<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5232">
<title>Vucer Multi year</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/5232</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/76269"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7342"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7332"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7317"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-18T06:52:50Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/76269">
<title>Pemberdayaan Peran Wanita Pedesaan Dalam Pengembangan Ternak Ayam Kampung</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/76269</link>
<description>Pemberdayaan Peran Wanita Pedesaan Dalam Pengembangan Ternak Ayam Kampung
Mansjoer, Sri Supraptini; Fuah, Asnath M.; B.N. Polii; Widyarti, Mieske
</description>
<dc:date>2002-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7342">
<title>Introduksi standardisasi pemanasan pada pengolahan dodol susu skala industri rumahtangga</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7342</link>
<description>Introduksi standardisasi pemanasan pada pengolahan dodol susu skala industri rumahtangga
Maheswari, Rarah Ratih Adjie; Wulandari, Zakiah
Dodol susu merupakan makanan yang dibuat dari campuran bahan dasar tepung beras  ketan, gula, dan susu sapi segar yang dimasak dengan atau tanpa penambahan bahan makanan dan bahan tambahan lainnya yang diijinkan. Produk olahan susu ini banyak dikembangkan di wilayah-wilayah kantong susu seperti Pangalengan.  Studi lapangan terdahulu mendapakan bahwa  permasalahan yang dijumpai pada dodol susu hasil industri di Pangalengan adalah kandungan air yang masih tinggi, yaitu berkisar 26,05%, sedangkan menurut SNI 01-2986-1992 kadar air dodol maksimal adalah 20%. Tingginya kadar air ini berpengaruh pada daya simpan produk yaitu tidak dapat bertahan lama.  Produsen dodol susu skala industri rumah tangga di Pangalengan pada umumnya belum melakukan standarisasi pada (1) proses pemanasan selama pengolahan dodol susu, (2) ukuran potongan dodol susu yang dihasilkan serta belum menerapkan sanitasi lingkungan maupun pengemasan yang memadai. Program ini bertujuan mengenalkan standar proses pemanasan pada produksi dodol susu menggunakan suhu 80-85 0C secara terkontral, sehingga dihasilkan produk dengan kadar air sesuai SNI 01-2986-1992, dengan ukuran yang lebih seragam, penampakan produk dan kemasan yang menarik dan mempunyai keamanan pangan yang lebih terjamin. Program voucher pada industri pengolahan dodol susu skala rumah tangga Murni Asli ini dapat membantu meningkatkan kualitas produk dodol susu yang dihasilkan, yaitu menurunkan kadar air dari 30,61% menjadi 20,38%, meningkatkan nilai kesukaan konsumen yang meliputi aroma, rasa, tekstur, kekerasan dan kekenyaalan dengan tetap mempertahankan warna produk.  Sanitasi yang masih sangat rendah menghasilkan dodol susu dengan kualitas mikrobiologi (TPC) 2,4 x 104  koloni/gram, yang hanya mampu mempertahankan produk selama dua minggu disebabkan oleh dominasi kapang.  Proses produksi dodol susu dengan menerapkan sanitasi yang baik mampu mempertahankan produk hingga lebih dari 8 minggu. Industri dodol susu skala rumah tangga Murni Asli dengan menerapkan pemanasan terkontrol pada suhu 80-85 0 C sudah mampu meningkatkan kualitas kadar air dan nilai kesukaan produk,  serta perbaikan desain kemasan.  Hal lain yang masih perlu dibenahi adalah sanitasi dan cara pengemasan,  promosi dan pemasaran produk.
</description>
<dc:date>2004-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7332">
<title>Peningkatan kualitas sepatu dari kulit domba/kambing lokal dengan introduksi mesin seset (skiving machine)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7332</link>
<description>Peningkatan kualitas sepatu dari kulit domba/kambing lokal dengan introduksi mesin seset (skiving machine)
Arief, Irma Isnafia; Yani, Ahmad
Peningkatan Produksi sepatu dari kulit domba/kambing lokal yang mempunyai nilai  ekonomis tinggi dan berkualitas ekspor sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan baku dan teknologi proses pembuatan kulit.  Namun demikian,  pengusaha kecil pembuatan sepatu kulit yang meliputi kekuatan jahit, kelemasan, kenyamanan sepatu sewaktu dipakai, kerapihan jahitan, serta daya regang sepatu. Permasalahan lain yang ditemui oleh industri kecil sepatu adalah mesin seset (skiving machine) sebagai alat utama dalam pembuatan sepatu tidak memiliki oleh pengusaha kecil sepatu kulit karena harganya mahal dan tidak dapat dijangkau. Selama ini mesin seset harus diimport dan hanya dipakai di industri sepatu kulit besar. Oleh karena itu, mesin seset modifikasi (buatan sendiri) untuk diintroduksikan kepada industri kecil sepatu kulit perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan ini berlangsung selama 6 bulan (April 2004 – Oktober 2004). Pengusaha rekan sasaran adalah UKM Citra Kencana Permai yang terletak di Ciomas Kabupaten Bogor.   Kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas sepatu kulit domba/kambing lokal adalah introduksi mesin seset ke pengusaha rekan.  Peningkatan wawasan pengusaha rekan juga ditingkatkan melalui kegiatan studi banding di pabrik penyamakan kulit dan pembinaan (penyuluhan) mengenai kualitas kulit sepatu.  Setelah itu dilakukan produksi sepatu kulit domba/kambing dan dipasarkan.
</description>
<dc:date>2004-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7317">
<title>Peningkatan usaha kerajinan bulu domba di bogor  melalui perbaikan desain dan system manajemen</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/7317</link>
<description>Peningkatan usaha kerajinan bulu domba di bogor  melalui perbaikan desain dan system manajemen
Yamin, H. Mohamad; Polli, B.N.; Ismail, Ahyar
Peningkatan usaha kerajinan bulu domba di Bogor melalui perbaikan disain dan sistem manajemen telah dilaksanakan dengan sukses melalui pendekatan  restrukturisasi kelompok, pelatihan, studi lapang dan persiapan pelaksanaan sistem usaha.   Kelompok sasaran terdiri dari       3 lokasi pedesaan yaitu  (Situ Daun, Ciampea;  Suka Jadi,  Ciapus  dan Carangpulang, Darmaga ). Proses restrukturisasi diawali dengan kunjungan langsung ke lokasi untuk mengetahui keadaan sekarang dan motivasi usaha kerajinan bulu domba.  Dari ketiga kelompok tersebut,  umumnya para pengrajin masih sangat semangat sekali untuk  mengembangkan usaha tersebut dengan mengharapkan Pembinaan yang kontinyu dan efektif dari pelaksana vucer. Struktur organisasi disederhanakan menjadi koordinator dan anggota pengrajin,  karena pekerjaan koordinasi proes produksi secara keseluruhan,  pembuatan desain dan pemasaran diharapkan dilakukan oleh IPB. Hasil Pelatihan menunjukkan bahwa para pengrajin memang relatif sangat terampil dalam teknik penyisiran, pemintalan dan penenunan.  Hal ini dapat dilihat dari kualitas produk yang sudah relatif rapih dan baik,  namun dari segi pemilihan keserasian warna benang dan motif memang masih belum memuaskan.  Oleh karena itu masalah desain memang akan dikerjakan oleh rekan kerjasama IPB dalam hal ini Jurusan Desain ITB dan Balai Tekstil Bandung.  Dalam hal manajemen usaha termasuk pemasaran ternyata para pengrajin sangat memerlukan bantuan pembinaan dari IPB,  karena saat ini kemampuan mereka masih terbatas sebagai operator/penenun saja .
</description>
<dc:date>2004-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
