<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7461">
<title>UT - Faculty of Agriculture</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7461</link>
<description>Undergraduate Theses on Faculty of Agriculture</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179870"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179867"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179861"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179856"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-01T12:10:51Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179870">
<title>Perkembangan Populasi Nilaparvata lugens Stål (Hemiptera: Delphacidae) dan Predatornya pada Pertanaman Padi yang Diberi Perlakuan Insektisida.</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179870</link>
<description>Perkembangan Populasi Nilaparvata lugens Stål (Hemiptera: Delphacidae) dan Predatornya pada Pertanaman Padi yang Diberi Perlakuan Insektisida.
ARDIANA, ELIN
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan pokok utama di Indonesia, dan produksinya dapat menurun akibat serangan wereng batang cokelat (WBC) (Nilaparvata lugens Stål). Hama ini umumnya dikendalikan menggunakan insektisida sintetik, namun aplikasi yang berlebihan dapat memengaruhi populasi musuh alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh insektisida sintetik, bioinsektisida, dan insektisida nabati terhadap populasi wereng batang cokelat dan predatornya di pertanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah seluas ± 900 m² menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan terdiri atas insektisida sintetik berbahan aktif klorantraniliprol, bioinsektisida yang mengandung Bacillus thuringiensis dan Serratia marcescens, insektisida nabati yang mengandung ekstrak daun mimba (Azadirachta indica) serta kontrol tanpa insektisida. Wereng batang cokelat pertama kali ditemukan pada umur tanaman dua minggu setelah tanam. Tidak ada perlakuan insektisida yang memberikan pengaruh nyata terhadap populasi wereng batang cokelat maupun sebagian besar predator. Predator yang ditemukan selama penelitian meliputi Cyrtorhinus lividipennis, Paederus fuscipes, Ophionea nigrofasciata, kumbang koksi (Coccinellidae), serta laba-laba dari famili Lycosidae, Oxyopidae, Tetragnathidae, dan Araneidae. Rendahnya populasi wereng batang cokelat yang diamati selama penelitian diduga berkaitan dengan keberadaan komunitas predator yang tetap bertahan dan berkontribusi dalam menekan perkembangan populasi hama.; Rice (Oryza sativa L.) is the primary staple food crop in Indonesia, and its production can decline due to infestations of the brown planthopper (BPH) (Nilaparvata lugens Stål). This pest is commonly controlled using insecticides synthetic, however excessive application can affect natural enemy populations. This study aimed to evaluate the effects of synthetic, bioinsecticide, and botanical insecticides on the populations of the brown planthopper and its predators in rice fields. The experiment was conducted in a ± 900 m² rice field using a randomized complete block design with four treatments and six replications. The treatments consisted of a synthetic insecticide containing chlorantraniliprole, a bioinsecticide containing Bacillus thuringiensis and Serratia marcescens, a botanical insecticide containing neem (Azadirachta indica) leaf extract, and an untreated control. Brown planthoppers were first detected at two weeks after transplanting. None of the insecticide treatments significantly affected brown planthopper populations or those of most predator taxa. Predators recorded during the study included Cyrtorhinus lividipennis, Paederus fuscipes, Ophionea nigrofasciata, lady beetles (Coccinellidae), and spiders belonging to the families Lycosidae, Oxyopidae, Tetragnathidae, and Araneidae. The low brown planthopper population observed during the study was likely associated with the persistence of predator communities that contributed to suppressing pest population development.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179867">
<title>Desain Lanskap SPN Polda Lampung Berbasis  Integrated Farming System (IFS) dalam Upaya Mendukung Program Ketahanan  Pangan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179867</link>
<description>Desain Lanskap SPN Polda Lampung Berbasis  Integrated Farming System (IFS) dalam Upaya Mendukung Program Ketahanan  Pangan
Athaya, Namira Rinda
Alih fungsi lahan pertanian di Provinsi Lampung mengancam produksi pangan nasional, sehingga optimalisasi lahan institusional seperti Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung menjadi sangat krusial. Penelitian ini bertujuan mendesain lanskap SPN Polda Lampung berbasis Integrated Farming System (IFS) dengan pendekatan Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) untuk mendukung ketahanan pangan. Metode deskriptif kualitatif diterapkan melalui observasi lapangan, survei drone, wawancara client dan pengguna, serta analisis fisik biofisik pada tapak seluas 2,5 ha. Hasil analisis mengidentifikasi potensi berupa kesuburan tanah Kambisol Eutrik dan ketersediaan air, namun memiliki kendala distribusi irigasi parsial, kelerengan curam, dan drainase rawan genangan. Konsep desain Way Sambayan dikembangkan dengan transformasi bentuk dari motif Tapis Lampung, menghasilkan tata ruang terintegrasi yang menghubungkan zona produksi (hortikultura, peternakan, perikanan), penerimaan, edukasi, dan rekreasi pasif. Penerapan infrastruktur ekologis berupa bioswale, constructed wetland, dan rumah kompos (closed-loop system) mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya lokal, mewadahi pelatihan siswa, serta mewujudkan model kemandirian pangan institusional yang berkelanjutan.; Agricultural land conversion in Lampung threatens national food production, making the optimization of institutional sites such as the State Police School (SPN) Polda Lampung crucial. This study aims to design the landscape of SPN Polda Lampung based on an Integrated Farming System (IFS) using the Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) approach to support food security. A descriptive qualitative method was applied through field observation, drone surveys, stakeholder interviews, and spatial microclimate analysis on a 2,5 ha. Analysis revealed strong potential in fertile Eutric Cambisols and available water sources, constrained by partial irrigation distribution, steep slopes, and flood-prone drainage. The Way Sambayan design concept was developed using form transformations from traditional Tapis Lampung motifs, yielding an integrated spatial layout connecting production zones (crops, livestock, aquaculture), reception, education, and passive recreation. Implementing ecological infrastructure including bioswales, constructed wetlands, and a composting unit (closed-loop system) enhances local resource efficiency, accommodates student training, and establishes a sustainable model for institutional food self-sufficiency.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179861">
<title>Pemanfaatan Fly Ash - Bottom Ash sebagai Campuran Media Tanam Beberapa Tanaman Sayuran Daun</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179861</link>
<description>Pemanfaatan Fly Ash - Bottom Ash sebagai Campuran Media Tanam Beberapa Tanaman Sayuran Daun
Sinaga, Marisa Liza Natalia
Fly ash dan bottom ash (FABA) merupakan limbah hasil pembakaran batu bara yang berpotensi dimanfaatkan sebagai campuran media tanam. Produksi FABA terus meningkat seiring meningkatnya penggunaan batu bara sebagai sumber energi, sehingga diperlukan pemanfaatannya untuk meningkatkan nilai guna sekaligus mengurangi dampak lingkungan. FABA mengandung unsur hara makro dan mikro yang berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis performa pertumbuhan dan produksi tanaman sayuran kangkung, bayam, dan pakcoy pada beberapa campuran media tanam FABA. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor pada tiga jenis tanaman sayuran, yaitu kangkung, bayam, dan pakcoy. Masing-masing tanaman diberi empat taraf perlakuan campuran media tanam yang sama dengan tiga ulangan untuk setiap jenis tanaman yang diuji. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, bobot segar, dan kandungan logam berat tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan M1 (0,05 kg FABA + 0,2 kg pupuk kandang sapi + 1,75 kg tanah) menghasilkan pertumbuhan dan produksi terbaik pada ketiga tanaman yang ditunjukkan dengan peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, dan bobot segar. Analisis logam berat menunjukkan kandungan Pb, Cd, Cr, dan As berada di bawah batas deteksi alat sehingga FABA berpotensi dimanfaatkan sebagai campuran media tanam sayuran daun.; Fly ash and bottom ash (FABA) are coal combustion by products with potential as a growing media component. FABA production continues to increase with the growing use of coal as an energy source, highlighting the need to enhance its utilization while reducing environmental impacts. FABA contains macro and micro nutrients that support plant growth. This study aimed to analyze the growth and yield performance of water spinach, spinach, and pakcoy grown in FABA based growing media mixtures. The experiment used a single factor Randomized Complete Block Design (RCBD) on three leafy vegetable crops, namely water spinach, spinach, and pakcoy. Each crop received the same four growing media treatments with three replications. The observed parameters included plant height, number of leaves, stem diameter, leaf area, fresh weight, and heavy metal content. Treatment M1 (0,05 kg FABA + 0,2 kg cattle manure + 1,75 kg soil) produced the best growth and yield performance in all three crops, as indicated by greater plant height, number of leaves, stem diameter, leaf area, and fresh weight. Heavy metal analysis showed that Pb, Cd, Cr, and As concentrations were below the detection limits of the analytical instrument, indicating that FABA has potential as a growing media component for leafy vegetable cultivation.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179856">
<title>Pemanfaatan Asam Humat pada Pembibitan Kelapa Sawit di Lahan Sulfat Masam dengan Budidaya Jenuh Air</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179856</link>
<description>Pemanfaatan Asam Humat pada Pembibitan Kelapa Sawit di Lahan Sulfat Masam dengan Budidaya Jenuh Air
SIMORANGKIR, EDWARD BARCELLO
Usaha meningkatkan produktivitas melalui peremajaan tanaman menggunakan bibit berkualitas. Pembibitan di lahan marginal bisa menjadi solusi kebutuhan bibit kelapa sawit yang belum tercukupi. Lahan marginal merupakan lahan yang memiliki kualitas yang kurang mendukung dan memiliki banyak faktor pembatas, salah satunya pirit. Pengelolaan pirit dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya melalui budidaya jenuh air dan penggunaan asam humat. Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis asam humat optimum terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit dan meninjau pengaruh budidaya jenuh air terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan dua petak budidaya kering dan budidaya jenuh air. Kedua petak diberikan perlakuan dosis asam humat 4 taraf yaitu 0 g bibit?¹ (A1), 100 g bibit?¹ (A2), 200 g bibit?¹ (A3), 300 g bibit?¹ (A4). Penelitian ini menunjukkan dosis asam humat dan lingkungan budidaya tidak berpengaruh nyata terhadap parameter vegetatif tanaman, namun pada parameter destruktif terdapat perbedaan secara nyata pada karakter volume akar. Aplikasi asam humat dan budidaya jenuh air belum efektif dan efisien diterapkan di pembibitan kelapa sawit.; Improving oil palm productivity through replanting programs requires highquality seedlings. Nursery on marginal lands could be an alternative approach to increasing oil palm planting materials. Marginal lands generally possess unfavorable characteristics and various growth-limiting factors, including the presence of pyrite. The adverse effects of pyritic soils can be mitigated through soil saturated culture and the application of humic acid. This study aimed to determine the optimum humic acid dosage for seedling growth and to evaluate the effect of soil saturated culture for seedling growth. The experiment was conducted under two cultivation environments, namely conventional dry cultivation and soil saturated culture. Four humic acid dosages were applied in each environment: 0 g seedling?¹ (A1), 100 g seedling?¹ (A2), 200 g seedling?¹ (A3), and 300 g seedling?¹ (A4). The results indicated that humic acid application and cultivation environment did not significantly affect vegetative growth parameters. Significant differences were observed in destructive parameters, particularly root volume. Seedlings grown under soil saturated culture exhibited significantly greater root volume than those grown under conventional dry cultivation. These results suggest that soil saturated culture can improve root development significantyly and may be a promising strategy for producing oil palm seedlings on pyritic marginal lands.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
