<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Nutrition Science and Feed Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 17:52:57 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-08-31T17:52:57Z</dc:date>
<item>
<title>Pemanfaatan Fly Ash sebagai Campuran Media Tanam dan  Penambahan Mikoriza Arbuskula terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Gajah Pakhcong</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179849</link>
<description>Pemanfaatan Fly Ash sebagai Campuran Media Tanam dan  Penambahan Mikoriza Arbuskula terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Gajah Pakhcong
Davini, Tiara
Fly ash berpotensi dimanfaatkan sebagai campuran media tanam untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi akumulasi limbah pembakaran batubara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai dosis fly ash sebagai campuran media tanam dan penambahan fungi mikoriza arbuskula (FMA) terhadap pertumbuhan dan produksi rumput gajah pakchong. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial 3 × 2 dengan sepuluh ulangan. Faktor pertama yaitu dosis fly ash 0%, 5%, dan 10%, sedangkan faktor kedua yaitu dosis FMA 10 g dan 20 g polybag?¹. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi dosis fly ash dan dosis FMA berpengaruh sangat nyata (P&lt;0,01) pH media tanam dan berpengaruh nyata (P&lt;0,05) jumlah anakan. Dosis fly ash berpengaruh sangat nyata (P&lt;0,01) terhadap berat segar akar, tinggi tanaman, jumlah daun, dan klorofil. Penambahan FMA berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap tinggi tanaman. Dosis fly ash dan dosis FMA tidak berbeda nyata (P&gt;0,05) terhadap kolonisasi akar, diameter batang, panjang daun, lebar daun dan gula batang. Disimpulkan bahwa penggunaan fly ash sebagai campuran media tanam hingga dosis 5% masih mampu mempertahankan pertumbuhan dan produksi rumput gajah pakchong, sedangkan penambahan FMA 10 g polybag?¹ telah memberikan respons yang setara dengan dosis 20 g polybag?¹ pada sebagian besar parameter pertumbuhan dan produksi.; Fly ash has potential as a growing medium amendment to improve soil fertility while reducing coal combustion waste. This study evaluated the effects of fly ash and arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) application on the growth and production of Pakchong Napier grass (Pennisetum purpureum cv. Thailand). The experiment used a 3 × 2 factorial Completely Randomized Design with ten replications. The first factor was fly ash rate (0%, 5%, and 10%), while the second was AMF application (10 and 20 g polybag?¹). Data were analyzed using analysis of variance followed by Duncan's multiple range test. The interaction between fly ash and AMF rates significantly affected growing medium pH (P&lt;0.01) and number of tillers (P&lt;0.05). Fly ash rate significantly affected fresh root weight, plant height, number of leaves, and chlorophyll content (P&lt;0.01). AMF application significantly affected plant height (P&lt;0.05). Neither fly ash nor AMF significantly affected root colonization, stem diameter, leaf length, leaf width, or stem sugar content (P&gt;0.05). Fly ash application up to 5% maintained Pakchong Napier grass growth and production. AMF application at 10 g polybag?¹ produced responses comparable to 20 g polybag?¹ for most growth and production parameters, indicating that lower AMF rate was sufficient under the experimental conditions.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179849</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Skripsi a.n Fauziah Yulira (D2401221025)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179840</link>
<description>Skripsi a.n Fauziah Yulira (D2401221025)
Yulira, Fauziah
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh bokashi granula yang diperkaya lamtoro, fungi mikoriza arbuskula (FMA), dan kapur terhadap kolonisasi FMA, produksi malai, dan produksi benih sorgum varietas Samurai-1 (Sorghum bicolor L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas dua faktor perlakuan dengan terdapat 10 ulangan. Faktor pertama, jenis pupuk yang berbeda, yaitu B = Bokashi; BLKM = Bokashi +Lamtoro + Kapur + FMA; dan BLKMG = Bokashi + Lamtoro + Kapur + FMA (granul). Faktor kedua, dosis pupuk yang berbeda, yaitu 2 ton ha-1; 3 ton ha-1; dan 4 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan B dosis 4 ton ha-1 menghasilkan berat segar dan berat kering malai tertinggi, BLKM dosis 3 ton ha?¹ menghasilkan panjang malai dan berat 1000 benih tertinggi, dan BLKMG dosis 4 ton ha?¹ menghasilkan produksi benih tertinggi, yaitu 1,31  ton ha?¹. Simpulan dari penelitian ini yaitu perlakuan pupuk BLKM dan BLKMG dengan dosis 3 ton ha-1 merupakan kombinasi terbaik dalam produksi benih sorgum.; This study aimed to evaluate the effects of granulated bokashi enriched with leucaena, arbuscular mycorrhizal fungi (AMF), and lime on AMF colonization, panicle production, and seed production of Samurai-1 sorghum (Sorghum bicolor L.). The study employed a factorial Completely Randomized Design (CRD) with two treatment factors and 10 replications. The first factor was fertilizer type, consisting of B = Bokashi; BLKM = Bokashi + Leucaena + Lime + AMF; and BLKMG = Bokashi + Leucaena + Lime + AMF (granulated). The second factor was fertilizer application rate, consisting of 2, 3, and 4 tons ha?¹. The results showed that B at 4 tons ha?¹ produced the highest fresh and dry panicle weights, while BLKM at 3 tons ha?¹ produced the greatest panicle length and 1000-seed weight. BLKMG at 4 tons ha?¹ resulted in the highest seed production, reaching 1.31 tons ha?¹. The study concluded that BLKM and BLKMG applied at 3 tons ha?¹ were the best fertilizer combinations for sorghum seed production.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179840</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Kandungan Antinutrisi, Nutrien, dan Sifat Fisik  Kacang Koro Pedang Hasil Perendaman Asam Sitrat secara Anaerob sebagai Bahan  Pakan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179383</link>
<description>Kandungan Antinutrisi, Nutrien, dan Sifat Fisik  Kacang Koro Pedang Hasil Perendaman Asam Sitrat secara Anaerob sebagai Bahan  Pakan
FITRIA, TALIEN FUAIDA
Kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) berpotensi sebagai sumber protein lokal bahan pakan, tetapi pemanfaatannya dibatasi oleh kandungan antinutrisi. Penelitian bertujuan menganalisis perubahan lama perendaman dalam larutan asam sitrat 1% terhadap antinutrisi, kandungan nutrien, dan sifat fisik tepung kacang koro pedang. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan, yaitu P0 (air mineral 24 jam), P1 (asam sitrat 1% 12 jam), P2 (asam sitrat 1% 24 jam), dan P3 (asam sitrat 1% 36 jam), masing-masing lima ulangan. Data nutrien dan sifat fisik dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Duncan, sedangkan antinutrisi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman menurunkan kandungan antinutrisi pada asam fitat dan trypsin inhibitor activity, serta berpengaruh sangat nyata (P&lt;0,01) terhadap bahan kering, protein kasar, serat kasar, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, dan sudut tumpukan, tetapi tidak terhadap berat jenis. Simpulan penelitian ini adalah berbagai lama waktu perendaman dalam larutan asam sitrat 1% menurunkan kandungan antinutrisi serta mengubah kandungan nutrien dan sifat fisik tepung kacang koro pedang sebagai bahan pakan.; Jack bean (Canavalia ensiformis) has potential as a local protein source for feed ingredient, but its utilization is limited by antinutritional factors. This study aimed the effect of soaking duration in 1% citric acid solution on the antinutritional factors, nutrient composition, and physical properties of jack bean flour. A completely randomized design with four treatments was applied: P0 (mineral water, 24 h), P1 (1% citric acid, 12 h), P2 (1% citric acid, 24 h), and P3 (1% citric acid, 36 h), with five replications each. Nutrient composition and physical properties were analyzed using ANOVA followed by Duncan's test, while antinutritional factors were evaluated descriptively. The results showed that increasing the soaking duration reduced the antinutritional compounds, particularly phytic acid and trypsin inhibitor, and significantly affected (P&lt;0.01) dry matter, crude protein, crude fiber, bulk density, tapped density, and angle of repose, but had no significant effect on specific gravity. In conclusion, different soaking durations in 1% citric acid solution reduced the antinutritional factors and altered the nutrient composition and physical properties of jack bean flour as a feed ingredient.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179383</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Penambahan Onggok dan Urea terhadap Kandungan Nutrien dan Kualitas Fisik Silase Kulit Pisang Raja Bulu</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179373</link>
<description>Penambahan Onggok dan Urea terhadap Kandungan Nutrien dan Kualitas Fisik Silase Kulit Pisang Raja Bulu
Djati, Muhammad Fadillah
Kulit pisang raja bulu merupakan limbah pertanian yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan ruminansia, tetapi memiliki kadar air tinggi sehingga memerlukan pengawetan melalui ensilase. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan onggok dan urea terhadap kandungan nutrien dan kualitas fisik silase kulit pisang raja bulu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan, yaitu P0 (95% kulit pisang + 5% onggok + 1% urea), P1 (90% kulit pisang + 10% onggok + 1% urea), P2 (80% kulit pisang + 20% onggok + 1% urea), dan P3 (70% kulit pisang + 30% onggok + 1% urea), masingmasing lima ulangan. Peubah yang diamati meliputi kualitas fisik, kualitas fermentasi, kandungan nutrien, dan fraksi serat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan onggok dan urea meningkatkan tekstur, bahan kering, nilai Fleigh, dan BETN, serta menurunkan kehilangan bahan kering, serat kasar, NDF, dan ADF. Perlakuan tidak berpengaruh terhadap warna, aroma, keberadaan jamur, dan kadar abu. Nilai TDN tertinggi diperoleh pada P2, sedangkan P3 memberikan perbaikan pada sebagian besar parameter. Penambahan onggok hingga 30% dengan urea 1% berpotensi meningkatkan kualitas silase kulit pisang raja bulu sebagai pakan alternatif ruminansia.; Raja bulu banana peel is an agricultural by-product with potential as an alternative feed for ruminants; however, its high moisture content requires preservation through ensiling. This study evaluated the effect of cassava pulp and urea addition on the nutrient content and physical quality of Raja Bulu banana peel silage. A Completely Randomized Design with four treatments and five replications was applied. The observed variables included physical quality, fermentation quality, nutrient composition, and fiber fractions. Cassava pulp and urea improved silage texture, dry matter, Fleigh value, and nitrogen-free extract while reducing dry matter loss, crude fiber, Neutral Detergent Fiber (NDF), and Acid Detergent Fiber (ADF). No significant effects were observed on color, aroma, mold growth, or ash content. The highest Total Digestible Nutrient (TDN) value was obtained in P2, whereas P3 improved most measured parameters. The addition of up to 30% cassava pulp with 1% urea has the potential to improve the quality of Raja Bulu banana peel silage as an alternative feed for ruminants.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179373</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
