<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93">
<title>UT - Communication and Community Development</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/93</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173437"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173436"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173372"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173328"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-06-16T15:11:38Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173437">
<title>Hubungan Peran Pendampingan Pekerja Sosial dengan Kondisi Psikososial Anak Perempuan Korban Kekerasan Seksual Pasca Peradilan (Kasus: Kabupaten Lima Puluh Kota)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173437</link>
<description>Hubungan Peran Pendampingan Pekerja Sosial dengan Kondisi Psikososial Anak Perempuan Korban Kekerasan Seksual Pasca Peradilan (Kasus: Kabupaten Lima Puluh Kota)
RAMADHAN, MHD. SURYA
Kekerasan seksual terhadap anak berdampak jangka panjang pada kondisi psikososial korban, seperti trauma, ketidakberdayaan, dan stigma sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pendampingan sosial yang umumnya hanya diberikan hingga tahap peradilan, padahal fase pasca peradilan sangat berpengaruh terhadap pemulihan korban. Menganalisis hubungan peran pendampingan pekerja sosial terhadap kondisi psikososial anak perempuan korban kekerasan seksual pasca peradilan. Menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner, didukung data kualitatif dari observasi dan wawancara mendalam. Penelitian dilakukan di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan populasi 57 korban, serta 36 responden yang dipilih secara purposive dengan kriteria anak perempuan usia 13–17 tahun yang mengalami kekerasan seksual. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson menunjukkan bahwa peran pendampingan pekersa sosial sangat mempengaruhi pemulihan korban kekerasan seksual. Hasil penelitian diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan model pendampingan berbasis trauma serta menjadi rekomendasi kebijakan bagi lembaga sosial; Sexual violence against children has long-term impacts on the psychosocial condition of victims, such as trauma, feelings of helplessness, and social stigma. This study is motivated by the fact that social assistance is generally only provided up to the judicial stage, even though the post-trial phase greatly influences the victim’s recovery. It aims to analyze the relationship between the role of social workers’ assistance and the psychosocial condition of female child victims of sexual violence after the judicial process. The study uses a survey method with a quantitative approach through questionnaires, supported by qualitative data from observation and in-depth interviews. The research was conducted in Lima Puluh Kota Regency with a population of 57 victims and 36 respondents selected purposively based on the criteria of female children aged 13–17 years who experienced sexual violence. Data analysis using Pearson correlation test shows that the role of social workers’ assistance significantly influences the recovery of sexual violence victims. The results of this study are expected to trauma-based assistance models and serve as policy recommendations for social institutions.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173436">
<title>Keefektifan Bauran Komunikasi Pemasaran Agrowisata Eptilu</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173436</link>
<description>Keefektifan Bauran Komunikasi Pemasaran Agrowisata Eptilu
Fauziah, Indah
Agrowisata Eptilu telah menerapkan berbagai aktivitas bauran komunikasi pemasaran melalui media konvensional dan digital, namun keefektifannya terhadap respons pengunjung belum diketahui. Penelitian ini bertujuan menganalisis keefektifan bauran komunikasi pemasaran Agrowisata Eptilu berdasarkan model AISAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang didukung observasi dan wawancara mendalam. Responden berjumlah 60 orang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, sedangkan informan dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman dan Chi-square dengan bantuan IBM SPSS Statistics 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agrowisata Eptilu menerapkan enam elemen bauran komunikasi pemasaran, yaitu periklanan, acara dan pengalaman, hubungan masyarakat dan publisitas, penjualan personal, pemasaran interaktif, serta pemasaran dari mulut ke mulut. Berdasarkan model AISAS, bauran komunikasi pemasaran tergolong cukup efektif, terutama pada tahap minat dan berbagi. Tingkat keterdedahan pengunjung terhadap ragam bauran komunikasi pemasaran berhubungan secara signifikan dan positif dengan keefektifannya.; Eptilu Agrotourism has implemented various marketing communication mix activities through both conventional and digital media. However, their effectiveness in influencing visitor responses remains unknown. This study aims to analyze the effectiveness of Agrowisata Eptilu’s marketing communication mix based on the AISAS model. This study employed a quantitative approach using a survey method supported by observation and in-depth interviews. A total of 60 respondents were selected using accidental sampling, while informants were chosen through purposive sampling. Data were analyzed using Spearman Rank and Chi-square tests with the assistance of IBM SPSS Statistics 24. The results show that Agrowisata Eptilu implements six elements of the marketing communication mix, namely advertising, events and experiences, public relations and publicity, personal selling, interactive marketing, and word-of-mouth marketing. Based on the AISAS model, the marketing communication mix was categorized as moderately effective, particularly at the interest and share stages. The level of visitor exposure to the various elements of the marketing communication mix was found to have a significant and positive relationship with its effectiveness.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173372">
<title>KETIDAKAMANAN TENURIAL DAN STRATEGI NAFKAH RUMAH TANGGA PETANI (Kasus: Kampung Pasir Karet Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173372</link>
<description>KETIDAKAMANAN TENURIAL DAN STRATEGI NAFKAH RUMAH TANGGA PETANI (Kasus: Kampung Pasir Karet Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor)
HUTAURUK, GRESIA DWI CAHYANI
Ketidakamanan tenurial merupakan kondisi ketika rumah tangga petani tidak memiliki kepastian hukum dan rasa aman atas lahan garapan sebagai sumber penghidupan utama. Kondisi ini memengaruhi pengelolaan modal nafkah dan pilihan strategi nafkah. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketidakamanan tenurial, kondisi modal nafkah, serta hubungannya dengan strategi nafkah rumah tangga petani di Kampung Pasir Karet. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain Sequential Explanatory terhadap 35 rumah tangga. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, serta dianalisis menggunakan Sustainable Livelihood Framework (SLF). Hasil menunjukkan bahwa ketidakamanan tenurial berkaitan dengan lemahnya modal nafkah, terutama modal finansial dan manusia. Dominasi modal nafkah rendah membatasi strategi ekspansif. Strategi nafkah didominasi diversifikasi informal lokal, sementara intensifikasi dan ekstensifikasi rendah serta migrasi tidak ditemukan. Temuan ini menunjukkan bahwa ketidakpastian lahan mendorong strategi yang adaptif dan berorientasi pada keberlangsungan hidup.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173328">
<title>Dinamika Kelompok Tani Binaan Perusahaan Swasta (Kasus: Kelompok Tani Binaan CSR PT Indah Kiat Pulp and Paper Kota Tangerang Selatan)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173328</link>
<description>Dinamika Kelompok Tani Binaan Perusahaan Swasta (Kasus: Kelompok Tani Binaan CSR PT Indah Kiat Pulp and Paper Kota Tangerang Selatan)
Aspasya, Safrina
Dinamika kelompok merupakan salah satu aspek penting dalam keberlangsungan kelompok tani, termasuk pada kelompok tani binaan Tanggung Jawab Perusahaan (CSR) PT Indah Kiat Pulp and Paper Tangerang Mill. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik individu, tingkat dukungan CSR, tingkat dinamika kelompok, serta hubungan antara karakteristik individu dan tingkat dukungan CSR dengan tingkat dinamika kelompok tani binaan di Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif didukung oleh data kualitatif. Sebanyak 62 responden dipilih menggunakan simple random sampling, serta tiga informan ditentukan secara purposive. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman untuk melihat hubungan antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anggota berusia 41-56 tahun dengan pendidikan SMA/sederajat dan Diploma/Strata, memiliki motivasi berkelompok tinggi, lama keanggotaan baru, tingkat dukungan CSR sedang, serta tingkat dinamika kelompok sedang. Tingkat dinamika kelompok berhubungan signifikan dengan tingkat motivasi berkelompok, serta pelatihan dan pengembangan kapasitas, pelaksanaan mentoring berkelanjutan, dan bantuan infrastruktur.; Group dynamics are an important aspect of the sustainability of farmer groups, including those supported by the Corporate Social Responsibility (CSR) program of PT Indah Kiat Pulp and Paper Tangerang Mill. This study aimed to analyze individual characteristics, the level of CSR support, the level of group dynamics, and the relationships between individual characteristics, CSR support, and group dynamics among CSR-assisted farmer groups in South Tangerang City. This research employed a quantitative approach supported by qualitative data. A total of 62 respondents were selected using simple random sampling, while three informants were chosen purposively. Data were analyzed using descriptive quantitative methods and Spearman’s Rank Correlation test. The results showed that most members were aged 41–56 years, had a senior high school or diploma/bachelor’s degree education, high group participation motivation, relatively short membership duration, a moderate level of CSR support, and a moderate level of group dynamics. Group dynamics were significantly associated with members’ motivation to participate in the group, as well as training and capacity development, continuous mentoring, and infrastructure support.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
