<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7467">
<title>UF - Faculty of Fisheries and Marine Science</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7467</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179850"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179847"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179823"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179815"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-08-27T06:39:17Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179850">
<title>Efektivitas ekstrak prebiotik Kappaphycus alvarezii terhadap imunitas dan resistansi udang vaname Litopenaeus vannamei yang diinfeksi Vibrio parahaemolyticus</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179850</link>
<description>Efektivitas ekstrak prebiotik Kappaphycus alvarezii terhadap imunitas dan resistansi udang vaname Litopenaeus vannamei yang diinfeksi Vibrio parahaemolyticus
DINAR
Penyakit vibriosis akibat infeksi Vibrio parahaemolyticus merupakan kendala utama dalam budidaya udang vaname. Penggunaan prebiotik dari makroalga menjadi alternatif berkelanjutan untuk menekan penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas ekstrak polisakarida Kappaphycus alvarezii sebagai prebiotik terhadap kinerja pertumbuhan, respons imun, dan resistansi udang vaname yang diinfeksi V. parahaemolyticus. Udang dipelihara selama 60 hari dengan pakan bersuplementasi ekstrak K. alvarezii berdosis 0% tanpa infeksi (K-), 0% terinfeksi (K+), 1% (P1), 1,5% (P1,5), 2% (P2), dan 2,5% (P2,5), dilanjutkan uji tantang selama tujuh hari dengan bakteri V. parahaemolyticus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1,5 secara signifikan menghasilkan laju pertumbuhan spesifik tertinggi dan rasio konversi pakan terendah. Suplementasi ekstrak terbukti menekan kelimpahan Vibrio pada usus dan hepatopankreas, serta menstimulasi respons imun non-spesifik seperti total hemosit, respiratory burst, dan aktivitas phenoloxidase secara optimal. Pascauji tantang, perlakuan P1,5 menghasilkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi (66%), sedangkan dosis tinggi (P2 dan P2,5) memicu kelelahan imun yang berdampak pada penurunan resistansi. Disimpulkan bahwa ekstrak K. alvarezii efektif berfungsi sebagai prebiotik dan imunostimulan dengan dosis optimum 1,5%.; Vibriosis caused by Vibrio parahaemolyticus infection is a major obstacle in Pacific white shrimp aquaculture. The use of macroalgae prebiotics has become a sustainable alternative to antibiotics. This study aimed to evaluate the effectiveness of Kappaphycus alvarezii polysaccharide extract as a prebiotic on the growth performance, immune response, and resistance of white shrimp infected with V. parahaemolyticus. Shrimp were cultured for 60 days using feed supplemented with different K. alvarezii extract doses: 0% uninfected (K-), 0% infected (K+), 1% (P1), 1.5% (P1.5), 2% (P2), and 2.5% (P2.5), followed by a seven-day challenge test with V.parahaemolyticus. The results showed that the P1.5 treatments significantly produced the highest specific growth rate and the lowest feed conversion ratio. Extract supplementation effectively suppressed Vibrio abundance in the intestine and hepatopancreas, and optimally stimulated non-specific immune responses such as total hemocyte count, respiratory burst, and phenoloxidase activity. Post-challenge, the P1.5 treatment recorded the highest survival rate (66%), whereas high doses (P2 and P2.5) triggered immune exhaustion which resulted in decreased resistance. In conclusion, K. alvarezii extract effectively serves as a prebiotic and immunostimulant with an optimum dose of 1.5%.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179847">
<title>Induksi Pematangan Gonad Pada Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Betina dengan Plasma Darah Sapi Betina</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179847</link>
<description>Induksi Pematangan Gonad Pada Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Betina dengan Plasma Darah Sapi Betina
HIDAYAH, NURUL ALVI
Ketersediaan induk ikan lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) betina yang &#13;
telah matang gonad merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan &#13;
pembenihan. Plasma darah sapi betina yang berasal dari limbah rumah potong &#13;
hewan (RPH) mengandung berbagai komponen bioaktif yang berpotensi &#13;
mendukung proses pematangan gonad. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi &#13;
pengaruh pemberian plasma darah sapi betina terhadap pematangan gonad dan &#13;
parameter hematologi ikan lele Sangkuriang betina. Penelitian menggunakan &#13;
Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu P0 (NaCl &#13;
fisiologis 0,9%), P1 (plasma darah sapi betina dosis 0,5 mL kg?¹ bobot tubuh), P2 &#13;
(1,0 mL kg?¹ bobot tubuh), dan P3 (1,5 mL kg?¹ bobot tubuh), dengan empat &#13;
ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot mutlak, indeks &#13;
gonadosomatik (GSI), indeks hepatosomatik (HSI), fekunditas, diameter telur, &#13;
eritrosit, leukosit, hemoglobin, dan hematokrit. Data dianalisis menggunakan &#13;
analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf nyata 5%. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian plasma darah sapi betina &#13;
berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap nilai GSI, fekunditas, serta kadar hemoglobin &#13;
pada H7 dan H14 dan H28 tetapi tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap &#13;
pertambahan bobot mutlak, HSI, diameter telur, jumlah eritrosit, jumlah leukosit, &#13;
dan nilai hematokrit. Perlakuan P3 (1,5 mL kg?¹ bobot tubuh) merupakan dosis &#13;
terbaik dalam meningkatkan pematangan gonad ikan lele Sangkuriang betina, yang &#13;
ditunjukkan oleh nilai GSI dan fekunditas tertinggi. Selain itu, pemberian plasma &#13;
darah sapi betina hingga dosis 1,5 mL kg?¹ bobot tubuh tidak memberikan dampak &#13;
negatif terhadap parameter hematologi yang diamati. Hasil penelitian ini &#13;
menunjukkan bahwa plasma darah sapi betina berpotensi dimanfaatkan sebagai &#13;
alternatif bahan alami untuk mendukung pematangan gonad induk ikan lele &#13;
Sangkuriang betina.; The availability of sexually mature female Sangkuriang catfish (Clarias &#13;
gariepinus) broodstock is an important factor in the success of seed production. &#13;
Bovine blood plasma, a by-product of slaughterhouses, contains various &#13;
bioactive components that have the potential to support gonadal maturation. &#13;
This study aimed to evaluate the effect of bovine blood plasma administration &#13;
on gonadal maturation and hematological parameters of female Sangkuriang &#13;
catfish. A completely randomized design (CRD) consisting of four treatments &#13;
was used: P0 (0.9% physiological saline), P1 (0.5 mL kg?¹ body weight bovine &#13;
blood plasma), P2 (1.0 mL kg?¹ body weight bovine blood plasma), and P3 (1.5 &#13;
mL kg?¹ body weight bovine blood plasma), each with four replicates. The &#13;
observed parameters included absolute weight gain, gonadosomatic index &#13;
(GSI), hepatosomatic index (HSI), fecundity, egg diameter, erythrocyte count, &#13;
leukocyte count, hemoglobin concentration, and hematocrit value. Data were &#13;
analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan's multiple &#13;
range test at a 5% significance level. The results showed that bovine blood &#13;
plasma administration significantly affected (P&lt;0.05) the GSI, fecundity, and &#13;
hemoglobin concentration on days 7, 14 and 21 but had no significant effect &#13;
(P&gt;0.05) on absolute weight gain, HSI, egg diameter, erythrocyte count, &#13;
leukocyte count, or hematocrit value. Treatment P3 (1.5 mL kg?¹ body weight) &#13;
was the optimal dose for enhancing gonadal maturation, as indicated by the &#13;
highest GSI and fecundity values. Furthermore, bovine blood plasma &#13;
administration up to 1.5 mL kg?¹ body weight did not adversely affect the &#13;
hematological parameters evaluated. These findings suggest that bovine blood &#13;
plasma has the potential to serve as a natural alternative for enhancing gonadal &#13;
maturation in female Sangkuriang catfish broodstock.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179823">
<title>Penambahan Cacahan Batang Pisang Ambon pada&#13;
Transportasi Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dengan Sistem Tertutup</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179823</link>
<description>Penambahan Cacahan Batang Pisang Ambon pada&#13;
Transportasi Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dengan Sistem Tertutup
Merysia, Samantha
Transportasi adalah kegiatan yang dapat menimbulkan stres pada ikan. &#13;
Salah satu upaya untuk mengurangi stres adalah penggunaan bahan anestesi alami &#13;
seperti cacahan batang pisang yang mengandung senyawa aktif flavonoid,saponin, &#13;
tanin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan &#13;
cacahan batang pisang pada transportasi sistem tertutup benih ikan nila terhadap &#13;
kualitas air, glukosa darah, tingkat kelangsungan hidup, dan pertumbuhan &#13;
pascatransportasi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) &#13;
dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol (K), &#13;
penambahan cacahan sebanyak 2,3 g L-1&#13;
(P1), dan 11,5 g L-1&#13;
(P2). Hasil penelitian &#13;
menunjukkan perlakuan P1 memiliki kadar glukosa darah setelah transportasi &#13;
(96,67±1,53 mg dL?¹) lebih rendah dibandingkan perlakuan lainnya. Pemeliharaan &#13;
dilakukan selama 30 hari. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi P1 sebesar &#13;
93,33%, dan laju pertumbuhan spesifik tertinggi terdapat pada P1 sebesar &#13;
2,25%/hari.; Transportation is one of the activities that can induce stress in fish. One &#13;
approach to reducing stress is the use of natural anesthetic agents, such as chopped &#13;
banana pseudostem which contains bioactive compounds including flavonoids,&#13;
saponins, tannins, and alkaloids. This study aimed to analyze the effect of adding &#13;
chopped banana pseudostem to the closed-system transportation of Nile tilapia &#13;
(Oreochromis niloticus) fingerlings on water quality, blood glucose levels, survival &#13;
rate, and post-transport growth performance. This study uses a completely &#13;
randomized design (CRD) with three treatments and three replications. The &#13;
treatments consist of a control (K), the addition of 2,3 g L-1&#13;
of chopped material &#13;
(P1), and 11,5 g L-1 (P2). The results showed that treatment P1 had a lower blood &#13;
glucose level after transportation (96,67 ± 1,53 mg dL?¹) compared with the other &#13;
treatments. The fish were subsequently reared for 30 days. The highest survival rate &#13;
was observed in P1 at 93,33%, while the highest specific growth rate was also &#13;
observed in P1 at 2,25% day?¹.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179815">
<title>Biodiversitas plankton pada kawasan KKP3K  KDPS Kabupaten Berau, Kalimantan Timur</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179815</link>
<description>Biodiversitas plankton pada kawasan KKP3K  KDPS Kabupaten Berau, Kalimantan Timur
Azizah, Hafidloh Nur
Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kepulauan &#13;
Derawan dan Perairan Sekitarnya (KDPS) memiliki keanekaragaman hayati yang&#13;
 tinggi, namun informasi mengenai biodiversitas plankton masih terbatas. Penelitian &#13;
bertujuan mengidentifikasi komposisi, kelimpahan, indeks biodiversitas &#13;
fitoplankton dan zooplankton serta melihat penciri stasiun berdasarkan plankton &#13;
dan kualitas perairan. Sampel diambil pada Juni 2025 di 15 stasiun dengan plankton &#13;
net berukuran 30 µm. Ditemukan 47 genus fitoplankton dan 30 genus zooplankton. &#13;
Kelimpahan fitoplankton berkisar 5.151,57–63.760,72 sel/m³, didominasi &#13;
Trichodesmium sp., sedangkan zooplankton berkisar 139,87–1.971,07 ind/m³, &#13;
didominasi Crustacea. Indeks keanekaragaman fitoplankton (H' = 0,19–1,85) &#13;
rendah–sedang akibat dominansi Trichodesmium sp., sementara zooplankton (H' = &#13;
0,76–1,90) tergolong rendah hingga sedang dengan sebaran individu yang relatif &#13;
lebih merata. Analisis similaritas menunjukkan adanya pengelompokan komunitas antarstasiun, PCA menunjukkan penciri beberapa stasiun berdasarkan plankton dan &#13;
kualitas perairan. Secara umum, kondisi perairan KKP3K KDPS masih mendukung &#13;
kehidupan plankton dan biota laut lainnya.; The Coastal and Small Islands Conservation Area (KKP3K) of the Derawan &#13;
Islands and Surrounding Waters (KDPS) has high biodiversity, but there is less &#13;
scientific information about the biodiversity of plankton there This study aimed to &#13;
determine the composition, abundance, and biodiversity indices of phytoplankton &#13;
and zooplankton, as well as their relationship with water quality. Samples were &#13;
collected in June 2025 at 15 stations using a 30 µm plankton net. The results showed &#13;
that there were 47 genera of phytoplankton and 30 genera of zooplankton. The &#13;
phytoplankton abundance varied from 5151,57–63760,72 cells/m3 and was &#13;
dominated by Trichodesmium sp., while the zooplankton abundance varied from &#13;
139,87–1971,07 ind/m3 and was dominated by Crustacea. The phytoplankton &#13;
diversity index varied from 0,19 to 1,85 (low to moderate) and was also dominated &#13;
by Trichodesmium sp., while the zooplankton diversity index varied from 0,76 to &#13;
1,90 (low to moderate). Similarity analysis showed that phytoplankton and &#13;
zooplankton samples formed groups, while PCA showed that there were several &#13;
stations that had similar characteristics based on plankton data and water quality &#13;
data. In general, it can be said that water quality in the KKP3K KDPS was suitable &#13;
for supporting plankton and other aquatic organisms.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
