<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95">
<title>UF - Nutrition Science</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/95</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174035"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174034"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174033"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174028"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-09T06:20:50Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174035">
<title>Pengukuran Indeks Kekenyangan pada Mi Berbahan Sagu dan Kacang Bambara dengan Penambahan Kluwek</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174035</link>
<description>Pengukuran Indeks Kekenyangan pada Mi Berbahan Sagu dan Kacang Bambara dengan Penambahan Kluwek
Rizani, Mahlinda
Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan global yang didorong tingginya konsumsi mi instan berbasis tepung terigu yang rendah serat dan memberikan efek kenyang singkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan gizi dan satiety index mi berbahan sagu (Metroxylon sagu) dan kacang bambara (Vigna subterranea) dengan penambahan kluwek dibandingkan mi komersial, menggunakan roti putih sebagai referensi. Desain semi-crossover study dilaksanakan di IPB University pada Oktober–Desember 2025 dengan 18 mahasiswa ber-IMT normal (18,5–22,9 kg/m²) sebagai subjek. Formula terpilih adalah F2 (substitusi tepung komposit sagu dan kacang bambara 24%). Tingkat kekenyangan diukur menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) pada menit ke-0, 30, 60, 90, 120, 150, dan 180 pascakonsumsi isokalori 240 kkal. Satiety index dihitung dari rasio Area Under Curve (AUC) metode trapezoid. Mi kluwek memiliki kandungan serat tertinggi (11,21 g/240 kkal) dengan keinginan makan lebih rendah secara signifikan dibandingkan mi komersial (p&lt;0,05). Satiety index mi kluwek (114,59±15,82) lebih tinggi dibandingkan mi komersial (99,69±21,56) dengan p=0,046. Tidak terdapat hubungan antara kandungan gizi makro dengan skor satiety maupun satiety index. Mi kluwek berpotensi sebagai pangan fungsional untuk pengendalian berat badan dan pencegahan obesitas.; Obesity is a major global health concern, partly driven by high consumption of wheat-based instant noodles that are low in dietary fiber and provide short-term satiety. This study aimed to analyze the nutritional composition and satiety index of noodles formulated from sago (Metroxylon sagu) and bambara groundnut (Vigna subterranea) with kluwek addition, compared to commercial noodles using white bread as reference. A semi-crossover study was conducted at IPB University (October–December 2025) involving 18 normal-BMI university students (18.5-22.9 kg/m²). The selected formula (F2) incorporated 24% composite sago and bambara groundnut flour substitution. Satiety was assessed via Visual Analogue Scale (VAS) at minutes 0, 30, 60, 90, 120, 150, and 180 post-isocaloric consumption (240 kcal), with satiety index calculated from the Area Under the Curve (AUC) using the trapezoid method. Kluwek noodles exhibited the highest dietary fiber content (11.21 g/240 kcal) and significantly lower desire to eat than commercial noodles (p&lt;0.05). The satiety index of kluwek noodles (114.59±15.82) was significantly higher than commercial noodles (99.69±21.56; p=0.046). No significant association was found between macronutrient content and satiety scores or satiety index. Kluwek noodles show promise as a functional food for weight &#13;
management and obesity prevention.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174034">
<title>Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan  dan Kebiasaan Makan Pada Mahasiswa Tingkat I IPB</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174034</link>
<description>Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan  dan Kebiasaan Makan Pada Mahasiswa Tingkat I IPB
ANWAR, FADHIL
Perilaku pemilihan dan kebiasaan makan remaja dipengaruhi oleh berbagai &#13;
faktor, termasuk karakteristik subjek, keluarga, pengetahuan gizi, paparan media &#13;
sosial, serta uang jajan. Perubahan gaya hidup dan tingginya paparan konten &#13;
makanan di media sosial turut berpotensi memengaruhi pola konsumsi remaja. &#13;
Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan dan pengaruh faktor-faktor &#13;
tersebut terhadap pemilihan dan kebiasaan makan. Metode yang digunakan berupa &#13;
desain cross-sectional dengan 96 mahasiswa/i asrama sebagai sampel, &#13;
menggunakan kuesioner karakteristik, pengetahuan gizi, FCQ, AFHC, dan SQ-FFQ, &#13;
serta analisis korelasi dan regresi logistik biner. Hasil menunjukkan mayoritas &#13;
responden perempuan berusia 18 tahun dengan pengetahuan gizi kategori sedang, &#13;
perilaku menonton konten makanan cukup tinggi terutama di TikTok, kebiasaan &#13;
makan tergolong sehat namun kecukupan energi dan zat gizi masih banyak yang &#13;
defisit. Analisis regresi mengungkap bahwa jenis kelamin berpengaruh signifikan &#13;
terhadap pemilihan makanan, sedangkan kebiasaan makan dipengaruhi oleh &#13;
pengetahuan gizi, durasi menonton konten dan pendidikan ibu. Kesimpulannya, &#13;
pemilihan makanan remaja dipengaruhi faktor gender, sementara kebiasaan makan &#13;
lebih ditentukan oleh pengetahuan gizi, durasi dan faktor keluarga.; Adolescents’ food choices and eating habits are influenced by various factors, &#13;
including individual and family characteristics, nutritional knowledge, exposure to &#13;
social media, and allowance. Changes in lifestyle and high exposure to food-related &#13;
content on social media also have the potential to influence adolescents’ &#13;
consumption patterns. The objective of this study was to analyze the relationship &#13;
and influence of these factors on food choices and eating habits. The method used &#13;
was a cross-sectional design with 96 dormitory students as the sample, employing &#13;
questionnaires on demographic characteristics, nutritional knowledge, the Food &#13;
Frequency Questionnaire (FCQ), the Adolescent Food Habits Questionnaire &#13;
(AFHC), and the Shortened Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), along with &#13;
correlation analysis and binary logistic regression. The results showed that the &#13;
majority of female respondents aged 18 had moderate nutritional knowledge, &#13;
exhibited relatively high food content viewing behavior particularly on TikTok and &#13;
had eating habits classified as healthy; however, many still had deficits in energy &#13;
and nutrient intake. Regression analysis revealed that gender significantly &#13;
influenced food selection, while eating habits were influenced by nutritional &#13;
knowledge, duration and mother’s education . In conclusion, adolescents’ food &#13;
choices are influenced by gender, while eating habits are more determined by &#13;
nutritional knowledge, duration and family factors.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174033">
<title>Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan  dan Kebiasaan Makan Pada Mahasiswa Tingkat I IPB</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174033</link>
<description>Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan  dan Kebiasaan Makan Pada Mahasiswa Tingkat I IPB
ANWAR, FADHIL
Perilaku pemilihan dan kebiasaan makan remaja dipengaruhi oleh berbagai &#13;
faktor, termasuk karakteristik subjek, keluarga, pengetahuan gizi, paparan media &#13;
sosial, serta uang jajan. Perubahan gaya hidup dan tingginya paparan konten &#13;
makanan di media sosial turut berpotensi memengaruhi pola konsumsi remaja. &#13;
Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan dan pengaruh faktor-faktor &#13;
tersebut terhadap pemilihan dan kebiasaan makan. Metode yang digunakan berupa &#13;
desain cross-sectional dengan 96 mahasiswa/i asrama sebagai sampel, &#13;
menggunakan kuesioner karakteristik, pengetahuan gizi, FCQ, AFHC, dan SQ-FFQ, &#13;
serta analisis korelasi dan regresi logistik biner. Hasil menunjukkan mayoritas &#13;
responden perempuan berusia 18 tahun dengan pengetahuan gizi kategori sedang, &#13;
perilaku menonton konten makanan cukup tinggi terutama di TikTok, kebiasaan &#13;
makan tergolong sehat namun kecukupan energi dan zat gizi masih banyak yang &#13;
defisit. Analisis regresi mengungkap bahwa jenis kelamin berpengaruh signifikan &#13;
terhadap pemilihan makanan, sedangkan kebiasaan makan dipengaruhi oleh &#13;
pengetahuan gizi, durasi menonton konten dan pendidikan ibu. Kesimpulannya, &#13;
pemilihan makanan remaja dipengaruhi faktor gender, sementara kebiasaan makan &#13;
lebih ditentukan oleh pengetahuan gizi, durasi dan faktor keluarga.; Adolescents’ food choices and eating habits are influenced by various factors, &#13;
including individual and family characteristics, nutritional knowledge, exposure to &#13;
social media, and allowance. Changes in lifestyle and high exposure to food-related &#13;
content on social media also have the potential to influence adolescents’ &#13;
consumption patterns. The objective of this study was to analyze the relationship &#13;
and influence of these factors on food choices and eating habits. The method used &#13;
was a cross-sectional design with 96 dormitory students as the sample, employing &#13;
questionnaires on demographic characteristics, nutritional knowledge, the Food &#13;
Frequency Questionnaire (FCQ), the Adolescent Food Habits Questionnaire &#13;
(AFHC), and the Shortened Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), along with &#13;
correlation analysis and binary logistic regression. The results showed that the &#13;
majority of female respondents aged 18 had moderate nutritional knowledge, &#13;
exhibited relatively high food content viewing behavior particularly on TikTok and &#13;
had eating habits classified as healthy; however, many still had deficits in energy &#13;
and nutrient intake. Regression analysis revealed that gender significantly &#13;
influenced food selection, while eating habits were influenced by nutritional &#13;
knowledge, duration and mother’s education . In conclusion, adolescents’ food &#13;
choices are influenced by gender, while eating habits are more determined by &#13;
nutritional knowledge, duration and family factors.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174028">
<title>Pengembangan dan Evaluasi Sensori Nasi Rempah Instan Sumber Serat dengan Penambahan Ayam dan Jamur Kuping</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174028</link>
<description>Pengembangan dan Evaluasi Sensori Nasi Rempah Instan Sumber Serat dengan Penambahan Ayam dan Jamur Kuping
Nabila, Alifa Qonita
Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkaitan dengan&#13;
tingginya konsumsi pangan praktis rendah serat. Pengembangan pangan instan&#13;
sumber serat diperlukan untuk mendukung pola makan yang lebih sehat. Penelitian&#13;
ini bertujuan mengembangkan nasi rempah instan dengan penambahan daging&#13;
ayam dan jamur kuping serta menentukan formulasi terbaik berdasarkan&#13;
karakteristik sensori dan kandungan gizinya. Empat formulasi yang digunakan&#13;
yaitu F1 (100% daging ayam), F2 (75% daging ayam:25% jamur kuping), F3 (25%&#13;
daging ayam:75% jamur kuping), dan F4 (100% jamur kuping). Evaluasi sensori&#13;
dilakukan melalui uji hedonik pada 30 panelis semi terlatih dan uji intensitas atribut&#13;
pada 10 panelis terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan proporsi&#13;
daging ayam dan jamur kuping berpengaruh nyata (p&lt;0,05) terhadap seluruh atribut&#13;
sensori. Formulasi F3 memperoleh nilai penerimaan keseluruhan tertinggi sebesar&#13;
8,00±0,74. Formula F3 mengandung protein 10,97%, lemak 0,50%, karbohidrat&#13;
87,34%, energi 395,92 kkal/100 g, dan serat pangan total 10,27% (bk). Pada takaran&#13;
saji 90 g, formula F3 mengandung 2,78 g serat pangan total sehingga memenuhi&#13;
persyaratan klaim sumber serat. Berdasarkan karakteristik sensori dan kandungan&#13;
gizinya, F3 dipilih sebagai formulasi terbaik.; Obesity is a growing health problem associated with the consumption of&#13;
convenient foods that are generally low in dietary fiber. This study aimed to develop&#13;
fiber-enriched instant spiced rice with the addition of chicken and wood ear&#13;
mushroom and to determine the best formulation based on sensory characteristics&#13;
and nutritional composition. Four formulations were evaluated: F1 (100% chicken),&#13;
F2 (75% chicken:25% wood ear mushroom), F3 (25% chicken:75% wood ear&#13;
mushroom), and F4 (100% wood ear mushroom). Sensory evaluation was&#13;
conducted using a hedonic test with 30 semi-trained panelists and an attribute&#13;
intensity test with 10 trained panelists. The results showed that formulation&#13;
significantly affected (p&lt;0.05) all sensory attributes. Formulation F3 achieved the&#13;
highest overall acceptability score (8.00±0.74). F3 contained 10.97% protein,&#13;
0.50% fat, 87.34% carbohydrate, 395.92 kcal/100 g energy, and 10.27% total&#13;
dietary fiber (dry basis). At a serving size of 90 g, F3 provided 2.78 g total dietary&#13;
fiber and qualified for a “source of fiber” claim. Therefore, F3 was selected as the&#13;
best formulation.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
