<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5351">
<title>Faculty of Mathematics and Natural Sciences</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5351</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173893"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173637"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173530"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172901"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-12T05:37:02Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173893">
<title>Inovasi Alat Penetas dan Separator Fisik-Fototaktik Artemia spp. Guna Mendukung Bioassay Toksisitas</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173893</link>
<description>Inovasi Alat Penetas dan Separator Fisik-Fototaktik Artemia spp. Guna Mendukung Bioassay Toksisitas
Farid, Muhammad; Widikdo, Wisnu; Kurniawanti; Putri, Ferucha F.
Pengujian hayati (bioassay) menggunakan Artemia spp. populer karena efisien,&#13;
praktis, dan minim kendala etika hewan. Namun, pemisahan pasca-tetas antara nauplius hidup,&#13;
cangkang kosong (chorion), dan kista mati sering kali menyulitkan, sehingga berpotensi&#13;
mengotori media uji serta mengaburkan akurasi nilai letalitas (LC50). Penelitian ini bertujuan&#13;
merancang dan menguji inovasi alat penetas sekaligus pemisah mekanis-biologis sederhana&#13;
berbasis kompartemen ganda dengan sistem sekat geser. Menggunakan kotak makan plastik&#13;
portabel, alat ini memanfaatkan perbedaan sifat fisik material (cangkang mengapung dan kista&#13;
mati tenggelam) serta perilaku fototaktik positif dari nauplius aktif. Hasil pengujian&#13;
menunjukkan bahwa desain sekat geser ini mampu memanen populasi biomassa nauplius&#13;
Artemia spp. yang homogen dengan kemurnian tinggi secara instan tanpa merusak fisik larva.&#13;
Inovasi ini menawarkan solusi aplikatif yang ekonomis dan efektif untuk meningkatkan&#13;
efisiensi operasional pengujian toksisitas di laboratorium.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173637">
<title>Antibacterial Activity of Synthetic ZnO/Pectin on Staphylococcus aureus</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173637</link>
<description>Antibacterial Activity of Synthetic ZnO/Pectin on Staphylococcus aureus
Angelina, Putri Nur
The hydrothermal method is commonly used to synthesize ZnO nanoparticles because it produces products with high crystallinity and purity. However, this method is relatively time-consuming. This research combines hydrothermal and precipitation methods to produce ZnO in a shorter time. ZnO was also synthesized using a capping agent to control the smaller particle size as confirmed by the aging time needed to precipitate the particles. The synthesized ZnO nanoparticles can be added to food and beverage products as zinc additives and antibacterial agents which are beneficial to the body. Furthermore, the ZnO nanoparticles were tested for their antibacterial activity using Staphylococcus aureus as a model for gram-positive bacteria.
</description>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173530">
<title>Antibacterial Activity Of Synthetic Zno/Pectin  On Staphylococcus Aureus</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173530</link>
<description>Antibacterial Activity Of Synthetic Zno/Pectin  On Staphylococcus Aureus
Angelina, Putri Nur
The hydrothermal method is commonly used to synthesize ZnO nanoparticles&#13;
because it produces products with high crystallinity and purity. However, this method is&#13;
relatively time-consuming. This research combines hydrothermal and precipitation methods to&#13;
produce ZnO in a shorter time. ZnO was also synthesized using a capping agent to control the&#13;
smaller particle size as confirmed by the aging time needed to precipitate the particles. The&#13;
synthesized ZnO nanoparticles can be added to food and beverage products as zinc additives&#13;
and antibacterial agents which are beneficial to the body. Furthermore, the ZnO nanoparticles&#13;
were tested for their antibacterial activity using Staphylococcus aureus as a model for grampositive&#13;
bacteria.
</description>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172901">
<title>Molecular Docking Senyawa Ekstrak Binahong terhadap Enzim α-Glukosidase dan α-Amilase.</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172901</link>
<description>Molecular Docking Senyawa Ekstrak Binahong terhadap Enzim α-Glukosidase dan α-Amilase.
Widikdo, Wisnu
Enzim α-amilase berperan dalam menghidrolisis pati menjadi oligosakarida yang lebih&#13;
sederhana, sedangkan α-glukosidase melanjutkan proses tersebut dengan mengubah&#13;
disakarida menjadi glukosa yang siap diserap di usus halus (Bischoff 1994). Oleh karena&#13;
itu, inhibisi kedua enzim ini dapat memperlambat proses pencernaan karbohidrat dan&#13;
penyerapan glukosa, sehingga efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah&#13;
postprandial (Krentz dan Bailey 2005).&#13;
Obat-obatan sintetis seperti acarbose diketahui bekerja sebagai inhibitor α-amilase dan&#13;
α-glukosidase, namun penggunaannya sering dikaitkan dengan efek samping&#13;
gastrointestinal seperti diare, flatulensi, dan kembung (van de Laar et al. 2005). Hal ini&#13;
mendorong pencarian alternatif inhibitor dari bahan alam yang lebih aman dan memiliki&#13;
efek samping minimal.&#13;
Tanaman binahong (Anredera cordifolia) merupakan salah satu tanaman obat tradisional&#13;
yang banyak dimanfaatkan di Indonesia. Tanaman ini mengandung berbagai senyawa&#13;
bioaktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, dan polifenol yang berpotensi sebagai agen&#13;
antidiabetes (Astuti et al. 2011). Senyawa flavonoid dan polifenol diketahui memiliki&#13;
kemampuan dalam menghambat aktivitas enzim pencernaan karbohidrat serta berperan&#13;
sebagai antioksidan yang dapat mengurangi stres oksidatif pada penderita diabetes&#13;
(Tadera et al. 2006). Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak binahong&#13;
memiliki aktivitas hipoglikemik, namun mekanisme interaksinya terhadap enzim target&#13;
seperti α-amilase dan α-glukosidase masih perlu dikaji lebih lanjut (Sari et al. 2015).&#13;
Pendekatan in silico menggunakan metode molecular docking merupakan teknik yang&#13;
efektif untuk memprediksi interaksi antara senyawa bioaktif dengan protein target.&#13;
Metode ini memungkinkan analisis afinitas ikatan, stabilitas kompleks, serta jenis&#13;
interaksi yang terbentuk antara ligan dan reseptor pada tingkat molekuler (Morris dan&#13;
Lim-Wilby 2008). Dengan demikian, molecular docking dapat digunakan sebagai tahap&#13;
awal dalam penemuan obat berbasis bahan alam.&#13;
Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi&#13;
senyawa aktif dalam ekstrak binahong (Anredera cordifolia) sebagai inhibitor enzim α-&#13;
amilase dan α-glukosidase melalui pendekatan molecular docking. Hasil penelitian ini&#13;
diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai mekanisme interaksi molekuler&#13;
senyawa bioaktif binahong terhadap kedua enzim tersebut serta menjadi dasar dalam&#13;
pengembangan kandidat obat antidiabetes berbasis bahan alam. ..
</description>
<dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
