<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/63">
<title>Aquaculture</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/63</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/76880"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73762"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/71628"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/68432"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-16T05:36:31Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/76880">
<title>Studi Pendeteksian Mangrove Menggunakan Citra Radarsat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/76880</link>
<description>Studi Pendeteksian Mangrove Menggunakan Citra Radarsat
Risti Endriani Arhatin, Jonson Lumbang Gaol
Penggunaan data indraja sistem optik telah memiliki akurasi yang baik dalam inventarisasi maupun memantauan lahan pesisir. Daerah yang selalu tertutup awan dan tidak terdeteksi dari indraja sistem optik diharapkan dapat diatasi dengan radarset, yang bekerja pada kanal-C. Tujuan studi ini adalah sejauh mana penggunaan citra radarset dalam mengidentifikasi mangrove, pemilihan filter serta menjukan bahwa filter yang baik untuk mengindentifikasi magrove adalah filter median (non adsptive filter) atau filter gamma (adaptive filter) Sedangkan metode segmentasi yang baik untuk magrove adalah median cut.
</description>
<dc:date>2013-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73762">
<title>Peningkatan Kinerja Reproduksi dan Kualitas Benih Ikan Lele Melalui Aplikasi Teknologi Bioflok</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73762</link>
<description>Peningkatan Kinerja Reproduksi dan Kualitas Benih Ikan Lele Melalui Aplikasi Teknologi Bioflok
zairin, M. Jr.; Ekasari, Julie; Jusadi, Dedi
</description>
<dc:date>2014-05-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/71628">
<title>Alih Kelamin Jantan pada Ikan Nila Merah Oreochromis sp. menggunakan 17α-metiltestosteron melalui pakan dan peningkatan suhu</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/71628</link>
<description>Alih Kelamin Jantan pada Ikan Nila Merah Oreochromis sp. menggunakan 17α-metiltestosteron melalui pakan dan peningkatan suhu
Ayuningtyas, Safira Qisthina
Ikan nila merah (Oreochromis sp.) jantan memiliki laju pertumbuhan yang cepat dibandingkan betinanya. Selain itu, ikan nila memiliki sifat cepat matang gonad dan mudah memijah sehingga akan menghambat pertumbuhan ikan. Salah satu cara untuk mengurangi masalah yang terjadi yakni dengan memelihara populasi ikan nila merah tunggal kelamin atau monoseks jantan. Metode yang dilakukan adalah pemberian hormon 17α-metiltestosteron dengan dosis berbeda melalui pakan buatan dan peningkatan suhu air. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dosis hormon 17α-metiltestosteron melalui pakan buatan dan peningkatan suhu air terhadap keberhasilan alih kelamin jantan pada ikan nila merah. Penelitian ini dirancang menggunakan pola faktorial 2 x 3 yaitu terdiri dari perlakuan suhu (suhu ruang dan 30ᴼC) dan dosis 17α-metiltestosteron (0, 10, 20 mg/kg pakan). Dosis hormon 17α-metiltestosteron terbaik yang didapatkan adalah 20 mg/kg pakan dengan nisbah kelamin jantan 86.31%, laju pertumbuhan harian 8.18% dan rasio konversi pakan 1,53.; The growth rate of male red Nile tilapia (Oreochromis sp.) is faster than the female. Furthermore, the maturation process of Nile tilapia is relatively fast which causes slower growth rate. One of solutions on this problem is rearing all male population or monosex culture. The method used in this study is commercial feed enrichment with 17α-methyltestosterone at different dosages and water temperature manipulation. The purpose of this research was to evaluate the effects of commercial feed enrichment with different dosages of 17α- methyltestosterone and water temperature manipulation on success rate of sex reversal on red Nile tilapia into all male population. This research was designed using factorial pattern 2 x 3 consisted of different temperature treatments (room temperature and 30ᴼC) and 17α-methyltestosterone dosages (0, 10, 20 mg/kg of commercial feed). The best dosage of 17α-methyltestosterone was 20 mg/kg of commercial feed with male to female sex ratio of 86.31%, daily growth rate of 8.18% dan feed conversion ratio of 1,53.
</description>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/68432">
<title>Sinbiotik untuk pencegahan infeksi IMNV (Infectious Myonecrosis Virus) pada udang vaname Litopenaeus vannamei</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/68432</link>
<description>Sinbiotik untuk pencegahan infeksi IMNV (Infectious Myonecrosis Virus) pada udang vaname Litopenaeus vannamei
Widanarni; Sukenda; Ryan Septiani, Ghita
Abstrak Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan di bidang perikanan. Namun penyakit bakterial dan viral sering mnjadi kendala dalam budidaya udang vaname. Salah satu penyakit viral yang saat ini banyak menyerang udang vaname adalah IMNV(Infectious Myonecrosis Virus). Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas pemberian sinbiotik dengan frekuensi berbeda terhadap sintasan, pertumbuhan, dan respons imun udang vaname yang diinfeksi IMNV. Udang yang digunakan memiliki bobot 0,493±0,035 gram/ekor, dipelihara sebanyak 15 ekor dalam akuarium berukuran 60x35x30 cm yang diisi air laut sebanyak 30 liter. Penelitian dilakukan dengan 5 perlakuan yaitu A (tanpa pemberian sinbiotik dan diinfeksi IMNV), B (tanpa pemberian sinbiotik dan tanpa diinfeksi IMNV), C (pemberian sinbiotik setiap hari dan diinfeksi IMNV), D (pemberian sinbiotik dua kali seminggu dan diinfeksi IMNV), dan E (pemberian sinbiotik satu kali seminggu dan diinfeksi IMNV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sinbiotik dengan frekuensi setiap hari memberikan pengaruh yang lebih baik dibanding perlakuan lainnya. Udang yang dipelihara dengan pemberian sinbiotik setiap hari dan diinfeksi IMNV memiliki sintasan yang tinggi (80%) serta respons imun yang lebih baik. Kata Kunci: Udang Vaname, IMNV, Sinbiotik, Sintasan, Respons imun
</description>
<dc:date>2014-03-24T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
