<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94">
<title>UT - Family and Consumer Sciences</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172770"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172423"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172422"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172269"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-09T17:32:04Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172770">
<title>Analisis Minat Beli Sepeda Motor Listrik pada Generasi Milenial Menggunakan Extended Theory of Planned Behavior</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172770</link>
<description>Analisis Minat Beli Sepeda Motor Listrik pada Generasi Milenial Menggunakan Extended Theory of Planned Behavior
Buntoro, Elsa Averina
Sepeda motor listrik menawarkan solusi ramah lingkungan dalam mobilitas. Generasi milenial memiliki potensi untuk keberlanjutan lingkungan di masa depan dari perilaku konsumsi ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan extended theory of planned behavior yang menjelaskan dan memprediksi perilaku seseorang berdasarkan niat untuk mengadaptasi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh environmental awareness, sikap, norma subyektif, perceived behavioral control, perceived value, dan reasonable price terhadap minat beli sepeda motor listrik pada generasi milenial. Penelitian kuantitatif menggunakan kuesioner ini melibatkan sebanyak 245 responden dengan rentang usia 29 hingga 44 tahun di seluruh Indonesia. Data dianalisis dengan statistik deskriptif Structural Equation Modelling (SEM) untuk menjawab seluruh tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan environmental awareness berpengaruh signifikan terhadap sikap dan perceived behavioral control. Perceived behavioral control, reasonable price, dan perceived value berpengaruh signifikan terhadap minat beli, sementara sikap dan norma subyektif tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli sepeda motor listrik.; Electric motorcycles offer an environmentally friendly mobility solution. The millennial generation holds significant potential in promoting sustainability through eco-friendly consumption behavior. This study applies the Extended Theory of Planned Behavior to explain and predict behavior based on intention. The aim is to examine the influence of environmental awareness, attitude, subjective norms, perceived behavioral control, perceived value, and reasonable price on the purchase intention of electric motorcycles among millennials. Using a quantitative approach, data were collected from 245 respondents aged 29–44 across Indonesia through a questionnaire. The data were analyzed using descriptive statistics and Structural Equation Modeling (SEM). The results show that environmental awareness significantly affect attitude and perceived behavioral control. Meanwhile, perceived behavioral control, reasonable price, and perceived value significantly affect purchase intention, meanwhile attitude and subjective norms do not.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172423">
<title>Pengaruh Interaksi Suami Istri dan Stres Pengasuhan terhadap Kualitas Perkawinan pada Keluarga dengan Anak Tunagrahita</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172423</link>
<description>Pengaruh Interaksi Suami Istri dan Stres Pengasuhan terhadap Kualitas Perkawinan pada Keluarga dengan Anak Tunagrahita
Salsabila, Shafa
Keluarga dengan anak tunagrahita menghadapi berbagai tekanan pengasuhan dalam mencapai kualitas perkawinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik keluarga, interaksi suami istri, serta stres pengasuhan terhadap kualitas perkawinan. Responden penelitian adalah 61 ibu dari keluarga utuh yang memiliki anak tunagrahita usia 5–17 tahun di Bogor, yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner self-administered dan dianalisis menggunakan uji deskriptif, tabulasi silang, korelasi, dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa kepuasan interaksi berhubungan positif dengan kebahagiaan perkawinan. Potensi konflik berhubungan negatif dengan seluruh dimensi kualitas perkawinan. Analisis regresi menunjukkan bahwa usia, lama pendidikan, pendapatan per kapita, dan disfungsi interaksi orang tua dan anak berpengaruh positif, sedangkan usia saat menikah, durasi pernikahan, distres pengasuhan, perilaku sulit anak, dan potensi konflik berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas perkawinan.; Families with children with intellectual disabilities face various parenting pressures in achieving the quality of marriage. This study aims to analyze the influence of family characteristics, husband-wife interaction, and parenting stress on marital quality. The study respondents were 61 mothers from whole families with children with intellectual disabilities aged 5–17 years in Bogor, who were selected by purposive sampling. Data were collected through self-administered questionnaires and analyzed using descriptive tests, cross-tabulation, correlation, and multiple linear regression. The results showed that interaction satisfaction was positively related to marital happiness. Potential conflict is negatively related to all dimensions of marital quality. Regression analysis showed that age, length of education, per capita income, and dysfunction of parent-child interaction had a positive effect, while age at marriage, duration of marriage, parenting stress, difficult behavior of children, and potential conflict had a significant negative effect on the quality of marriage.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172422">
<title>Pengaruh Dukungan Sosial dan Interaksi Suami Istri terhadap Kesejahteraan Subjektif Ibu Pelaku Usaha Kecil dan Menengah di Kota Binjai</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172422</link>
<description>Pengaruh Dukungan Sosial dan Interaksi Suami Istri terhadap Kesejahteraan Subjektif Ibu Pelaku Usaha Kecil dan Menengah di Kota Binjai
Aprillya, Karina
Ketidakstabilan kondisi ekonomi mendorong perempuan untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui keterlibatan sebagai pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik keluarga, karakteristik istri, dukungan sosial, dan interaksi suami-istri terhadap kesejahteraan subjektif ibu pelaku UKM. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional terhadap 100 ibu yang bekerja sebagai pelaku UKM. Data penelitian dianalisis menggunakan SPSS versi 25.0 melalui analisis deskriptif, uji korelasi, dan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap kesejahteraan subjektif. Selain itu, dimensi kasih sayang (love) dalam interaksi suami-istri berpengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif. Sebaliknya, dimensi hostility (permusuhan) dan submission (kepatuhan berlebihan) berpengaruh negatif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif ibu pelaku UKM.; Economic instability encourages women to take an active role in improving family well-being, one of which is through participation as small and medium enterprise (SME) entrepreneurs. This study aims to analyze the effects of family characteristics, wives’ characteristics, social support, and husband–wife interaction on the subjective well-being of mothers who are SME entrepreneurs. The study employed a quantitative approach with a cross-sectional design involving 100 mothers working as SME entrepreneurs. Data were analyzed using SPSS version 25.0 through descriptive analysis, correlation tests, and multiple linear regression analysis. The results indicate that family social support has a positive and highly significant effect on subjective well-being. In addition, the love dimension of husband–wife interaction has a significant positive effect on subjective well-being. Conversely, the hostility and submission dimensions have significant negative effects on the subjective well-being of mothers who are SME entrepreneurs
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172269">
<title>Pengaruh Religiositas dan Nilai Anak terhadap Keinginan Memiliki Anak pada Mahasiswa di Bogor</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172269</link>
<description>Pengaruh Religiositas dan Nilai Anak terhadap Keinginan Memiliki Anak pada Mahasiswa di Bogor
Senjaya, Dhia Adibah
Fenomena pergeseran pandangan generasi muda mengenai pembentukan keluarga kini menjadi isu krusial di tengah perubahan demografi Indonesia. Kelahiran anak tidak hanya dipandang sebagai aspek fundamental dalam menjaga keberlangsungan biologis keluarga, tetapi juga memegang peranan strategis dalam menentukan stabilitas dinamika kependudukan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh antara tingkat religiositas dan persepsi nilai anak terhadap intensi atau keinginan memiliki anak pada mahasiswa di wilayah Bogor. Menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 222 responden, terdiri dari mahasiswa tingkat tiga dan empat, berusia 19–24 tahun, belum menikah, serta beragama Islam. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner self-administered berskala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, kemudian diolah menggunakan uji beda, uji korelasi, dan regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak IBM SPSS versi 25. Hasil analisis mengungkapkan pola demografis yang menarik, mahasiswa yang merupakan anak sulung cenderung memiliki nilai anak dan keinginan memiliki anak yang lebih rendah. Sebaliknya, ukuran keluarga besar berkorelasi positif dengan persepsi nilai anak. Faktor latar belakang keluarga, seperti tingginya pendidikan ayah dan banyaknya saudara kandung yang telah menikah memberikan pengaruh negatif, sedangkan keutuhan pernikahan orang tua menjadi pendorong positif terhadap keinginan memiliki anak. Temuan utama penelitian ini menegaskan bahwa nilai-nilai agama tidak secara otomatis menjadi penentu utama preferensi fertilitas pada penelitian ini. Akan tetapi, nilai anak menjadi prediktor yang sangat kuat dan signifikan.; The phenomenon of shifting views among the younger generation regarding family formation has become a crucial issue amid Indonesia's demographic changes. Childbirth is not only seen as a fundamental aspect of maintaining the biological continuity of the family, but also plays a strategic role in determining the stability of the national population dynamics. This study aims to analyze in depth the influence between religiosity and the perception of the value of children on the intention or desire to have children among students in the Bogor area. Using a quantitative cross-sectional design approach, this study involved 222 respondents, consisting of third- and fourth-year students, aged 19–24 years, unmarried, and Muslim. The data collection instrument used a self-administered Likert scale questionnaire that had undergone validity and reliability tests, then&#13;
processed using difference tests, correlation tests, and multiple linear regression using IBM SPSS software version 25. The results of the analysis revealed an interesting demographic pattern: students who were the eldest child tended to have lower child values and desire to have children. Conversely, large family size was positively correlated with perceived child value. Family background factors, such as high father's education and the number of married siblings, had a negative influence, while parental marital stability was a positive driver of the desire to have children. The main findings of this study confirm that religious values do not automatically become the main determinant of fertility preferences in this study. However, child value is a very strong and significant predictor.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
