<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/98">
<title>UT - Management</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/98</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173389"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173100"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173090"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173074"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-06-17T04:54:40Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173389">
<title>Strategi Peningkatan Daya Tarik Profesi Dosen Bagi Mahasiswa Pascasarjana IPB University</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173389</link>
<description>Strategi Peningkatan Daya Tarik Profesi Dosen Bagi Mahasiswa Pascasarjana IPB University
Virgiawan, Rayvin
Krisis regenerasi dosen di Indonesia semakin mendesak, ditandai oleh tren penurunan jumlah dosen yang mengindikasikan potensi krisis regenerasi tenaga akademik pada tahun 2024 di tengah rendahnya daya tarik profesi akibat gaji terendah di ASEAN, lambatnya jenjang karier, dan beban administratif yang tidak proporsional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penentu daya tarik profesi dosen bagi mahasiswa pascasarjana IPB University, merumuskan strategi peningkatannya, serta menetapkan prioritas strategis berbasis data. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan purposive sampling, mengintegrasikan analisis SWOT melalui wawancara mendalam bersama 13 mahasiswa pascasarjana dan 9 pakar, serta pembobotan prioritas menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) bersama 5 pakar kunci. Hasil AHP menunjukkan bahwa Expert Career merupakan faktor paling krusial, institusi perguruan tinggi sebagai aktor paling strategis, dengan tujuan Mengembangkan Ekosistem Kepakaran dan Career Acceleration sebagai strategi prioritas utama. Temuan ini mengimplikasikan bahwa solusi krisis regenerasi membutuhkan rekayasa ulang sistem pengembangan karier akademik secara menyeluruh. Direkomendasikan program intervensi manajerial tiga tahap yang dimulai dari identifikasi dan inkubasi talenta sejak masa studi pascasarjana, dilanjutkan dengan akselerasi kepakaran melalui jalur percepatan studi dan pencapaian publikasi internasional, hingga memastikan transisi mulus menuju jabatan fungsional pertama melalui mekanisme administratif yang proaktif dan dukungan riset berkelanjutan.; The lecturer regeneration crisis in Indonesia is becoming increasingly urgent, marked by a declining trend in the number of lecturers that signals a potential academic workforce crisis in 2024, amid low professional attractiveness driven by the lowest salaries in ASEAN, slow career progression, and disproportionate administrative burdens. This study aims to identify the determinants of lecturer profession attractiveness among postgraduate students at IPB University, formulate enhancement strategies, and establish data-driven strategic priorities. A mixed-method approach with purposive sampling was employed, integrating qualitative SWOT analysis through in-depth interviews with 13 postgraduate students and 9 experts, alongside quantitative priority weighting using the Analytical Hierarchy&#13;
Process (AHP) with 5 key experts. AHP results indicate that Expert Career is the most critical factor, higher education institutions as the most strategic actor, with Developing an Expertise Ecosystem as the primary objective and Career Acceleration as the top-priority strategy. These findings imply that resolving the regeneration crisis requires a comprehensive overhaul of the academic career development system. A three-stage managerial intervention program is recommended, beginning with the identification and incubation of prospective talent during postgraduate study, followed by expertise acceleration through expedited doctoral pathways and international publication targets, and culminating in a seamless transition into the first functional academic rank through proactive administrative facilitation and sustained early-career research support.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173100">
<title>Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Tenaga Kerja Pegawai Divisi Pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah Perum BULOG</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173100</link>
<description>Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Tenaga Kerja Pegawai Divisi Pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah Perum BULOG
Putri, Fitri Amalia
Peningkatan target pengadaan cadangan beras pemerintah dalam negeri pasca terbitnya Inpres No. 6 Tahun 2025 meningkatkan volume pekerjaan pada Subdivisi Pengadaan Cadangan Beras Pemerintah Dalam Negeri (CBP DN) Perum BULOG, sementara jumlah pegawai terbatas sehingga berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan beban kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis deskripsi pekerjaan, beban kerja, dan kebutuhan tenaga kerja pada Subdivisi CBP DN. Metode yang digunakan adalah work sampling dan analisis beban kerja dengan pendekatan Full Time Equivalent (FTE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa deskripsi pekerjaan telah tersusun jelas, namun terdapat variasi kompleksitas dan tanggung jawab antar pegawai. Sebanyak 80% pegawai mengalami overload dan 20% underload, menunjukkan ketidakseimbangan distribusi pekerjaan. Kebutuhan tenaga kerja optimal berjumlah 9 orang dari kondisi eksisting 5 orang, sehingga terdapat kekurangan 4 orang. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan kebutuhan tenaga kerja dan evaluasi distribusi pekerjaan.; The increase in domestic Government Rice Reserve procurement targets following Presidential Instruction No. 6 of 2025 has increased workload in the CBP DN Subdivision of Perum BULOG, while the number of employees remains limited, potentially causing imbalance. This study aims to analyze job descriptions, workload, and workforce requirements. The method used is work sampling and workload analysis using the Full Time Equivalent (FTE) approach. The results show that job descriptions are well-defined, yet there are variations in task complexity and responsibilities. A total of 80% of employees are categorized as overload and 20% as underload, indicating uneven work distribution. The optimal workforce requirement is 9 employees compared to the existing 5 employees, resulting in a shortage of 4 employees. The results of this study can be used as a basis for determining workforce needs and evaluating task distribution.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173090">
<title>Analisis Dampak Perilaku Spekulatif Investor terhadap Risiko Market Crash melalui Bubble Harga (Studi Empiris pada IHSG Periode 2020-2025).</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173090</link>
<description>Analisis Dampak Perilaku Spekulatif Investor terhadap Risiko Market Crash melalui Bubble Harga (Studi Empiris pada IHSG Periode 2020-2025).
Fadlurrahman, Bhawika Muhammad
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas dinamika pasar saham dalam mengidentifikasi pembentukan bubble dan potensi terjadinya market crash. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku eksplosif harga serta mengestimasi probabilitas crash pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) periode 2020–2025. Metode utama yang digunakan adalah Generalized Supremum Augmented Dickey-Fuller (GSADF) untuk mendeteksi bubble dan Extended Samuelson Model (ESM) untuk memprediksi risiko crash, dengan dukungan analisis Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (GARCH) untuk mengkaji volatilitas. Selain itu, sebagai analisis tambahan untuk mengatasi potensi endogenitas antar variabel, digunakan uji kausalitas Granger berbasis Vector Autoregression (VAR). Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa periode bubble yang signifikan yang diikuti oleh peningkatan volatilitas dan probabilitas crash yang tinggi. Analisis tambahan menunjukkan bahwa pergerakan harga dan volatilitas secara statistik mendahului pembentukan bubble, yang memperkuat temuan utama penelitian. Temuan ini memberikan kontribusi empiris dalam memahami dinamika bubble harga di pasar berkembang serta implikasi kebijakan bagi regulator dan investor dalam memperkuat sistem peringatan dini dan mitigasi risiko pasar.; This study is motivated by the increasing complexity of stock market dynamics in identifying bubble formation and potential market crashes. The objective of this research is to analyze explosive price behavior and estimate crash probability in the Indonesia Composite Index (IHSG) during the 2020–2025 period. The primary methods are the Generalized Supremum Augmented Dickey-Fuller (GSADF) to detect bubbles and the Extended Samuelson Model (ESM) to predict crash risk, supported by the Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (GARCH) model to examine volatility. In addition, as a supplementary analysis to address potential endogeneity among variables, a Granger causality test based on a Vector Autoregression (VAR) framework is conducted. The results indicate several significant bubble periods accompanied by heightened volatility and increased crash probability. The supplementary analysis shows that price movements and volatility statistically precede bubble formation, reinforcing the main findings. These findings provide empirical evidence on bubble dynamics in an emerging market context and offer policy implications for regulators and investors in strengthening early warning mechanisms and market risk mitigation strategies.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173074">
<title>Analisis Strategi Pemasaran Digital pada UMKM Fashion XYZ  Menggunakan SWOT dan QSPM</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173074</link>
<description>Analisis Strategi Pemasaran Digital pada UMKM Fashion XYZ  Menggunakan SWOT dan QSPM
GHONIA, NURMAISYA AL
UMKM fashion XYZ merupakan usaha yang beroperasi di Kota Bogor dan telah memanfaatkan pemasaran digital sejak tahun 2019. Namun demikian, strategi tersebut belum berjalan secara optimal. Hal ini terlihat dari fluktuasi volume penjualan dan jumlah kunjungan selama tahun 2024 serta tekanan persaingan yang muncul baik dari pelaku UMKM sejenis maupun dari produk luar negeri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pemasaran digital untuk UMKM fashion XYZ agar mampu bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan di industri. Hasil penelitian menunjukkan skor IFE sebesar 2,34 dan EFE 2,69. Pada matriks IE, posisi UMKM fashion XYZ berada pada kuadran V (hold and maintain). Dari analisis SWOT, diperoleh delapan alternatif strategi yang paling relevan bagi UMKM fashion XYZ kemudian diprioritaskan melalui QSPM. Prioritas strategi yang memiliki nilai STAS terbesar yaitu 4,20 &#13;
adalah riset pasar secara berkala untuk inovasi dan ekspansi. Strategi kedua yang menjadi prioritas selanjutnya dengan nilai STAS 4,14 adalah memperkuat visibilitas melalui event dan kampanye promosi yang berorientasi pada keunggulan untuk menghadapi predatory pricing dan brand switching.; Fashion MSMEs XYZ is a business operating in Bogor City and has utilized digital marketing since 2019. However, its implementation has not yet been optimal. This is reflected in the fluctuations in sales volume and the number of visits throughout 2024, as well as increasing competitive pressure from similar MSMEs and imported products. Therefore, this study aims to formulate an appropriate digital marketing strategy for Fashion MSMEs XYZ in order to remain competitive amid various industry challenges. The results indicate that the IFE score is 2.34 and the EFE score is 2.69. Based on the IE matrix, Fashion MSMEs XYZ is positioned in Quadrant V (hold and maintain). From the SWOT analysis, eight alternative strategies were identified as the most relevant for the business and were then prioritized using QSPM. The top-priority strategy, with the highest STAS value of 4.20, is to conduct regular market research to support innovation and expansion. The second priority strategy, with an STAS value of 4.14, is to enhance visibility through events and promotional campaigns that emphasize competitive advantages in order to address predatory pricing and brand switching.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
