbedaan tingkah laku sapi Brahman cross steer, bull, dan heifer dalam kondisi pemeliharaan yang seragam dengan sistem feedlot. Sapi BX yang digunakan masing-masing 20 ekor untuk bull, steer, dan heifer dengan rataan bobot 400–500 kg, 450–500 kg, dan 250–350 kg. Peubah tingkah laku yang diamati meliputi makan, minum, berdiri, berbaring, grooming, sosial, dan agresif. Rancangan penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dalam waktu dan dianalisis dengan pengukuran berulang dengan model linear campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bull memiliki frekuensi tingkah laku makan dan agresif tertinggi (31,15 ± 8,45) dan (5,77 ± 2,62) (p &lt; 0,05), heifer memiliki frekuensi tingkah laku sosial tertinggi (6,53 ± 1,47) (p &lt; 0,05), dan steer dan bull memiliki frekuensi tingkah laku grooming tertinggi (2,30 ± 2,94) dan (2,04 ± 1,45) (p &lt; 0,05). Tingkah laku berbaring hanya dipengaruhi oleh periode waktu, sedangkan tingkah laku minum dan berdiri tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin maupun periode waktu.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174079</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Identifikasi Kenyamanan Tingkah Laku Sapi Friesian Holstein Fase Dara pada Kandang Free Stall</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173951</link>
<description>Identifikasi Kenyamanan Tingkah Laku Sapi Friesian Holstein Fase Dara pada Kandang Free Stall
KHATAMI, DHANI
Kesejahteraan ternak merupakan aspek penting dalam peningkatan produktivitas ternak sapi perah. Salah satu aspek yang terkait dengan kesejahteraan ternak adalah melalui tingkah laku ternak. Penelitian bertujuan mengidentifikasi tingkah laku sapi dara FH di kandang free stall. Penelitian dilakukan di Unit Rearing Koperasi Susu SAE Pujon menggunakan delapan ekor sapi dara FH umur 13 bulan. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Tingkah laku diamati menggunakan rekaman CCTV dari kandang free stall selama tujuh hari. Hasil penelitian menunjukkan tingkah laku seperti, berdiri memiliki rataan durasi  715,1±0,05 menit hari-1, berbaring memiliki rataan durasi 724,3±0,05 menit hari-1, lokomosi memiliki rataan durasi 78,0±0,02 menit hari-1, makan memiliki rataan durasi 326,5±0,03 menit hari-1, minum memiliki rataan durasi 12,5±0,005 menit hari-1, ruminasi memiliki rataan durasi 443,6±0,04 menit hari-1, grooming memiliki rataan durasi 13,3±0,007 menit hari-1, urinasi memiliki rataan durasi 1,5±0,0003 menit hari-1, defekasi memiliki rataan durasi 2,2±0,0004 menit hari-1, dan sosial&#13;
memiliki rataan durasi 41,5±0,018 menit hari-1. Tingkah laku sapi dara pada kandang free stall sesuai dengan kebutuhan kenyamanan sapi dara, namun dominasi dan ukuran kandang dapat mempengaruhi perubahan tingkah laku.; Animal welfare is a key factor in improving the productivity of dairy cattle. One aspect related to animal welfare is the animal behavior. The study aimed to identify the behavior of FH heifers in free stall housing. The study was conducted in the the SAE Pujon Dairy Cooperative Rearing Unit using eight 13 months old FH heifers. Their behavior was observed using CCTV recordings from the free stall housing over seven days. Data analysis using descriptive methods. The results of the study show the behaviors, such as standing had an average duration of&#13;
715,1±0,05 minutes day-1, lying down had an average duration of 724,3±0,05 minutes day-1, locomotion had an average duration of 78,0±0,02 minutes day-1, eating had an average duration of 326,5±0,03 minutes day-1, drinking had an average duration of 12,5±0,005 minutes day-1, rumination had an average duration of 443,6±0,04 minutes day-1, grooming had an average duration of 13,3±0,007 minutes day-1, urination had an average duration of 1,5±0,0003 minutes day-1, defecation had an average duration of 2,2±0,0004 minutes day-1, and social had an average duration of 41,5±0,018 minutes day-1. The behavior of heifers in free stall barn is in accordance with the comfort needs of heifers, but dominance and size of the barn can influence changes in behavior.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173951</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Rantai dan Margin Tataniaga Ternak Kambing Skala Rakyat di Desa Gunungjati, Tegal</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173852</link>
<description>Analisis Rantai dan Margin Tataniaga Ternak Kambing Skala Rakyat di Desa Gunungjati, Tegal
PRISTIYANTO, A'ISYAH NURDINA
Subsektor peternakan berperan penting dalam penyediaan pangan dan peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan, namun kontribusinya terhadap perekonomian nasional masih terbatas akibat inefisiensi sistem tataniaga. Penelitian ini bertujuan menganalisis rantai dan margin tataniaga ternak kambing skala rakyat di Desa Gunungjati, Kabupaten Tegal, menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive, random, dan snowball sampling terhadap 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat saluran tataniaga dengan dominasi tengkulak lokal sebesar 80%, sementara saluran yang lebih efisien ditandai oleh margin yang lebih rendah dan farmer’s share yang lebih tinggi hingga mencapai 100% pada ternak jantan dewasa. Nilai Income Over Feed Cost (IOFC) tertinggi sebesar Rp2.529.443,00, namun dapat menjadi negatif apabila biaya pakan diperhitungkan secara ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa efisiensi tataniaga dan pengelolaan biaya pakan merupakan faktor penting dalam meningkatkan keuntungan peternak kambing skala rakyat. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai rantai tataniaga kambing di pedesaan dan dapat menjadi dasar dalam upaya penguatan posisi tawar peternak serta pengembangan sistem tataniaga yang lebih efisien dan berkelanjutan.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173852</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
