<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5346">
<title>Faculty of Fisheries and Marine Science</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5346</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171938"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162949"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162582"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160388"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-13T14:12:35Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171938">
<title>Siapa Nelayan dalam Kebijakan Perikanan Tangkap Indonesia? Implikasi Definisi, Indikator, dan Instrumen Fiskal terhadap Keadilan Distribusi</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171938</link>
<description>Siapa Nelayan dalam Kebijakan Perikanan Tangkap Indonesia? Implikasi Definisi, Indikator, dan Instrumen Fiskal terhadap Keadilan Distribusi
Darmawan
Pengelolaan perikanan tangkap Indonesia masih dihadapkan pada ketegangan antara mandat konstitusional, praktik kebijakan, dan indikator kinerja sektoral yang digunakan. Sumber daya ikan sebagai kekayaan publik yang dikuasai negara sering kali diperlakukan secara implisit sebagai sumber daya akses terbuka, sementara instrumen pengelolaan—termasuk perizinan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan kebijakan kesejahteraan nelayan—diterapkan tanpa kerangka normatif dan klasifikasi ekonomi yang konsisten. Naskah analisis kebijakan ini bertujuan untuk menata ulang kerangka pikir pembangunan subsektor perikanan tangkap dengan menempatkan tafsir konstitusional Pasal 33 UUD 1945 sebagai fondasi, membedakan secara tegas fungsi pengelolaan sumber daya dan fungsi kesejahteraan sosial, serta mengidentifikasi kelemahan mendasar dalam definisi dan indikator nelayan. Analisis menunjukkan bahwa ketiadaan klasifikasi ekonomi nelayan yang kuantitatif dan lintas sektor telah menimbulkan distorsi sasaran kebijakan, salah tafsir indikator kinerja, dan risiko ketidakadilan dalam distribusi manfaat sumber daya ikan. Naskah ini merekomendasikan reformulasi kerangka normatif dan teknis sebagai prasyarat bagi pengelolaan perikanan tangkap yang adil, berkelanjutan, dan legitimate secara konstitusional.
</description>
<dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162949">
<title>Keanekaragaman Dan Kondisi Habitat Ikan Di Pantai Bojonegara Berdasarkan Peninjauan Parameter Kimia Perairan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162949</link>
<description>Keanekaragaman Dan Kondisi Habitat Ikan Di Pantai Bojonegara Berdasarkan Peninjauan Parameter Kimia Perairan
Afif, Muhammad Irfan; Sulistiono; Wildan, Dudi M
Perairan di sekitar Pantai Bojonegara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten memiliki sumberdaya perikanan yang penting secara ekonomis. Akan tetapi, terdapat ancaman lingkungan perairan seperti limbah panas dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Studi ini dilakukan untuk melihat keragaman spesies ikan serta kondisi habitat yang diakibatkan oleh faktor kimia air laut di Pantai Bojonegara. Hubungan antara lingkungan dan ikan dianalisis dengan menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dan Canonical Correlation Analysis (CCA) dengan menggunakan perangkat lunak. Komponen yang dianalisis adalah parameter kimia (salinitas, pH, DO, nitrat, nitrit, amonia &amp; fosfat) serta keberadaan ikan. Hasil dari analisis tersebut diintepretasikan dan diulas berdasarkan literatur secara deskriptif. Selama pengambilan sampel, jumlah total ikan yang berhasil disensus dari keenam stasiun di daerah Pantai Bojonegara sebanyak 11 jenis dari 10 famili dan 5 ordo. Tercatat ada 63 individu jumlah ikan dengan jenis ikan yang dominan yaitu ikan belanak (Ellochelon vaigiensis). Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa keragaman ikan menyebar di tiap stasiun yang memiliki karakteristik masing-masing. Stasiun 1, 2, dan 6 memiliki keragaman ikan yang melimpah karena daerah tersebut merupakan daerah estuari yang kaya akan bahan organik dan produktivitas yang tinggi sebagai wilayah makanan ikan. Stasiun 5 yang menjadi tempat pembuangan limbah PLTU memiliki keragaman ikan yang sedikit karena limbah PLTU menjadi pencemar yang merusak lingkungan biota akuatik.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162582">
<title>Analisis Kebijakan dan Strategi Pemberdayaan Berbasis Koperasi Digital untuk Nelayan Skala Kecil</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162582</link>
<description>Analisis Kebijakan dan Strategi Pemberdayaan Berbasis Koperasi Digital untuk Nelayan Skala Kecil; Policy Analysis and Empowerment Strategy Based on Digital&#13;
Cooperatives for Small-Scale Fishers
Darmawan
Kemiskinan nelayan skala kecil di Indonesia merupakan persoalan struktural yang tidak&#13;
hanya disebabkan oleh keterbatasan sarana produksi, tetapi juga oleh ketimpangan akses&#13;
terhadap pasar, informasi, kelembagaan, dan pembiayaan. Meskipun produksi perikanan&#13;
nasional mengalami tren peningkatan, hal tersebut belum mampu meningkatkan&#13;
kesejahteraan nelayan secara signifikan. Studi ini bertujuan mengidentifikasi akar&#13;
kemiskinan struktural yang dihadapi nelayan kecil serta merumuskan strategi&#13;
pemberdayaan melalui pendekatan koperasi digital. Penelitian menggunakan metode&#13;
kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis data sekunder dari Badan Pusat&#13;
Statistik, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta literatur akademik. Hasil&#13;
menunjukkan bahwa dominasi tengkulak, lemahnya kelembagaan koperasi, dan kegagalan&#13;
program bantuan top-down merupakan penyebab utama disempowerment nelayan. Model&#13;
koperasi digital dinilai mampu menjadi solusi transformatif dengan memperkuat posisi&#13;
tawar nelayan melalui akses langsung ke pasar, pembiayaan formal, dan efisiensi distribusi.&#13;
Transformasi ini juga selaras dengan program nasional "Koperasi Merah Putih" yang&#13;
menargetkan digitalisasi koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat. Namun demikian,&#13;
keberhasilan strategi ini memerlukan prasyarat penting seperti literasi digital, kapasitas&#13;
kelembagaan, perlindungan hukum, serta dukungan kebijakan lintas sektor. Dengan&#13;
demikian, koperasi digital bukan hanya instrumen teknis, melainkan bagian dari solusi&#13;
struktural menuju perikanan berkelanjutan dan inklusif.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160388">
<title>Community Structure of Macrozoobenthos Mollusks in Several Coastal Waters of Banten Bay, Indonesia</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160388</link>
<description>Community Structure of Macrozoobenthos Mollusks in Several Coastal Waters of Banten Bay, Indonesia
Rabiyanti, Intan; A Asriansyah; Sulistiono; F Yulianda; Samosir, AM; Rastina; T Hestiranoto
The coastal waters of Banten Bay have a fairly high potential for fishery resources.&#13;
The purpose of this study was to determine the community structure of macrozoobenthos&#13;
mollusks in several coastal waters spread from the west to the east of the bay area (Margari,&#13;
Bojonegara, Cengkok, Kemayungan-Linduk and Domas beaches). Research activities on the&#13;
structure of the macrozoobenthos community were carried out from May 2019 to March 2022&#13;
in these 5 coastal areas. Data analysis was carried out on the index of density, diversity,&#13;
evenness, and dominance. Based on the research results, there are 85 genera of&#13;
macrozoobenthos mollusks from two classes, namely Bivalvia (25 genera) and Gastropods (60&#13;
genera). Timoclea sp., Anadara sp., and Codakia sp. is a genus of macrozoobenthos mollusks&#13;
that are found quite a lot. Based on the calculation results, the density varies from 0.1 to 450&#13;
ind/m2. The index values of diversity, uniformity, and dominance in each region varied from&#13;
1,449 - 3,538, 0,282 - 0,728, and 0,138 - 0,675. Based on this value, the condition of the coastal&#13;
water ecosystem has moderate-hight diversity, low-high evenness, and low-high dominant&#13;
index.
</description>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
