<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7471">
<title>UF - Faculty of Human Ecology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7471</link>
<description>Undergraduate Theses on Faculty of Human Ecology</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179941"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179929"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179816"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179803"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-21T00:14:53Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179941">
<title>Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Keamanan Pangan Penjamah Makanan di SPPG (Studi Kasus: SPPG Yasmin dan SPPG Cibatok, Bogor)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179941</link>
<description>Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Keamanan Pangan Penjamah Makanan di SPPG (Studi Kasus: SPPG Yasmin dan SPPG Cibatok, Bogor)
ADINDA, ANGELA PERMATA
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melibatkan penyelenggaraan makanan skala besar sehingga keamanan pangan menjadi aspek krusial, dan penjamah makanan berperan sentral dalam menjaganya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengetahuan, sikap, dan praktik keamanan pangan penjamah makanan serta hubungan dan perbedaannya di SPPG Yasmin dan SPPG Cibatok. Desain yang digunakan adalah cross-sectional study dengan 54 penjamah makanan yang dipilih secara purposive sampling (masing-masing 27 subjek), dilaksanakan pada Juni 2026. Data pengetahuan dan sikap dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan praktik melalui observasi langsung. Hubungan karakteristik subjek dengan pengetahuan, sikap, dan praktik dianalisis menggunakan uji Pearson Chi- Square dan Mann-Whitney, dengan hasil tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik subjek dengan pengetahuan, sikap, maupun praktik (p&gt;0,05). Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan sebesar 90,6±10,0 (92,6% baik), sikap 83,9±8,8 (96,3% baik), dan praktik 86,3±12,9 (85,2% baik). Terdapat hubungan positif signifikan antara pengetahuan dan sikap (r=0,402; p&lt;0,05), sedangkan pengetahuan dengan praktik dan sikap dengan praktik tidak signifikan. Uji perbedaan menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap, tetapi terdapat perbedaan praktik antara kedua SPPG (p=0,007). Pengetahuan dan sikap yang baik belum menjamin praktik yang baik tanpa dukungan fasilitas dan pengawasan yang memadai.; The Makanan Bergizi Gratis (MBG) Program involves large-scale food service, making food safety a crucial aspect, with food handlers playing a central role in maintaining it. This study aimed to analyze food safety knowledge, attitudes, and practices among food handlers, as well as their relationships and differences, at SPPG Yasmin and SPPG Cibatok. A cross-sectional study design was used, involving 54 food handlers selected through purposive sampling (27 subjects each), conducted in June 2026. Knowledge and attitude data were collected through questionnaires, while practice data were collected through direct observation. Relationships between subject characteristics and knowledge, attitudes, and practices were analyzed using Pearson Chi-Square and Mann-Whitney tests, with no significant relationships found between subject characteristics and knowledge, attitudes, or practices (p&gt;0.05). Relationships between variables were analyzed using Spearman’s test. The results showed average knowledge, attitude, and practice scores of 90.6±10.0 (92.6% good), 83.9±8.8 (96.3% good), and 86.3±12.9 (85.2% good), respectively. A significant positive relationship was found between knowledge and attitude (r=0.402; p&lt;0.05), while knowledge with practice and attitude with practice showed no significant relationships. Difference tests showed no significant differences in knowledge and attitude, but a significant difference in practice between the two SPPGs (p=0.007). Good knowledge and attitudes do not necessarily guarantee good practices without adequate facilities and supervision.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179929">
<title>Pengembangan Minuman Serbuk Instan Kaya Antioksidan dari Kulit Manggis, Jahe Merah, dan Lemon</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179929</link>
<description>Pengembangan Minuman Serbuk Instan Kaya Antioksidan dari Kulit Manggis, Jahe Merah, dan Lemon
Savierin, Theresa Krismasha Sekar
Penelitian ini mengembangkan minuman serbuk instan kaya antioksidan dari kulit manggis, jahe merah, dan sari lemon menggunakan metode ko-kristalisasi, serta mengevaluasi karakteristik sensori, fisikokimia, dan aktivitas antioksidannya. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap: penapisan lima formula awal (F1–F5) melalui uji hedonik, pemprofilan sensori objektif dengan Quantitative Descriptive Analysis (QDA) pada tiga formula terpilih F1 (50:50:13,5), F2 (60:40:13,5), F3 (70:30:13,5), serta karakterisasi fisikokimia dan kimia. Hasil uji hedonik menunjukkan F1, F2, dan F3 paling disukai konsumen, sementara analisis QDA menunjukkan peningkatan rasio kulit manggis meningkatkan intensitas aroma kulit manggis serta rasa sepat pada mouthfeel dan aftertaste, namun menurunkan kejernihan dan rasa manis. Seluruh formula memenuhi syarat SNI 01-4320-1996 dengan kadar air 1,70–2,73%, kadar abu 0,33–0,36%, kelarutan 97,45–98,00%, dan pH 3,64–3,76. Kandungan total fenolik meningkat signifikan seiring peningkatan kulit manggis, dari 18,25 mg GAE/g (F1) hingga 32,27 mg GAE/g (F3), dengan F3 menghasilkan aktivitas antioksidan terkuat (IC50 386,44 ppm). Metode ko-kristalisasi terbukti mampu menghasilkan minuman serbuk instan kaya antioksidan dengan karakteristik mutu yang baik.; The increasing prevalence of non-communicable diseases associated with oxidative stress has driven the development of functional beverages utilizing local natural resources. This study aimed to develop an instant powder beverage formulated from mangosteen peel, red ginger, and lemon juice extracts using a co-crystallization method, and to evaluate its sensory, physicochemical, and antioxidant properties. The research was conducted in three phases: screening five initial formulas (F1–F5) via hedonic testing, objective sensory profiling using Quantitative Descriptive Analysis (QDA) on three selected formulas F1 (50:50:13,5), F2 (60:40:13,5), F3 (70:30:13,5), and physical and chemical characterization. Hedonic results identified F1, F2, and F3 as the most accepted formulas. QDA revealed that increasing the mangosteen peel ratio intensified mangosteen peel aroma, astringent mouthfeel, and astringent aftertaste, while decreasing clarity and sweetness. All formulas met the Indonesian National Standard (SNI 01-4320-1996), presenting moisture content between 1.70–2.73% and ash content between 0.33–0.36%. Solubility ranged from 97.45–98.00% with pH values of 3.64–3.76. Total phenolic content increased significantly with higher mangosteen peel proportions, reaching 18.25 mg GAE/g (F1), 20.85 mg GAE/g (F2), and 32.27 mg GAE/g (F3). Formula F3 exhibited the strongest antioxidant activity (IC50 386.44 ppm). In conclusion, co-crystallization successfully yielded an instant functional powder beverage with high antioxidant potential and desirable physical quality.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179816">
<title>Pengaruh Komunikasi terhadap Adopsi Inovasi Perilaku Ramah Lingkungan pada Pedagang Pasar Papringan Temanggung</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179816</link>
<description>Pengaruh Komunikasi terhadap Adopsi Inovasi Perilaku Ramah Lingkungan pada Pedagang Pasar Papringan Temanggung
Faizah, Putri Nurul
Pasar Papringan merupakan wisata berbasis Community Based Tourism (CBT) yang mengadopsi inovasi perilaku ramah lingkungan. Penelitian ini menganalisis pengaruh karakteristik pedagang dan komunikasi inovasi terhadap persepsi inovasi serta keputusan adopsi inovasi perilaku ramah lingkungan pada pedagang kuliner Pasar Papringan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi lapangan, dianalisis menggunakan SEM-PLS, melibatkan 70 pedagang kuliner sebagai responden. Hasil menunjukkan karakteristik pedagang tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi inovasi &#13;
maupun keputusan adopsi. Komunikasi inovasi berpengaruh positif signifikan terhadap persepsi inovasi, tetapi tidak signifikan terhadap keputusan adopsi. Persepsi inovasi juga tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan adopsi. Temuan ini mengindikasikan keputusan adopsi lebih dipengaruhi norma sistem sosial yang terlembagakan dibandingkan karakteristik individu atau komunikasi.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179803">
<title>Hubungan Pelapisan Sosial Komunitas Desa-Kota Dan  Tingkat Penggunaan Pinjaman Online  (Kasus: Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179803</link>
<description>Hubungan Pelapisan Sosial Komunitas Desa-Kota Dan  Tingkat Penggunaan Pinjaman Online  (Kasus: Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor)
Salam, Hasan Abdus
Perkembangan teknologi finansial mendorong masifnya adopsi pinjaman &#13;
online di masyarakat desa-kota dengan karakteristik sosial ekonomi beragam. &#13;
Penelitian ini bertujuan menganalisis pelapisan sosial dari pengguna pinjaman &#13;
online di Kelurahan Margajaya serta melihat hubungannya dengan tingkat &#13;
penggunaan pinjaman online. Pendekatan penelitian menggunakan mixed methods &#13;
melalui survei kuantitatif dan wawancara mendalam kualitatif dengan total &#13;
responden 40 menggunakan indeks komposit dalam perhitungan masing-masing &#13;
variabel. Hasil penelitian menunjukkan pelapisan sosial responden didominasi oleh &#13;
taraf hidup sedang (80%) dan tingkat penggunaan pinjaman online berada pada &#13;
kategori sedang (85%). Uji korelasi Rank Spearman menghasilkan hubungan yang &#13;
signifikan, sangat kuat, dan berarah negatif (?? = -0,866). Semakin tinggi taraf &#13;
hidup rumah tangga, semakin rendah tingkat penggunaan pinjaman online. &#13;
Sebaliknya, kelompok taraf hidup rendah menjadikan pinjaman online sebagai &#13;
safety net kebutuhan subsisten. Pola penggunaan bervariasi mulai dari kebutuhan &#13;
konsumtif, darurat, hingga kegiatan produktif
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
