<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/51">
<title>Silviculture</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/51</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177347"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/158883"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153004"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153003"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-08-12T14:48:54Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177347">
<title>Senyawa Biomarker dan Dinamika Metabolomik Sebagai Mekaniskme Pertahanan Tanaman Terhadap Serangan Patogen</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177347</link>
<description>Senyawa Biomarker dan Dinamika Metabolomik Sebagai Mekaniskme Pertahanan Tanaman Terhadap Serangan Patogen
Firmansyah, Muhammad Alam
Sebagai organisme sesil, tanaman tidak dapat menghindari ancaman patogen secara fisik. Sebagai gantinya, tanaman mengandalkan dinamika metabolisme yang sangat kompleks untuk bertahan hidup. Makalah ini mengkaji peran senyawa biomarker sebagai indikator biologis dari respon pertahanan tanaman terhadap serangan patogen, khususnya melalui pendekatan metabolomik. Studi kasus pada interaksi antara tomat liar (Solanum cheesmaniae) dan cendawan patogen Alternaria solani menunjukkan bahwa infeksi patogen memicu pergeseran masif dari metabolisme primer ke metabolisme sekunder. Identifikasi biomarker melalui Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS) tidak hanya mengungkap senyawa pertahanan seperti fenol dan indol, tetapi juga membuka peluang besar dalam pemuliaan tanaman varietas unggul, pengembangan agen pengendali hayati, serta peningkatan ketahanan tanaman kehutanan dan pertanian terhadap perubahan iklim.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/158883">
<title>Teknik Perbanyakan Tanaman Gaharu Dengan Metode Stek</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/158883</link>
<description>Teknik Perbanyakan Tanaman Gaharu Dengan Metode Stek
Sukendro, Andi
Jenis Aquilaria crassna ini lebih dikenal dengan nama gaharu.&#13;
Gaharu juga memiliki beberapa nama daerah seperti Tengkaras&#13;
(Kalimantan), Halim (Lampung), Alim (Batak) dan Eaglewood (Malaysia).&#13;
Untuk nama gaharu sendiri diambil dari Aguru sebuah kata dari bahasa&#13;
sansekerta yang bermakna kayu berat yang tenggelam dan memiliki&#13;
damar beraroma harum (Sidiyasa 1986). Menurut Depatemen Kehutanan&#13;
(2003) gaharu didefinisikan sebagai sejenis kayu dengan berbagai bentuk&#13;
dan warna yang khas, serta memiliki kandungan kadar damar wangi yang&#13;
berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu yang tumbuh&#13;
secara alami dan telah mati sebagai akibat dari suatu proses infeksi yang&#13;
terjadi baik secara alami atau buatan pada suatu jenis pohon, yang pada&#13;
umumnya terjadi pada pohon Aquilaria sp. Di Indonesia terdapat 16 jenis&#13;
pohon penghasil gaharu, berasal dari 3 famili yakni Thymeleaceae,&#13;
Leguminoceae dan Euphorbiaceae, yang terbagi dalam 8 genus yakni&#13;
Aquilaria, Gonistylus, Aetoxylon, Enkleia, Wiekstromia, Girynops,&#13;
Excocaria, dan Dalbergia. Untuk genus yang memiliki kualitas gaharu&#13;
yang baik adalah Aquilaria. Genus Aquilaria ini adalah genus yang&#13;
persebaran alaminya di kawasan Asia Tenggara. Sedangkan&#13;
pertumbuhannya pohon ini rata-rata memiliki tinggi 6-20 meter dengan ciri&#13;
khasnya adalah tata daun alternate dan ukuran daun yang pendek&#13;
(panjang 5-11 cm) dan ujung daun yang meruncing (Anonim 2007).&#13;
Menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural&#13;
Resources) secara taxonomi Aquilaria crassna adalah sebagai berikut :
</description>
<dc:date>2024-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153004">
<title>Pembiakan Vegetatif Tanaman Gaharu (Aquilaria Crassna Pierre Ex. Lecomte ) Dengan Stek Pucuk</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153004</link>
<description>Pembiakan Vegetatif Tanaman Gaharu (Aquilaria Crassna Pierre Ex. Lecomte ) Dengan Stek Pucuk
Sukendro, Andi; Subiakto, Atok; Firmansyah, Yulian Vendhy
The increasing of forest degradation in Indonesia made supply of wood as&#13;
the industry materials decrease. This fact gave bad impact for Indonesia income&#13;
from forestry sector. Based on that, nowdays people starts improve Non Timber&#13;
Forest Products (NTFP) as alternative materials to fulfill industrial needs. One of&#13;
that NTFP is sandalwood (or gaharu in Indonesia). Sandalwood is a kind of&#13;
forestry plants producing essential oil that high in economical value. It usually&#13;
produced and taken naturally from the forest, and it could make the population&#13;
endangered because of the over exploitation activity. So, to prevent that condition&#13;
intensive conducting of sandalwood regeneration is needed. Flower and fruit&#13;
production phase of sandalwood is happened only once a year. It caused&#13;
sandalwood could not yield seed every moment that is needed. Based on that&#13;
condition, vegetative propagation process became an effective way to&#13;
regenerating sandalwood to fullfill the needs of sandalwood seeds. A type of&#13;
vegetative propagation methods is cutting system. This is a methods that could&#13;
produce seedlings with same genetic characteristics with the parent, and in big of&#13;
amount. We could get big number of qualified sandalwood seeds by this methods. ...
</description>
<dc:date>2024-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153003">
<title>Rencana Pembuatan Sekat Bakar Di Batas Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW), Sukabumi</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153003</link>
<description>Rencana Pembuatan Sekat Bakar Di Batas Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW), Sukabumi
Sukendro, Andi; Rusniarsyah, Lufthi; Zulfadli, Muhammad; Harahap, Arifin
Sering terjadinya kebakaran hutan, pengambilan kayu bakar, pengambilan&#13;
pakan ternak, dan pemindahan tanda (pal) batas hutan merupakan masalah&#13;
pengelolaan Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW). Rencana pembuatan sekat&#13;
bakar di HPGW dimaksudkan untuk mengatasi masalah pengelolaan tersebut. Sekat&#13;
bakar yang digunakan adalah sekat bakar hijau dan sekat bakar bersih. Metode yang&#13;
digunakan adalah pengukuran langsung di lapangan dan didukung oleh penggunaan&#13;
Sistem Informasi Geografis (SIG). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa&#13;
luas areal sekat bakar di HPGW 29887.74 m2 yang terdiri dari sekat bakar hijau seluas&#13;
21725.05 m2 dan sekat bakar bersih seluas 8162.69 m2&#13;
. Jenis tanaman yang akan&#13;
dipilih untuk sekat bakar hijau adalah kaliandra merah (Calliandra calothyrsus)&#13;
berdasarkan kegunaannya sebagai penahan api, kayu energi, dan pakan ternak, serta&#13;
pada beberapa areal di batas HPGW sudah ada tanaman kaliandra merah. Kebutuhan&#13;
bibit kaliandra merah dengan pola tanam segitiga sama kaki 1 × 1 m adalah 54315&#13;
batang.
</description>
<dc:date>2024-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
