<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/34">
<title>Agribusiness</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/34</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153264"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120533"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120497"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120496"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-22T09:09:09Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153264">
<title>Pemberdayaan Umkm Di Era Industri 4.0</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153264</link>
<description>Pemberdayaan Umkm Di Era Industri 4.0
Farmayanti, Narni
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. UMKM menyumbang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan membuka banyak lapangan pekerjaan. Namun, era Industri 4.0 menghadirkan tantangan dan peluang baru bagi UMKM. Revolusi Industri 4.0, yang ditandai dengan integrasi teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Big Data, memaksa UMKM untuk beradaptasi agar tetap kompetitif. Tulisan ini akan membahas bagaimana pemberdayaan UMKM dalam menghadapi era Industri 4.0 dapat dilakukan, faktor-faktor yang mendukung, serta tantangan yang dihadapi.&#13;
Industri 4.0 adalah konsep revolusi industri yang mengintegrasikan teknologi canggih untuk menciptakan sistem produksi yang lebih efisien, adaptif, dan terhubung. Dikenal juga sebagai “Smart Factory,” Industri 4.0 melibatkan penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), robotika, Internet of Things (IoT), analisis data besar (big data), komputasi awan, dan keamanan siber. ...
</description>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120533">
<title>Family Bussines Dalam Agribisnis</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120533</link>
<description>Family Bussines Dalam Agribisnis
Purwono, Joko
Dominasi perusahaan keluarga di asia sama halnya yang terjadi dengan di Indonesia, sekitar 71.5% perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dimiliki oleh keluarga (Claessens et al, 1999). Selain itu menurut data yang berasal dari Indonesian Institute for Corporate and Directorship (IICD,2010) lebih dari 95 persen bisnis di Indonesia merupakan perusahaan yang dimiliki maupun dikendalikan oleh keluarga. Berdasarkan presentase tersebut perusahaan keluarga mendominasi perusahaan publik di Indonesia dan memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Bisnis keluarga yang menggunakan PT sebagai bentuk badan usaha, selain tanggung jawab yang terbatas pada aset perusahaan, manajemen perusahaan juga mengalami pengaturan dan pembatasan menurut undang-undang. Artinya, keluarga yang merupakan pemilik bisnis tidak sepenuhnya lagi mengendalikan perusahaan berdasarkan sistem manajemen bisnis keluarga (family business management). Bisnis keluarga dan perseroan terbatas (PT) adalah dua jenis bentuk kewirausahaan yang berbeda dalam banyak aspek, termasuk kepemilikan, manajemen, dan tanggung jawab hukum. Banyak keluarga di Indonesia yang memilih PT sebagai badan usaha dalam menjalankan bisnis, karena PT merupakan asosiasi modal dan badan hukum yang mandiri dengan tanggung jawab terbatas pada harta kekayaan perusahaan itu sendiri. Sehingga, apabila suatu waktu terdapat hutang yang tidak mampu dibayar oleh perusahaan maka si pemilik perusahaan dan direksi tidak ikut bertanggung jawab sampai harta kekayaan pribadinya. Kemandirian PT ini tentu membawa konsekuensi terhadap pola manajemen, yakni pengelolaannya perusahaan wajib tunduk pada hukum tersendiri sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT).&#13;
Kepemilikan perusahaan terkonsentrasi kepada satu pemilik yang memiliki kontrol yang efektif terhadap perusahaan, maka akan muncul permasalahan keagenan (Agency Problem). Namun berdasarkan sudut pandang hukum korporasi berkaitan dengan fiduciary duty atau kewajiban dari pengelola perusahaan. Juga dikatakan dari hasil penelitiannya bahwa konflik antara manajemen dan pemilik perusahaan merupakan akar dari segala ketidakefisienan yang akan menimbulkan banyak penghamburan biaya. Menurut Cruz et al. (2012) kepemilikan perusahaan ditangan suatu keluarga memiliki pengaruh negative terhadap kinerja dari perusahaan sedangkan Chu (2011) menyatakan sebaliknya bahwa perusahaan yang dimiliki oleh suatu keluarga mempunyai pengaruh postif terhadap kinerja perusahaan.
</description>
<dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120497">
<title>Analisis Partisan Posdaya Sebagai Lembaga Pra Koperasi</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120497</link>
<description>Analisis Partisan Posdaya Sebagai Lembaga Pra Koperasi
Burhani, Al-May Abyan Izzy; Baga, Lukman Mohammad
Posdaya adalah lembaga kemasyarakatan baru yang hadir di Indonesia sejak tahun 2009. Posdaya diharapkan tumbuh dan berkembang di Indonesia untuk menjadi solusi dari revitalisasi peran koperasi di negeri ini. Penelitian ini memiliki tujuan untuk membuat peta masalah yang dihadapi posdaya, mengidentifikasi faktor yang mendorong dan yang menghambat, serta memberikan rekomendasi strategi yang tepat sasaran guna mempermudah posdaya bertransformasi menjadi koperasi. Responden penelitian ini adalah partisan posdaya yang terdapat di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor yang dipilih dengan sengaja dan melibatkan satu orang sebagai ahli koperasi. Data didapatkan melalui wawancara yang diolah dengan metode analisis medan kekuatan. Posdaya diketahui memiliki masalah yang menghambat berjalannya program. Secara umum, masalah yang dihadapi ini adalah tentang kurangnya modal dan keterbatasan dari sumber daya yang dimiliki. Maka dari itu, posdaya harus meningkatkan kualitas serta memberi edukasi yang baik bagi partisan posdaya, mempererat hubungan dengan mitra, dan memperbaiki kemampuan manajerial partisan posdaya.
</description>
<dc:date>2023-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120496">
<title>Analisis Kinerja Posdaya Sebagai Lembaga Pra Koperasi</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120496</link>
<description>Analisis Kinerja Posdaya Sebagai Lembaga Pra Koperasi
Burhani, Al-May Abyan Izzy; Baga, Lukman Mohammad
Posdaya merupakan lembaga pra koperasi yang mulai muncul di Indonesia dalam satu dekade terakhir. Pertumbuhan posdaya pada setiap desa di Indonesia diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan perekonomian yang diawali dengan hidupnya UMKM kreatif dalam setiap desa. Posdaya merupakan upaya pemerintah untuk merevitalisasi peran koperasi di Indonesia dengan memperkuat lini bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja posdaya dengan objek Posdaya Puspa Lestari dan Posdaya Mandiri Terpadu. Pemilihan kedua posdaya tersebut disebabkan oleh pemberian saran dari Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia Institut Pertanian Bogor (P2SDM IPB). Pengukuran kinerja dilakukan dengan pendekatan Balanced Scorecard dan pengambilan data dilakukan dengan cara purposive dengan wawancara langsung serta menyebarkan kuesioner. Hasil pengukuran kinerja kedua posdaya menunjukkan bahwa perspektif keuangan menjadi perspektif yang paling diprioritaskan (0,297 dan 0,271). Dalam Posdaya Puspa Lestari, perspektif pelanggan berada di urutan kedua dengan nilai bobot sebesar 0,239 kondisi ini disusul oleh perspektif pertumbuhan dan perkembangan serta perspektif bisnis internal sebagai perspektif di urutan paling terakhir yang memiliki nilai bobot masing-masing sebesar 0,237 dan 0,225. Sementara itu, di Posdaya Mandiri Terpadu perspektif yang menempati urutan kedua adalah perspektif bisnis internal dengan nilai bobot sebesar 0,256 dan diikuti oleh perspektif pertumbuhan dan perkembangan di urutan ketiga dan perspektif pelanggan di urutan terakhir dengan nilai bobot masing-masing sebesar 0,246 dan 0,225. Posdaya Puspa Lestari maupun Posdaya Mandiri Terpadu mendapatkan penilaian dengan predikat sangat baik.&#13;
Kata kunci: balanced scorecard, kinerja, perspektif, posdaya
</description>
<dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
