<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/98">
<title>UF - Management</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/98</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179945"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179908"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179907"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179905"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-21T02:26:44Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179945">
<title>Pengaruh Loss Aversion dan Cognitive Dissonance Terhadap Keputusan Investasi Generasi Z di Jabodetabek</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179945</link>
<description>Pengaruh Loss Aversion dan Cognitive Dissonance Terhadap Keputusan Investasi Generasi Z di Jabodetabek
Syafiq, Amjad
Pertumbuhan investor pasar modal Indonesia yang pesat didominasi oleh Generasi Z, tetapi peningkatan partisipasi tersebut belum tentu diikuti kualitas keputusan investasi yang rasional akibat pengaruh bias psikologis seperti loss aversion dan cognitive dissonance. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh loss aversion dan cognitive dissonance terhadap keputusan investasi Generasi Z di JABODETABEK. Data primer dikumpulkan dari 160 responden Generasi Z berusia 18–29 tahun yang berdomisili di JABODETABEK dan memiliki pengalaman investasi pasar modal melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan SEM-PLS. Loss aversion dan cognitive dissonance masing-masing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan investasi, dengan cognitive dissonance menunjukkan pengaruh yang lebih dominan, dan kedua variabel bersama-sama menjelaskan variasi keputusan investasi secara moderat. Hasil ini menunjukkan bahwa penguatan edukasi mitigasi bias psikologis menjadi penting seiring meningkatnya partisipasi investor muda di pasar modal.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179908">
<title>Strategi Pembentukan Budaya Organisasi Berkelanjutan Melalui Kepemimpinan Transformasional di PT XYZ</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179908</link>
<description>Strategi Pembentukan Budaya Organisasi Berkelanjutan Melalui Kepemimpinan Transformasional di PT XYZ
Nisita, Diyah Eni
DIYAH ENI NISITA. Strategi Pembentukan Budaya Organisasi Berkelanjutan Melalui Kepemimpinan Transformasional di PT XYZ. Dibimbing oleh ERLIN TRISYULIANTI dan INDRA REFIPAL SEMBIRING. &#13;
&#13;
Berbagai organisasi kini dituntut tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam budaya kerjanya. Di PT XYZ, BUMN agribisnis perkebunan, nilai keberlanjutan telah ditetapkan sebagai pilar budaya resmi, namun internalisasinya belum sepenuhnya terwujud. Faktor kepemimpinan tersebut dianalisis menggunakan metode Delphi dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk merumuskan strategi yang tepat. Penelitian dilaksanakan di PT XYZ pada bulan Februari hingga Juni 2026. Hasil penelitian menunjukkan faktor kepemimpinan paling berpengaruh adalah Intellectual Stimulation, dengan aktor utama Region Head dan tujuan prioritas profit. Strategi utama yang direkomendasikan adalah penguatan budaya keberlanjutan melalui Role Modeling, Teaching, Coaching, didukung sistem penghargaan sebagai mekanisme penguat, guna mendorong terbentuknya budaya organisasi berkelanjutan yang konsisten diterapkan di seluruh lini perusahaan.&#13;
&#13;
Kata kunci: budaya organisasi, keberlanjutan, kepemimpinan transformasional, metode AHP, metode Delphi; DIYAH ENI NISITA. Strategies for Building a Sustainable Organizational Culture Through Transformational Leadership at PT XYZ. Supervised by ERLIN TRISYULIANTI and INDRA REFIPAL SEMBIRING. &#13;
&#13;
Various organizations are now expected not only to be profit-oriented but also to integrate sustainability values into their work culture. At PT XYZ, a state-owned agribusiness plantation company, sustainability values have been established as an official pillar of the corporate culture; however, their internalization has not yet been fully realized. Leadership factors were analyzed using the Delphi method and the Analytical Hierarchy Process (AHP) to formulate an appropriate strategy. The research was conducted at PT XYZ from February through June 2026. The results indicate that the most influential leadership factor is Intellectual Stimulation, with the Region Head as the key actor and Profit as the priority objective. The primary recommended strategy is to strengthen the culture of sustainability through Role Modeling, Teaching, Coaching, supported by a reward system as a reinforcing mechanism, to foster the development of a sustainable organizational culture that is consistently applied across all levels of the company.&#13;
Keywords: Analytical Hierarchy Process, Delphi, organizational culture, sustainability, transformational leadership
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179907">
<title>Pengaruh Literasi Keuangan, Toleransi Risiko, dan Ketergantungan pada Generative AI terhadap Perilaku Pengambilan Keputusan Investasi Generasi Z</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179907</link>
<description>Pengaruh Literasi Keuangan, Toleransi Risiko, dan Ketergantungan pada Generative AI terhadap Perilaku Pengambilan Keputusan Investasi Generasi Z
Noviza, Kaira
Perkembangan teknologi digital dan Generative AI mengubah cara investor memperoleh dan mengolah informasi investasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan, toleransi risiko, dan ketergantungan pada Generative AI terhadap perilaku pengambilan keputusan investasi Generasi Z, serta menguji peran moderasi ketergantungan pada Generative AI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan purposive sampling terhadap 157 responden Generasi Z di Jabodetabek dan dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil menunjukkan bahwa literasi keuangan dan toleransi risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengambilan keputusan investasi, sedangkan ketergantungan pada Generative AI tidak berpengaruh langsung secara signifikan. Namun, ketergantungan pada Generative AI memperlemah pengaruh positif literasi keuangan terhadap perilaku pengambilan keputusan investasi. Hasil ini menunjukkan bahwa Generative AI sebaiknya digunakan sebagai alat pendukung, bukan pengganti analisis dan pertimbangan investor.; The development of digital technology and Generative AI is changing the way investors access and process investment information. This study wants to analyze the influence of financial literacy, risk tolerance, and dependence on Generative AI on the investment decision-making behavior of Generation Z, as well as check the moderating role of dependence on Generative AI. This study uses a quantitative approach with purposive sampling of 157 Generation Z respondents in Jabodetabek and is analyzed using SEM-PLS. The results show that financial literacy and risk tolerance have a positive and significant effect on investment decision-making behavior, while dependence on Generative AI does not have a significant direct effect. However, dependence on Generative AI weakens the positive effect of financial literacy on investment decision-making behavior. These results suggest that Generative AI should be used as a tool, not a replacement.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179905">
<title>Pengaruh Intensitas Penggunaan Cashless Payment dan Kontrol Diri terhadap Pengelolaan Dana Darurat Mahasiswa Rantau IPB University</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179905</link>
<description>Pengaruh Intensitas Penggunaan Cashless Payment dan Kontrol Diri terhadap Pengelolaan Dana Darurat Mahasiswa Rantau IPB University
Ramadhanty, Anisya
Transformasi menuju cashless society mendorong peningkatan intensitas cashless payment, khususnya mahasiswa sebagai pengguna paling aktif. Kondisi ini lebih kompleks bagi mahasiswa rantau yang mengelola keuangan mandiri tanpa pengawasan orang tua, sehingga berpotensi memengaruhi pengelolaan dana darurat apabila tidak diimbangi kontrol diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intensitas penggunaan cashless payment dan kontrol diri terhadap pengelolaan dana darurat mahasiswa rantau IPB University. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 215 responden mahasiswa aktif program sarjana angkatan 59-62 yang dipilih melalui purposive sampling dan proportionate stratified sampling, dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil menunjukkan kedua variabel berpengaruh signifikan dan positif terhadap pengelolaan dana darurat, dengan kontrol diri sebagai prediktor lebih dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kontrol diri finansial mahasiswa rantau, didukung fitur pemisahan dan pemantauan dana pada layanan cashless payment.; The transformation toward a cashless society has driven an increase in the intensity of cashless payment use, particularly among university students as the most active users. This is more complex for migrant students who manage their finances independently without parental supervision, potentially affecting their emergency fund management if not accompanied by adequate self-control. This study analyzed the effect of cashless payment usage intensity and self-control on emergency fund management among migrant students at IPB University. The study employed a quantitative approach with 215 active undergraduate respondents from batch 59-62, selected through purposive sampling and proportionate stratified sampling, analyzed using Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS). Both variables had a significant and positive effect on emergency fund management, with self-control being the more dominant predictor. These findings affirmed the importance of strengthening migrant students' financial self-control, supported by fund separation and monitoring features in cashless payment services.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
