<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/54502">
<title>Faculty of Human Ecology Book's</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/54502</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173075"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172984"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172903"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172902"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-30T15:15:11Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173075">
<title>Ekologi Pangan, Gizi, Dan Kesehatan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173075</link>
<description>Ekologi Pangan, Gizi, Dan Kesehatan
Khomsan, Ali; Husnul, Nisatami; Damayati, Dwi Santy; Rusyantia, Anggun
Menurut UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang&#13;
dimaksud dengan kemandirian pangan adalah kemampuan&#13;
negara dan bangsa dalam memproduksi pangan yang&#13;
beranekaragam dari dalam negeri yang dapat menjamin&#13;
pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup sampai di tingkat&#13;
perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya&#13;
alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara&#13;
bermartabat. Secara eksplisit di sini ditekankan tentang&#13;
pemanfaatan segala sumberdaya yang didukung oleh&#13;
kearifan lokal.&#13;
Pangan merupakan kebutuhan yang paling mendasar&#13;
dari suatu bangsa. Hidup matinya suatu bangsa tergantung&#13;
pada kemampuan negara dalam mengelola pangan bagi&#13;
rakyatnya. Sejarah menunjukkan bahwa strategi penguatan&#13;
pangan dapat menjadi senjata ampuh untuk mengalahkan&#13;
musuh. Bangsa yang kebutuhan pangannya banyak&#13;
tergantung dari negara lain akan menjadi bangsa yang rapuh,&#13;
apalagi apabila populasi bangsa tersebut besar seperti&#13;
Indonesia. Dengan demikian upaya untuk mencapai&#13;
kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional&#13;
bukan melulu persoalan ekonomi tetapi juga menyangkut&#13;
ketahanan nasional.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172984">
<title>Air Dan Kesehatan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172984</link>
<description>Air Dan Kesehatan
Khomsan, Ali; Sari, Yulianti Wulan; Dewi, Puspita; Anggiruling, Dwikani Oklita
The 10th World Water Forum (WWF) 2024 atau Forum Air Dunia ke-10 digelar di Bali tanggal 18 – 25 Mei 2024. World Water Forum 2024 mengambil tema Water for Shared Prosperity. Lewat tema ini, semua pihak diharapkan bisa membahas berbagai permasalahan penting mengenai air beserta solusinya. Dengan solusi bersama, negara-negara dunia dapat meningkatkan pengelolaan dan pengembangan sumber daya air (SDA), sehingga tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) bisa terwujud. Bagi Indonesia, tema Water for Shared Prosperity juga menjadi bukti bahwa negara siap berkontribusi terhadap penciptaan langkah-langkah untuk menjaga sumber daya air dunia.&#13;
Air merupakan media yang memungkinkan berbagai jenis mikroorganisme seperti virus atau bakteri bertahan hidup dan berkembang biak. Higiene air yang buruk dapat dipastikan akan mendatangkan gangguan kesehatan bagi manusia. ...
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172903">
<title>PROGRAM MBG: Gizi, Ekonomi dan SDM</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172903</link>
<description>PROGRAM MBG: Gizi, Ekonomi dan SDM
Khomsan, Ali; Khuzaimah, Ummi; Miranda, Vanesha; Ginting, Riska Mayang S
Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling&#13;
utama. Bung Karno mengatakan, “Pangan merupakan soal matihidupnya suatu bangsa. Apabila kebutuhan pangan rakyat tidak&#13;
dipenuhi, maka malapetaka. Oleh karena itu, perlu usaha secara&#13;
besar-besaran, radikal, dan revolusioner’’.&#13;
Negara berkewajiban untuk mewujudkan ketersediaan,&#13;
keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan. Setiap manusia&#13;
berhak untuk memperoleh pangan yang aman, bermutu, bergizi,&#13;
dan menyehatkan. Kebutuhan pangan senantiasa meningkat,&#13;
seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan membaiknya&#13;
kesejahteraan. Konsep Malthus menyebutkan bahwa pertumbuhan&#13;
pangan bagai deret hitung, sedangkan pertumbuhan penduduk&#13;
bagai deret ukur.&#13;
Ketahanan pangan dapat dicapai dengan swasembada&#13;
pangan. Negara-negara yang memiliki swasembada pangan, di&#13;
antaranya, adalah Amerika, Kanada, dan Australia. Negara-negara&#13;
tersebut memiliki kapasitas ketahanan pangan yang kuat, kondisi&#13;
pangan negaranya ideal, serta mampu berswasembada pangan.&#13;
Sementara Jepang dan Singapura termasuk negara-negara yang&#13;
tidak berswasembada pangan tetapi memiliki fondasi ketahanan&#13;
pangan yang jauh lebih kuat dari negara-negara seperti Indonesia,&#13;
Filipina dan Myanmar. ...
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172902">
<title>Gizi Dan Pembangunan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172902</link>
<description>Gizi Dan Pembangunan
Khomsan, Ali; Heryanda, Mahfuzhoh Fadillah; Fikrah ‘Arifah, Dzakiyyatul; Kisda, Anada Varenza
Konsep Pembangunan dan Gizi merupakan dua hal&#13;
yang saling berkaitan dalam pembahasan mengenai&#13;
pembangunan manusia. Selama beberapa dekade,&#13;
pembangunan lebih dekat dengan peningkatan indikator&#13;
ekonomi. Namun, pendekatan itu masih kurang untuk&#13;
menjelaskan kualitas hidup suatu masyarakat secara&#13;
menyeluruh. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada suatu&#13;
negara belum tentu menjamin terbentuknya sumber daya&#13;
manusia (SDM) yang optimal jika masalah gizi, kesehatan,&#13;
dan ketimpangan sosial masih berlangsung.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
