<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97">
<title>UT - Resources and Environmental Economic</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/97</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173348"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172987"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172930"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172904"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-06-11T07:35:56Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173348">
<title>Potensi Penerapan Sistem Deposit Refund Sebagai Strategi Pengelolaan Sampah di Destinasi Wisata Loang Baloq Kota Mataram</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173348</link>
<description>Potensi Penerapan Sistem Deposit Refund Sebagai Strategi Pengelolaan Sampah di Destinasi Wisata Loang Baloq Kota Mataram
AZIZ, ATIKAH NURUSSYIFA
Peningkatan kunjungan wisatawan di Destinasi Wisata Loang Baloq menimbulkan eksternalitas negatif berupa peningkatan volume sampah yang tidak terkelola optimal, sehingga berpotensi mencemari kawasan pesisir dan meningkatkan emisi gas rumah kaca melalui proses dekomposisi maupun pembakaran. Hal ini menuntut adanya strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif melalui penerapan Deposit Refund System (DRS). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis persepsi wisatawan terhadap skema DRS; (2) mengestimasi willingness to pay wisatawan terhadap uang jaminan sampah; dan (3) mengidentifikasi potensi dan strategi penerapan DRS. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif, skala likert, Contingent Valuation Method (CVM) dengan teknik bidding game, dan Interpretive Structural Modeling (ISM). Hasil menunjukkan persepsi wisatawan terhadap DRS tergolong sangat setuju, dengan nilai WTP dan skor persepsi kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok tanpa intervensi, mengindikasikan pengalaman langsung berpengaruh positif terhadap kesediaan membayar. Strategi utama penerapan DRS adalah penguatan pengelolaan dan koordinasi kelembagaan sebagai elemen kunci sistem.; The increasing number of tourists visiting Loang Baloq Tourism Destination has generated negative externalities in the form of poorly managed waste, which has the potential to pollute coastal areas and contribute to greenhouse gas emissions through decomposition and open burning. This condition calls for a more effective waste management strategy through the implementation of a Deposit Refund System (DRS). This study aims to: (1) analyze tourist perceptions of the DRS scheme; (2) estimate tourists' willingness to pay (WTP) for a waste deposit fee; and&#13;
(3) identify the potential and strategies for DRS implementation. The methods used include descriptive analysis, likert scale, Contingent Valuation Method (CVM) with a bidding game technique, and Interpretive Structural Modeling (ISM). The results show that tourist perceptions toward DRS were strongly positive, with WTP values and perception scores of the intervention group higher than those of the non-intervention group, indicating that direct experience positively influences tourists' willingness to pay. The primary strategy for DRS implementation is the strengthening of institutional management and coordination as the key element of the system.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172987">
<title>Pengaruh Transisi Energi terhadap Emisi CO2 Indonesia: Pemodelan Autoregressive Distributed Lag dan Sistem Dinamik</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172987</link>
<description>Pengaruh Transisi Energi terhadap Emisi CO2 Indonesia: Pemodelan Autoregressive Distributed Lag dan Sistem Dinamik
Wanasurya, Deasy Febriyanti
Indonesia merupakan salah satu negara utama penghasil emisi gas rumah kaca di dunia dengan didominasi oleh emisi CO2. Struktur konsumsi energi primer di Indonesia masih didominasi oleh energi tidak terbarukan, sehingga diupayakan transisi menuju energi baru terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika transisi konsumsi energi dan emisi CO2, mengestimasi pengaruh faktor population, affluence, dan technology terhadap emisi CO2, dan memproyeksikan besaran pengaruh transisi konsumsi energi terhadap emisi CO2 di Indonesia pada masa mendatang. Metode analisis data yang digunakan meliputi statistik deskriptif, ARDL, dan pemodelan sistem dinamik. Hasilnya, sepanjang tahun 1972–2023, transisi konsumsi energi dan emisi CO2 menunjukkan dinamika yang nyata. Pada jangka pendek, lag emisi CO2, kepadatan penduduk, GDP per kapita, dan konsumsi energi baru terbarukan berpengaruh signifikan terhadap emisi CO2. Pada jangka panjang, kepadatan penduduk, konsumsi energi tidak terbarukan, konsumsi energi baru terbarukan, dan FDI berpengaruh signifikan terhadap emisi CO2, serta pengujian hipotesis EKC menunjukkan adanya hubungan berbentuk kurva U. Selanjutnya hasil proyeksi menunjukkan bahwa dibandingkan dengan skenario BaU, skenario KEN mampu mereduksi emisi CO2 konsumsi energi pada tahun 2030, 2040, 2050, dan 2060 secara berturut-turut sebesar 4,68 persen, 24,62 persen, 42,12 persen, dan 59,99 persen.; Indonesia is one of the world's main producers of greenhouse gas emissions, dominated by CO2 emissions. The structure of primary energy consumption in Indonesia is still dominated by non-renewable energy, so a transition to new and renewable energy is being pursued. This study aims to describe the dynamics of energy consumption transition and CO2 emissions, estimate the influence of population, affluence, and technology on CO2 emissions, and forecast the impact of energy consumption transition on CO2 emissions in Indonesia in the future. Data analysis methods used include descriptive statistics, ARDL, and dynamic system modeling. The results show that throughout 1972–2023, the transition of energy consumption and CO2 emissions showed significant dynamics. In the short term, CO2 emission lag, population density, GDP per capita, and new and renewable energy consumption have a significant effect on CO2 emissions. In the long term, population density, non-renewable energy consumption, new and renewable energy consumption, and FDI significantly affect CO2 emissions, and EKC hypothesis testing shows a U-shaped relationship. Furthermore, the forecast results show that, compared to the BAU scenario, the KEN scenario is able to reduce CO2 emissions from energy consumption in 2030, 2040, 2050, and 2060 by 4.68 percent, 24.62 percent, 42.12 percent, and 59.99 percent, respectively.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172930">
<title>Estimasi Nilai Kerugian Ekonomi Masyarakat Akibat Banjir Di Desa Datarnangka Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172930</link>
<description>Estimasi Nilai Kerugian Ekonomi Masyarakat Akibat Banjir Di Desa Datarnangka Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi
Asep
Desa Datarnangka di Kecamatan Sagaranten merupakan salah satu wilayah&#13;
yang paling terdampak kejadian banjir Desember tahun 2024. Banjir tersebut&#13;
menyebabkan kerusakan luas pada permukiman, fasilitas umum, serta&#13;
terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Bencana berulang ini&#13;
menuntut adanya pemahaman yang lebih komprehensif mengenai persepsi&#13;
masyarakat, besaran kerugian ekonomi yang ditimbulkan, serta strategi mitigasi&#13;
yang dapat diimplementasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi&#13;
persepsi masyarakat mengenai kejadian banjir, menghitung besaran nilai kerugian&#13;
ekonomi akibat banjir, serta memberikan rekomendasi strategi alternatif untuk&#13;
mengurangi dampak banjir. Metode yang digunakan meliputi analisis&#13;
menggunakan skala Likert, market based approach, Lost of earning, cost of illness,&#13;
analisis deskriptif dan PROMETHEE. Hasil penelitian menunjukan bahwa banjir&#13;
berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat dengan terganggunya&#13;
aktivitas, meningkatkan risiko kesehatan, serta menurunkan kualitas lingkungan&#13;
dan ekonomi. Total kerugian ekonomi masyarakat akibat banjir di Desa&#13;
Datarnangka yaitu sebesar Rp563.744.080,42. Kerugian tersebut didominasi oleh&#13;
kerugian langsung yang mencapai 84%. Serta sebesar 69% diantaranya merupakan&#13;
biaya perbaikan bangunan rumah. Kemudian strategi alternatif terbaik untuk&#13;
mengurangi dampak banjir adalah pembangunan tanggul sungai.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172904">
<title>Analisis Keberlanjutan Kelembagaan Kelompok Ternak Sapi Perah untuk Peningkatan Pendapatan (Studi Kasus: Kelompok Ternak Margo Mulyo, Desa Mundu, Klaten, Jawa Tengah)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172904</link>
<description>Analisis Keberlanjutan Kelembagaan Kelompok Ternak Sapi Perah untuk Peningkatan Pendapatan (Studi Kasus: Kelompok Ternak Margo Mulyo, Desa Mundu, Klaten, Jawa Tengah)
Tazkiya, Aryu
Desa Mundu merupakan sentra peternakan sapi perah di Kabupaten Klaten. Dalam perkembangannya, kelompok ternak Margo Mulyo 2 mengalami kerentanan akibat ketiadaan aturan formal dan wabah penyakit sehingga mengalami penurunan jumlah ternak dan pendapatan. Kondisi ini mendorong terbentuknya Kelompok Milenial yang diharapkan mampu menjalankan fungsi kelembagaan lebih efektif dalam peningkatan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi peran kelembagaan Kelompok Ternak Margo Mulyo dalam proses pembentukan Kelompok Ternak Milenial; (2) menganalisis pendapatan usaha ternak sapi perah pada Kelompok Ternak Margo Mulyo; dan (3) menganalisis status keberlanjutan (sustainability) Kelompok Ternak Margo Mulyo. Metode penelitian yang digunakan meliputi metode deskriptif, analisis pendapatan, dan analisis Multidimensional Scaling (MDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Ternak Milenial terbentuk melalui proses regenerasi kelembagaan sebagai respon terhadap kebutuhan inovasi dan keterlibatan generasi muda. Produksi susu sapi di Desa Mundu masih menguntungkan karena nilai R/C ratio lebih dari satu. Dimensi ekologi memperoleh nilai tertinggi sebesar 79,13 dengan status berkelanjutan, sementara dimensi lainnya tergolong cukup berkelanjutan.; Mundu Village is a dairy farming center in Klaten Regency. The Margo Mulyo 2 group faced vulnerability due to informal management and disease outbreaks, leading to the formation of the Millennium Group for more effective institutional functions and income improvement. This study aims to: (1) identify the institutional role in forming the Millennium Group, (2) analyze dairy farming income, and (3) assess the sustainability status. Methods include descriptive analysis, income analysis, and Multidimensional Scaling (MDS). Results show that the Millennium Group emerged through institutional regeneration driven by the need for innovation and youth involvement. Dairy production remains profitable with an R/C ratio greater than one. Sustainability analysis reveals the ecological dimension as the highest (79.13, sustainable), while other dimensions are moderately sustainable. The institutional role is vital in transforming individual businesses into collective ones, ensuring long-term sustainability through crossgenerational collaboration and structured resource management.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
