<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/96">
<title>UT - Agribusiness</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/96</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173299"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173298"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173289"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173277"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-06-11T20:22:35Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173299">
<title>Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Pelaku UMKM Agribisnis dalam Menggunakan E-commerce</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173299</link>
<description>Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Pelaku UMKM Agribisnis dalam Menggunakan E-commerce
ZAHRA, ILMI
Perkembangan teknologi digital telah mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agribisnis untuk memanfaatkan e-commerce sebagai saluran penjualan, namun pemanfaatannya masih terbatas karena berbagai hambatan seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan modal, dan kurangnya tenaga kerja terampil, sehingga perlu dilakukan analisis terhadap faktor-faktor yang memengaruhinya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan UMKM agribisnis dalam menggunakan e-commerce. Penelitian ini menggunakan data sekunder Survei E-Commerce 2024 oleh BPS dengan total sampel sebanyak 18.393 unit usaha. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif dan regresi logistik biner terpisah pada beberapa saluran e-commerce, yaitu website, e-mail, pesan instan, media sosial, dan marketplace. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang secara konsisten berpengaruh signifikan terhadap penggunaan seluruh saluran e-commerce adalah lama UMKM menggunakan e-commerce, kepemilikan komputer, dan metode pembayaran. Sementara itu, faktor usia pelaku UMKM, jenis kelamin pelaku UMKM, pendidikan formal pelaku UMKM, bentuk badan hukum, jumlah tenaga kerja, modal, dan jumlah transaksi tidak berpengaruh signifikan secara konsisten terhadap penggunaan seluruh saluran e-commerce.; The development of digital technology has encouraged agribusiness Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to utilize e-commerce as a sales channel. However, its utilization is still limited due to various obstacles such as low digital literacy, limited capital, and a lack of skilled labor. Therefore, an analysis of the influencing factors is necessary. Therefore, this study aims to identify factors that influence agribusiness MSMEs' decisions to use e-commerce. This study uses secondary data from the 2024 E-Commerce Survey by BPS with a total sample of 18.393 business units. Data analysis was conducted using descriptive methods and separate binary logistic regression on several e-commerce channels, namely websites, e-mail, instant messaging, social media, and marketplaces. The results show that factors that consistently have a significant influence on the use of all e-commerce channels are the length of time MSMEs have used e-commerce, computer ownership, and payment methods. Meanwhile, the age of MSME actors, gender of MSME actors, formal education of MSME actors, form of legal entity, number of workers, capital, and number of transactions do not have a consistent significant effect on the use of all e-commerce channels.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173298">
<title>Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Pelaku UMKM Agribisnis dalam Menggunakan E-commerce</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173298</link>
<description>Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Pelaku UMKM Agribisnis dalam Menggunakan E-commerce
ZAHRA, ILMI
Perkembangan teknologi digital telah mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agribisnis untuk memanfaatkan e-commerce sebagai saluran penjualan, namun pemanfaatannya masih terbatas karena berbagai hambatan seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan modal, dan kurangnya tenaga kerja terampil, sehingga perlu dilakukan analisis terhadap faktor-faktor yang memengaruhinya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan UMKM agribisnis dalam menggunakan e-commerce. Penelitian ini menggunakan data sekunder Survei E-Commerce 2024 oleh BPS dengan total sampel sebanyak 18.393 unit usaha. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif dan regresi logistik biner terpisah pada beberapa saluran e-commerce, yaitu website, e-mail, pesan instan, media sosial, dan marketplace. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang secara konsisten berpengaruh signifikan terhadap penggunaan seluruh saluran e-commerce adalah lama UMKM menggunakan e-commerce, kepemilikan komputer, dan metode pembayaran. Sementara itu, faktor usia pelaku UMKM, jenis kelamin pelaku UMKM, pendidikan formal pelaku UMKM, bentuk badan hukum, jumlah tenaga kerja, modal, dan jumlah transaksi tidak berpengaruh signifikan secara konsisten terhadap penggunaan seluruh saluran e-commerce.; The development of digital technology has encouraged agribusiness Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to utilize e-commerce as a sales channel. However, its utilization is still limited due to various obstacles such as low digital literacy, limited capital, and a lack of skilled labor. Therefore, an analysis of the influencing factors is necessary. Therefore, this study aims to identify factors that influence agribusiness MSMEs' decisions to use e-commerce. This study uses secondary data from the 2024 E-Commerce Survey by BPS with a total sample of 18.393 business units. Data analysis was conducted using descriptive methods and separate binary logistic regression on several e-commerce channels, namely websites, e-mail, instant messaging, social media, and marketplaces. The results show that factors that consistently have a significant influence on the use of all e-commerce channels are the length of time MSMEs have used e-commerce, computer ownership, and payment methods. Meanwhile, the age of MSME actors, gender of MSME actors, formal education of MSME actors, form of legal entity, number of workers, capital, and number of transactions do not have a consistent significant effect on the use of all e-commerce channels.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173289">
<title>Dampak Adopsi Digital Marketing Terhadap Kinerja Usaha Mikro dan Kecil Industri Makanan di Indonesia</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173289</link>
<description>Dampak Adopsi Digital Marketing Terhadap Kinerja Usaha Mikro dan Kecil Industri Makanan di Indonesia
VIOLINA, VANNISA AYU EKTA
Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya pengguna internet di Indonesia membuka peluang besar bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK), khususnya sektor industri makanan untuk mengembangkan pemasarannya melalui digital marketing. Namun, tingkat adopsi internet oleh UMK tergolong rendah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh karakteristik pelaku usaha dan karakteristik usaha terhadap keputusan adopsi digital marketing pada usaha mikro dan kecil industri makanan di Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder Survei Industri Mikro dan Kecil (IMK) tahun 2023. Metode analisis meliputi regresi logistik biner dan Propensity Score Matching (PSM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan UMK industri makanan dalam mengadopsi digital marketing adalah jenis kelamin, umur pelaku usaha, tingkat pendidikan, pelatihan, inovasi, klasifikasi skala usaha, umur usaha, dan lokasi usaha. Selain itu, adopsi digital marketing terbukti memiliki dampak positif signifikan terhadap kinerja usaha yang diukur melalui penerimaan, biaya, dan keuntungan.; The development of digital technology and the increasing number of internet users in Indonesia has opened up great opportunities for Micro and Small Enterprises (MSEs), particularly in the food industry sector, to expand their marketing through digital marketing. However, the rate of internet adoption among MSEs remains relatively low. The purpose of this study is to analyze the influence of business owner characteristics and business characteristics on the decision to adopt digital marketing among micro and small enterprises in the food industry in Indonesia. The data used are secondary data from the 2023 Micro and Small Industry (MSI) Survey. The analytical methods include binary logistic regression and Propensity Score Matching (PSM). The results of this study indicate that the factors that significantly influence the decision of food industry MSEs to adopt digital marketing are gender, business owner age, education level, training, innovation, business scale classification, business age, and business location. Furthermore, the adoption of digital marketing is proven to have a significant positive impact on business performance as measured through revenue, costs, and profit.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173277">
<title>Pengaruh Pola Kemitraan terhadap Nilai Tambah Usaha Industri Mikro dan Kecil (IMK) Makanan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173277</link>
<description>Pengaruh Pola Kemitraan terhadap Nilai Tambah Usaha Industri Mikro dan Kecil (IMK) Makanan
Muhammad, Sabila Yassaroh
Industri makanan memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional, baik dari sisi jumlah pelaku usaha, persebaran wilayah, maupun kontribusinya terhadap nilai tambah sektor manufaktur. Namun, pelaku usaha masih menghadapi berbagai kendala seperti meningkatnya persaingan dan tuntutan konsumen yang semakin dinamis. Kemitraan usaha menjadi salah satu strategi untuk mendukung pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pola kemitraan terhadap nilai tambah Industri Mikro dan Kecil (IMK) sektor makanan. Data yang digunakan merupakan data sekunder Survei IMK 2023 dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan 26.025 unit usaha. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan variabel kemitraan serta variabel kontrol, yaitu lama usaha, skala usaha, pendidikan pemilik, umur pengusaha, penggunaan penjualan online, dan kepemilikan sertifikasi halal. Hasil menunjukkan bahwa kemitraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai tambah. Usaha yang bermitra memiliki nilai tambah sekitar 37 persen lebih tinggi dibandingkan yang tidak bermitra. Pola inti–plasma memberikan pengaruh terbesar, diikuti perdagangan umum dan bagi hasil, sedangkan pola lainnya tidak signifikan.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
