<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>UT - Civil and Environmental Engineering</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100</link>
<description/>
<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 14:55:39 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-21T14:55:39Z</dc:date>
<item>
<title>Perancangan Pemanenan Air Hujan Untuk Mendukung Kebutuhan Air Tanaman Di Laboratorium Terpadu IPB University</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173558</link>
<description>Perancangan Pemanenan Air Hujan Untuk Mendukung Kebutuhan Air Tanaman Di Laboratorium Terpadu IPB University
FAIZATAMA, FAYYAD PIETYA
Pemanenan air hujan (rainwater harvesting) merupakan salah satu alternatif konservasi sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pemanenan air hujan di Laboratorium Terpadu Program Studi Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University. Kebutuhan air tanaman dihitung menggunakan metode Penman-Monteith dan koefisien tanaman, sedangkan curah hujan andalan ditentukan melalui analisis frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air maksimum tanaman tomat terjadi pada bulan September sebesar 0,88 m³ dengan evapotranspirasi 4,22 mm/hari. Distribusi Weibull memberikan hasil terbaik dalam penentuan curah hujan andalan dan menghasilkan nilai R80 sebesar 105,58 mm. Potensi air hujan yang dapat dipanen dari atap seluas 600 m² mencapai 57,02 m³. Sistem yang dirancang menggunakan tangki berkapasitas 1 m³ dan mampu memenuhi 100% kebutuhan air tanaman. Penerapan sistem ini mendukung konservasi sumber daya air, mengurangi limpasan permukaan, serta mendukung konsep green campus melalui pemanfaatan air hujan sebagai sumber air alternatif yang berkelanjutan sehingga memberikan manfaat lingkungan, sosial, ekonomi.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173558</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Perancangan Sistem Pemanen Air Hujan Sebagai Sumber Air Irigasi di Greenhouse Sukamahi</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173512</link>
<description>Perancangan Sistem Pemanen Air Hujan Sebagai Sumber Air Irigasi di Greenhouse Sukamahi
PURNAMA, INDAH BERLIAN
Perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan air pada sektor pertanian menyebabkan perlunya pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien, khususnya pada sistem budidaya greenhouse. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi air hujan, merancang sistem pemanenan air hujan, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi sistem, serta menghitung rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan sistem di Greenhouse Sukamahi. Penelitian dilakukan menggunakan analisis hidrologi, perhitungan kebutuhan air irigasi, dan perancangan komponen sistem pemanenan air hujan yang meliputi talang, tangki penyimpanan, toren, dan pompa distribusi. Potensi air hujan yang dapat dipanen mencapai 852.963,71 liter per tahun dengan luas roof catchment area sebesar 493,5 m² dan koefisien limpasan 0,9. Sistem yang dirancang terdiri atas talang PVC tipe AW 6 inci, dua unit tangki FRP berkapasitas total 8 m³, toren berkapasitas 1.550 liter, serta pompa dengan total head sistem sebesar 7,9 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem memiliki efektivitas rata-rata sebesar 94% dalam memenuhi kebutuhan air irigasi greenhouse dan mampu memberikan efisiensi biaya penggunaan air hingga 79% dibandingkan penggunaan penuh air PDAM. Total RAB pembangunan sistem pemanenan air hujan sebesar Rp67.576.596 termasuk PPN 12%. Penerapan sistem pemanenan air hujan berpotensi mendukung konservasi air dan efisiensi operasional greenhouse secara berkelanjutan.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173512</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Oxygen Transfer and Ammonia Nitrification Modeling for Aeration Optimization in Integrated Biofilm–Membrane Recirculating Aquaculture Systems</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173393</link>
<description>Oxygen Transfer and Ammonia Nitrification Modeling for Aeration Optimization in Integrated Biofilm–Membrane Recirculating Aquaculture Systems
BATUBARA, RYU PRANANDA SULTAN
Recirculating Aquaculture System (RAS) is an aquaculture technology capable of maintaining water quality through recirculation and biological treatment processes. One of the main challenges in this system is ammonia control, which can affect fish health and water quality stability. This study evaluated three experimental airflow conditions (100, 150, and 190 L/min) and simulated additional airflow scenarios from 80 to 220 L/min using a Monod-based nitrification model. The research methodology involved the development of a Monod kinetics-based mathematical model considering the effects of NH3, dissolved oxygen (DO), alkalinity, temperature, and pH on the activity of ammonia oxidizing bacteria (AOB). The results showed that increasing airflow enhanced DO concentration, resulting in more effective nitrification and lower NH3 effluent concentration. Model validation showed the strongest agreement at an airflow of 190 L/min, with R2 of 0.923 and RMSE of 0.049 mg/L, indicating that the calibrated model captured the observed NH3 effluent trend under this operating condition. Although higher airflow improved oxygen availability, the highest percentage NH3 removal was observed at 150 L/min, while 190 L/min produced the lowest effluent NH3 and the best model fit under a lower influent load.
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173393</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Analisis Mekanisme Pendinginan Pasif Sistem Green Roof melalui Proses Evapotranspirasi Tanaman Krokot Mawar (Portulaca grandiflora)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173376</link>
<description>Analisis Mekanisme Pendinginan Pasif Sistem Green Roof melalui Proses Evapotranspirasi Tanaman Krokot Mawar (Portulaca grandiflora)
SUHERMAN, BAYU HAKI
Peningkatan konsumsi energi bangunan merupakan dampak nyata dari fenomena Urban Heat Island (UHI) di area perkotaan. Penerapan green roof ekstensif menjadi salah satu solusi berbasis alam yang potensial, namun kajian mengenai dinamika termal secara diurnal pada kawasan tropis masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme pendinginan pasif sistem bervegetasi krokot mawar (Portulaca grandiflora) dibandingkan dengan sistem tanpa vegetasi pada kondisi kering dan basah. Metode ini dilakukan secara eksperimental menggunakan kotak uji skala lapangan berukuran 1 m × 1 m × 0,3 m dengan pemantauan kontinu 24 jam terhadap parameter iklim mikro, keseimbangan energi, serta karakteristik distribusi dan perambatan profil suhu multilapis vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem bervegetasi lebih efektif dalam mereduksi fluktuasi panas ekstrem melalui pengalihan energi matahari menjadi fluks panas laten. Pada kondisi kering, suhu puncak permukaan mampu ditekan hingga 11,23 °C lebih dingin dibandingkan sistem tanpa vegetasi; The escalating energy consumption in buildings represents a critical consequence of the Urban Heat Island (UHI) phenomenon in metropolitan areas. The implementation of extensive green roofs has emerged as a promising nature-based solution; nevertheless, research elucidating their diurnal thermal dynamics within tropical regions remains profoundly limited. This study aims to investigate the passive cooling mechanisms of a vegetated green roof system utilizing krokot mawar (Portulaca grandiflora) in comparison to a non-vegetated system under both dry and wet conditions. An experimental methodology was deployed utilizing field-scale test boxes measuring 1 m × 1 m × 0.3 m, integrated with continuous 24-hour monitoring of microclimate parameters, energy balance, as well as vertical multilayer temperature profiles and propagation characteristics. The empirical findings indicate that the vegetated system is more effective in mitigating extreme thermal fluctuations by partitioning solar radiation into latent heat flux. Under dry conditions, the peak surface temperature was successfully suppressed to 11.23 °C cooler than the non-vegetated system
</description>
<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173376</guid>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
