<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94">
<title>UF - Family and Consumer Sciences</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/94</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177554"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177502"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177350"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177201"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-08-07T19:29:37Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177554">
<title>Penggunaan Paylater pada Generasi Z: Pengaruh Literasi Keuangan, Financial Self-Efficacy, dan Love of Money</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177554</link>
<description>Penggunaan Paylater pada Generasi Z: Pengaruh Literasi Keuangan, Financial Self-Efficacy, dan Love of Money
Rahmawati, Laeli
Pesatnya pertumbuhan layanan paylater di kalangan generasi Z Indonesia belum diimbangi literasi keuangan yang memadai sehingga berisiko menimbulkan kredit digital yang tidak terkendali. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan, financial self-efficacy (FSE), dan love of money (LOM) terhadap penggunaan paylater pada generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional study pada 230 responden generasi Z (17–28 tahun) pengguna paylater yang dipilih melalui voluntary sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi nonparametrik, dan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil menunjukkan literasi keuangan dan FSE tergolong sedang, serta LOM dan penggunaan paylater tergolong rendah. Uji hipotesis membuktikan literasi keuangan berpengaruh positif terhadap FSE dan LOM, namun berpengaruh negatif secara langsung terhadap penggunaan paylater. Adapun FSE dan LOM tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan paylater. Penelitian ini menyimpulkan ketiga variabel prediktor hanya menjelaskan sebagian kecil variasi penggunaan paylater, mengindikasikan bahwa faktor situasional seperti intensitas promosi dan kemudahan persetujuan transaksi lebih berperan dalam penggunaan aktual dibandingkan sekadar sifat psikologis atau kognitif.; The rapid growth of paylater services among Indonesia's Generation Z has not been matched by adequate financial literacy, risking uncontrolled digital credit. This study analyzes the influence of financial literacy, financial self-efficacy (FSE), and love of money (LOM) on paylater usage among Generation Z. Using a quantitative, cross-sectional design, data were collected from 230 Generation Z paylater users (aged 17–28) selected through voluntary sampling, then analyzed using descriptive statistics, nonparametric correlation tests, and Structural Equation Modeling (SEM). Results show financial literacy and FSE are moderate, while LOM and paylater usage are low. Hypothesis testing found financial literacy positively affects FSE and LOM, but directly and negatively affects paylater usage, whereas FSE and LOM show no significant effect on it. The three predictors explain only a small portion of the variation in paylater usage, suggesting situational factors such as promotion intensity and ease of transaction approval play a greater role in actual usage than psychological or cognitive traits alone.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177502">
<title>Pengaruh Gaya Pengasuhan,  Konformitas Teman Sebaya, dan Akses Media Sosial Terhadap Karakter Jujur  Remaja Awal.</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177502</link>
<description>Pengaruh Gaya Pengasuhan,  Konformitas Teman Sebaya, dan Akses Media Sosial Terhadap Karakter Jujur  Remaja Awal.
Hutabarat, Andhika Maulana Hori
Masa remaja awal merupakan fase kritis pembentukan identitas moral, namun saat ini penanaman integritas menghadapi tantangan besar akibat meluasnya fenomena ketidakjujuran akademik dan perilaku menyimpang di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya pengasuhan, konformitas teman sebaya, dan akses media sosial terhadap karakter jujur pada remaja awal. Menggunakan desain cross sectional study, data dikumpulkan melalui kuesioner daring terhadap 275 siswa berusia 12 15 tahun di tiga SMP Negeri di Jakarta menggunakan teknik purposive sampling. Data analisis menggunakan statistik deskriptif dan menggunakan aplikasi (SPSS) 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kelamin, usia, pendapatan keluarga, gaya pengasuhan authoritative, dan konformitas teman sebaya (favorable) berpengaruh positif signifikan terhadap karakter jujur. Sebaliknya, gaya pengasuhan permissive, intensitas media sosial, dan muatan media sosial berpengaruh negatif signifikan, di mana muatan media sosial menjadi faktor pelemah paling dominan. Penguatan karakter jujur remaja awal memerlukan pendekatan sinergis melalui optimalisasi gaya pengasuhan yang authoritative dan penuh kehangatan, pengondisian lingkungan pertemanan yang positif, serta pengawasan ketat terhadap intensitas dan muatan aktivitas digital anak.; Early adolescence is a critical phase in the formation of moral identity; however, the cultivation of integrity currently faces significant challenges due to the widespread phenomenon of academic dishonesty and deviant behavior in the digital era. This study aims to analyze the effects of parenting style, peer conformity, and social media access on honest character in early adolescents. Using a cross-sectional design, data were collected through an online questionnaire administered to 275 students aged 12–15 years across three State Junior High Schools (SMP Negeri) in Jakarta, using a purposive sampling technique. Data were analyzed using descriptive statistics with the aid of SPSS 25 software. The results showed that sex, age, family income, authoritative parenting style, and (favorable) peer conformity had a significant positive effect on honest character. Conversely, permissive parenting style, social media intensity, and social media content had a significant negative effect, with social media content emerging as the most dominant weakening factor. Strengthening honest character in early adolescents requires a synergistic approach, involving the optimization of a warm, authoritative parenting style, fostering a positive peer environment, and implementing close supervision of the intensity and content of children's digital activity.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177350">
<title>Pengaruh Tekanan Ekonomi, Relasi Gender, dan Strategi Koping terhadap Kualitas Perkawinan Keluarga dengan Perempuan Kepala Keluarga</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177350</link>
<description>Pengaruh Tekanan Ekonomi, Relasi Gender, dan Strategi Koping terhadap Kualitas Perkawinan Keluarga dengan Perempuan Kepala Keluarga
Hidayah, Safina Octavia
Perempuan kepala keluarga di Kabupaten Bekasi menghadapi tantangan ekonomi dan pembagian peran yang memengaruhi kualitas perkawinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tekanan ekonomi, relasi gender, dan strategi koping terhadap kualitas perkawinan tersebut. Penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional study dengan purposive sampling melibatkan 64 perempuan kepala keluarga berstatus menikah dan memiliki anak anggota PEKKA di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Data dikumpulkan melalui wawancara. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tekanan ekonomi objektif sedang, tekanan ekonomi subjektif tinggi, relasi gender tinggi, strategi koping sedang, dan kualitas perkawinan rendah. Uji korelasi menunjukkan tekanan ekonomi berhubungan negatif signifikan dengan relasi gender dan strategi koping, sedangkan relasi gender berhubungan positif signifikan dengan strategi koping. Hasil regresi menunjukkan bahwa lama pendidikan istri, pendapatan per kapita, dan tekanan ekonomi objektif berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas perkawinan, sementara relasi gender berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas perkawinan.; Female-headed households in Bekasi Regency face economic and role distribution challenges that affect their marital quality. This study aimed to analyze the effects of economic stress, gender relations, and coping strategies on their marital quality. This quantitative study employed a cross-sectional design with purposive sampling, involving 64 married female household heads with children who are members of PEKKA in Serang Baru District, Bekasi Regency. Data were collected through interviews, then analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and multiple linear regression. The findings revealed that most respondents had moderate objective economic stress, high subjective economic stress, high gender relations, moderate coping strategies, and low marital quality. Correlation analysis showed that economic stress had a significant negative correlation with gender relations and coping strategies, while gender relations had a significant positive correlation with coping strategies. Regression analysis indicated that the wife's education level, per capita income, and objective economic stress had significant negative effects on marital quality, whereas gender relations had a significant positive effect on marital quality.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177201">
<title>Pengaruh Tekanan Ekonomi, Ketahanan Keluarga, dan Kualitas Pengasuhan terhadap Kejadian Stunting di Perkotaan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177201</link>
<description>Pengaruh Tekanan Ekonomi, Ketahanan Keluarga, dan Kualitas Pengasuhan terhadap Kejadian Stunting di Perkotaan
Afriliani, Nurul
Stunting di perkotaan merupakan masalah multidimensi yang melibatkan berbagai faktor, termasuk aspek gizi, kesehatan, kualitas pengasuhan, dan status ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan ekonomi, ketahanan keluarga, dan kualitas pengasuhan terhadap kejadian stunting di perkotaan. Penelitian ini melibatkan 43 keluarga utuh yang memiliki anak stunting dan 43 keluarga utuh yang memiliki anak tidak stunting berusia 24-59 bulan, yang bertempat tinggal di Kelurahan Kapuk, Kota Jakarta Barat yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara tekanan ekonomi objektif, tekanan ekonomi subjektif, ketahanan keluarga, dan kualitas pengasuhan antara keluarga dengan anak stunting dan tidak stunting. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa kejadian stunting dipengaruhi oleh pendapatan per kapita, tekanan ekonomi objektif, dan kualitas pengasuhan. Keluarga yang memiliki pendapatan per kapita lebih tinggi, tekanan ekonomi objektif yang lebih rendah, dan kualitas pengasuhan yang lebih baik maka memiliki peluang yang lebih besar untuk menurunkan risiko kejadian stunting pada anak di perkotaan.; Stunting in urban areas is a multidimensional problem involving various factors, including nutrition, health, quality of parenting, and family economic status. This study aims to analyze the influence of economic pressure, family resilience, and quality of parenting on stunting events in urban areas. This study involved 43 intact families with stunted children and 43 intact families with non-stunted children are 24-59 months old who live in Kapuk Village, West Jakarta City, which selected using purposive sampling. Data were collected by interview using a questionnaire. The t-test results showed that there were significant differences in objective economic pressure, subjective economic pressure, family resilience, and quality of parenting between families with stunted and non-stunted children. The results of the logistic regression test showed that stunting events was influenced by percapita income, objective economic pressure, and quality of parenting. The families with high percapita income, low objective economic pressure, and good quality of parenting have a greater chance of reducing the risk of stunting in children in urban areas.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
