<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7467">
<title>UF - Faculty of Fisheries and Marine Science</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7467</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174353"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174335"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174319"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174310"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-10T14:51:18Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174353">
<title>Kandungan Logam Berat Kadmium (Cd) dan Merkuri (Hg) pada  Daging Ikan Kakap (Lutjanus sp.) di Perairan Pulau Ternate,  Maluku Utara</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174353</link>
<description>Kandungan Logam Berat Kadmium (Cd) dan Merkuri (Hg) pada  Daging Ikan Kakap (Lutjanus sp.) di Perairan Pulau Ternate,  Maluku Utara
Salsabilla, Shafira
Perairan Pulau Ternate memiliki aktivitas pesisir yang berpotensi menjadi &#13;
sumber masukan logam berat ke lingkungan perairan. Ikan kakap (Lutjanus sp.) &#13;
merupakan ikan konsumsi bernilai ekonomi yang berisiko mengakumulasi logam &#13;
berat melalui lingkungan dan rantai makanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis &#13;
kandungan kadmium (Cd) dan merkuri (Hg) pada daging ikan kakap di perairan &#13;
Pulau Ternate, Maluku Utara, serta menentukan faktor bioakumulasi dan batas &#13;
maksimum konsumsi mingguannya. Pengambilan sampel air dan ikan dilakukan &#13;
pada tiga stasiun pada Juli 2025. Parameter kualitas air diukur secara in situ, &#13;
sedangkan Cd dan Hg pada air serta daging ikan dianalisis menggunakan &#13;
Inductively Coupled Plasma–Mass Spectrometry (ICP-MS). Hasil menunjukkan &#13;
kualitas air masih memenuhi baku mutu, dengan Cd dan Hg di air masing-masing &#13;
sebesar 0,0004–0,0007 mg/L dan 0,0003–0,0005 mg/L. Namun, Cd dan Hg pada &#13;
daging ikan masing-masing mencapai 2,00–2,20 mg/kg dan 1,73–1,80 mg/kg, &#13;
sehingga melampaui baku mutu keamanan pangan. Nilai faktor bioakumulasi Cd &#13;
dan Hg tergolong bioakumulatif hingga sangat bioakumulatif. Batas konsumsi &#13;
terendah adalah 0,17 kg/minggu untuk orang dewasa dan 0,042 kg/minggu untuk &#13;
anak-anak. Temuan ini menunjukkan perlunya pembatasan konsumsi dan &#13;
pemantauan logam berat pada ikan konsumsi di Perairan Pulau Ternate.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174335">
<title>Hookrate dan Kelayakan Usaha Kapal Tuna Longline di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174335</link>
<description>Hookrate dan Kelayakan Usaha Kapal Tuna Longline di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap
Ratdityo, Adelia Nabilaputri
Fluktuasi produksi dan penurunan hasil tangkapan tuna longline di PPS &#13;
Cilacap berdampak pada produktivitas dan kelayakan usaha. Penelitian bertujuan &#13;
untuk mengidentifikasi unit penangkapan tuna longline, menganalisis produksi &#13;
hasil tangkapan, menghitung nilai hookrate, serta mengevaluasi kelayakan usaha. &#13;
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan survei &#13;
melalui observasi lapangan dan wawancara nelayan, serta analisis data produksi &#13;
dan ekonomi usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit penangkapan &#13;
terdiri dari kapal 30–140 GT dengan alat tangkap utama longline serta alat &#13;
tambahan handline dan pancing cumi. Produksi tertinggi pada tahun 2020 sebesar &#13;
9.174.905 kg dan terendah pada tahun tahun 2023 sebesar 3.925.076,5 kg. Nilai &#13;
hookrate  berkisaran 0,2–0,7 menunjukkan variasi produktivitas antar kapal. &#13;
Analisis usaha  menunjukkan kapal ukuran 30-59 GT, 59-98 GT, dan 98–140 GT &#13;
layak diusahakan walaupun dengan periode pengembalian investasi yang cukup &#13;
lama dan dengan  keuntungan yang rendah.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174319">
<title>Karakteristik Tortilla Chips dengan Variasi Penambahan Tepung Ikan Teri Jengki Bangka Belitung</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174319</link>
<description>Karakteristik Tortilla Chips dengan Variasi Penambahan Tepung Ikan Teri Jengki Bangka Belitung
Pramanto, Ananda Bagas
Tortilla chips merupakan jajanan populer di kalangan anak-anak, namun umumnya tinggi karbohidrat dan rendah protein serta mineral. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi tepung ikan teri jengki (Stolephorus indicus) sebagai penyeimbang gizi tortilla chips untuk meningkatkan protein, kalsium, dan fosfor. Variasi penambahan tepung ikan teri dilakukan pada 0%, 10%, 15%, dan 20%. Penambahan tepung ikan teri jengki mampu meningkatkan kandungan protein, kalsium, dan fosfor sehingga formulasi 10%, 15%, dan 20% memenuhi kriteria klaim sumber protein serta tinggi kalsium dan fosfor, namun menyebabkan perubahan karakteristik fisik tortilla chips berupa warna semakin gelap, tekstur semakin renyah, dan peningkatan nilai aktivitas air. Evaluasi sensori hedonik menunjukkan tingkat penerimaan panelis dengan nilai kesukaan rata-rata 7, sedangkan analisis CATA menunjukkan bahwa formulasi dengan penambahan tepung ikan teri jengki 15% memiliki karakteristik sensori yang paling mendekati produk ideal sehingga ditetapkan sebagai perlakuan terpilih. Formulasi terpilih memiliki kandungan energi sebesar 208 kkal per takaran saji 40 g dengan kontribusi AKG protein 12%, kalsium 28%, dan fosfor 29%.; Tortilla chips are a popular snack among children; however, they are generally high in carbohydrates and low in protein and mineral contents. This study aimed to evaluate the potential of jengki anchovy (Stolephorus indicus) flour as a nutritional enhancer in tortilla chips to improve protein, calcium, and phosphorus contents. Jengki anchovy flour was added at concentrations of 0%, 10%, 15%, and 20%. The addition of jengki anchovy flour increased the protein, calcium, and phosphorus contents, allowing the 10%, 15%, and 20% formulations to meet the criteria for protein source, high calcium, and high phosphorus claims. However, the addition affected the physical characteristics of tortilla chips, resulting in a darker color, crispier texture, and increased water activity. Hedonic evaluation showed good panelist acceptance with an average liking score of 7, while CATA analysis indicated that the 15% formulation had sensory characteristics closest to the ideal product and was selected as the best formulation. The selected formulation contained 208 kcal per 40 g serving size, contributing 12% of the daily protein reference intake, 28% of calcium, and 29% of phosphorus.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174310">
<title>Strategi Penanganan Komponen Sisa Hasil Aktivitas Perikanan di Pelabuhan Perikanan Pantai Klidang Lor, Kabupaten Batang</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174310</link>
<description>Strategi Penanganan Komponen Sisa Hasil Aktivitas Perikanan di Pelabuhan Perikanan Pantai Klidang Lor, Kabupaten Batang
RAYMA, ANES
Aktivitas perikanan tangkap di pelabuhan perikanan menghasilkan berbagai jenis komponen sisa yang berpotensi mencemari lingkungan dan menurunkan kualitas hasil tangkapan apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi komponen sisa hasil aktivitas perikanan, menentukan titik kritis terbentuknya komponen sisa, serta merumuskan strategi penanganannya di PPP Klidang Lor. Metode yang digunakan meliputi observasi lapang dan wawancara dengan pendekatan analisis deskriptif, analisis titik kritis (RCL), serta analisis produksi bersih dengan model PPA dan metode USG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen sisa meliputi sisa BBM, sisa air tawar, lelehan es, air bekas pencucian ikan, limbah ikan, dan sampah. Aktivitas penanganan ikan di TPI merupakan titik kritis terbentuknya komponen sisa. Strategi penanganan berbasis prinsip produksi bersih. Penerapan strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan pelabuhan dan mendukung keberlanjutan aktivitas perikanan.; Fishing activities at fishing generate various type of residual components that have the potential to pollute the environment and reduce the quality of fish catches if not properly managed. This study aims to identify the condition of residual components generated from fisheries activities, determine the critical point of their occurrence, and formulate appropriate handling strategies at Klidang Lor Coastal Fishing Port. The methods used in this study include field observations and interviews, employing descriptive analysis, critical point analysis, cleaner production analysis using Pollution Prevention Approach and the USG methods. The results show that the main residual components consist of fuel residue, leftover fresh water, melted ice, waste water from fish washing, fish waste, and solid waste. Fish handling activities at the fish auction site were identified as the primary critical point for the generation of residual components. The proposed handling strategies are based on cleaner production principles. The implementation of these strategies is expected to improve environmental quality at the fishing port and support the sustainability of fisheries activities.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
