<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7469">
<title>UF - Faculty of Forestry and Environment</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7469</link>
<description>Undergraduate Theses on Faculty of Forestry and Environment</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179895"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179894"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179893"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179877"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-03T13:25:57Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179895">
<title>Analisis Kerusakan Komponen Chainsaw serta Pengaruhnya pada Produktivitas Penebangan Kayu di RPH Cibingbin, Banten</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179895</link>
<description>Analisis Kerusakan Komponen Chainsaw serta Pengaruhnya pada Produktivitas Penebangan Kayu di RPH Cibingbin, Banten
NOSA, ILHAM RAMA
Pengetahuan tentang pemeliharaan dan penggunaan gergaji rantai harus dimiliki oleh operator dan kekeliruannya akan menyebabkan kerusakan pada alat, produktivitas menurun, dan membahayakan operator. Penelitian ini bertujuan mengenali dan menganalisis kerusakan yang terjadi pada gergaji rantai serta menganalisis pengaruh kerusakan komponen terhadap produktivitas yang dihasilkan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menganalisis penyebab kerusakan komponen gergaji rantai serta menganalisis pengaruh kerusakan terhadap produktivitas yang dihasilkan. Kerusakan komponen gergaji rantai yang telah dianalisis menunjukkan kerusakan sering terjadi pada komponen busi, rantai, rim sprocket, dan piston. Kerusakan komponen disebabkan kurangnya pengetahuan pada operator mengenai penggunaan dan pemeliharaan rutin pada gergaji rantai. Produktivitas rata-rata keenam operator adalah 0,65 m^3/jam. Produktivitas yang rendah disebabkan oleh besarnya waktu kerja tidak efektif saat penebangan. Waktu kerja tidak efektif yang sangat besar disebabkan oleh perbaikan kerusakan komponen oleh operator yang dipengaruhi oleh jenis kerusakan, pengetahuan dan pengalaman operator, ketersediaan suku cadang baru, dan pemeliharaan rutin.; Operators must possess knowledge of chainsaw maintenance and use, and errors can cause damage to the tool, decrease productivity, and endanger the operator. This study aims to identify and analyze damage to chainsaws and analyze the effect of component damage on productivity. Data collection was conducted by analyzing the causes of chainsaw component damage and analyzing the effect of damage on productivity. The analyzed chainsaw component damage showed that damage frequently occurred to the spark plug, chain, rim sprocket, and piston components. Component damage was caused by a lack of knowledge among operators regarding the use and routine maintenance of chainsaws. The average productivity of the six operators was 0.65 m^3/hour. Low productivity was caused by the large amount of ineffective working time during felling. Significant amounts of ineffective working time are caused by component repairs performed by operators a process influenced by the type of failure, the operator's knowledge and experience, the availability of new spare parts, and routine maintenance.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179894">
<title>Potensi, Pemanenan dan Pemanfaatan Bambu di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179894</link>
<description>Potensi, Pemanenan dan Pemanfaatan Bambu di Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor
Azzahra, Firly Salsabila
Penelitian ini mengkaji tentang potensi, pemanenan serta pemanfaatan bambu yang ada di Kecamatan Rumpin, khususnya di tiga desa yang menjadi sampel penelitian yaitu Desa Cibodas, Desa Rabak dan Desa Gobang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi bambu yang berada di wilayah tersebut. Sumber data utama yang digunakan pada penelitian ini adalah hasil observasi lapang, hasil wawancara dan disuksi dengan warga sekitar. Berdasarkan hasil penelitian, potensi bambu terbesar terdapat pada Desa Rabak (176 rumpun/ha dan 5.280 batang/ha). Rata-rata pendapatan bersih pada masing-masing petani bambu saat ini adalah sekitar Rp.218.400/hari. Desa Rabak juga mencapai pendapatan bersih tertinggi dari pengrajin bambu yaitu sebesar Rp.160.000/unit. Meskipun hal ini menguntungkan secara finansial, namun pengembangan pemasaran bambu belum optimal karena rantai pemasaran yang lemah dan sistem produksi yang pasif.; This research examines the potential of bamboo, harvesting and utilization of bamboo in Rumpin District, especially the three villages that were the research samples, namely Cibodas Village, Rabak Village and Gobang Village. This research was conducted in three adjacent villages and the aim of his research is to analyze the potential of bamboo in Cibodas Village, Rabak Village and Gobang Village, Rumpin District. The main data sources used in this research are the results of field observations, interviews and discussions with local residents. Research results indicate that the highest potential density is found in Rabak Village (176 clumps/ha and 5,280 culms/ha. The average net income for now bamboo farmers is approximately Rp.218.400/ day. Rabak Village recorded the highest accumulated net income for bamboo artisans Rp.160.000/unit. Despite the financial profitability, downstream development of the bamboo industry in this region remains suboptimal due to a weak marketing chain and a passive production system.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179893">
<title>Model Penduga Tinggi Pohon Pinus (Pinus merkusii) di Areal Rehabilitasi Hutan Pendidikan Gunung Walat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179893</link>
<description>Model Penduga Tinggi Pohon Pinus (Pinus merkusii) di Areal Rehabilitasi Hutan Pendidikan Gunung Walat
Marselia, Hilda
Pengukuran tinggi pohon secara langsung di lapangan sering kali membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang cukup besar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan model pendugaan tinggi  pohon pinus di Hutan Pendidikan Gunung Walat. Pemilihan model dilakukan berdasarkan kriteria statistik, termasuk koefisien determinasi dan Root Square Mean Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara tinggi pohon dan diameter pohon, sehingga model yang diusulkan dapat digunakan untuk menduga tinggi pohon berdasarkan pengukuran diameter dengan lebih efisien. Model penduga tinggi terbaik untuk menduga tinggi pohon di area TOSO Hutan Pendidikan Gunung Walat model M9 dengan persamaan T = a*(D^b)*(U^c). Model tersebut dapat menjelaskan variasi tinggi sebanyak 62% dengan RMSE 3,05 m. Jika data umur pohon tidak diketahui, dapat menggunakan model M3 dengan persamaan T = D / (a+(b*D)). Model tersebut dapat menjelaskan variasi tinggi sebanyak 61,4% dengan RMSE 3,08 m. Model pendugaan ini diharapkan dapat menjadi referensi yang bermanfaat dalam kegiatan inventarisasi dan pengelolaan hutan di Hutan Pendidikan Gunung Walat, khususnya dalam mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian di bidang kehutanan.; Direct measurement of tree height in the field often demands considerable time, energy, and financial resources. To address this challenge, this study developed a model for estimating pine tree height in the Gunung Walat University Forest. Model selection was guided by statistical criteria, including the coefficient of determination and Root Mean Square Error. The findings reveal a strong correlation between tree height and diameter, indicating that the proposed model can reliably estimate tree height from diameter measurements with greater efficiency. The best height estimation model for estimating tree height in the TOSO &#13;
area of the Gunung Walat University Forest is model M9, with the equation T = a*(D^b)*(U^c). This model explains 62% of the variation in tree height, with an RMSE of 3,05 m. If tree age data are unavailable, model M3 can be used, with the equation T = D / (a+(b*D)). This model explains 61,4% of the variation in tree height, with an RMSE of 3,08 m. This estimation model is expected to serve as a valuable reference for forest inventory and management in the Gunung Walat University Forest, particularly in supporting forestry education and research initiatives.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179877">
<title>Analisis Keuntungan Usahatani Pada Berbagai Penggunaan Lahan Di Desa Tambak Ukir, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179877</link>
<description>Analisis Keuntungan Usahatani Pada Berbagai Penggunaan Lahan Di Desa Tambak Ukir, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur
Affandi, Rizik Akbar
Lahan merupakan sumber daya penting dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis keuntungan usahatani berdasarkan pola penggunaan lahan dan komoditas dominan di Desa Tambak Ukir, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 20 petani yang dipilih secara purposive. Analisis dilakukan berdasarkan penerimaan dan biaya usahatani, sedangkan komoditas jati dianalisis menggunakan Net Present Value (NPV) dan Annual Equivalent Value (AEV) karena memiliki daur produksi yang panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan berbeda antar pola penggunaan lahan dan komoditas. Keuntungan pola monokultur padi, jagung, jati, dan agroforestri jati–jagung masing-masing berkisar Rp17.906.250–Rp28.966.000/ha/tahun, Rp4.390.000–Rp9.571.429/ha/tahun, Rp805.807–Rp2.152.445/ha/tahun, dan Rp8.151.313–Rp20.355.780/ha/tahun. Berdasarkan komoditas, rata-rata keuntungan padi sebesar Rp22.953.250/ha/tahun, jagung Rp6.471.486/ha/tahun, dan jati Rp1.403.684/ha/tahun. Perbedaan keuntungan berkaitan dengan produktivitas, penerimaan, biaya produksi, intensitas pengelolaan, dan karakteristik daur masing-masing komoditas.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
