<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/31">
<title>UF - Biology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/31</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179811"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179793"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179404"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179168"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-08-29T19:45:32Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179811">
<title>Perilaku Prososial Masyarakat di Daerah Perkotaan dan Daerah Pedesaan di Wilayah Bogor: Pen-drop Social Experiment</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179811</link>
<description>Perilaku Prososial Masyarakat di Daerah Perkotaan dan Daerah Pedesaan di Wilayah Bogor: Pen-drop Social Experiment
Sitohang, Abigail Mutiara Natalia
Empati merupakan kemampuan untuk merasakan kondisi emosi orang lain dengan pemahaman dan kepedulian. Perilaku prososial sendiri mencakup segala bentuk tindakan yang dilakukan secara sukarela untuk membantu individu lain. Penelitian mengenai perilaku prososial dapat dilakukan dengan pen-drop social experiment. Penelitian sebelumnya, berfokus pada daerah perkotaan, namun belum ada penelitian secara khusus membahas perbedaan perilaku prososial terhadap daerah perkotaan dan daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku prososial di daerah perkotaan dan daerah pedesaan dan kaitannya terhadap faktor sosiodemografis. Sebanyak 409 subjek diamati berusia 18-78 tahun yang terdiri atas 201 subjek perempuan dan 208 subjek laki-laki. Respon subjek dikategorikan ke dalam lima tingkatan dan dikelompokkan menjadi menolong dan tidak menolong. Hasil penelitian menunjukkan respon kategori ‘tidak menolong’ lebih banyak ditemukan dibandingkan respon kategori ‘menolong’. Analisis regresi logistik Bayesian menunjukkan bahwa usia dan penggunaan hijab oleh experimenter berasosiasi positif dengan perilaku menolong, sedangkan wilayah perdesaan dan jumlah bystander lebih banyak berasosiasi negatif dengan perilaku menolong.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179793">
<title>Keanekaragaman Udang Air Tawar Berdasarkan Karakteristik Morfologi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sepanjang Jalur Cianjur dan Purwakarta</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179793</link>
<description>Keanekaragaman Udang Air Tawar Berdasarkan Karakteristik Morfologi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sepanjang Jalur Cianjur dan Purwakarta
Nabila, Dizha Zahwa
Udang air tawar merupakan anggota filum Arthropoda, subfilumCrustacea. dan Ordo Decapoda. Di Indonesia, keberadaan udang air tawar didominasi oleh dua&#13;
famili utama, yaitu Palaemonidae dan Atyidae. Wilayah Cianjur dan Purwakarta, yang termasuk dalam sistem drainase purba Paparan Sunda, berpotensi memiliki komposisi spesies yang beragam. Penelitian ini bertujuan menganalisis keanekaragaman spesies udang air tawar di daerah aliran sungai (DAS) sepanjangjalur Cianjur dan Purwakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling pada enam titik sungai di sepanjang jalur tersebut untuk menganalisis keanekaragaman udang air tawar. Tahapan penelitian meliputi pengoleksiansampel, preparasi sampel, identifikasi morfologi, pengukuran telur dan pembuatansketsa. Sebanyak 40 individu berhasil diperoleh dan diidentifikasi menjadi tujuhspesies, yaitu M. pilimanus, M. cf. pilimanus 1, M. cf. pilimanus 2, M. empulipke, M. sintangense, M. cf .sintangense, dan M. lanchesteri. Karakter yangdiamati meliputi bentuk rostrum, jumlah gigi rostrum, dan bentuk pereiopod kedua.; Freshwater shrimps are members of the phylum Arthropoda, subphylumCrustacea, and order Decapoda. In Indonesia, the occurrence of freshwater shrimps&#13;
is dominated by two major families, namely Palaemonidae and Atyidae. The Cianjur and Purwakarta regions, which are part of the ancient Sunda Shelf drainage system, have the potential to support a diverse species composition. This study aimed toanalyze the species diversity of frteshwater shrimp in the watershade along the Cianjur and Purwakarta. This study was conducted using a purposive samplingmethod at six river sampling sites along the drainage system to identify the diversity of freshwater shrimps. The research stages included sample collection, sample preparation, morphological identification, egg measurement andmorphological illustration. A total of 40 individuals were successfully collectedand identified into seven species, namely Macrobrachium pilimanus, M. cf. pilimanus 1, M. cf. pilimanus 2, M. empulipke, M. sintangense, M. cf. sintangense, and M. lanchesteri. The morphological characters used for identification includedrostrum shape, the number of rostral teeth, and the morphological characteristics of the second pereiopod.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179404">
<title>Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Pendegradasi Limbah Plastik pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179404</link>
<description>Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Pendegradasi Limbah Plastik pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga
Anindya, Syarla Khanisa
Pencemaran plastik berdampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan. Low Density Polyethylene (LDPE) merupakan salah satu jenis plastik yang banyak digunakan dan sulit terdegradasi secara alami. Biodegradasi plastik dapat dilakukan oleh mikroorganisme tertentu. Penelitian ini bertujuan mengisolasi bakteri dari lingkungan tercemar limbah plastik di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, menguji kemampuannya dalam mendegradasi LDPE, serta melakukan karakterisasi bakteri pendegradasi plastik berdasarkan morfologi dan fisiologi. Pengambilan sampel tanah dilakukan di TPA Galuga, Bogor. Isolasi bakteri dilakukan melalui metode pengenceran serial hingga diperoleh kultur murni. Penapisan bakteri pendegradasi plastik dilakukan menggunakan Mineral Salt Media (MSM) dengan dua perlakuan, yaitu kontrol dan media dengan penambahan plastik LDPE serta inokulum bakteri. Aktivitas degradasi diukur berdasarkan persentase kehilangan berat kering plastik. Total isolat yang berhasil diisolasi sebanyak dua belas, kemudian empat isolat terbaik dikarakterisasi menggunakan uji Congo Red Agar (CRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat isolat mampu tumbuh pada MSM tanpa sumber karbon tambahan. Uji degradasi menunjukkan konsorsium isolat GAL01, GAL02, GAL03, dan GAL04 memiliki efektivitas tertinggi terhadap LDPE sebesar 47%, sedangkan isolat tunggal menunjukkan efektivitas bervariasi, GAL01 (25,49%), GAL02 (23,53%), GAL03 (5,88%), dan GAL04 (7,84%) . Bakteri asal TPA Galuga berpotensi dikembangkan sebagai agen biodegradasi LDPE untuk mengatasi pencemaran plastik.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179168">
<title>Potensi Cendawan Endofit Asal Bunga Jantan Pepaya (Carica papaya L.) sebagai Agen Antibakteri dan Antioksidan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179168</link>
<description>Potensi Cendawan Endofit Asal Bunga Jantan Pepaya (Carica papaya L.) sebagai Agen Antibakteri dan Antioksidan
Wisaksono, Zaratisyah Rizky
Bunga jantan tanaman pepaya dimanfaatkan sebagai pangan fungsional dan obat tradisional karena kandungan senyawa bioaktifnya. Namun, informasi mengenai cendawan endofit dari organ tersebut dan aktivitas biologisnya belum pernah diteliti. Penelitian ini bertujuan mengisolasi cendawan endofit asal bunga jantan dan mengevaluasi aktivitas antibakteri serta antioksidannya. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode agar plug terhadap Escherichia coli ATCC 8739 dan Staphylococcus aureus ATCC 6538, sedangkan aktivitas antioksidan ditentukan menggunakan metode DPPH dan nilai IC50. Isolat dengan aktivitas biologis paling baik diidentifikasi berdasarkan karakteristik makroskopis dan mikroskopis. Aktivitas antibakteri diamati pada isolat BP1, BP3, BP4, dan BP5. Aktivitas paling tinggi pada hari ke-1 tampak pada isolat BP3 dengan diameter zona hambat 3,16 ± 0,50 mm terhadap E. coli ATCC 8739 dan 3,74 ± 0,75 mm terhadap S. aureus ATCC 6538, masing-masing dikategorikan aktivitas lemah. Ekstrak BP4 dan BP5 sebesar 10 mg/mL menunjukkan inhibisi DPPH di atas 70%, dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 848,62 ± 6,20 dan 677,19 ± 7,78 µg/mL. Isolat BP3 diduga sebagai Curvularia sp., sedangkan isolat BP4 dan BP5 diduga sebagai miselium steril dan kelompok dark septate endophytes (DSE). Penelitian ini menunjukkan potensi cendawan endofit asal bunga jantan sebagai agen antibakteri bakteriostatik dan sumber senyawa antioksidan dengan aktivitas yang masih rendah.; Male flowers of papaya plants are utilized as functional food and medicine but their associated endophytic fungi remain unexplored. This study aimed to isolate endophytic fungi from male flowers and evaluate their antibacterial and antioxidant activities. Antibacterial activity was assessed using the agar plug method against Escherichia coli ATCC 8739 and Staphylococcus aureus ATCC 6538, while antioxidant activity was determined using the DPPH assay and IC50 values. The isolate with the best biological activity was identified based on its macroscopic and microscopic characteristics.. Antibacterial activity was observed in isolates BP1, BP3, BP4, and BP5, with isolate BP3 showing the highest activity on day 1 with inhibition zone diameters of 3.16 ± 0.50 mm against E. coli ATCC 8739 and 3.74 ± 0.75 mm against S. aureus ATCC 6538. Extracts of BP4 and BP5 showed antioxidant activity at 10 mg/mL with DPPH inhibition above 70% and IC50 values of 848.62 ± 6.20 and 677.19 ± 7.78 µg/mL, respectively. Isolate BP3 was identified as Curvularia sp., whereas BP4 and BP5 appeared as sterile mycelia and assigned to the dark septate endophyte (DSE) group. These findings indicate the potential of endophytic fungi from male flowers as bacteriostatic antibacterial agents and sources of antioxidant compounds, although with low activities.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
