<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/70">
<title>Agronomy and Horticulture</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/70</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171839"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171832"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163933"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163789"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-11T14:08:51Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171839">
<title>Respon Zat Pengatur Tumbuh Berbahan Bacillus substillis Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Umbi Bawang Merah</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171839</link>
<description>Respon Zat Pengatur Tumbuh Berbahan Bacillus substillis Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Umbi Bawang Merah
Permatasari, Okti Syah Isyani
Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak&#13;
dimanfaatkan sebagai bahan bumbu masakan yang umum digunakan di Indonesia.&#13;
Penggunaan sarana produksi tanaman yang optimum dapat berpengaruh terhadap&#13;
produktivitas bawang merah. Selain penambahan unsur hara yang dibutuhkan&#13;
tanaman, zat pengatur tumbuh juga berperan penting terhadap pertumbuhan dan&#13;
produksi tanaman. Zat pengatur tumbuh dapat dihasilkan secara alami oleh&#13;
tanaman yang disebut dengan ZPT endogen dan dapat pula ditambahkan atau&#13;
diberikan dari luar tanaman yang disebut ZPT eksogen. ZPT eksogen banyak&#13;
beredar dipasaran dan sangat bervariasi, salah satunya adalah ZPT yang dihasilkan&#13;
oleh metabolit mikroba. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi dosis&#13;
yang tepat ZPT eksogen berbahan Bacillus substillis untuk pertumbuhan dan&#13;
produksi umbi bawang merah. Jumlah koloni ZPT berbahan aktif mikroba&#13;
Bascillus subtillis QST 713 yaitu 1 x 1010 CFU/g. Penelitian menggunakan&#13;
rancangan kelompok lengkat teracak (RKLT) faktor tunggal yaitu dosis ZPT&#13;
Bacillus subtillus yang terdiri dari 5 taraf yaitu kontrol, 25%, 50%, 75%, dan&#13;
100% dosis dengan 5 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam dengan&#13;
aplikasi SAS dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 100% dosis ZPT Bacillus subtillis&#13;
tidak menimbulkan gejala toksisitas pada tanaman bawang merah. Dosis 100%&#13;
ZPT Bacillus subtillis menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah&#13;
akar, bobot 10 umbi serta produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan&#13;
kontrol (tanpa pemberian ZPT Bacillus subtillis). Hal ini dikarenakan ZPT&#13;
eksogen yang diaplikasikan memiliki kandungan bahan aktif Bacillus subtilis&#13;
QST 713: 1 x 1010 CFU/g yang sangat berperan penting dalam pertumbuhan dan&#13;
produksi tanaman.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171832">
<title>Performa Dendrobium violaceoflavens Fase Aklimatisasi Pada Jenis Media Tanam Dan Konsentrasi Silika Yang Berbeda</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171832</link>
<description>Performa Dendrobium violaceoflavens Fase Aklimatisasi Pada Jenis Media Tanam Dan Konsentrasi Silika Yang Berbeda
Al Husna, Nadiyya Rizqia; Sukma, Dewi; Aisyah, Syarifah Iis
The acclimatization stage is a critical phase in the cultivation of tissue cultured orchids that determines the success of plant growth in a non-aseptic environment. One important factor in supporting the success of acclimatization is the growing medium. This study aims to evaluate the effect of silica concentration and type of growing medium on the growth of Dendrobium violaceoflavens orchids during the acclimatization stage. The study was conducted at the Leuwikopo Experimental Garden of IPB using a split plot design with the main factor being silica concentration (0; 0.01; 0.02; 0.03 g/L) and the subplots being growing media (sphagnum moss, kadaka roots, coconut fiber). The parameters observed included the number of leaves, plant height, epidermis thickness, stomatal density, and survival percentage. The results showed that silica treatment did not have a significant effect on all growth parameters. The growing medium significantly affected all parameters, with coconut fiber producing the highest survival rate and epidermal thickness, sphagnum moss producing the highest number of leaves, and kadaka roots producing the best results for plant height and stomatal density. The interaction between silica and the growing medium only significantly affected stomatal density. These results indicate that the growing medium plays a major role in supporting the successful acclimatization of D. violaceoflavens orchids.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163933">
<title>Pengujian Lapangan Efektivitas Pupuk Anorganik Merk DAUN HIJAU Pada Tanaman Jagung Manis</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163933</link>
<description>Pengujian Lapangan Efektivitas Pupuk Anorganik Merk DAUN HIJAU Pada Tanaman Jagung Manis
Aswidinnoor, Hajrial
Di Departemen Agronomi dan Hotikultura, Fakultas Petanian IPB, kegiatan&#13;
pengembangan varietas padi tipe baru (PTB) telah berlangsung sejak tahun 1997.&#13;
Kemudian sejak tahun 2018, secara paralel mulai diinisiasi seleksi galur untuk budidaya&#13;
multikanopi, yaitu pertanaman padi yang menggabungkan dua galur dengan ketinggian&#13;
berbeda pada satu hamparan. Setelah studi-studi tentang potensi metode budidaya multi&#13;
kanopi, stusi arsitektur daun bendera, serta studi parameter genetik dan seleksi pada&#13;
budidaya multikanopi, pada tahap ini dilakukan kegiatan yang bertujuan pengujian galurgalur&#13;
lanjut utk menganalisis respons galur terhadap kondisi multikanopi dibandingkan&#13;
kondisi pada pertanaman monokultur. Kegiatan ini dilaksanakan musim tanam musim&#13;
Kering (MK) 2024, buan Maret – Juli 2024 di lapang di sawah Babakan, Kampus IPB&#13;
Darmaga, Bogor, dilanjutkan dengan pngamatan pascapanen dan analisis data gabungan&#13;
s.d. bulan November 2024. Penelitian dirancang menggunakan pertanaman dua kondisi&#13;
lingkungan, yaitu kondisi lingkungan monokultur dan lingkungan budidaya multikanopi,&#13;
dengan rancangan kelompok lengkap teracak faktor tunggal berulangan untuk masingmasing&#13;
kondisi monokultur dan multikanopi. Materi tanaman digunakan 24 galur yang&#13;
diuji pada kondisi monokultur, dan juga diuji sebagai tanaman tinggi pada budaya&#13;
multikanopi dipasang denga 3 genotipe pendek. Plot percobaan berukuran 1x4 m. Pada&#13;
monokultur tanaman ditanam dengan jarak 25x25 cm, sedangkan pada multikanopi&#13;
ditanam dgn jarak (20-10)x25 cm, dengan satu bibit per lubang tanam. Pengamatan&#13;
dilakukan terhadap produktivitas, dan karakter agronomi lainnya yaitu: (1) tinggi&#13;
tanaman, (2) panjang batang, (3) jumlah anakan produktif, (4) Umur berbunga, (5) Umur&#13;
panen, (6) jumlah gabah total per malai, (7) jumlah gabah isi per malai dan (8) persen&#13;
gabah hampa, (9) Bobot 1000 butir gabah bernas. Karakter-karakter tersebut diamati&#13;
terhadap semua galur, baik pada lingkiungan budidaya monokultur maupun pada&#13;
lingkungan budidaya multikanopi sebagai tanaman tinggi. Data tiap lingkungan budidaya&#13;
ditabulasi, dan respons karakter agronomi galur terhadap kedua lingkungan budidaya&#13;
kemudian di analisis. Hasil penelitian menunjukkan, galur-galur PTB yang diuji pada&#13;
kondisi lingkungann budidaya monokultur dan lingkungan budidaya multikanopi&#13;
menunjukkan respons penurunan produktivitas yang beragam. Secara rata-rata,&#13;
produktivitas galur yang dipakai sebagai tanaman tinggi pada pasangan multikanopi&#13;
berproduksi 62% jika dibanding produktivitas pada budidaya monokultur. Karakter&#13;
tinggi tanaman dan panjang batang tidak bertambah tinggi sebagai pengaruh budidaya&#13;
multikanopi, demikian pula umur panen dan bobot 1000 biji. Terjadi penurunann nyata&#13;
pada jumlah anakan dan jumlah gabah isi per malai galur ketika dipasang sebagai tanaman&#13;
tinggi pada multikanopi dibanding monokultur. Beberapa galur yang potensial terpilih&#13;
dan dapat dilanjutkan dalam kegiatan program pemuliaan selanjutnya adalah galur&#13;
IPB200-F-46, IPB200-F-48, IPB200-F-52, IPB200-F-54, IPB200-F-58, dan IPB202-F-4.
</description>
<dc:date>2025-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163789">
<title>Respon Pembungaan Dan Kualitas Buah Nenas (Ananas cumosus L.) Dengan Perlakuan Berbagai Taraf Konsentrasi Cloprop</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163789</link>
<description>Respon Pembungaan Dan Kualitas Buah Nenas (Ananas cumosus L.) Dengan Perlakuan Berbagai Taraf Konsentrasi Cloprop
Gunawan, Endang
Nenas (Ananas cumosus.L. Merr) merupakan salah satu buah tropika unggulan Indonesia. Tanaman ini termasuk komoditas hortikultura yang sangat penting baik sebagai buah segar, bahan baku industry makanan, bahan baku tekstil, bahan baku farmasi maupun sebagai pakan ternak. Di sentra produksi nenas, buah nenas dapat di panen sepanjang tahun namun volume panen masih berfluktuatif. Pengontrolan pembungaan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan kontinuitas produksi dan volume panen buah nenas. Cloprop (C9H9ClO3 ((RS)-2-(3-chlorophenoxy) propionic acid) merupakan zat pengatur tumbuh seperti ethepon. Cloprop dapat digunakan untuk induksi pembungaan pada tanaman nenas, namun perlu percobaan uji optimasi konsentrasi Cloprop yang tepat untuk diaplikasikan di tingkat petani. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Cloprop dan taraf konsentrasi yang optimal untuk pembungaan tanaman nenas dan kualitas buah nenas, dilaksanakan di kebun petani nenas Bunihayu Jalancagak Kabupaten Subang Jawa Barat pada Desember 2024 - Mei 2025. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu 5 taraf konsentrasi Cloprop (0, 0,5, 1,0, 1,5, 2,0) ml l-1 pada populasi tanaman nenas Smooth cayenne var. Delika subang berumur 10 bulan setelah tanam dengan lima ulangan. Data dianalisis dengan uji F dan uji lanjut menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf nyata 5%. Cloprop dapat meningkatkan pertumbuhan vegetative tanaman nenas&#13;
2&#13;
namun hanya berpengaruh nyata terhadap jumlah dan lebar daun nenas dan tidak berpengaruh nyata terhadap panjang daun nenas. Konsentrasi Cloprop 1.5 ml/l dan 2.0 ml/l mampu menginduksi bunga tanaman nenas 100% pada 45 hari setelah aplikasi. Konsentrasi efektif aplikasi Cloprop untuk induksi pembungaan tanaman nenas adalah 0.5 – 1.5 ml/l. Pada konsentrasi tersebut tanaman nenas sudah berbunga 100% pada 45 – 60 hari setelah aplikasi. Berbunga lebih awal dengan persentase yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Cloprop tidak berpengaruh terhadap kualitas fisik dan kimia buah nenas, pengaruhnya tidak berbeda nyata dibandingkan kontrol. Perlakuan Cloprop pada tingkat konsentrasi 0.5 – 2.0 ml/l tidak menunjukkan gejala fitotoksisitas, sehingga pada taraf konsentrasi tersebut aman digunakan untuk induksi pembungaan pada tanaman nenas.
</description>
<dc:date>2025-05-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
