<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7471">
<title>UF - Faculty of Human Ecology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7471</link>
<description>Undergraduate Theses on Faculty of Human Ecology</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177692"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177686"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177685"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177660"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-08-07T14:41:14Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177692">
<title>Hubungan Tingkat Kepemilikan Modal Sosial dengan Pola Pengambilan Keputusan dalam Keluarga Penerima Manfaat PKH (Kasus: Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177692</link>
<description>Hubungan Tingkat Kepemilikan Modal Sosial dengan Pola Pengambilan Keputusan dalam Keluarga Penerima Manfaat PKH (Kasus: Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi)
Miranjani, Syahrainna Mayzwa
Modal sosial adalah modal yang penting bagi keberlangsungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepemilikan modal sosial dengan pola pengambilan keputusan dalam keluarga pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Desa Cijengkol, Kecamatan Setu. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif, dengan responden sebanyak 55 pasangan suami-istri KPM PKH. Data dianalisis menggunakan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepemilikan modal sosial responden berada pada kategori sedang hingga tinggi, dengan dimensi jaringan sosial yang bersifat homogen. Pola pengambilan keputusan dalam keluarga didominasi oleh pola Dominan Salah Satu, terutama pada dimensi ekonomi yang sangat bergantung pada suami sebagai pencari nafkah. Temuan utama menunjukkan tidak terdapat hubungan yang konsisten ataupun linear antara modal sosial dengan pola pengambilan keputusan. Tingkat kepercayaan yang tinggi justru cenderung membuat pasangan merasa aman untuk menyerahkan wewenang kepada salah satu pihak, sementara kepatuhan terhadap norma sosial lebih banyak memperkuat pembagian peran gender tradisional.; Social capital is an essential capital for family sustainability. This study aims to analyze the relationship between the level of social capital ownership and family decision-making patterns in Family Hope Program (PKH) Beneficiary Families (KPM) in Cijengkol Village, Setu District. The research used a quantitative approach supported by qualitative data, with 55 married couples participating in the PKH program. Data were analyzed using cross-tabulation. The results showed that the level of social capital ownership of respondents was in the medium to high category, with a homogeneous social network dimension. The pattern of decision-making in the family was dominated by a "Dominant One" pattern, especially in the economic dimension, which is highly dependent on the husband as the breadwinner. The main findings showed no consistent or linear relationship between social capital and decision-making patterns. High levels of trust tend to make couples feel safe to hand over authority to one party, while adherence to social norms more often reinforces the division of traditional gender roles.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177686">
<title>Pengaruh Pola Penggunaan dan Pemanfaatan TikTok terhadap Efektivitas Komunikasi Interpersonal Remaja Pedesaan (Kasus: Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177686</link>
<description>Pengaruh Pola Penggunaan dan Pemanfaatan TikTok terhadap Efektivitas Komunikasi Interpersonal Remaja Pedesaan (Kasus: Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung)
SOPIANA, CANDRA FITRAH
Perkembangan teknologi digital meningkatkan penggunaan media sosial di kalangan&#13;
remaja, termasuk TikTok hingga di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan&#13;
menganalisis pola penggunaan, pemanfaatan TikTok, efektivitas komunikasi&#13;
interpersonal, serta pengaruh keduanya di Desa Manggungharja. Penelitian&#13;
menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif dengan seratus&#13;
responden pengguna aktif TikTok yang dipilih secara cluster random sampling.&#13;
Analisis dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dan berganda. Hasil&#13;
menunjukkan mayoritas responden menggunakan TikTok dengan intensitas tinggi,&#13;
didominasi jenis aktivitas consuming untuk memenuhi kebutuhan pelarian dan afektif.&#13;
Efektivitas komunikasi interpersonal ditandai tingginya empati dan kesetaraan,&#13;
sedangkan keterbukaan, dukungan, dan sikap positif relatif rendah. Pola penggunaan&#13;
TikTok tidak berpengaruh, pemanfaatan TikTok berpengaruh signifikan dan keduanya&#13;
berpengaruh signifikan secara simultan terhadap efektivitas komunikasi interpersonal&#13;
remaja di Desa Manggungharja.; The rapid growth of digital technology has increased social media use among adolescents, including TikTok in rural areas. This study examined TikTok usage patterns, gratification, interpersonal communication effectiveness, and their influence among adolescents in Manggungharja Village. A quantitative approach supported by qualitative data was conducted with 100 active TikTok users selected through cluster random sampling. Data were analyzed using simple and multiple linear regression. Most respondents intensively used TikTok, mainly for content consumption to fulfill escapism and affective needs. Interpersonal communication effectiveness was characterized by high empathy and equality, while openness, supportiveness, and positiveness were relatively low. TikTok usage patterns had no significant effect, whereas TikTok gratification had a significant positive effect. Simultaneously, both variables significantly influenced adolescents' interpersonal communication effectiveness in Manggungharja Village.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177685">
<title>Pengaruh Pola Penggunaan dan Pemanfaatan TikTok terhadap Efektivitas Komunikasi Interpersonal Remaja Pedesaan (Kasus: Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177685</link>
<description>Pengaruh Pola Penggunaan dan Pemanfaatan TikTok terhadap Efektivitas Komunikasi Interpersonal Remaja Pedesaan (Kasus: Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung)
SOPIANA, CANDRA FITRAH
Perkembangan teknologi digital meningkatkan penggunaan media sosial di kalangan&#13;
remaja, termasuk TikTok hingga di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan&#13;
menganalisis pola penggunaan, pemanfaatan TikTok, efektivitas komunikasi&#13;
interpersonal, serta pengaruh keduanya di Desa Manggungharja. Penelitian&#13;
menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif dengan seratus&#13;
responden pengguna aktif TikTok yang dipilih secara cluster random sampling.&#13;
Analisis dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dan berganda. Hasil&#13;
menunjukkan mayoritas responden menggunakan TikTok dengan intensitas tinggi,&#13;
didominasi jenis aktivitas consuming untuk memenuhi kebutuhan pelarian dan afektif.&#13;
Efektivitas komunikasi interpersonal ditandai tingginya empati dan kesetaraan,&#13;
sedangkan keterbukaan, dukungan, dan sikap positif relatif rendah. Pola penggunaan&#13;
TikTok tidak berpengaruh, pemanfaatan TikTok berpengaruh signifikan dan keduanya&#13;
berpengaruh signifikan secara simultan terhadap efektivitas komunikasi interpersonal&#13;
remaja di Desa Manggungharja.; The rapid growth of digital technology has increased social media use among adolescents, including TikTok in rural areas. This study examined TikTok usage patterns, gratification, interpersonal communication effectiveness, and their influence among adolescents in Manggungharja Village. A quantitative approach supported by qualitative data was conducted with 100 active TikTok users selected through cluster random sampling. Data were analyzed using simple and multiple linear regression. Most respondents intensively used TikTok, mainly for content consumption to fulfill escapism and affective needs. Interpersonal communication effectiveness was characterized by high empathy and equality, while openness, supportiveness, and positiveness were relatively low. TikTok usage patterns had no significant effect, whereas TikTok gratification had a significant positive effect. Simultaneously, both variables significantly influenced adolescents' interpersonal communication effectiveness in Manggungharja Village.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177660">
<title>Hubungan Kebiasaan Mendengarkan Musik, Stres Akademik, dan Emotional Eating dengan Asupan Mahasiswa</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177660</link>
<description>Hubungan Kebiasaan Mendengarkan Musik, Stres Akademik, dan Emotional Eating dengan Asupan Mahasiswa
Sagala, Nadya Haprima Indah Br
Mahasiswa tahun pertama rentan mengalami stres akademik yang memicu emotional eating dan memengaruhi asupan. Musik menjadi salah satu strategi koping nonfarmakologis untuk menurunkan stres. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kebiasaan mendengarkan musik, stres akademik, dan emotional eating dengan asupan mahasiswa tahun pertama IPB University. Penelitian dilakukan secara cross-sectional pada 85 mahasiswa yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan melalui Music Preference Questionnaire, Perception of Academic Stress Scale, Dutch Eating Behaviour Questionnaire-Emotional, dan food recall 2×24 jam. Hasil analisis menunjukkan jenis kelamin berhubungan signifikan dengan stres akademik (p=0,007), serta uang saku berhubungan negatif signifikan dengan asupan energi (p=0,049), sedangkan durasi mendengarkan musik, stres akademik, dan emotional eating tidak berhubungan signifikan satu sama lain maupun dengan asupan zat gizi. Temuan ini menunjukkan bahwa stres akademik pada mahasiswa tahun pertama lebih dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin dibandingkan kebiasaan mendengarkan musik, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam memahami hubungan antara musik, stres, dan pola makan mahasiswa.; First-year college students are prone to academic stress, which can trigger emotional eating and affect their food intake. Music is one non-pharmacological coping strategy for reducing stress. This study aims to analyze the relationship between music listening habits, academic stress, and emotional eating with the dietary intake of first-year students at IPB University. The study was conducted as a cross-sectional study involving 85 students selected via random sampling. Data were collected using the Music Preference Questionnaire, the Perception of Academic Stress Scale, the Dutch Eating Behavior Questionnaire-Emotional, and a 2×24-hour food recall. The results showed that gender was significantly associated with academic stress (p=0.007), and that pocket money was significantly and negatively associated with energy intake (p=0.049), while the duration of music listening, academic stress, and emotional eating were not significantly associated with one another or with nutrient intake. These findings indicate that academic stress among first-year students is more influenced by gender than by music listening habits, highlighting the need for a more comprehensive approach to understanding the relationship between music, stress, and students' dietary patterns.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
