<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94">
<title>UT - Family and Consumer Sciences</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173327"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173323"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173301"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173247"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-06-19T23:11:44Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173327">
<title>Pengaruh Kesadaran Lingkungan, Budaya, Pemasaran Hijau, dan Eco-label terhadap Sikap dan Perilaku Konsumsi Berkelanjutan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173327</link>
<description>Pengaruh Kesadaran Lingkungan, Budaya, Pemasaran Hijau, dan Eco-label terhadap Sikap dan Perilaku Konsumsi Berkelanjutan
Ray, Nurhamidah
Perilaku konsumsi berkelanjutan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesadaran lingkungan, budaya, pemasaran hijau, dan eco-label terhadap sikap dan perilaku konsumsi berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei online dan in-depth interview. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2025. Survei melibatkan 400 orang responden dengan menggunakan teknik voluntary sampling. Analisis data statistika deskriptif dan SEM pada penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS 25 dan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan dan pemasaran hijau berpengaruh signifikan dalam membentuk sikap positif terhadap produk berkelanjutan. Namun, budaya dan eco-label tidak berpengaruh positif signifikan terhadap sikap dan perilaku konsumsi berkelanjutan. Uji hipotesis membuktikan bahwa sikap atas produk berkelanjutan berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku konsumsi berkelanjutan. Adapun perilaku konsumsi berkelanjutan pada penelitian ini terkategori sedang, mengindikasikan terdapat faktor lain seperti harga, kenyamanan, dan norma sosial dapat memengaruhi hubungan antara sikap dan perilaku konsumsi berkelanjutan. Dengan demikian, penguatan sikap positif terhadap produk berkelanjutan melalui peningkatan kesadaran lingkungan, pemasaran hijau, sosialisasi eco-label, dan didukung dengan regulasi kebijakan dalam pengaturan harga serta aksesibilitas produk dapat mendorong perilaku konsumsi berkelanjutan secara optimal.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173323">
<title>Pengaruh Gamifikasi, Social Media Influence, dan Faktor Emosional terhadap Pembelian Impulsif dan Perilaku Belanja</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173323</link>
<description>Pengaruh Gamifikasi, Social Media Influence, dan Faktor Emosional terhadap Pembelian Impulsif dan Perilaku Belanja
IZZATI, NURINA LAILI
Pesatnya perkembangan e-commerce di Indonesia mendorong perubahan perilaku konsumen yang dipengaruhi oleh berbagai stimulus digital, seperti gamifikasi dan social media influence. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gamifikasi, social media influence, dan faktor emosional terhadap pembelian impulsif dan perilaku belanja. Penelitian ini melibatkan 340 responden dengan teknik voluntary sampling dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamifikasi dan social media influence berpengaruh signifikan terhadap faktor emosional dan pembelian impulsif, tetapi tidak berpengaruh langsung terhadap perilaku belanja. Selain itu, faktor emosional terbukti dapat mendorong pembelian impulsif dan perilaku belanja, sedangkan pembelian impulsif berpengaruh signifikan terhadap perilaku belanja. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku konsumen digital lebih dipengaruhi oleh respons emosional dibandingkan pertimbangan rasional, serta memperkuat peran emosi sebagai mediator dalam kerangka Stimulus-Organism-Response (S-O-R).
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173301">
<title>Pengaruh Sikap tentang Pernikahan dan Dukungan Sosial terhadap Keinginan Menikah Mahasiswa di Bogor</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173301</link>
<description>Pengaruh Sikap tentang Pernikahan dan Dukungan Sosial terhadap Keinginan Menikah Mahasiswa di Bogor
SETIONO, QANITA INDRIANI
Faktor yang memengaruhi dewasa muda untuk menginginkan pernikahan meliputi keyakinan tentang pernikahan dan dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh sikap tentang pernikahan dan dukungan sosial terhadap keinginan menikah pada mahasiswa di Bogor. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 219 mahasiswa yang belum menikah dan berusia 19-24 tahun. Analisis data meliputi uji deskriptif, korelasional, Independent T-test, dan PLS-SEM. Temuan menunjukkan bahwa di antara variabel demografis, status hubungan, usia orang tua, dan tingkat pendidikan ibu berkorelasi positif dengan keinginan menikah mahasiswa. Sebaliknya, urutan kelahiran, khususnya anak sulung, berkorelasi negatif dengan keinginan menikah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap tentang pernikahan dan dukungan sosial secara signifikan memengaruhi keinginan untuk menikah. Penelitian ini penting bagi mahasiswa, orang tua, institusi pendidikan, dan pemangku kebijakan untuk meningkatkan keinginan dewasa muda untuk menikah.; Young adults’ factors influencing their drive to marry include views on marriage and social support system. This study aims to examine the effect of marital attitudes and perceived social support on the drive to marry among college students in Bogor. Using a quantitative approach, this study involved 219 unmarried college students aged 19-24. The data analysis includes descriptive, correlational, t-test and PLS-SEM tests. The findings reveal that among the demographic variables, relationship status, parents’ current age, and mothers’ educational attainment are positively correlated to college students’ drive to marry. On the contrary, birth order, specifically first-born, is negatively correlated with marital intention. The result suggests that both marrital attitudes and social support significantly influence the intent to marry. This study is essential for students, parents, schools, and stakeholders to improve the young adult’s desire to enter marriage.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173247">
<title>Pengaruh  Kekhawatiran Privasi, Manfaat, Trade-off, dan Respons terhadap Reaktan  Psikologis dan Kerentanan dalam Iklan Digital E-Commerce</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173247</link>
<description>Pengaruh  Kekhawatiran Privasi, Manfaat, Trade-off, dan Respons terhadap Reaktan  Psikologis dan Kerentanan dalam Iklan Digital E-Commerce
Agustin, Triana
Peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia mendorong pertumbuhan pemanfaatan internet sebagai sumber informasi dan pemasaran berbasis iklan digital, yang memunculkan isu kerentanan konsumen. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh kekhawatiran privasi, manfaat, trade-off privacy vs. personalization dan respons konsumen terhadap reaktan psikologis dan kerentanan dalam iklan digital e-commerce. Desain cross sectional dengan teknik survei daring melibatkan 330 responden pengguna e-commerce di Indonesia yang dipilih secara voluntary sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan aplikasi SPSS dan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat berpengaruh positif signifikan terhadap trade-off privacy vs. personalization, sedangkan kekhawatiran privasi tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan adanya fenomena privacy paradox. Respons konsumen berpengaruh positif signifikan terhadap reaktan psikologis, dan reaktan psikologis berpengaruh positif signifikan terhadap kerentanan konsumen. Respons konsumen tidak berpengaruh langsung terhadap kerentanan, namun berpengaruh secara tidak langsung melalui reaktan psikologis sebagai mediator. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kerentanan konsumen dalam ekosistem digital lebih banyak terbentuk melalui proses psikologis internal dibandingkan dengan respons awal terhadap iklan.; The increase in the number of internet users in Indonesia has driven the growth of internet utilization as a source of information and digital advertising-based marketing, raising issues of consumer vulnerability. The aim of this research is to analyze the influence of privacy concerns, benefits, privacy vs. personalization trade-off, and consumer responses on psychological reactance and vulnerability in e-commerce digital advertising. A cross-sectional design with an online survey technique involved 330 e-commerce users in Indonesia selected through voluntary sampling. Data were analyzed using descriptive statistics with the aid of SPSS and Structural Equation Modeling (SEM) using SmartPLS. The results show that perceived benefits have a significant positive effect on the privacy vs. personalization trade-off, while privacy concerns do not have a significant effect. These findings indicate the existence of the privacy paradox phenomenon. Consumer responses have a significant positive effect on psychological reactance, and psychological reactance has a significant positive effect on consumer vulnerability. Consumer responses do not have a direct effect on vulnerability, but have an indirect effect through psychological reactance as a mediator. These findings indicate that consumer vulnerability in the digital ecosystem is shaped more by internal psychological processes than by initial responses to advertising.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
