<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/56">
<title>UF - Chemistry</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/56</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179630"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179343"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179308"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179205"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-08-29T19:45:31Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179630">
<title>Asetilasi RBDPO Terepoksidasi Menggunakan Katalis Campuran SnO2 dan ZnO</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179630</link>
<description>Asetilasi RBDPO Terepoksidasi Menggunakan Katalis Campuran SnO2 dan ZnO
Musa, Hans Christian
Minyak kelapa sawit merupakan minyak nabati yang menjadi bahan alternatif pengganti minyak bumi sebagai bahan dasar dari pelumas. Akan tetapi, minyak kelapa sawit memiliki stabilitas oksidatif yang rendah dan rentan terhadap serangan radikal akibat ikatan rangkap asam lemak bebas tak jenuh pada strukturnya. Penelitian ini bertujuan untuk menanggulangi kekurangan tersebut dengan melakukan modifikasi secara molekular pada struktur minyak melalui proses epoksidasi yang dilanjutkan dengan proses asetilasi menggunakan bantuan katalis. Katalis hasil sintesis yang digunakan pada penelitian adalah timah(IV) oksida dan seng oksida. Katalis hasil sintesis ditentukan kesesuaiannya menggunakan difraktometer sinar-X (XRD) dan mikroskop elektron pindai (SEM). Hasil dari SEM pada katalis menunjukkan morfologi yang teraglomerasi. Aktivitas katalisis diamati dari perlakuan dengan parameter waktu yang berbeda pada suhu reaksi yang sama. Minyak kelapa sawit termodifikasi dikarakterisasi dengan spektrometer inframerah transformasi-Fourier (FTIR). Hasil dari spektrum FTIR menunjukkan terjadinya proses asetilasi. Serangkaian modifikasi yang dilakukan berhasil dalam menghasilkan produk minyak kelapa sawit terasetilasi dengan karakteristik kuantitatif yang memenuhi standar dalam penggunaannya sebagai bahan dasar pelumas.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179343">
<title>Sintesis Sodalit berbasis Silika dari Abu Kulit Jagung dan  Aplikasinya sebagai Adsorben Logam Pb(II)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179343</link>
<description>Sintesis Sodalit berbasis Silika dari Abu Kulit Jagung dan  Aplikasinya sebagai Adsorben Logam Pb(II)
Marliani, Ai Ninda
Pencemaran logam berat Pb(II) di perairan memerlukan solusi alternatif yang efektif dan berbahan baku terbarukan. Adsorpsi merupakan metode yang efektif menangani masalah tersebut. Kulit jagung merupakan limbah biomassa yang berpotensi dijadikan sodalit sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan menyintesis sodalit berbasis silika dari abu kulit jagung melalui metode hidrotermal serta mengevaluasi kinerjanya sebagai adsorben Pb(II). Silika diekstraksi dari abu kulit jagung, direaksikan dengan natrium aluminat pada kondisi alkalis, kemudian dikristalisasi secara hidrotermal. Produk sintesis membentuk fase sodalit dengan ukuran kristalit rata-rata 25,49 nm. Optimasi kondisi adsorpsi menggunakan Box Behnken Design (BBD) dengan variabel massa adsorben (0,01; 0,03; 0,05) g, konsentrasi Pb(II) (10, 20, 30) mg/L, dan waktu kontak (60, 80, 100) menit. Kondisi optimum diperoleh pada massa adsorben 0,05 g, konsentrasi Pb(II) 24 mg/L, dan waktu kontak 100 menit. Sodalit berbasis silika dari abu kulit jagung berperan penting dalam pengembangan adsorben logam berat yang ekonomis dan berkelanjutan.; Heavy metal Pb(II) pollution in aquatic environments requires effective alternative solutions using renewable raw materials. Adsorption is an effective method to address this issue. Corn husk is a biomass waste with the potential to be converted into sodalite as an adsorbent. This study aims to synthesize silica-based sodalite from corn husk ash using the hydrothermal method and to evaluate its performance as a Pb(II) adsorbent. Silica was extracted from corn husk ash, reacted with sodium aluminate under alkaline conditions, and then crystallized hydrothermally. The synthesized product formed a sodalite phase with an average crystallite size of 25.49 nm. Optimization of adsorption conditions was conducted using the Box-Behnken Design (BBD) with variables of adsorbent mass (0.01, 0.03, 0.05 g), Pb(II) concentration (10, 20, 30 mg/L), and contact time (60, 80, 100 minutes). The optimum conditions were obtained at an adsorbent mass of 0.05 g, Pb(II) concentration of 24 mg/L, and a contact time of 100 minutes. Silica-based sodalite from corn husk ash plays an important role in the development of economical and sustainable heavy-metal adsorbents.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179308">
<title>Sintesis Kalsium Nitrat dari Batu Kapur Melalui Metode Netralisasi Sebagai Garam Anorganik Sistem Dual Salt pada Bulk Emulsion.</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179308</link>
<description>Sintesis Kalsium Nitrat dari Batu Kapur Melalui Metode Netralisasi Sebagai Garam Anorganik Sistem Dual Salt pada Bulk Emulsion.
Purba, Cornelius Abram Galia Joymaynard
Kalsium nitrat (Ca(NO3)2) merupakan garam anorganik kunci dalam sistem garam ganda (dual salt) pada bahan peledak emulsi yang umumnya masih diimpor. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode sintesis Ca(NO3)2 dari batu kapur lokal Indonesia melalui jalur netralisasi dengan HNO3 65%, serta mengevaluasi performanya sebagai oksidator dalam emulsi curah. Tiga formulasi (F1, F2, F3) dengan rasio molar HNO3:CaCO3:H2O yang divariasikan dipreparasi pada suhu 45 °C dengan pengadukan 500 rpm, dilanjutkan dengan pemekatan, kristalisasi pada penangas es, dan pengeringan vakum pada 220 °C. Karakterisasi dilakukan menggunakan FTIR, ICP-OES, dan titrasi Karl Fischer. Hasil menunjukkan kadar air sampel berkisar 1,14 hingga 1,90% (memenuhi standar anhidrat industri), dengan kemurnian Ca(NO3)2 yang dihitung dari neraca massa &lt; 90%. Uji VOD dengan metode Dautriche pada formulasi emulsi curah garam ganda menghasilkan rata-rata kecepatan detonasi sebesar 2,9 hingga 3,0 m/s, setara dengan produk komersial. Penelitian ini membuktikan potensi batu kapur lokal sebagai prekursor Ca(NO3)2 pada skala industri.&#13;
&#13;
Kata kunci:  batu kapur, emulsi bahan peledak, kalsium nitrat anhidrat, kecepatan detonasi, sintesis netralisasi; Calcium nitrate (Ca(NO3)2) is a key inorganic salt in the dual-salt system of emulsion explosives, which is currently largely imported. This study aims to develop a synthesis method for Ca(NO3)2 from Indonesian local limestone via a neutralization route using 65% HNO3, and to evaluate its performance as an oxidizer in bulk emulsion. Three formulations (F1, F2, F3) with varying molar ratios of HNO3:CaCO3:H2O were prepared at 45 °C with stirring at 500 rpm, followed by concentration, crystallization in an ice bath, and vacuum drying at 220 °C. Characterization was conducted using FTIR, ICP-OES, and Karl Fischer titration. The results showed that the moisture content of the samples ranged from 1.14 to 1.90% (meeting industrial-anhydrous standards), with a Ca(NO3)2 purity calculated from mass balance &lt; 90%. The VOD test using the Dautriche method on the dual-salt bulk emulsion formulations yielded an average detonation velocity of 2.9 to 3.0 km/s, comparable to commercial products. This research demonstrates the potential of local limestone as a precursor for industrial-scale Ca(NO3)2.&#13;
&#13;
Keywords: calcium nitrate anhydrous, emulsion explosive material, limestone, neutralization synthesis, velocity of detonation
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179205">
<title>Sintesis Katalis Heterogen CaO-Bentonit berbasis Kerang Manuk (Atrina pectinata) untuk Transesterifikasi FAME</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179205</link>
<description>Sintesis Katalis Heterogen CaO-Bentonit berbasis Kerang Manuk (Atrina pectinata) untuk Transesterifikasi FAME
ANUGRAH, FAISAL RIZKI
Penurunan cadangan bahan bakar fosil mendorong urgensi pengembangan biodiesel dari minyak jelantah. Penelitian ini bertujuan menyintesis katalis komposit heterogen CaO-bentonit berbasis limbah cangkang kerang manuk (Atrina pectinata) untuk transesterifikasi fatty acid methyl ester (FAME). Metode dilakukan melalui kalsinasi serbuk cangkang dan bentonit teraktivasi diimpregnasi suspensi kalsium oksida dengan nisbah berat 3:7, 5:5 dan 7:3. Pada penelitian ini membuktikan bahwa variasi nisbah 7:3 merupakan variasi katalis paling optimum. Komposit ini menghasilkan produk dengan karakteristik nilai densitas 0,854 g/mL, viskositas 6,74 cSt, dan angka asam 0,208 mg KOH/g yang memenuhi standar nasional Indonesia. Sinergi struktural matriks bentonit terbukti berhasil meminimalkan kelemahan intrinsik kalsium oksida murni, yaitu mencegah aglomerasi partikel dan menekan reaksi samping saponifikasi. Implikasi penelitian ini memberikan alternatif teknologi produksi FAME yang lebih ekonomis, efisien, ramah lingkungan dan meningkatkan nilai guna limbah biomaterial pesisir.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
