<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/33">
<title>UT - Statistics and Data Sciences</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/33</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164252"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164241"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164166"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164160"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-19T17:51:00Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164252">
<title>Pendugaan Produksi Biji Jagung Fase Tanaman Berbunga dengan Regresi Komponen Utama (Estimation of Corn Seed Production During Silking Phase Using Principal Component Analysis)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164252</link>
<description>Pendugaan Produksi Biji Jagung Fase Tanaman Berbunga dengan Regresi Komponen Utama (Estimation of Corn Seed Production During Silking Phase Using Principal Component Analysis)
Minokti, Tupa
Jagung (Zea Mays L.) merupakan sumber karbohidrat dan komoditi tanaman pangan terpenting kedua setelais padi. Komoditi jagung relatif sangat tidak stabil, harga tinggi pada waktu langka mendorong petani untuk memperluas tanaman pada periode berikutnya dan kenaikan produksi mendorong harga Turun Pendugaan produksi biji jagung pada fase tanaman berbunga dilakukan guna memperkirakan produksi biji jagung yang dapat dihasilkan.&#13;
Pendugaan dilakukan dengan menggunakan analisis regresi komponen utama karena diduga peubah-peubah bebas yang digunakan saling berkorelasi cukup tinggi. Data yang digunakan berasal dari kebun percobaan Cikemeuh Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan Bogor. Ada 12 peubah bebas yang digunakan yaitu X1 = Jumlah daun tiap tanaman fase berbunga, X2 Rata-rata panjang ruas tiap tananwan (cm). X3 Titik berat panjang daun (cm), X4 Titik berat sudut daun (cm). X5 Titik berat kelengkungan daun (cm). X6 Titik berat luas daun (cm). X7 Skewness sudut daun. X8 Skewness panjang daun. X9 = Skewness kelengkungan daun. X10 Skewness luas daun, X11= Total luas daun tiap tanaman fase berbunga (cm), X12 Tinggi tanaman (cm) dan peubah tak bebas Y kering (gr/tanaman). = Berat biji&#13;
Pada regresi dengan metode kuadrat terkecil diperoleh pendugaan yang belum stabil yaitu berupa sedikitnya koefisien yang nyata dan tanda koefisien yang tidak sesuai harapan. Dan diperkuat dengan pemeriksaan multikolinearitas dengan melihat nilai VIF yaitu banyaknya peubah bebas yang mempunyai nilai VIF lebih besar dari 10 dan nilai mci yang mendekati satu.&#13;
Dengan analisis komponen utama diperoleh skor komponen yang diregresikan dengan peubah tak bebas. Kemudian diperiksa koefisien regresi parsialnya ada 9 koefisien regresi komponen utama yang memenuhi syarat yaitu mempunyai tanda koefisien yang nyata dan akar ciri yang besar. Hasil kahir diperoleh model Y=124.012-13,769X1-6.751X2-0.676X3+0,526X4+0.203X5+1,229X6-53,165X7-36,145X8+25.207X9+96.217X10+0.027X11-0.057X12 dengan R-=61% dan peubah bebas yang paling berpengaruh adalah peubah X11 yaitu total luas daun tiap tanaman fase berbunga dengan elastisitas sebesar 1166%.
</description>
<dc:date>1999-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164241">
<title>Evaluasi Konsep Standar Mutu Beras Berdasarkan Preferensi Konsumen dan Pedagang Beras di Surabaya</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164241</link>
<description>Evaluasi Konsep Standar Mutu Beras Berdasarkan Preferensi Konsumen dan Pedagang Beras di Surabaya
Ningsih, Riya
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi konsep standar mutu beras RSNI (Rancangan Standar Nasional Indonesia) dan konsep yang telah disusun oleh BALITPA (Balai Penelitian Tanaman Padi). Evaluasi dilakukan dengan mempelajari kesesuaian hasil pemeringkatan contoh-contoh beras oleh responden sehubungan dengan klasifikasi mutu pada masing-masing konsep tersebut.&#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa antar responden terdapat kesesuaian dalam memeringkatkan contoh-contoh beras. Untuk contoh beras konsep BALITPA urutan pemeringkatannya berturut-turut adalah R, Y, T, dan W, sedangkan untuk contoh beras RSNI adalah Z, S, X, U, dan V. Urutan ini sesuai dengan klasifikasi mutunya, yaitu; contoh beras R pada konsep BALITPA adalah beras kelas Super, Y adalalı kelas I. T adalah kelas II, dan W adalah kelas III. Pada RSNI, contoh beras Z. adalah beras kelas Super, S adalah kelas I, X adalah kelas II, U adalah kelas III, dan V adalah kelas IV.&#13;
Pengelompokan berdasarkan karakteristik mutu yang meliputi penampakan, warna, keterawangan, aroma, bentuk dan keutuhan masing-masing contoh beras menghasilkan tiga gerombol, yaitu; gerombol 1 yang mencakup beras kelas R, Z dan S, gerombol II yang mencakup beras kelas Y dan X, dan pada gerombol III mencakup beras kelas T, W, U, dan V. Karakteristik mutu contoh-contoh beras yang termasuk gerombol I umumnya disukai responden terutama pada keutuhan berasnya, gerombol II dinilai biasa, sedangkan gerombol III kurang disukai terutama pada penampakan dan warnanya. Aroma beras pada umumnya dinilai biasa, baik pada gerombol I, II maupun III.&#13;
Berdasarkan persentase komponen mutu contoh-contoh beras yang menjadi anggota gerombol I, II, dan III maka dapat disusun suatu konsep standar mutu beras baru yang terdiri dari tiga kelas, yaitu, baik, menengah, dan kurang (lihat Tabel 5). Konsep baru yang lebih sederhana ini dapat diajukan sebagai konsep alternatif selain kedua konsep yang sudah ada sebelumnya.
</description>
<dc:date>1999-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164166">
<title>Pendugaan Model Pertumbuhan Padi dengan Regresi Spline Kubik NDVI Landsat-TM (Fitting Cubic Spline Regression Growth Model for Rice using NDVI Landsat-TM).</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164166</link>
<description>Pendugaan Model Pertumbuhan Padi dengan Regresi Spline Kubik NDVI Landsat-TM (Fitting Cubic Spline Regression Growth Model for Rice using NDVI Landsat-TM).
Rinna
Transformasi spektral data Landsat-TM, khususnya TM3 (sinar merah) dan TM4 (inframerah dekat), dapat menghasilkan peubah baru NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) yang mampu memantau tahap-tahap pertumbuhan padi. Hal ini disebabkan NDVI berhubungan erat dengan tingkat kehijauan tanaman. Dalam penelitian ini dipelajari profil NDVI padi IR64, Memberamo, dan gabungan kedua varietas tersebut dengan menggunakan citra multi-temporal Landsat-TM untuk areal persawahan Perum Sang Hyang Seri, Ciasem, Subang, Jawa Barat. Pola NDVI padi menaik sejak awal pertumbuhan (fase vegetatif) dan mencapai puncaknya pada fase vegetatif maksimum (52 hari setelah tanam/hst), kemudian menurun pada fase generatif hingga menjelang panen (53-97 hst). Pola reflektansi sinar merah dan inframerah dekat mempengaruhi pola NDVI padi pada selang umur tertentu.&#13;
Pendugaan model pertumbuhan dilakukan dengan menggunakan regresi spline kubik untuk mendapatkan hubungan regresi NDVI dengan umur padi. Model terbaik yang diperoleh untuk ketiga model terdiri atas 5 segmen dengan R² berkisar 0.9924-0.9962. Model ini lebih baik dibandingkan dengan model regresi kuadratik (R 0.94) yang diperoleh peneliti lain. Penempatan titik-titik simpul dilakukan secara eksploratif (fixed knots). Hasil pendugaan model menunjukkan bahwa fungsi-fungsi dalam model berkaitan dengan tahap-tahap pertumbuhan tanaman padi. Profil NDVI Landsat-TM dapat membedakan varietas padi IR64 dan Memberamo, terutama pada tahap pemanjangan batang sampai pengisian biji (20-73 hst). Pada umur 20-46 hst NDVI IR64 lebih rendah dibandingkan dengan Memberamo, sedangkan pada umur 47-73 hst IR64 lebih tinggi daripada Memberamo.
</description>
<dc:date>1998-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164160">
<title>Analisis Laju Pertumbuhan Tanaman Padi dengan Analisis Regresi Bersegmen (Rice Growth Rate Analysis using Segmented Regression Analysis).</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/164160</link>
<description>Analisis Laju Pertumbuhan Tanaman Padi dengan Analisis Regresi Bersegmen (Rice Growth Rate Analysis using Segmented Regression Analysis).
Khasanah, Nutfatul
Salah satu informasi yang diperlukan untuk menunjang program perakitan varietas padi adalah evaluasi keragaman sifat fisiologis tanaman padi baik varietas lokal maupun unggul yang telah dihasilkan. Analisis sifat fisiologis mencakup usaha pemodelan laju pertumbuhannya. Pemodelan dengan fungsi berordo rendah menghasilkan dugaan yang kurang tepat. Gejalanya kegagalan sisaan untuk menyebar secara acak. Namun regresi bersegmen mampu mampu mengatasi masalah tersebut dengan membagi daerah peubah bebas menjadi beberapa segmen dan menduga model yang tepat pada setiap segmennya.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan bobot daun, batang dan akar tanaman padi terbagi dalam tiga segmen. Pembagian segmen dalam pemodelan ini adalah pada batas 14 &lt;= t &lt;= 56 56 &lt; t &gt;= 84 dan t &gt; 84 bagi bobot daun dan pada batas 14 &lt;= t &lt;= 56 56 &lt; t &gt;= 98 dan t &gt; 98 bagi bobot batang dan bobot akar. Berbeda dengan pertumbuhan bobot daun, batang dan akar yang tumbuh secara eksponensialbobot . malai tumbuh secara linier pada kisaran umur 84 &lt;= t &gt;= 112&#13;
Varietas yang mempunyai daya kompetisi yang tinggi adalah varietas IR26 dan Muncul. Varietas/galur B8974 b-MR-7, IR42, B7974 f-MR-29292. B8585 f-MR-18-1 dan B9775 memiliki efisiensi fotosintesis yang baik. Varietas tanaman padi yang memiliki tanda-tanda tidak mudah rebah adalah varietas/galur Cisadane. B7974 f-MR-29292, IR26, B9775 dan IR64. Varietas/galur yang memproduksi gabah yang tinggi adalah B8585 f-MR-18-1, B9775, Walanae. B8045 e-KN-12 dan IR42. Dari hasil evaluasi diperoleh galur B9775 merupakan galur harapan/unggul dibandingkan 13 varietas/galur lainnya.
</description>
<dc:date>1998-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
