<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5357">
<title>Faculty of Agricultural Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5357</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172886"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172124"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171935"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/170988"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-12T09:53:02Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172886">
<title>Aplikasi Edible Coating Karagenan Dan Antimikroba Untuk Memperpanjang Umur Simpan Buah Tomat (Lycopersicum esculentum)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172886</link>
<description>Aplikasi Edible Coating Karagenan Dan Antimikroba Untuk Memperpanjang Umur Simpan Buah Tomat (Lycopersicum esculentum)
Pujantoro, Lilik; Nugroho, Lilik Pujantoro Eko; Rachman, Adetiya
Buah tomat (Lycopersicum esculentum) merupakan produk&#13;
hortikultura yang memiliki banyak manfaat serta kaya akan vitamin, mineral, dan&#13;
serat gizi. Tomat tergolong buah yang memiliki kadar air yang tinggi dan juga&#13;
mudah terserang mikroorganisme perusak. Mikroorganisme perusak berupa kapang&#13;
Alternaria penyebab penyakit bercak-bercak cokelat atau menghitam pada&#13;
permukaan kulit tomat. Pemanfaatan edible coating karagenan dengan penambahan&#13;
senyawa antimikroba diharapkan mampu menghambat perkembangan&#13;
mikroorganisme dan memperpanjang umur simpan tomat. Penelitian ini bertujuan&#13;
mengkaji dan menentukan efektifitas pengaruh aplikasi edible coating berbahan&#13;
dasar karagenan dengan penambahan senyawa antimikroba terhadap mutu buah&#13;
tomat selama penyimpanan. Tahap penelitian terdiri dari persiapan sampel,&#13;
pembuatan larutan coating, pengaplikasian coating, dan pengamatan selama 28 hari.&#13;
Jenis karagenan yang digunakan ialah Kappa-karagenan dengan penambahan&#13;
antimikroba berupa asam askorbat (C6H8O6) dan zink oksida (ZnO). Hasil&#13;
penelitian menunjukkan perlakuan coating dengan penambahan senyawa&#13;
antimikroba berupa asam askorbat (KGA) dan zink oksida (KGZ) merupakan&#13;
perlakuan terbaik yang mampu mempertahankan parameter respirasi, pH, aktivitas&#13;
air (aw), susut bobot, kadar air, vitamin C, total padatan terlarut, total asam,&#13;
kekerasan, dan intensitas warna pada hari ke-28. Hasil analisa total plate count&#13;
(TPC) memiliki nilai yang sama pada hari ke-20 untuk perlakuan dengan&#13;
penambahan antimikroba sebesar 3,4x105 koloni/g dengan ambang batas SNI&#13;
sebesar 105 koloni/g dibandingkan dengan perlakuan tanpa coating yang bertahan&#13;
selama 12 hari.
</description>
<dc:date>2005-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172124">
<title>Pengaruh Lama Penyimpanan Dingin Tepung Singkong Terhadap Derajat Putih, Kadar Amilosa, dan Karakteristik Pasting Tepung Mocaf Hasil Olahannya</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172124</link>
<description>Pengaruh Lama Penyimpanan Dingin Tepung Singkong Terhadap Derajat Putih, Kadar Amilosa, dan Karakteristik Pasting Tepung Mocaf Hasil Olahannya
M. Taqi, Fahim; Muhandri, Tjahja; Rambadiana, Ica Candra
Pembuatan tepung singkong termodifikasi (mocaf) di Indonesia umumnya dilakukan dengan metode fermentasi singkong segar, baik fermentasi spontan maupun dengan penambahan starter bakteri asam laktat. Metode lain yang dapat digunakan adalah metode fermentasi tepung singkong. PeneliTIan ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan fisikokimia tepung singkong akibat perlakuan penyimpanan dingin dan fermentasi spontan tepung singkong. Tepung singkong dibuat dari singkong varietas Manggu. Tepung singkong disimpan pada suhu dingin (6±2) selama 0 dan 4 bulan. Fermentasi spontan dilakukan dengan mencampur 300 g tepung singkong dengan 600 g air dan disimpan pada suhu ruang selama 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 hari. Tepung singkong termodifikasi dianalisis sifat fisikokimianya, seperti derajat putih, kadar amilosa, dan pasting properties. Analisis ragam menunjukkan adanya pengaruh interaksi antara proses penyimpanan tepung singkong native sebelum fermentasi dengan durasi waktu fermentasi terhadap semua respon yang diteliti (P&lt;0.05). Derajat putih tepung singkong termodifikasi turun akibat penyimpanan tepung di suhu dingin dan naik seiring dengan meningkatnya durasi waktu fermentasi. Kombinasi kedua perlakuan terbukti dapat menaikkan kadar amilosa hingga 5.85%. Pasta tepung singkong hasil modifikasi (mocaf) memiliki sifat yang lebih stabil terhadap panas.
</description>
<dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171935">
<title>Desain Sistem Kerja dan Upper Limb Exoskeleton untuk Peningkatan Produktivitas dan Keselamatan Kerja Panen-Muat Kelapa Sawit</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171935</link>
<description>Desain Sistem Kerja dan Upper Limb Exoskeleton untuk Peningkatan Produktivitas dan Keselamatan Kerja Panen-Muat Kelapa Sawit; Work System and Upper Limb Exoskeleton Design for Improving Productivity and Safety in Oil Palm Harvesting Tasks
M. Faiz Syuaib; Dewi, Nugrahaning Sani; Tajalli, Muqorob; Sanjaya, Kadek Heri; Fil’aini, Raizumi
Tuntutan akan tingginya produktivitas kelapa sawit belum diiringi peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. Variabiliti karakteristik lingkungan kerja, bentuk, tinggi, dan diameter pohon sawit, posisi tandan dan pelepah sawit masih relatif menyulitkan untuk penerapan mekanisasi/ otomasi dalam pemanenan sawit. Kegiatan panen-muat sawit masih bergantung pada tenaga manusia yang memiliki keterbatasan fisiologi dan kapasitas kerja. Panen-muat sawit melibatkan gerakan berulang-ulang seperti membungkuk, mengangkat dan menarik beban yang berat, membutuhkan prioritas tinggi untuk intervensi keamanan kerja. Analisis fisiologi kerja pemanen seperti data pengukuran beban jantung, otot dan gerak sebagai landasan penting kebijakan dan perbaikan sistem kerja. Selain itu, pendekatan desain dan implementasi exoskeleton (alat bantu okupasional-keselamatan kerja) pada pemanen adalah terobosan yang rasional untuk perbaikan sistem dan keselamatan kerja yang pada akhirnya bermanfaat untuk peningkatan efektivitas, produktivitas, kesejahteraan dan keberlanjutan kerja para pemanen sawit. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk merancang, mendesain dan menguji upper limb exoskeleton untuk peningkatan produktivitas dan keselamatan kerja panen-muat sawit serta melakukan analisis sosial ekonominya.
</description>
<dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/170988">
<title>Optimasi Kinerja Mesin Hot Press Di PT. XYZ Melalui Penerapan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/170988</link>
<description>Optimasi Kinerja Mesin Hot Press Di PT. XYZ Melalui Penerapan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE)
Muslich; Diana, Nabila Wira
PT. XYZ is a company engaged in manufacturing wood for the international market. In an effort to maintain competitiveness and operational efficiency, the company continues to evaluate the performance of production machines, including hot press machines that play an important role in the production process. This study aims to analyze the performance of hot press machines at PT. XYZ using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method, identify factors that affect operational efficiency based on OEE and Six Big Losses analysis, and provide recommendations for improvement to increase efficiency and productivity. The OEE method is used to evaluate the level of machine effectiveness, while the Six Big Losses analysis identifies the biggest types of losses. The FMEA method was also applied to prioritize improvements based on the most significant potential failures. The results showed that the OEE value of the hot press machine reached 82.21%, lower than the international standard of 85%. The biggest loss was caused by reject/rework of 6%, which mainly occurred because the veneer did not stick perfectly to the veneer joint core lamination (VJCL). Further analysis used fishbone to identify the main weaknesses in the veneer attachment process. As a solution, it is recommended to add automatic air spray on the conveyor before the material enters the hot press machine, to ensure maximum veneer adhesion. This strategy is expected to reduce reject/rework losses, improve machine efficiency, and bring the OEE value closer to international standards.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
