<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5355">
<title>Faculty of Forestry</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5355</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172921"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172906"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172905"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171967"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-12T09:48:38Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172921">
<title>Rumusan Kebijakan Strategis Peningkatan Efektivitas Operasi Penebangan Pohon dan Pengangkutan Kayu Pinus Perhutani di Kesatuan Pemangkuan Hutan Lawu Ds</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172921</link>
<description>Rumusan Kebijakan Strategis Peningkatan Efektivitas Operasi Penebangan Pohon dan Pengangkutan Kayu Pinus Perhutani di Kesatuan Pemangkuan Hutan Lawu Ds
Suwarna, Ujang
Laporan ini menyajikan pengembangan komprehensif atas hasil penelitian/pemikiran internal&#13;
mengenai kebijakan strategis peningkatan efektivitas operasi penebangan pohon dan pengangkutan&#13;
kayu pinus Perhutani di Kesatuan Pemangkuan Hutan Lawu Ds. Bahan dasar laporan berasal dari&#13;
kajian lapang Juli–Agustus 2025 yang menekankan pentingnya produktivitas sebagai indikator&#13;
utama efektivitas operasi. Pada sisi penebangan, fokus analisis diarahkan pada komposisi waktu&#13;
kerja efektif dan tidak efektif, keterampilan operator chainsaw, ketajaman rantai, pengaturan arah&#13;
rebah, pengendalian risiko, dan kualitas pengawasan lapang. Pada sisi pengangkutan, fokus&#13;
diarahkan pada kesiapan kayu di TPn, waktu tunggu muat, kondisi jaringan jalan hutan, kesesuaian&#13;
armada, jarak angkut, beban muatan, serta tata kelola dispatch dan dokumentasi. Pengembangan&#13;
laporan dilakukan melalui pendekatan studi dokumen, sintesis literatur, dan reformulasi kebijakan&#13;
berbasis masalah operasional. Hasil kajian menegaskan bahwa peningkatan efektivitas operasi tidak&#13;
cukup ditempuh melalui penambahan target produksi, melainkan harus melalui pembenahan sistem&#13;
kerja, keselamatan, perawatan alat, penataan alur logistik, penguatan budaya data, dan desain&#13;
insentif yang adil. Laporan ini juga mendokumentasikan dimensi riset kolaboratif dosen–&#13;
mahasiswa, terutama dalam observasi waktu kerja, identifikasi bottleneck, pengolahan temuan&#13;
lapang, dan penyusunan matriks kebijakan. Luaran utama berupa rumusan kebijakan strategis&#13;
berjenjang jangka pendek, menengah, dan panjang, indikator monitoring, serta rekomendasi&#13;
implementasi yang dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan manajerial maupun bukti BKD Sister.; This report presents an expanded internal research/thought document on strategic policies to&#13;
improve the effectiveness of tree felling and pine timber transportation operations in Perhutani,&#13;
Forest Management Unit (KPH) Lawu Ds. The original material was derived from field observations&#13;
conducted in July–August 2025 and highlighted productivity as the primary indicator of operational&#13;
effectiveness. The felling analysis addresses the composition of effective and ineffective working&#13;
time, chainsaw operator skills, chain sharpness, directional felling, risk control, and field&#13;
supervision. The transportation analysis focuses on landing readiness, loading delays, forest road&#13;
conditions, vehicle suitability, hauling distance, payload, and dispatch/documentation management.&#13;
The report is expanded through document study, literature synthesis, and policy reformulation. The&#13;
findings emphasize that improving effectiveness cannot rely solely on higher production targets; it&#13;
requires system improvement in work organization, safety, equipment maintenance, logistics flow,&#13;
data culture, and equitable incentives. The report also documents lecturer–student collaborative&#13;
research elements in time study observation, bottleneck identification, data interpretation, and policy&#13;
matrix development. The main output is a staged policy package accompanied by implementation&#13;
recommendations and monitoring indicators suitable for managerial use and BKD Sister&#13;
documentation.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172906">
<title>Perkembangan Ekowisata Di Taman Nasional Karimunjawa</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172906</link>
<description>Perkembangan Ekowisata Di Taman Nasional Karimunjawa
Aflaha, Fairuz Rafidah
Indonesia memiliki tujuh taman nasional laut, dan dua di antaranya terdapat di Pulau Jawa. Kedua taman nasional tersebut adalah Taman Nasional Kepulauan Seribu dan Taman Nasional Karimunjawa (Humas Kemensetneg RI, 2016). Kedua kawasan konservasi tersebut merupakan habitat penyu dan menjadi destinasi ekowisata populer. Jika dibandingkan dengan Taman Nasional Kepulauan Seribu, Taman Nasional Karimunjawa lebih sedikit diteliti. Salah satu penyebabnya adalah lokasi Taman Nasional Karimunjawa yang jauh dari pusat kota serta akses yang terbatas (Yaqin et al., 2025). Padahal, perairan Karimunjawa merupakan ekosistem penting penopang tiga jenis penyu yang ditetapkan sebagai spesies mandat, yakni penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea) (Direktorat Jenderal KSDAE, n.d.).&#13;
Pada mulanya, Karimunjawa ditetapkan sebagai Cagar Alam Laut melalui Surat Keputusan No. 123/Kpts-II/1986 tanggal 9 April 1986. Kemudian, Karimunjawa ditetapkan menjadi taman nasional pada 29 Februari 1988 berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 161/Menhut-II/1988 dalam kategori Kawasan Pelestarian Alam (KPA). Selanjutnya, Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 78/Kpts-II/1999 tanggal 22 Februari 1999 menyatakan bahwa kawasan Cagar Alam Karimunjawa dan sekitarnya resmi ditetapkan sebagai Taman Nasional Karimunjawa. Sejalan dengan perkembangan manajemen kawasan konservasi, zonasi pada taman nasional ini ditetapkan pada tahun 2005 dan diperbarui pada tahun 2012 (Taman Nasional Karimunjawa, 2025a). ...
</description>
<dc:date>2025-09-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172905">
<title>Komunikasi Konservasi Dan Ekowisata Di Indonesia</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172905</link>
<description>Komunikasi Konservasi Dan Ekowisata Di Indonesia
Aflaha, Fairuz Rafidah
Degradasi lingkungan di era modern erat kaitannya dengan upaya konservasi sebagai salah satu solusi. Konservasi memiliki tiga pilar, yakni perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Ketiga pilar ini penuh dengan jargon dan bahasa saintifik rumit yang seringkali sangat jauh dari topik obrolan masyarakat sehari-hari. Untuk itu, konservasi membutuhkan teknik-teknik komunikasi yang efektif agar masyarakat dapat turut serta mengokohkan ketiga pilar konservasi. Salah satu contoh populer keberhasilan komunikasi konservasi adalah kiprah The Sierra Club, organisasi lingkungan tertua di Amerika Serikat. Didirikan pada tahun 1892, organisasi ini dipimpin oleh John Muir, seorang naturalis, penulis, dan filsuf lingkungan keturunan Skotlandia-Amerika.&#13;
Misi The Sierra Club adalah "To explore, enjoy, and render accessible the mountain regions of the Pacific Coast; to publish authentic information concerning them [and] to enlist the support and cooperation of the people and government in preserving the forests and other natural features of the Sierra Nevada." Tak hanya mempopulerkan konsep wilderness tourism yang menjadi cikal bakal ekowisata, The Sierra Club juga memegang peran penting dalam pembentukan awal taman nasional dan wilderness areas seperti Yosemite National Park dan Grand Canyon, serta mengadvokasi pembentukan Dinas Taman Nasional dan badan-badan federal lainnya yang bertugas mengelola dan melindungi lahan publik (Clay, 2024; Gao, 2025; Young, 2008). Pencapaian-pencapaian organisasi ini menunjukkan bagaimana komunikasi konservasi dan ekowisata yang efektif dapat secara masif mengajak masyarakat luas melindungi ekosistem penting dan mempopulerkan rekreasi di alam terbuka. ...
</description>
<dc:date>2025-08-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171967">
<title>Beberapa Sifat Fisis-Mekanis Empat Jenis Kayu Dari Kebun Masyarakat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171967</link>
<description>Beberapa Sifat Fisis-Mekanis Empat Jenis Kayu Dari Kebun Masyarakat
Wahyudi, Imam; Maharani, Annisa Zahira
Kayu merupakan salah satu sumberdaya alam yang multi fungsi yang pemanfaatannya tidak&#13;
tergantikan meski sudah ada bahan sintetis yang fungsinya mirip kayu. Saat ini, kayu-kayu&#13;
dari hutan tanaman alam sudah menjadi penyuplai utama untuk berbagai industri perkayuan&#13;
di tanah air akibat terbatasnya ketersediaan kayu hutan alam di pasar. Mempertimbangkan&#13;
informasi tentang karakteristik kayu-kayu hutan tanaman belum tersedia, maka penelitian&#13;
ini bertujuan mengkaji beberapa sifat fisis-mekanis empat jenis kayu yang berasal dari kebun&#13;
masyarakat sekitar kampus IPB Dramaga, yakni mahoni (Swietenia macrophylla), meranti&#13;
merah (Shorea spp.), sungkai (Peronema canescens) dan suren (Toona sureni), dan&#13;
membandingkannya dengan sifat sejenis yang tercantum dalam buku rujukan. Hal ini&#13;
penting dilakukan agar pemanfaatan kayu tetap optimal. Sifat fisis yang diuji terdiri dari&#13;
kadar air, kerapatan dan berat jenis; sedangkan sifat mekanisnya meliputi kekuatan,&#13;
kekakuan, keteguhan tekan sejajar serat dan kekerasan sisi. Pengujian dilakukan dengan&#13;
mengacu kepada BS 373-1957 menggunakan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
sebagian besar sifat fisis-mekanis yang diuji lebih rendah dibandingkan sifat sejenis dari kayu&#13;
sejenis yang berasal dari hutan alam, kecuali keteguhan tekan sejajar serat pada kayu&#13;
sungkai dan kekerasan sisi pada kayu suren karena cenderung meningkat. Diperlukan&#13;
tindakan yang berbeda dalam rangka memanfaatkan kayu-kayu tersebut.
</description>
<dc:date>2025-10-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
