<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/9">
<title>Final Assignments</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/9</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179846"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179845"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179844"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179843"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-08-26T23:02:13Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179846">
<title>PENGARUH SISTEM AGROFORESTRI DAN AGRIVOLTAIK TERHADAP KEANEKARAGAMAN SERANGGGA, LAJU FOTOSINTESIS DAN PROFIL METABOLIT LENGKUAS (Alpinia purpurata)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179846</link>
<description>PENGARUH SISTEM AGROFORESTRI DAN AGRIVOLTAIK TERHADAP KEANEKARAGAMAN SERANGGGA, LAJU FOTOSINTESIS DAN PROFIL METABOLIT LENGKUAS (Alpinia purpurata)
HAFIZHAT, FEBY ZAHARA QISTY
Sistem agroforestri merupakan model pemanfaatan lahan berkelanjutan yang memadukan tanaman pertanian dengan tegakan pohon sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan ekosistem. Di sisi lain, sistem agrivoltaik berkembang sebagai inovasi pemanfaatan lahan ganda yang mengintegrasikan pembangkitan energi surya dengan produksi pertanian. Meskipun kedua sistem sama-sama menciptakan kondisi ternaungi, karakteristik naungan alami dari pohon dan naungan buatan dari panel surya diduga memberikan respons yang berbeda terhadap tanaman maupun ekosistem. Namun, hingga saat ini kajian yang membandingkan kedua tipe naungan tersebut terhadap keanekaragaman hayati, laju fotosintesis dan profil metabolit rimpang A. purpurata, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh sistem agroforestri dan agrivoltaik terhadap keanekaragaman serangga, laju fotosintesis, dan profil metabolit A. purpurata. Serangga disampling menggunakan yellow pan trap pada kedua sistem, laju fotosintesis diukur menggunakan portable photosynthesis system LI-COR 6800, dan senyawa metabolit rimpang A. purpurata dianalisis menggunakan LCMS-HRMS. Uji Duncan digunakan untuk analisis lanjutan laju fotosintesis. Hasil menunjukkan sistem agroforestri memiliki keanekaragaman serangga lebih tinggi (H' = 3,342) dibandingkan sistem agrivoltaik; laju fotosintesis A. purpurata pada sistem agroforestri (5,47 µmol m?²s?¹) lebih tinggi dibanding sistem agrivoltaik meskipun cahaya masuk jauh lebih rendah; serta profil metabolit menunjukkan senyawa cinnamyl acetate, cinnamyl cinnamate, dan 13-L-hydroperoxylinoleic acid hanya terdeteksi pada sistem agroforestri dan agrivoltaik, sedangkan pada kontrol muncul senyawa 1'-acetoxyeugenol acetate yang memiliki bioaktivitas antikanker.&#13;
&#13;
Kata kunci:  agroforestri, agrivoltaik, laju fotosintesis, metabolit, serangga
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179845">
<title>Peningkatan Rendemen dan Mutu Minyak Biji Alpukat Melalui Ekstraksi Enzimatis</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179845</link>
<description>Peningkatan Rendemen dan Mutu Minyak Biji Alpukat Melalui Ekstraksi Enzimatis
Aulia, Safira
Biji alpukat merupakan limbah hasil pengolahan buah alpukat yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber minyak nabati, tetapi rendemen minyak yang diperoleh melalui ekstraksi konvensional masih rendah karena minyak masih terperangkap dalam matriks dinding sel. Penelitian ini bertujuan meningkatkan rendemen dan mutu minyak biji alpukat melalui ekstraksi enzimatis menggunakan kombinasi enzim pektinase dan selulase (1:1), serta menganalisis pengaruh konsentrasi enzim, waktu ekstraksi, dan interaksi keduanya terhadap rendemen dan mutu minyak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan konsentrasi enzim (0,5%, 1,0%, 1,5%) dengan waktu ekstraksi (60 dan 120 menit) dan parameter yang diamati adalah kadar air, bilangan asam, asam lemak bebas, dan warna. Metode ekstraksi yang digunakan adalah aqueous enzymatic extraction, sedangkan data-data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode indeks efektivitas De Garmo. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi enzim, waktu ekstraksi, dan interaksi keduanya berpengaruh nyata terhadap rendemen, dengan nilai tertinggi 15,26% pada konsentrasi 1,5% selama 120 menit. Konsentrasi enzim berpengaruh nyata terhadap warna (nilai L*, a*, b*), sedangkan kadar air, bilangan asam, dan asam lemak bebas tidak dipengaruhi secara nyata oleh konsentrasi enzim maupun waktu ekstraksi, dan seluruhnya masih memenuhi persyaratan SNI 3741:2013 Minyak Goreng. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi enzim 1,5% selama 120 menit, dengan rendemen 15,26%, kadar air 0,143%, bilangan asam 0,391 mg KOH/g, ALB 0,169%, L* 85,11, a* 2,36, dan b* 6,67, menunjukkan bahwa ekstraksi enzimatis mampu meningkatkan rendemen tanpa menurunkan mutu dasar minyak, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku kosmetik.; Avocado seed is a processing waste with potential as a vegetable oil source, but the yield obtained through conventional extraction remains low because the oil is still trapped within the cell wall matrix. This study aimed to increase the yield and quality of avocado seed oil through enzymatic extraction using a combination of pectinase and cellulase enzymes (1:1), and to analyze the effects of enzyme concentration, extraction time, and their interaction on oil yield and quality. A factorial Completely Randomized Design was applied with enzyme concentrations (0.5%, 1.0%, 1.5%) and extraction times (60 and 120 minutes), with the parameters observed being moisture content, acid value, free fatty acid, and color. The extraction method used was aqueous enzymatic extraction, and the data were analyzed using ANOVA and Duncan's multiple range test. The best treatment was determined using the De Garmo effectiveness index method. Results showed that enzyme concentration, extraction time, and their interaction significantly affected oil yield, with the highest value of 15,26% obtained at 1.5% enzyme concentration for 120 minutes. Enzyme concentration significantly affected oil color (L*, a*, b*), while moisture content, acid value, and free fatty acid were not significantly affected by either factor, and all treatments met the SNI 3741:2013 cooking oil standard. The best treatment was obtained at 1.5% enzyme concentration for 120 minutes, yielding 15.26% oil, 0.143% moisture, 0.391 mg KOH/g acid value, 0.169% FFA, L* 85.11, a* 2.36, and b* 6.67, indicating that enzymatic extraction can increase yield without compromising basic oil quality, with potential to be developed as a raw material for cosmetics.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179844">
<title>Optimalisasi Alat Pencacah Daun Kering OtomatisMenggunakan Sensor Load Cell</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179844</link>
<description>Optimalisasi Alat Pencacah Daun Kering OtomatisMenggunakan Sensor Load Cell
SUKMA, STIVAN HARI
Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) memberikan peluang besar dalam meningkatkan efisiensi dan keandalan mesin pertanian, termasuk mesin pencacah daun yang berfungsi mengolah limbah organik menjadi kompos maupun pakan ternak. Pengolahan limbah daun kering diperlukan untuk mencegah pencemaran lingkungan terutama pada daerah pepohonan yang diakibatkan oleh daun kering yang telah gugur dari pohon dan berakibat banyaknya tempat penampungan limbah yang tersumbat. Alat pencacah daun kering otomatis berbasis sensor load cell adalah inovasi teknologi yang dirancang untuk mempermudah proses pencacahan daun kering secara efisien dan terukur. Alat ini mengintegrasikan teknologi sensor dengan mekanisme pencacahan, sehingga dapat bekerja secara otomatis berdasarkan berat daun yang dimasukkan, dengan menggunakan sensor Load Cell   berbasis Internet of Things (IoT) dan mikrokontroler oleh ESP32 untuk mengontrol serta mendata daun kering yang dimasukkan.kedalam alat pencacah, alat ini mampu menyesuaikan parameter operasional (seperti berat daun kering dan waktu pencacahan) secara otomatis berdasarkan berat daun atau kondisi lainnya, sehingga menghasilkan performa yang lebih optimal.; The development of Internet of Things (IoT) technology has created significant opportunities to improve the efficiency and reliability of agricultural machinery, including leaf shredding machines used to process organic waste into compost and livestock feed. Processing dry leaf waste is essential to prevent environmental pollution, particularly in areas with dense vegetation, where fallen leaves often accumulate and clog waste disposal systems and drainage channels. The automatic dry leaf shredding machine based on a load cell sensor is a technological innovation designed to facilitate the dry leaf shredding process in an efficient and measurable manner. This system integrates sensor technology with a shredding mechanism, enabling the machine to operate automatically based on the weight of the inserted dry leaves. By utilizing a Load Cell sensor, Internet of Things (IoT) technology, and an ESP32 microcontroller to control the system and record the weight of the dry leaves fed into the shredder, the machine can automatically adjust operational parameters, such as the dry leaf weight and shredding duration, according to the measured load or other operating conditions, thereby achieving more optimal performance.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179843">
<title>Evaluasi Kualitas Kayu Gergajian dari Tiga Wilayah di Kawasan Kabupaten Bogor untuk Keperluan Komponen Bangunan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179843</link>
<description>Evaluasi Kualitas Kayu Gergajian dari Tiga Wilayah di Kawasan Kabupaten Bogor untuk Keperluan Komponen Bangunan
Christiawan, Nikolaus Adven
Kayu masih menjadi material konstruksi yang penting karena bersifat terbarukan, ramah lingkungan, dan mudah diolah. Namun, pemanfaatannya di tingkat masyarakat menghadapi kendala berupa keterbatasan informasi mengenai kualitas dan kontinuitas pasokan kayu yang beredar di pasaran. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis kayu gergajian yang diperdagangkan di Kabupaten Bogor, mengevaluasi mutu fisik dan kekuatan kayu, serta mengkaji karakteristik perdagangan kayu pada toko bangunan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Leuwiliang, Parung Panjang, dan Jonggol melalui survei terhadap 90 toko bangunan, wawancara, penilaian mutu visual, penentuan rasio kekuatan, pengujian menggunakan mesin pemilah kayu MPK-5 Panter®, pengujian destruktif dengan Universal Testing Machine, serta analisis statistik deskriptif dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasokan kayu terutama berasal dari supplier atau distributor, dengan jenis kayu yang paling banyak diperdagangkan adalah sengon, durian, dan meranti. Sortimen utama yang tersedia berupa papan, kaso, balok, dan reng. Evaluasi mutu fisik menunjukkan keberadaan cacat kayu berupa retak checks dan shakes, miring serat, mata kayu, serta cacat pengeringan seperti membusur dan mencawan. Meskipun demikian, sebagian besar sampel memiliki nilai rasio kekuatan tinggi sehingga masih layak digunakan sebagai komponen bangunan hunian, seperti rangka atap, kaso, reng, dan elemen struktural rumah tinggal. Pengujian sifat mekanis menunjukkan bahwa nilai modulus elastisitas meningkat seiring bertambahnya berat jenis kayu. Analisis hubungan antara hasil pengujian nondestruktif menggunakan MPK-5 Panter® dan pengujian statis menunjukkan korelasi yang kuat dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,7113. Temuan utama penelitian menunjukkan semakin dominannya kayu cepat tumbuh dari hutan rakyat dan sistem agroforestri sebagai sumber bahan baku konstruksi. Selain itu, penggunaan mesin pemilah kayu MPK-5 Panter® terbukti efektif untuk menduga kekuatan kayu secara cepat tanpa merusak sampel. Kualitas kayu yang beredar dipengaruhi oleh jenis kayu, cacat alami, proses pengolahan, dan pengeringan. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya pengembangan standar mutu yang lebih spesifik untuk kayu cepat tumbuh serta peningkatan penerapan teknologi pemilahan guna mendukung ketersediaan kayu konstruksi hunian yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.; Wood remains an important construction material due to its renewable nature, environmental friendliness, and ease of processing. However, its utilization at the community level is constrained by limited information regarding the quality and continuity of timber supply available in the market. This study aimed to identify the species of sawn timber traded in Bogor Regency, evaluate their physical quality and strength properties, and examine the characteristics of timber trade in building material stores. The research was conducted in the districts of Leuwiliang, Parung Panjang, and Jonggol through surveys of 90 building material stores, interviews, visual quality assessments, determination of the strength ratio, testing using the MPK-5 Panter® timber grading machine, destructive testing with a Universal Testing Machine, and descriptive statistical and linear regression analyses. The results showed that timber supplies were primarily obtained from suppliers and distributors, with sengon (Falcataria moluccana), durian (Durio zibethinus), and meranti (Shorea spp.) being the most commonly traded species. The main timber products available in the market consisted of boards, battens, beams, and laths. Evaluation of physical quality revealed the presence of wood defects, including checks and shakes, slope of grain, knots, and drying defects such as bowing and cupping. Nevertheless, most samples exhibited high strength ratio values and were therefore suitable for use in residential construction components, including roof framing, battens, laths, and other structural elements in housing applications. Mechanical property testing demonstrated that the modulus of elasticity increased with increasing wood specific gravity. Analysis of the relationship between nondestructive testing results obtained from the MPK-5 Panter® and static testing results indicated a strong correlation, with a coefficient of determination (R²) value of 0.7113. The main findings of this study indicate the increasing dominance of fastgrowing timber species sourced from community forests and agroforestry systems as raw materials for construction purposes. Furthermore, the application of the MPK-5 Panter® for machine grading proved effective in rapidly estimating timber strength without damaging the specimens. The quality of timber circulating in the market was influenced by species characteristics, natural defects, processing methods, and drying practices. The findings highlight the need to develop more specific quality standards for fast-growing timber species and to expand the implementation of machine grading technologies to support the availability of safe, high-quality, and sustainable timber for residential construction.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
