<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/53557">
<title>Research Report</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/53557</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172897"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172833"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172832"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172813"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-07T06:54:12Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172897">
<title>Performa Produksi Sapi Dara Peranakan Ongole Dengan Pemberian Pakan Konsentrat Dan Sorinfer Pada Masa Rekondisi</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172897</link>
<description>Performa Produksi Sapi Dara Peranakan Ongole Dengan Pemberian Pakan Konsentrat Dan Sorinfer Pada Masa Rekondisi
Aditia, Edit Lesa; Priyanto, Rudy; Abdullah, Luki; Dewi MHKS, Panca; M. Baihaqi; Prihantoro, Iwan; Zainuri, Muhammad Adib; Milliyana, Mochamad Tri
Sektor peternakan sapi potong memegang peranan penting dalam pemenuhan&#13;
kebutuhan protein hewani serta mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satu&#13;
rumpun sapi lokal yang banyak dipelihara oleh peternak di Indonesia adalah sapi&#13;
Peranakan Ongole (PO). Menurut Astuti (2003), sapi PO merupakan hasil&#13;
pemuliaan melalui sistim persilangan dengan grading up sapi Jawa dan Sumba&#13;
Ongole (SO) lewat setengah abad silam. Sapi PO dengan ciri utama berpunuk dan&#13;
bergelambir serta memiliki keunggulan yaitu daya adaptasi iklim tropis yang tinggi,&#13;
tahan terhadap panas, tahan terhadap gangguan parasit seperti gigitan nyamuk dan&#13;
caplak, disamping itu juga menunjukkan toleransi yang baik terhadap pakan yang&#13;
mengandung serat kasar tinggi. Selanjutnya, hasil penelitian Carvalho et al. (2010),&#13;
menunjukkan bahwa sapi PO memiliki performa produksi yang tidak berbeda nyata&#13;
dengan sapi persilangan Simmental-PO (SimPO). Selanjutnya, sapi PO juga&#13;
memiliki kinerja reproduksi yang optimal pada kondisi lingkungan tropis di&#13;
Indonesia, terutama dengan pemberian pakan yang berkualitas (Rastosari et al.&#13;
2019; Pangestu et al. 2024; Sukma et al. 2024). ...
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172833">
<title>Intervensi Edukasi Gizi dan Pemberian Telur-Susu untuk Perbaikan Gizi Balita di Karawang, Batang, dan Pasuruan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172833</link>
<description>Intervensi Edukasi Gizi dan Pemberian Telur-Susu untuk Perbaikan Gizi Balita di Karawang, Batang, dan Pasuruan
Khomsan, Ali
Masalah gizi balita masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan&#13;
masyarakat di Indonesia. Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase kritis&#13;
yang menentukan kualitas pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak&#13;
di masa depan. Kekurangan gizi pada periode ini dapat menyebabkan dampak jangka panjang&#13;
seperti stunting, underweight, penurunan kemampuan belajar, hingga meningkatnya risiko&#13;
penyakit tidak menular pada usia dewasa.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, yang masih&#13;
menghadapi permasalahan gizi balita, termasuk underweight dan wasting. Faktor penyebab&#13;
masalah gizi bersifat multidimensional, mencakup kondisi sosial ekonomi, pendidikan orang&#13;
tua, pola asuh makan, serta rendahnya pengetahuan gizi ibu. Dalam banyak kasus, keterbatasan&#13;
ekonomi tidak selalu menjadi satu-satunya penyebab, tetapi juga dipengaruhi oleh kurangnya&#13;
pemahaman mengenai praktik pemberian makan yang tepat dan konsumsi pangan bergizi&#13;
seimbang.&#13;
Penelitian ini dirancang sebagai intervensi komprehensif yang menggabungkan edukasi&#13;
gizi bagi ibu dan kader posyandu dengan pemberian makanan tambahan berupa susu dan telur&#13;
selama enam bulan. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi,&#13;
memperbaiki kualitas konsumsi pangan, dan pada akhirnya memperbaiki status gizi balita. ...
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172832">
<title>Kajian Dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Penurunan Stunting</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172832</link>
<description>Kajian Dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Penurunan Stunting
Khomsan, Ali; Tanziha, Ikeu; Riyadi, Hadi; Hayati, Aslis Wirda; Purwaningtyas, Desiani Rizki; Picauly, Intje; Perdana, Fachruddin; Adha, As Syaffa Amalia; Priyatnasari, Nabila Sukma
Penurunan stunting masih belum memenuhi target pembangunan nasional.&#13;
Saat ini prevalensi stunting balita masih di angka 19,8%. Stunting tidak hanya&#13;
memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif anak. Salah&#13;
satu intervensi pemerintah adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi&#13;
efektivitasnya selama ini hanya dinilai melalui pengukuran tinggi badan&#13;
menggunakan stadiometer yang memerlukan waktu 3–12 bulan untuk&#13;
menunjukkan perubahan, sehingga deteksi dini anak stunting sering terlambat.&#13;
Penelitian ini bertujuan menilai potensi Rapid Diagnostic Test for urinary&#13;
pyridinium crosslinks (RDT Pyd) sebagai metode skrining dan evaluasi cepat untuk&#13;
memantau keberhasilan MBG. RDT Pyd memungkinkan penilaian efektivitas&#13;
intervensi dalam waktu sekitar satu bulan, sehingga diharapkan mampu&#13;
mempercepat identifikasi dan pencegahan stunting secara dini.&#13;
Penelitian dilakukan di Provinsi Banten yaitu di Kabupaten Serang dan&#13;
Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Kupang. Subjek penelitian adalah&#13;
anak balita usia 2–5 tahun dari posyandu. Desain penelitian melibatkan empat&#13;
kelompok intervensi dengan empat kelompok perlakuan. Jumlah responden per&#13;
provinsi adalah maksimal 200 anak balita. Data yang dikumpulkan meliputi z-score&#13;
tinggi badan menurut umur dan kadar pyridinium crosslinks dalam urin sebagai&#13;
indikator pertumbuhan linier dan metabolisme tulang.&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak program MBG&#13;
dengan berbagai variasi (MBG original, MBG kaya kalsium, MBG original + susu&#13;
2 kali per minggu, MBG original + susu 5 kali per minggu) terhadap perubahan&#13;
prevalensi stunting dan masalah gizi lainnya di Kabupaten Kupang-NTT dan&#13;
Kabupaten Serang-Banten. Temuan ini diharapkan memberikan informasi tentang&#13;
manfaat MBG dengan modifikasi menu kaya kalsium terhadap status gizi dan selain&#13;
itu hasil penelitian dapat digunakan untuk penyusunan policy brief guna perbaikan&#13;
Program MBG.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sosial ekonomi, pangan, dan gizi&#13;
di Kabupaten Serang dan Kabupaten Kupang berbeda. Rumah tangga di Kupang&#13;
berada pada tingkat ekonomi yang lebih rendah, tingkat kerawanan pangan yang&#13;
lebih tinggi, serta tingkat kecukupan energi dan zat gizi yang lebih rendah.&#13;
Permasalahan gizi seperti stunting, wasting, dan underweight di Kupang lebih&#13;
tinggi dibandingkan Serang. Namun, Kupang memiliki tingkat kepatuhan terhadap&#13;
konsumsi MBG yang lebih baik dibandingkan Serang.&#13;
Intervensi MBG memberikan perubahan yang signifikan pada beberapa&#13;
indikator seperti status gizi berdasarkan antropometri, kekuatan otot, frekuensi dan&#13;
durasi sakit beberapa penyakit infeksi, serta peningkatan tingkat kecukupan&#13;
kalsium. Prevalensi stunting dan underweight setelah intervensi lebih rendah&#13;
dibandingkan sebelum intervensi.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172813">
<title>Intervensi Edukasi Gizi dan Pemberian Telur-Susu untuk Perbaikan Gizi Balita di Pasuruan, Jawa Timur</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172813</link>
<description>Intervensi Edukasi Gizi dan Pemberian Telur-Susu untuk Perbaikan Gizi Balita di Pasuruan, Jawa Timur; LAPORAN AKHIR
Khomsan, Ali
Masalah gizi balita masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase kritis yang menentukan kualitas pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Kekurangan gizi pada periode ini dapat menyebabkan dampak jangka panjang seperti stunting, underweight, penurunan kemampuan belajar, hingga meningkatnya risiko penyakit tidak menular pada usia dewasa.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, yang masih menghadapi permasalahan gizi balita, termasuk underweight dan wasting. Faktor penyebab masalah gizi bersifat multidimensional, mencakup kondisi sosial ekonomi, pendidikan orang tua, pola asuh makan, serta rendahnya pengetahuan gizi ibu. Dalam banyak kasus, keterbatasan ekonomi tidak selalu menjadi satu-satunya penyebab, tetapi juga dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman mengenai praktik pemberian makan yang tepat dan konsumsi pangan bergizi seimbang.&#13;
Penelitian ini dirancang sebagai intervensi komprehensif yang menggabungkan edukasi gizi bagi ibu dan kader posyandu dengan pemberian makanan tambahan berupa susu dan telur selama enam bulan. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi, memperbaiki kualitas konsumsi pangan, dan pada akhirnya memperbaiki status gizi balita. ...
</description>
<dc:date>2026-02-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
