<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/31">
<title>UF - Biology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/31</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174248"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174244"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174241"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173915"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-07-08T13:29:55Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174248">
<title>Produksi Cuka dari Limbah Kulit Nanas (Ananas  comosus (L.) Merr.) menggunakan Saccharomyces cerevisiae dan Acetobacter  aceti</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174248</link>
<description>Produksi Cuka dari Limbah Kulit Nanas (Ananas  comosus (L.) Merr.) menggunakan Saccharomyces cerevisiae dan Acetobacter  aceti
ADRIANEU, DEA
Limbah kulit nanas merupakan hasil samping pengolahan buah nanas yang belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah ini berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah seperti cuka melalui proses fermentasi. Pemanfaatan limbah tersebut dapat menjadi alternatif untuk mengurangi limbah dan meningkatkan nilai ekonomisnya. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah kulit nanas sebagai bahan baku pembuatan produk asam asetat (cuka) melalui proses fermentasi  menggunakan Saccharomyces cerevisiae dan Acetobacter aceti. Metode penelitian  meliputi karakterisasi morfologi mikroba, pembuatan kurva pertumbuhan mikroba, serta fermentasi alkohol dan fermentasi asam asetat. Parameter yang diamati meliputi pH, kadar asam total, kadar gula total, kadar gula pereduksi, serta efisiensi pemanfaatan substrat dan pembentukan produk hasil fermentasi. Puncak laju pertumbuhan S. cerevisiae dan A. aceti pada fase eksponensial terjadi pada jam ke 3 hingga jam ke-6, dengan laju pertumbuhan spesifik masing-masing sebesar 0,721  jam-1 dan 0,497 jam-1. Fermentasi alkohol selama 10 hari dan fermentasi asam asetat selama 7 hari menghasilkan cuka dengan kadar asam asetat tertitrasi sebesar 5,10%, nilai pH sebesar 2,61, dan nilai YP/S 0,69. Kadar asam asetat tertitrasi yang diperoleh telah memenuhi ketetapan Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-4371-1996. Hasil  tersebut menunjukkan bahwa limbah kulit nanas berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam produksi cuka yang sesuai standar.; Pineapple peel waste is a by-product of fruit processing that has not been optimally utilized. This waste has the potential to be converted into value-added products such as vinegar through fermentation. The utilization offers an alternative approach to reducing waste while increasing economic value. This study aims to utilize pineapple peel waste as a raw material for producing acetic acid products (vinegar) through a fermentation process using Saccharomyces cerevisiae and  Acetobacter aceti. The research methods include microbial morphological characteristics, microbial growth curve development, alcoholic fermentation, and acetic acid fermentation. The parameters comprised pH, total acid content, total sugar content, reducing sugar content, and product yield (YP/S). The peak growth rates of S. cerevisiae and A. aceti during the exponential phase occurred between  the 3rd to 6th hour, with specific growth rates of 0.721 h-1 and 0.497 h-1, respectively. Ten days of alcoholic fermentation followed by 7 days of acetic acid fermentation produced vinegar with an titrated acetic acid content of 5.10%, a pH of 2.61, and a YP/S value of 0,69. The titrated acetic acid content met the requirements of the Indonesian National Standard (SNI) 01-4371-1996. These finding indicate that pineapple peel waste has strong  potential as a raw material for vinegar production that complies with established quality standards.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174244">
<title>Karakterisasi Aktivitas Probiotik Khamir yang Diisolasi  dari Sawi Asin</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174244</link>
<description>Karakterisasi Aktivitas Probiotik Khamir yang Diisolasi  dari Sawi Asin
Utami, Faiza
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat semakin meningkat, termasuk melalui konsumsi pangan yang memiliki manfaat fungsional seperti probiotik. Probiotik telah banyak dimanfaatkan dalam upaya promotif dan preventif terhadap gangguan saluran pencernaan. Namun, penelitian probiotik saat ini masih didominasi oleh bakteri asam laktat, sedangkan &#13;
mengenai khamir masih terbatas. Salah satu sumber mikroorganisme potensial probiotik adalah sawi asin, yaitu produk fermentasi sawi dalam larutan garam yang &#13;
menciptakan lingkungan selektif bagi pertumbuhan bakteri asam laktat dan khamir. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi aktivitas probiotik khamir yang diisolasi &#13;
dari sawi asin. Metode yang dilakukan meliputi pengukuran pH sampel sawi asin, isolasi dan pemurnian khamir, karakterisasi morfologi dan reproduksi, uji hemolitik, pertumbuhan pada suhu tubuh manusia, aktivitas antimikroba, kemampuan &#13;
autoagregasi, koagregasi, dan identifikasi secara molekuler. Sawi asin memiliki pH 3,35 dan diperoleh tujuh isolat khamir, satu di antaranya bersifat nonhemolitik. Isolat AS1 mampu tumbuh pada suhu tubuh manusia dan menunjukkan aktivitas &#13;
antimikroba terhadap Staphylococcus aureus ATCC6538, Salmonella Typhi ATCC14028, dan Escherichia coli ATCC8739 dengan indeks penghambatan 0,46; 0,33; dan 0,21. Nilai autoagregasi meningkat dari 35,65 menjadi 83,39%, dan koagregasi meningkat dari 4,24 menjadi 16,91% selama 2 dan 4 jam masa inkubasi. Identifikasi molekuler menunjukkan kemiripan 99,46% dengan Hanseniaspora pseudoguilliermondii CBS 8772 bernilai bootstrap 99%.; Public awareness of healthy lifestyles, including the consumption of functional foods such as probiotics, has been increasing. While probiotic research has largely focused on lactic acid bacteria, studies on probiotic yeasts remain &#13;
limited. Salted mustard greens, produced through the fermentation of mustard leaves in brine, provide a selective environment for both lactic acid bacteria and yeasts, making them a potential source of probiotic microorganisms. This study aimed to characterize the probiotic properties of yeasts isolated from salted mustard greens. The methods included pH measurement, yeast isolation and purification, morphological and reproductive characterization, hemolytic testing, growth &#13;
assessment at human body temperature, antimicrobial activity, autoaggregation, coaggregation, and molecular identification. The results showed that the pH of salted mustard greens was 3.35, and seven yeast isolates were obtained, one of which was ?-hemolytic. Isolate AS1 demonstrated the ability to grow at human body temperature and antimicrobial activity against Staphylococcus aureus ATCC6538, Salmonella Typhi ATCC14028, and Escherichia coli ATCC8739 with inhibition indices of 0.46, 0.33, and 0.21, respectively. Autoaggregation increased from 35.65 to 83.39%, while coaggregation rose from 4.24 to 16.91% at 2 and 4 hours incubation. Molecular identification revealed 99.46% similarity to Hanseniaspora pseudoguilliermondii CBS 8772, supported by a bootstrap value of 99%.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174241">
<title>Profil Metabolomik Umbi Tacca palmata Blume dan Potensi Farmakologisnya</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174241</link>
<description>Profil Metabolomik Umbi Tacca palmata Blume dan Potensi Farmakologisnya
Faizah, Nur
Pemanfaatan tanaman lokal sebagai bahan obat tradisional oleh masyarakat Kabupaten Belitung masih marak dilakukan, salah satunya terhadap tanaman Tacca palmata Blume yang sering dimanfaatkan sebagai obat luka, kolesterol, dan mengatasi nyeri haid. Tanaman ini tumbuh liar dan tersebar di berbagai lokasi, termasuk wilayah hutan keranggas Belitung dan lingkungan kampus IPB. Namun, informasi farmakologis terkait metabolit spesifik tanaman ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil metabolomik umbi T. palmata dari habitat liar di Belitung dan kampus IPB berbasis LC-MS/MS QToF  tipe ACQUITY UPLC H-Class System yang terintegrasi dengan spektrometer massa Xevo G2-S QToF secara tak tertarget. Luaran kromatogram dianalisis dengan aplikasi MS-Dial dan berhasil mengidentifikasi 74 senyawa metabolit secara tak tertarget. Tiga senyawa dengan intensitas area tertinggi adalah L-rhamnose dari kelas karbohidrat, diosgenin dari kelas terpenoid, dan D-ribo-Phytosphingosine dari kelas lipid. Setiap senyawa memiliki beragam aktivitas farmakologis yang  dibuktikan dari penelusuran literatur.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173915">
<title>Isolasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Biodegradasi Plastik oleh Mikroorganisme Tanah</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173915</link>
<description>Isolasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Biodegradasi Plastik oleh Mikroorganisme Tanah
ULFA, AULIA
Plastik merupakan polimer kompleks yang sulit terdegradasi secara alami sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu pendekatan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah biodegradasi yang melibatkan peran mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengkarakterisasi, dan mengevaluasi mikroorganisme asal tanah yang berpotensi sebagai agen pendegradasi plastik melalui tahapan pengambilan sampel tanah, isolasi mikroorganisme, uji hemolisis, penapisan kemampuan biodegradasi menggunakan metode clear zone, pengujian biodegradasi plastik pada media cair, serta analisis perubahan struktur kimia menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy. Jenis plastik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu High Density Polyethylene (HDPE) dan Low Density Polyethylene (LDPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 isolat yang diperoleh, isolat GalB5 dan CpsB4 (bakteri) serta GalC1 dan GalC2 (cendawan) memiliki potensi biodegradasi plastik terbaik. Aktivitas biodegradasi tertinggi diperoleh dari isolat GalB5 sampel LDPE mencapai 17,78% dan disertai pergeseran pita serapan gugus CH2 yang mengindikasikan terjadinya modifikasi awal struktur polimer.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
