<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/45590">
<title>Articles</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/45590</link>
<description>Artikel terbitan penulis IPB</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177679"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177489"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177371"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177347"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-08-07T09:08:19Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177679">
<title>Pengembangan Upper Limb Exoskeleton Dan Lower Limb Exoskeleton Untuk Peningkatan Produktivitas Dan Keselamatan Kerja Panen-Muat Kelapa Sawit</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177679</link>
<description>Pengembangan Upper Limb Exoskeleton Dan Lower Limb Exoskeleton Untuk Peningkatan Produktivitas Dan Keselamatan Kerja Panen-Muat Kelapa Sawit; Development of Upper Limb Exoskeleton and Lower Limb Exoskeleton for Improving Productivity and Occupational Safety in Oil Palm Harvesting and Loading
Syuaib, M. Faiz; Dewi, Nugrahaning Sani; Sanjaya, Kadek Heri; Tajalli, Muqorob; Trusaji, Wildan; Saulia, Lenny
Pemanenan dan pemuatan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit secara manual membebani tubuh pemanen secara berulang, terutama pada bagian bahu-punggung (upper limb) dan lutut-tungkai (lower limb), sehingga berisiko menimbulkan gangguan otot rangka (musculoskeletal disorders). Penelitian sebelumnya telah mengembangkan upper limb exoskeleton (ULE) hingga Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 5, namun belum menjangkau mitigasi risiko pada tubuh bagian bawah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan TKT ULE generasi baru, merancang prototipe lower limb exoskeleton (LLE), serta mengevaluasi kinerja keduanya melalui pengujian biomekanik, elektromiografi (EMG), dan usability test. Tiga varian ULE diuji pada skala laboratorium menggunakan simulasi kegiatan memanen (egrek, dodos) dan memuat (angkong), kemudian dua varian terbaik diuji lanjut di kebun sawit Jonggol IPB dan PTPN VIII Cimulang. LLE dikembangkan berbasis pneumatic artificial muscle (PAM) tipe akordion yang dikendalikan oleh sensor inertial measurement unit (IMU) dan solenoid valve, lalu diuji pada skala laboratorium menggunakan motion capture. Hasil menunjukkan seluruh varian ULE menurunkan shear force pada L5-pelvic junction dan berada pada kategori usability acceptable, dengan ULE Model 1 memperoleh skor System Usability Scale (SUS) tertinggi (95,25; grade A). Pada pengujian lapangan, ULE Model 2 memberikan penurunan compression force yang paling konsisten, sedangkan Model 1 memberikan keseimbangan aktivasi otot yang lebih baik. Indeks aktivasi otot global menurun 18,8% (dari 5,66 menjadi 4,60 %MVC) dengan penggunaan ULE, meskipun respons antarindividu masih bervariasi. Durasi pemotongan TBS menurun rata-rata 11,9% (32,8 menjadi 29,0 detik), namun belum signifikan secara statistik (p=0,284) walaupun ukuran efek berkategori sedang (r=0,34). Prototipe LLE berhasil dibuat dan menunjukkan kecenderungan penurunan compression force pada lutut dibandingkan tanpa LLE. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi exoskeleton berpotensi menjadi alat bantu ergonomi yang efektif untuk mendukung keselamatan dan kesehatan kerja pemanen kelapa sawit, dengan LLE saat ini berada pada TKT 3–5 dan ULE pada TKT 6–7, sehingga diperlukan penyempurnaan lebih lanjut sebelum implementasi skala luas.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177489">
<title>Model Non-Hewan untuk Penelitian Dermatofitosis</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177489</link>
<description>Model Non-Hewan untuk Penelitian Dermatofitosis
Budiono, Novericko Ginger
Dermatofitosis adalah infeksi jamur kosmopolitan pada bidang kedokteran hewan dan veteriner,&#13;
yang disebabkan oleh jamur dermatofit dari genus Trichophyton, Nannizzia, Epidermophyton, dan&#13;
Microsporum, yang menginfeksi jaringan berkeratin melalui kontak langsung maupun tidak&#13;
langsung. Pemahaman mengenai interaksi yang kompleks antara jamur dermatofita dengan&#13;
inangnya membutuhkan model eksperimental. Tulisan ini dibuat untuk melakukan tinjauan&#13;
pustaka mengenai model non-hewan secara in vitro dan ex vivo untuk penelitian dermatofitosis.&#13;
Tulisan ini menguraikan bagaimana model nonhewan dermatofitosis dapat digunakan untuk&#13;
mengetahui mekanisme utama patogenesis jamur—termasuk adhesi, perkecambahan spora, invasi&#13;
jaringan, dan penghindaran sistem imun inang—sekaligus berfungsi sebagai alat penting untuk&#13;
evaluasi toksisitas praklinis, formulasi nanocarrier, serta pengujian efektivitas obat antijamur baru.&#13;
Kata kunci: dermatofita, model non-hewan, ringworm, tinea
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177371">
<title>BPPV Pada Pasien Lansia</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177371</link>
<description>BPPV Pada Pasien Lansia
Winugroho, Mohammad Lukmanul Hakim
Dizziness atau vertigo merupakan sensasi subyektif yang digambarkan dengan adanya instabilitas postural atau perasaan berputar terhadap diri atau sekitar juga sensasi berputar atau jatuh. Dizziness merupakan keluhan terbanyak pada pasien yang berumur 65 tahun keatas di poli rawat jalan. Prevalensi dizziness antara 4%-30% pada kelompok umur tersebut. Prevalensi pada semua umur yaitu 29.3%, sedangkan pada kelompok dewasa muda sekitar 22.9%. Dizziness dikaitkan dengan gangguan fungsional dan resiko jatuh sebesar 20% akibat gejala yang ditimbulkan.1&#13;
Kejadian jatuh pada pasien lansia berkaitan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Ketakutan akan jatuh menyebabkan penurunan aktivitas harian dan kualitas hidup pasien lansia.2 Pemeriksaan dan penanganan yang cermat terhadap pasien lansia dengan keluhan dizziness bertujuan untuk mencari dan mengatasi penyebab dan mengindentifikasi perkembangan dizziness lebih lanjut. Etiologi dizzines beragam dan melibatkan sistem organ multipel serta dikaitkan dengan sindroma geriatri multifaktorial kronik ...
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177347">
<title>Senyawa Biomarker dan Dinamika Metabolomik Sebagai Mekaniskme Pertahanan Tanaman Terhadap Serangan Patogen</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177347</link>
<description>Senyawa Biomarker dan Dinamika Metabolomik Sebagai Mekaniskme Pertahanan Tanaman Terhadap Serangan Patogen
Firmansyah, Muhammad Alam
Sebagai organisme sesil, tanaman tidak dapat menghindari ancaman patogen secara fisik. Sebagai gantinya, tanaman mengandalkan dinamika metabolisme yang sangat kompleks untuk bertahan hidup. Makalah ini mengkaji peran senyawa biomarker sebagai indikator biologis dari respon pertahanan tanaman terhadap serangan patogen, khususnya melalui pendekatan metabolomik. Studi kasus pada interaksi antara tomat liar (Solanum cheesmaniae) dan cendawan patogen Alternaria solani menunjukkan bahwa infeksi patogen memicu pergeseran masif dari metabolisme primer ke metabolisme sekunder. Identifikasi biomarker melalui Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS) tidak hanya mengungkap senyawa pertahanan seperti fenol dan indol, tetapi juga membuka peluang besar dalam pemuliaan tanaman varietas unggul, pengembangan agen pengendali hayati, serta peningkatan ketahanan tanaman kehutanan dan pertanian terhadap perubahan iklim.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
