<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/57206">
<title>Faculty of Forestry Book's</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/57206</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179662"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177656"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177490"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163192"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-01T15:22:02Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179662">
<title>MODUL : Perencanaan Trace Jalan Hutan Di Hutan Alam Produksi</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179662</link>
<description>MODUL : Perencanaan Trace Jalan Hutan Di Hutan Alam Produksi
Suwarna, Ujang
MODUL ini disusun dengan urutan materi sebagai berikut: (1) Perencanaan trace, (2) Pembuatan penampang memanjang dan melintang jalan hutan, dan (3) Perkiraan pekerjaan tanah jalan hutan. Ketiga materi tersebut masing-masing saling keterkaitan dan masing-masing tahapan tersebut berurutan, keterlambatan pekerjaan terdahulu akan mempengaruhi keterlambatan tahap berikutnya, dan kesempurnaan pekerjaan pada tahap perencanaan trace akan melancarkan proses pekerjaan pada tahap selanjutnya.
</description>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177656">
<title>Teknik Penebangan Dan Pembagian Batang Dalam Pemanenan Hutan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177656</link>
<description>Teknik Penebangan Dan Pembagian Batang Dalam Pemanenan Hutan; Tree Felling And Bucking Techniques In Forest Harvesting
Muthmainnah, Irsya Muthia
Buku ajar ini membahas dua pekerjaan pokok pada tahap awal operasi pemanenan kayu, yaitu penebangan pohon dan pembagian batang. Materi disusun untuk membantu mahasiswa memahami hubungan antara kondisi pohon, arah rebah, teknik pembuatan takik, pengendalian bahaya, mutu batang, spesifikasi sortimen, dan efisiensi pemanfaatan kayu.&#13;
Bab 1 menguraikan pemeriksaan pohon dan tempat kerja, penentuan arah rebah, takik rebah, takik balas, engsel, penggunaan baji, penanganan kondisi khusus, dan pemeriksaan pascapenebangan. Bab 2 membahas pembersihan cabang, pembagian batang, tegangan dan kompresi pada batang rebah, pengukuran sortimen, pengendalian cacat, serta evaluasi limbah. Prinsip pemanenan berdampak rendah, keselamatan, dan ketertelusuran diterapkan sebagai pertimbangan lintas bab.&#13;
Setiap bab memuat tujuan pembelajaran, pemahaman praktis, contoh, tugas, dan lembar observasi. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menyebutkan tahapan kerja, tetapi juga dapat menilai keputusan teknis berdasarkan kondisi lapangan dan menjelaskan konsekuensinya terhadap keselamatan, kerusakan tegakan tinggal, mutu kayu, dan produktivitas.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177490">
<title>Logging Plan In Tropical Rain Forest Perencanaan Pemanenan Hutan Di Hutan Alam Tropis</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177490</link>
<description>Logging Plan In Tropical Rain Forest Perencanaan Pemanenan Hutan Di Hutan Alam Tropis
Suwarna, Ujang
Pemanenan hutan merupakan serangkaian kegiatan kehutanan yang merubah&#13;
pohon dan biomas lain menjadi bentuk yang dapat dipindahkan ke lokasi lain&#13;
sehingga bermanfaat bagi kehidupan dan ekonomi masyarakat.&#13;
Exploitasi (exploitation) merupakan kegiatan memanfaatkan sesuatu untuk&#13;
kepentingan diri sendiri dengan cara yang tidak etis.&#13;
Logging merupakan kegiatan menebang pohon untuk kemudian dilakukan&#13;
berbagai perlakuan terhadap kayu bulat yang kemudian diangkut keluar hutan.&#13;
Pembalakan merupakan upaya mengeluarkan kayu dari pohon berdiri sampai&#13;
dapat dimanfaatkan diluar hutan. ...
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163192">
<title>HUTAN DIGITAL Masa Depan Pengelolaan Hutan Skala Kecil yang Cerdas dan Berkelanjutan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/163192</link>
<description>HUTAN DIGITAL Masa Depan Pengelolaan Hutan Skala Kecil yang Cerdas dan Berkelanjutan
Kuncahyo, Budi; Muhdin; Ilham, Qori Pebrial
Pengelolaan hutan telah mengalami transformasi yang signifikan selama beberapa dekade terakhir, bergeser dari fokus eksploitatif pada memaksimalkan hasil kayu ke pendekatan yang lebih terintegrasi yang menekankan keberlanjutan dan keseimbangan ekologis. Secara historis, gaya manajemen ini sering mengabaikan dampak ekologis jangka panjang, tetapi peningkatan kesadaran global tentang perubahan iklim dan degradasi lingkungan telah mendorong evaluasi ulang prioritas. Paradigma sekarang tidak hanya mencakup hasil ekonomi tetapi juga pelestarian keanekaragaman hayati, kualitas air, dan penyerapan karbon, yang mencerminkan kepentingan masyarakat dan kemajuan ilmiah [(Jackson, 2007) ("Climate change adaptation", 2023)]. Evolusi ini telah dipengaruhi oleh tekanan internasional dan pengakuan bahwa pengelolaan hutan berkelanjutan (SFM) harus menyeimbangkan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi, yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan publik [(Kumar et al., 2021) (Patel et al., 2024)]. Akibatnya, praktik pengelolaan hutan semakin dicirikan oleh sifatnya yang adaptif dan integratif, yang bertujuan untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ekosistem hutan untuk generasi masa depan (Sample &amp; Sedjo, 1996)]. ...
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
