<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UF - Technology of Cattle Products</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/103097</link>
<description/>
<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 23:35:37 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-07-07T23:35:37Z</dc:date>
<item>
<title>KARAKTERISTIK MIKROBIOLOGI SUSU KAMBING  SAPERA YANG DISTERILISASI RETORT PADA SUHU DAN LAMA SIMPAN BERBEDA</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174125</link>
<description>KARAKTERISTIK MIKROBIOLOGI SUSU KAMBING  SAPERA YANG DISTERILISASI RETORT PADA SUHU DAN LAMA SIMPAN BERBEDA
SYAHPUTRA, MUHAMAD REZA
Susu kambing Sapera memiliki nutrisi tinggi namun rentan kontaminasi mikroba, sehingga memerlukan teknologi pengolahan yang tepat. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas sterilisasi retort berbasis panci presto terhadap mutu mikrobiologis susu. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan pemanasan pada 115 °C selama 15 menit, serta penyimpanan pada suhu ruang dan dingin (4 °C) selama 0, 7, 14, 21, dan 28 hari. Pengujian meliputi parameter Total Plate Count (TPC), Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli. Hasil menunjukkan bahwa metode ini efektif mengeliminasi Staphylococcus aureus dan Escherichia coli hingga tidak terdeteksi, tetapi belum mencapai sterilitas komersial karena TPC masih terdeteksi dan meningkat hingga hari ke-21. Masa simpan produk masih terbatas, dan penyimpanan bersuhu dingin lebih direkomendasikan karena mampu memperlambat laju pertumbuhan mikroba pascaproses.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174125</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Penerapan GMP, SSOP, dan Finansial Usaha Ayam Goreng ABC di Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/169704</link>
<description>Analisis Penerapan GMP, SSOP, dan Finansial Usaha Ayam Goreng ABC di Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi
Khoirudin, Miftah Marshanda
Daging ayam mengandung protein hewani dan mudah dijangkau. Namun, termasuk bahan pangan mudah rusak, maka diperlukan keamanan pangan. Penelitian bertujuan mengevaluasi aspek keamanan pangan melalui analisis penerapan GMP, SSOP dan keadaan finansial Ayam Goreng ABC. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan data primer (observasi dan wawancara) dan data sekunder (data perusahaan dan literatur) serta analisis kuantitatif. Penerapan GMP dan SSOP memperoleh nilai total kesesuaian 90,27% (memenuhi) dan 75%, (cukup memenuhi). Laba pada bulan Februari 2025 sebesar Rp108.178.675,00 dan meningkat pada bulan Maret 2025 sebesar Rp136.347.520,00. Kelayakan finansial usaha ini diperkuat oleh nilai Benefit Cost Ratio (0,55 dan 0,60), serta nilai Revenue Cost Ratio (1,55 dan 1,59) dan melampaui Break Even Point (BEP) harga dan BEP unit karena total harga jual produk lebih tinggi dari BEP harga dan porsi yang terjual melebihi BEP unit. Maka, usaha Ayam Goreng ABC menunjukkan standar keamanan pangan yang memadai dan terbukti layak secara finansial serta menguntungkan.; Chicken meat is a widely consumed protein, but because it is highly perishable, strict food safety is essential. This study evaluates two key areas of the "Ayam Goreng ABC" business, its food safety practices based on Good Manufacturing Practices (GMP) and Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP), and its overall financial health. The research used descriptive and quantitative methods, with data collected from observations, interviews, and company records. The findings were positive in both areas. For food safety, the business achieved high compliance scores for GMP 90.27% (compliant) and SSOP 75% (adequately compliant). Financially, the enterprise proved highly successful. Profits increased IDR 108,178,675.00 in February 2025 to IDR 136,347,520.00 in March 2025. The business's viability was further confirmed by strong Benefit Cost Ratios (0.55 and 0.60), and Revenue Cost Ratios (1.55 and 1.59) and by surpassing its Break Even Point (BEP) in both price and sales volume. In conclusion, the "Ayam Goreng ABC" business demonstrates adequate food safety standards and is confirmed to be both financially viable and highly profitable.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/169704</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Total Bakteri, Kadar Malondialdehida, dan Aktivitas Antioksidan Pasta Hati Sapi dengan Formula yang Berbeda</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163331</link>
<description>Total Bakteri, Kadar Malondialdehida, dan Aktivitas Antioksidan Pasta Hati Sapi dengan Formula yang Berbeda
Anggreny, Adelia
Pasta hati sapi merupakan olahan kaya nutrisi, namun rentan kontaminasi bakteri dan juga oksidasi lemak. Penelitian ini bertujuan menganalisis total bakteri, kadar MDA, dan aktivitas antioksidan pada pasta hati sapi dengan formula bahan yang berbeda. Hati sapi berasal dari sapi Brahman Cross (BX) yang diolah dengan formula bumbu sesuai perlakuan selama 11 menit dan dihaluskan selama 5 menit. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri atas empat perlakuan formula dan tiga kelompok periode pembuatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan formula yang berbeda pada pasta hati sapi tidak berpengaruh nyata terhadap total bakteri dan kadar malondialdehiha (MDA). Formula bumbu semur apel malang, bumbu semur nanas madu, dan bumbu original apel malang menghasilkan penghambatan terhadap DPPH dan kapasitas antioksidan yang lebih tinggi daripada formula bumbu original nanas madu (p&lt;0,05). Seluruh formula dalam penelitian ini menghasilkan pasta hati sapi yang aman dan sehat karena memiliki total bakteri di bawah standar SNI, kadar MDA rendah, dan aktivitas antioksidan tinggi.; Beef liver paste is a nutrient-rich processed, but it is susceptible to bacterial contamination and lipid oxidation. This study aims to analyze the total bacterial count, MDA levels, and antioxidant activity in beef liver paste with different ingredient formulas. The beef liver sourced from Brahman Cross (BX) cattle, processed with seasoning formulas according to the respective treatments for 11 minutes, and blended for 5 minutes. The experimental design employed a randomized block design (RBD) consisting of four formula treatments and three production period groups. The result showed that the addition of different formulas to beef liver paste had no significant effect on total bacteria and malondialdehyde level. The stew seasoning formula malang apple, the semur seasoning honey pineapple, and the original seasoning malang apple showed higher DPPH inhibition and antioxidant capacity than the original seasoning honey pineapple (p&lt;0,05). All formulas in this study produced safe and healthy beef liver paste, as they resulted in total bacteria count below the SNI standard, low MDA level, and high antioxidant activity.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163331</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Cemaran Mikrobiologi dan Keamanan Pangan pada Daging Sapi Meltique di Kota Berbeda</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161482</link>
<description>Analisis Cemaran Mikrobiologi dan Keamanan Pangan pada Daging Sapi Meltique di Kota Berbeda
Hanifah, Nurul
Pembuatan daging meltique di industri dilakukan menggunakan tangan dan mesin sehingga rentan terjadi kontaminasi silang. Penelitian ini bertujuan  menganalisis bahaya biologi pada proses produksi daging meltique di PT. XY dan menganalisis cemaran mikrobiologi di antaranya (TPC, E. coli, koliform, S. aureus,  dan Salmonella sp.) pada daging sapi meltique di Kota Depok, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor. Pengujian cemaran mikrobiologi di tiga wilayah berbeda dilakukan dengan menggunakan metode SNI 2897:2008. Proses produksi daging meltique di PT. XY menunjukan bahwa setiap proses memiliki bahaya biologi dengan critical control points (CCPs) ada pada penerimaan bahan baku, thawing, injeksi emulsi, dan pembekuan/freezing. Pengujian mikrobiologi pada daging sapi meltique di tiga wilayah berbeda menunjukan sebagian besar sampel memenuhi standar TPC, namun bakteri E. coli dan koliform pada sampel banyak ditemukan melebihi standar. S. aureus melebihi standar pada sampel D1, D2, KOT B1, dan KAB B2. Sampel KOT B2 juga teridentifikasi tercemar Salmonella sp.; Meltique beef has perishable food properties, making it susceptible to damage due to the presence of microbes. The production of meltique beef in the industry involves both manual and mechanized processes, which increases the risk of cross&#13;
contamination. This study aims to analyze biological hazards in the production process of meltique beef at PT. XY and to assess microbiological contaminants, including (TPC, E. coli, coliform, S. aureus, and Salmonella sp.) in meltique beef from Depok City, Bogor City, and Bogor Regency. Microbiological contamination testing in these three regions was conducted using the SNI 2897:2008 method. The production process of meltique beef at PT. XY indicates that each stage carries biological hazards, with critical control points (CCPs) identified in the receipt of raw materials, thawing, emulsion injection, and freezing. Microbiological testing of meltique beef from the three locations showed that most samples met TPC standards however, E. coli and coliform bacteria were found to exceed the acceptable limits. S. aureus levels exceeded the standard in samples D1, D2, KOT &#13;
B1, and KAB B2. Additionally, the KOT B2 sample was identified as contaminated with Salmonella sp.
</description>
<pubDate>Wed, 01 Jan 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161482</guid>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
