<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/78159">
<title>UF - Business School</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/78159</link>
<description>Undergraduated Theses on Business</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179947"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179946"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179938"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179915"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-22T23:46:32Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179947">
<title>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI CONTINUOUS  INTENTION PENGGUNAAN TRANSAKSI NONTUNAI PADA  KONSUMEN UMKM DI JABODETABEK</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179947</link>
<description>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI CONTINUOUS  INTENTION PENGGUNAAN TRANSAKSI NONTUNAI PADA  KONSUMEN UMKM DI JABODETABEK
fu'ady, Fabrizan Muhammad Al
Penggunaan transaksi nontunai pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus meningkat, tetapi tingkat penggunaan belum sepenuhnya &#13;
menjelaskan keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik dan pola penggunaan serta hubungan Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, dan Continuous Intention pada konsumen UMKM di Jabodetabek. Penelitian kuantitatif ini menggunakan purposive sampling terhadap 100 responden. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, tabulasi silang Fisher Freeman-Halton Exact Test, dan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil menunjukkan bahwa usia, pekerjaan, dan rata-rata pengeluaran berhubungan signifikan dengan frekuensi penggunaan, sedangkan domisili tidak signifikan. SEM-PLS menunjukkan Attitude Toward Using sebagai prediktor langsung terkuat Continuous Intention. Perceived Usefulness berpengaruh tidak langsung melalui Attitude Toward Using, sedangkan Perceived Ease of Use berpengaruh tidak langsung melalui Perceived Usefulness dan Attitude Toward Using. Temuan ini menegaskan pentingnya pembentukan sikap positif dalam mendukung keberlanjutan penggunaan transaksi nontunai.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179946">
<title>Studi Komparasi User Experience dan Impulse Buying pada Pengguna Shopee dan TikTok Shop di Kalangan Generasi Z</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179946</link>
<description>Studi Komparasi User Experience dan Impulse Buying pada Pengguna Shopee dan TikTok Shop di Kalangan Generasi Z
MAHARAJA, JESSIE RACHEL YULIANNE
Pertumbuhan e-commerce dan pergeseran ke social commerce mendorong pembelian impulsif di kalangan Generasi Z, namun perbandingan pengaruh user experience antar platform masih terbatas. Penelitian ini menganalisis pengaruh&#13;
user experience (UX) terhadap impulse buying, serta membandingkan tingkat UX dan impulse buying pengguna Shopee dan TikTok Shop pada Generasi Z Jabodetabek. Data dikumpulkan dari 248 responden melalui kuesioner Likert dengan purposive sampling, dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan paired sample t-test. UX berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying pada kedua platform (R² 91,7% Shopee; 91,8% TikTok Shop). Tingkat UX kedua platform berbeda statistik namun ekuivalen praktis, dengan perbedaan hanya pada dimensi personalization (Cohen's d = -0,250). Impulse buying kedua platform tidak berbeda signifikan. Kesetaraan ini dicapai melalui jalur stimulus berbeda, yaitu impuls fungsional pada Shopee dan impuls emosional pada TikTok Shop, sehingga UX terbukti mendorong impulse buying lintas model bisnis melalui mekanisme yang tidak identik.; The growth of e-commerce and the shift toward social commerce have driven impulsive buying among Generation Z, but comparisons of the effect of user experience across platforms remain limited. This study analyzes the effect of&#13;
user experience (UX) on impulse buying and compares the levels of UX and impulse buying of Shopee and TikTok Shop users among Generation Z in Jabodetabek. Data were collected from 248 respondents through a Likert-scale questionnaire using purposive sampling, analyzed using simple linear regression and a paired sample t-test. UX has a positive and significant effect on impulse buying on both platforms (R² 91.7% Shopee; 91.8% TikTok Shop). The UX levels&#13;
of both platforms differ statistically but are practically equivalent, with the difference only in the personalization dimension (Cohen's d = -0,250). Impulse buying of both platforms is not significantly different. This equivalence is achieved through different stimulus pathways, namely functional impulses on Shopee and emotional impulses on TikTok Shop, so that UX proves to drive impulse buying across business models through non-identical mechanisms.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179938">
<title>PENGARUH PERSEPSI ATH IHSG DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KEBERLANJUTAN INVESTASI SAHAM MELALUI FOMO</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179938</link>
<description>PENGARUH PERSEPSI ATH IHSG DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KEBERLANJUTAN INVESTASI SAHAM MELALUI FOMO
Vernando, Muhammad Deffan
Pencapaian titik tertinggi sepanjang masa Indeks Harga Saham Gabungan dipersepsikan sebagai sinyal pasar yang mendorong keberlanjutan investasi. Penelitian ini menganalisis pengaruh persepsi ATH IHSG dan paparan media sosial&#13;
terhadap ketakutan tertinggal serta keberlanjutan investasi saham, dengan literasi keuangan sebagai variabel moderasi, menggunakan data 399 investor yang dianalisis dengan pemodelan persamaan struktural berbasis varian. Hasil&#13;
menunjukkan persepsi ATH IHSG dan paparan media sosial berpengaruh positif signifikan terhadap ketakutan tertinggal, yang selanjutnya bersama literasi keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap keberlanjutan investasi. Ketakutan tertinggal memediasi parsial pengaruh persepsi ATH IHSG dan memediasi penuh pengaruh paparan media sosial terhadap keberlanjutan investasi, sedangkan literasi keuangan tidak memoderasi hubungan tersebut. Temuan ini menekankan pentingnya literasi keuangan dan kesadaran investor Indonesia.; An all-time high in the Indonesia Composite Index (IHSG) is perceived as a market signal that encourages investment continuance. This study analyzes the effects of IHSG all-time high perception and social media exposure on fear of missing out and stock investment continuance, with financial literacy as a moderating variable, using data from 399 investors analyzed through variance-&#13;
based structural equation modeling. The results show that both IHSG all-time high perception and social media exposure significantly increase fear of missing out, which together with financial literacy significantly increases investment continuance. Fear of missing out partially mediates the effect of IHSG all-time high&#13;
perception and fully mediates the effect of social media exposure on investment continuance, while financial literacy does not moderate this relationship. These findings emphasize the importance of financial literacy and investor awareness in Indonesia.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179915">
<title>Strategi Media Sosial Instagram untuk Meningkatkan Brand awareness Pestigo</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179915</link>
<description>Strategi Media Sosial Instagram untuk Meningkatkan Brand awareness Pestigo
ANISA
Pestigo (PT Asa Panca Cipta Optima) adalah perusahaan jasa pengendalian hama di Indonesia yang menghadapi tantangan dalam membangun brand awareness melalui Instagram. Meskipun reach meningkat 18,0% dari April ke Mei 2026, kunjungan profil justru turun 28,5%, mengindikasikan konten belum kuat mendorong audiens mengeksplorasi merek. Lebih dari 85% tayangan berasal dari iklan berbayar, dan dari 31 konten organik Mei 2026, sebanyak 9 konten (29%) tidak berkaitan dengan kompetensi inti pengendalian hama (pest control). Penelitian ini menggunakan desain mixed-method exploratory sequential dengan analisis WT2B. Hasil menunjukkan seluruh dimensi brand awareness pada kategori Sangat Tinggi: pengetahuan pest control (89,88%), brand recognition (82,58%), brand recall (81,61%), dan top of mind (80,54%), namun mencerminkan persepsi responden survei, bukan kondisi pasar umum. Strategi yang direkomendasikan disusun melalui kerangka segmenting, targeting, dan positioning (STP) yang menghasilkan tiga segmen utama audiens dan pernyataan positioning yang terdiferensiasi, yang kemudian dioperasionalisasikan melalui: (1) reorientasi minimal 80% konten organik berbasis problem-solution dengan lima content pillars dan KPI bulanan; (2) peningkatan customer engagement melalui stories interaktif dan standarisasi respons DM maksimal dua jam; serta (3) aktivasi E-WOM melalui testimoni visual terstruktur dan kolaborasi nano dan micro-influencer.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
