<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94">
<title>UF - Family and Consumer Sciences</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180109"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179799"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179785"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179681"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-10-15T03:25:21Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180109">
<title>Pengaruh Peer Influence terhadap Frugal Behaviour melalui Religiositas dan Financial Self-Efficacy</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180109</link>
<description>Pengaruh Peer Influence terhadap Frugal Behaviour melalui Religiositas dan Financial Self-Efficacy
Prawiraatmaja, Nadiva Amanda
Frugal behaviour penting dikaji pada dewasa muda karena tingginya paparan pengaruh sosial dan kompleksitas pengambilan keputusan keuangan pada fase emerging adulthood. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik responden dengan peer influence, religiositas, financial self-efficacy, dan frugal behaviour, serta pengaruh langsung dan tidak langsung antarvariabel pada dewasa muda di Jabodetabek. Penelitian menggunakan desain cross-sectional study dengan metode survei terhadap 250 responden berusia 18–25 tahun yang dipilih melalui voluntary sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji korelasi, dan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil menunjukkan bahwa financial self-efficacy berpengaruh positif signifikan terhadap frugal behaviour, sedangkan peer influence dan religiositas tidak berpengaruh langsung terhadap frugal behaviour. peer influence dan religiositas berpengaruh positif signifikan terhadap financial self-efficacy, yang memediasi pengaruh keduanya terhadap frugal behaviour. Dengan demikian, financial self-efficacy berperan penting dalam pembentukan frugal behaviour pada dewasa muda.; Frugal behaviour is important to examine among young adults due to their high exposure to social influence and the complexity of financial decision-making during emerging adulthood. This study aimed to analyze the relationships between respondents’ characteristics and peer influence, religiosity, financial self-efficacy, and frugal behaviour, as well as the direct and indirect effects among these variables among young adults in the Jabodetabek area. A cross-sectional study design with a survey method was employed involving 250 respondents aged 18–25 years selected through voluntary sampling. Data were analyzed using descriptive analysis, correlation tests, and Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM- PLS). The results showed that financial self-efficacy had a significant positive effect on frugal behaviour, whereas peer influence and religiosity had no direct effect on frugal behaviour. Peer influence and religiosity had significant positive effects on financial self-efficacy, which mediated their effects on frugal behaviour. Thus, financial self-efficacy plays an important role in shaping frugal behaviour among young adults.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179799">
<title>Pengaruh Konflik Kerja-Keluarga dan Keberfungsian Keluarga Terhadap Kesejahteraan Subjektif Keluarga pada Pekerja Hybrid</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179799</link>
<description>Pengaruh Konflik Kerja-Keluarga dan Keberfungsian Keluarga Terhadap Kesejahteraan Subjektif Keluarga pada Pekerja Hybrid
Sugiri, Nisrina Agisya
Penerapan sistem kerja hybrid memberikan fleksibilitas baru, tetapi berpotensi mengaburkan batas antara pekerjaan dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik kerja-keluarga dan keberfungsian keluarga terhadap kesejahteraan subjektif pada pekerja hybrid. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 pekerja hybrid yang berasal dari keluarga dual earner dan memiliki anak berusia 0-6 tahun, dengan cakupan pengambilan data di wilayah Jabodetabek. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa keberfungsian keluarga berpengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif. Karakteristik seperti besar keluarga dan usia responden berpengaruh positif signifikan sedangkan, usia pasangan dan durasi jam kerja di rumah berpengaruh negatif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan keberfungsian keluarga serta pengelolaan batas waktu kerja untuk mendukung kesejahteraan subjektif pekerja hybrid.; The implementation of a hybrid work system offers new flexibility but has the potential to blur the line between work and family. This study aims to analyze the influence of work-family conflict and family functioning on the family subjective well-being of hybrid workers. This is a quantitative study with a cross-sectional design. The sampling technique used purposive sampling, with a sample size of 100 hybrid workers from dual earner families with children aged 0–6 years, with data collection conducted in the Jabodetabek area. The regression test results showed that family functioning had a significant positive effect on family subjective well-being. Characteristics such as family size and the respondents’ age had a significant positive effect, whereas the partners’ age and the number of hours worked at home had a significant negative effect on family subjective well-being. These findings show the importance of strengthening family functioning and managing work-life balance to support the subjective well-being of hybrid workers.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179785">
<title>Pengaruh Impulsivitas dan Konformitas Teman Sebaya terhadap  Pengambilan Keputusan Bermain Gim Daring pada Remaja</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179785</link>
<description>Pengaruh Impulsivitas dan Konformitas Teman Sebaya terhadap  Pengambilan Keputusan Bermain Gim Daring pada Remaja
Riadi, Femas Wahyu
Perkembangan teknologi digital dan perluasan akses internet di Indonesia telah meningkatkan fenomena bermain gim daring. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik remaja, karakteristik orang tua, impulsivitas, dan konformitas teman sebaya terhadap pengambilan keputusan dalam bermain gim daring pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory study dan melibatkan 183 remaja dari tiga sekolah di Kabupaten Bogor. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan variabel berada pada kategori rendah. Selain itu, hasil uji hubungan menunjukkan bahwa karakteristik remaja berhubungan dengan attentional impulsiveness, pengambilan keputusan rasional dan intuitif. Analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan antara jenis kelamin terhadap pengambilan keputusan rasional dan intuitif, dan pengaruh negatif signifikan attentional impulsiveness dan konformitas teman sebaya terhadap pengambilan keputusan rasional, dengan Adjusted R-Square sebesar 28,2 persen pada pengambilan keputusan rasional dan 12,4 persen pada pengambilan keputusan intuitif.; The development of digital technology and the expansion of internet access in Indonesia have contributed to the growing phenomenon of online gaming. This study aimed to analyze the effects of adolescent characteristics, parental characteristics, impulsivity, and peer conformity on decision-making in online gaming among adolescents. This study employed a quantitative approach with an explanatory study design and involved 183 adolescents from three schools in Bogor Regency. Data were collected using questionnaires and analyzed using SPSS. The results showed that all variables were categorized as low. Furthermore, the correlation analysis indicated that adolescent characteristics were significantly associated with attentional impulsiveness and rational and intuitive decision-making. Regression analysis showed a significant positive effect of gender on rational and intuitive decision-making, as well as significant negative effects of attentional impulsiveness and peer conformity on rational decision-making, with Adjusted R-squared values of 28,2 percent on rational decision-making and 12,4 percent on intuitive decision-making.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179681">
<title>Pengaruh Religiositas dan Kecerdasan Emosional terhadap Kesiapan Berkeluarga pada Dewasa Muda yang Bekerja</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179681</link>
<description>Pengaruh Religiositas dan Kecerdasan Emosional terhadap Kesiapan Berkeluarga pada Dewasa Muda yang Bekerja
Purnama, Novianty
Pernikahan sebagai komitmen jangka panjang menuntut kesiapan yang matang, baik secara fisik, psikologis, maupun spiritual, terutama bagi dewasa muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh religiositas dan kecerdasan emosional terhadap kesiapan berkeluarga pada dewasa muda yang bekerja di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 100 dewasa muda berusia 20–29 tahun yang bekerja dan belum menikah, dipilih melalui purposive sampling secara voluntary melalui penyebaran kuesioner daring. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, korelasi, dan regresi. Lama pendidikan dewasa muda dan orang tua berhubungan positif signifikan dengan dimensi ideologi religiositas. Besar keluarga berhubungan positif signifikan dengan dimensi praktik publik. Tidak terdapat karakteristik yang berhubungan signifikan dengan kecerdasan emosional. eligiositas dan kecerdasan emosional berhubungan positif dan signifikan dengan kesiapan berkeluarga serta berpengaruh signifikan terhadap kesiapan berkeluarga. Lama pendidikan ibu berpengaruh negatif signifikan terhadap kesiapan berkeluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan religiositas dan kecerdasan emosional dapat mendukung kesiapan dewasa muda bekerja dalam membangun kehidupan berkeluarga.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
