<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Nutrition Science and Feed Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/108</link>
<description/>
<pubDate>Mon, 19 Oct 2026 11:51:45 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-10-19T11:51:45Z</dc:date>
<item>
<title>Evaluasi Sifat Fisikokimia dan Akseptabilitas Total Mixed Ration untuk Domba dengan Metode Pengawetan Hijauan Berbeda</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180086</link>
<description>Evaluasi Sifat Fisikokimia dan Akseptabilitas Total Mixed Ration untuk Domba dengan Metode Pengawetan Hijauan Berbeda
Putri, Chintyagy Nabilah
Penggunaan hijauan yang diawetkan sebagai bahan penyusun TMR menjadi alternatif untuk mengatasi keterbatasan hijauan segar, namun dapat menyebabkan perubahan kualitas pakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh metode pengawetan hijauan terhadap sifat fisikokimia dan akseptabilitas TMR pada domba. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 4 kelompok berdasarkan waktu produksi dan bobot domba, yaitu P1 = TMR hijauan segar + konsentrat, P2 = TMR hijauan silase + konsentrat, dan P3 = TMR hijauan hay + konsentrat. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengawetan hijauan berpengaruh nyata (p&lt;0,05) terhadap karakteristik tekstur hijauan, sifat fisik TMR, kehilangan BK dan BO, serta akseptabilitas domba, tetapi tidak berpengaruh nyata (p&gt;0,05) terhadap kandungan NDF, ADF, hemiselulosa, dan peNDF. TMR dengan silase menghasilkan kehilangan BK dan BO yang lebih rendah serta menunjukkan respon awal konsumsi yang lebih baik dibandingkan TMR dengan hay. Simpulan, silase lebih berpotensi digunakan sebagai sumber hijauan dalam penyusunan TMR untuk domba dibandingkan hay.; While using preserved forage in TMRs offers an alternative to the limitations of fresh forage, it can alter feed quality. This study aimed to evaluate the effect of forage preservation methods on the physicochemical properties and acceptability of TMRs for sheep. A Randomized Block Design (RBD) was employed, featuring three treatments and four blocks based on production timing and sheep weight: P1 (fresh forage TMR + concentrate), P2 (silage forage TMR + concentrate), and P3 (hay forage TMR + concentrate). Data were analyzed using ANOVA followed by Duncan’s post-hoc test. The results indicated that the forage preservation method significantly affected (p&lt;0.05) forage texture characteristics, TMR physical properties, dry matter (DM) and organic matter (OM) losses, and sheep acceptability; however, it did not significantly affect (p&gt;0.05) NDF, ADF, hemicellulose, or peNDF content. TMRs containing silage resulted in lower DM and OM losses and elicited a better initial intake response compared to TMRs containing hay. In conclusion, silage holds greater potential than hay as a forage source for formulating TMRs for sheep.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180086</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Karakteristik Fisikokimia dan&#13;
Akseptabilitas Total Mixed Ration Domba Mengandung Silase Rumput Gajah&#13;
dengan Rasio Ukuran Cacahan Berbeda</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179977</link>
<description>Karakteristik Fisikokimia dan&#13;
Akseptabilitas Total Mixed Ration Domba Mengandung Silase Rumput Gajah&#13;
dengan Rasio Ukuran Cacahan Berbeda
Putra, Allendra Bayu Restu
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental untuk mengevaluasi&#13;
pengaruh rasio cacahan rumput gajah yang berbeda dalam Total Mixed Ration&#13;
(TMR) terhadap karakteristik fisikokimia serta akseptabilitas pada domba.&#13;
Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan&#13;
dan empat kelompok, yaitu kombinasi ukuran cacahan dengan rasio panjang:&#13;
sedang: pendek ((=40 mm: 20 mm: =8 mm) P1 (10:50:40), P2 (20:60:20), dan P3&#13;
(30:70:0). Hasil menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap&#13;
compressed bulk density, kerapatan tumpukan, kerapatan padatan tumpukan,&#13;
Neutral Detergent Fiber (NDF), akseptabilitas, dan physically effective neutral&#13;
detergent fiber (peNDF) (P&lt;0,01). Nilai peNDF meningkat seiring bertambahnya&#13;
proporsi partikel kasar, dengan kisaran 14,59%–53,70%. Simpulan penelitian ini&#13;
adalah peningkatan rasio cacahan hijauan panjang dan sedang mampu&#13;
meningkatkan efektivitasfisik serat pada Total Mixed Ration (TMR) yang berpotensi&#13;
meningkatkan aktivitas ruminasi pada ternak ruminansia.; This study was an experimental study conducted to evaluate the effects of&#13;
different chopping ratios of elephant grass in Total Mixed Ration (TMR) on its&#13;
physicochemical characteristics and acceptability in sheep. The study used a&#13;
Randomized Block Design (RBD) with three treatments and four blocks, consisting&#13;
of different combinations of particle sizes at long:medium:short ratios ((=40 mm:&#13;
20 mm: =8 mm): P1 (10:50:40), P2 (20:60:20), and P3 (30:70:0). The results&#13;
showed that the treatments had a highly significant effect on compressed bulk&#13;
density, bulk density, packed bulk density, Neutral Detergent Fiber (NDF),&#13;
acceptability, and physically effective Neutral Detergent Fiber (peNDF) (P&lt;0.01).&#13;
The peNDF value increased with increasing proportions of coarse particles, ranging&#13;
from 14.59%–53.70%. The conclusion of this research is increasing the proportion&#13;
of long and medium forage particles improved the physical effectiveness of fiber in&#13;
the Total Mixed Ration (TMR), potentially enhancing rumination activity in&#13;
ruminant livestock.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179977</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Optimasi Penambahan Pupuk Kandang Sapi Perah Dan Sapi Pedaging Untuk Pembibitan Alfalfa (Medicago sativa L.)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179951</link>
<description>Optimasi Penambahan Pupuk Kandang Sapi Perah Dan Sapi Pedaging Untuk Pembibitan Alfalfa (Medicago sativa L.)
Togu, Yesyurun Victor
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis dan dosis pupuk kandang sapi perah dan sapi pedaging terhadap pertumbuhan bibit alfalfa (Medicago sativa L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 × 5 dengan 10 ulangan, terdiri atas dua jenis pupuk kandang dan lima dosis, yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, dan jumlah daun. Hasil menunjukkan bahwa jenis pupuk kandang tidak memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan. Peningkatan dosis hingga 20% meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah cabang secara nyata, sedangkan diameter batang dan jumlah daun tidak menunjukkan peningkatan nyata. Korelasi menunjukkan hubungan sangat kuat antara dosis pupuk kandang sapi perah dan jumlah cabang (r&#13;
= 0,96), serta hubungan kuat antara pupuk kandang sapi pedaging dan tinggi tanaman (r = 0,77). Simpulan dari penelitian ini adalah dosis pupuk kandang 20% efektif mendukung pertumbuhan vegetatif awal bibit alfalfa.; This study aimed to analyze the effects of manure type and application rate of dairy and beef cattle manure on the growth of alfalfa (Medicago sativa L.) seedlings. A 2 × 5 factorial Completely Randomized Design (CRD) with 10 replications was used, consisting of two manure types and five application rates: 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. The observed parameters were plant height, stem diameter, branch number, and leaf number. The results showed that manure type did not significantly affect the growth parameters. Increasing the manure rate up to 20% significantly increased plant height and branch number, while stem diameter and leaf number did not show significant increases. Correlation analysis showed a very strong relationship between dairy cattle manure rate and branch number (r = 0.96), and a strong relationship between beef cattle manure rate and plant height (r&#13;
= 0.77). The conclusion of this study is 20% manure application rate was effective in supporting the early vegetative growth of alfalfa seedlings.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179951</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PENAMBAHAN ASAM AMINO ARGININ DAN GUANIDINOACETIC ACID PADA PAKAN TERHADAP ORGAN DALAM DAN SALURAN  PENCERNAAN AYAM BROILER</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179913</link>
<description>PENAMBAHAN ASAM AMINO ARGININ DAN GUANIDINOACETIC ACID PADA PAKAN TERHADAP ORGAN DALAM DAN SALURAN  PENCERNAAN AYAM BROILER
Dinata, Agung Gustia
AGUNG GUSTIA DINATA. Penambahan Asam Amino Arginin dan Guanidinoacetic Acid pada Pakan Ayam Broiler terhadap Organ Dalam dan Saluran Pencernaan Ayam Broiler. Dibimbing oleh NAHROWI dan WIDYA HERMANA. &#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh suplementasi arginin dan Guanidinoacetic Acid (GAA) pada pakan berenergi rendah terhadap ayam broiler fase finisher. Peubah yang diukur meliputi persentase bobot organ dalam, persentase bobot saluran pencernaan, panjang saluran pencernaan, dan lemak abdomen. Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan meliputi P1= kontrol positif (EM 3.100 kkal kg-1, 1,1% lisin tercerna, rasio Arg:Lys 107%); P2 = kontrol negatif (EM 2.950 kkal/kg-1, 1,1% lisin tercerna, rasio Arg:Lys 107%); P3 = P2 + 600 g/MT GAA (rasio Arg:Lys 107%); P4 = P2 + 462 g/MT arginin (rasio Arg:Lys 111%); P5 = P2 + 600 g/MT arginin (rasio Arg:Lys 112%); P6 = P2 + 900 g/MT arginin (rasio Arg:Lys 115%). Data dianalisis dengan Analisis Ragam (ANOVA) dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil menunjukkan suplementasi arginin dan GAA terbukti aman secara fisiologis dengan mempertahankan kondisi normal organ dalam dan saluran pencernaan. Suplementasi arginin 462 g/MT secara optimal menurunkan lemak abdomen dengan mempertahankan ukuran organ lain.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179913</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
