<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/156493">
<title>Faculty of Medicine</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/156493</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172831"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172056"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172041"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171960"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-11T16:53:26Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172831">
<title>Dengue Fever</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172831</link>
<description>Dengue Fever
Efiyanti, Christy
Demam dengue/DF dan demam berdarah dengue/DBD (dengue haemorrhagic&#13;
fever/DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi&#13;
klinis demam, nyeri otot dan/atau nyeri sendi yang disertai lekopenia, ruam, limfadenopati,&#13;
trombositopenia dan diatesis hemoragik. Pada DBD terjadi perembesan plasma yang ditandai&#13;
oleh hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit) atau penumpukan cairan di rongga tubuh.&#13;
Sindrom renjatan dengue (dengue shock syndrome) adalah demam berdarah dengue yang&#13;
ditandai oleh renjatan/syok.&#13;
Demam dengue dan demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue, yang&#13;
termasuk dalam genus Flavivirus, keluarga Flaviviridae. Flavivirus merupakan virus dengan&#13;
diameter 30 nm terdiri dari asam ribonukleat rantai tunggal dengan berat molekul 4x10.1 Tidak&#13;
semua yang terinfeksi virus dengue akan menunjukkan manifestasi DBD berat. Ada yang&#13;
hanya bermanifestasi demam ringan yang akan sembuh dengan sendirinya atau bahkan ada&#13;
yang sama sekali tanpa gejala sakit (asimtomatik). Sebagian lagi akan menderita demam&#13;
dengue saja yang tidak menimbulkan kebocoran plasma dan mengakibatkan kematian. Upaya&#13;
pengendalian DBD yang penting pada saat ini adalah melalui upaya pengendalian nyamuk&#13;
penular, vaksin dan upaya membatasi kematian karena DBD.
</description>
<dc:date>2026-03-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172056">
<title>Studi Prevalensi Yamamoto New Scalp Akupunktur Terhadap Penurunan Nyeri Tangan Dalam Praktik Kedokteran Keluarga Di Wilayah Terdampak Bencana</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172056</link>
<description>Studi Prevalensi Yamamoto New Scalp Akupunktur Terhadap Penurunan Nyeri Tangan Dalam Praktik Kedokteran Keluarga Di Wilayah Terdampak Bencana
Kusumaningrum, Yuliawati
Nyeri merupakan salah satu keluhan klinis yang paling sering dilaporkan oleh pasien di pelayanan primer dan memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup serta fungsi aktivitas harian pasien, termasuk mengganggu produktivitas serta perannya dalam keluarga dan masyarakat¹. Penanganan nyeri sering kali memerlukan pendekatan multimodal, termasuk terapi non-farmakologis seperti akupunktur². Akupunktur adalah salah satu modalitas terapi komplementer yang telah digunakan secara luas dalam perawatan nyeri akut maupun kronis. Berbagai studi menunjukkan bahwa akupunktur dapat membantu menurunkan intensitas nyeri pada kondisi nyeri muskuloskeletal, nyeri punggung, dan nyeri lainnya³,⁴. Yamamoto New Scalp Acupuncture (YNSA) adalah teknik akupunktur mikro-sistem yang dikembangkan oleh Toshikatsu Yamamoto, yang menggunakan titik-titik tertentu di kulit kepala untuk mempengaruhi kondisi nyeri dan disfungsi tubuh⁵,⁶.&#13;
Beberapa penelitian klinis menunjukkan bahwa pendekatan YNSA mampu memberikan efek analgesik dan perbaikan fungsi pada pasien dengan gangguan muskuloskeletal atau kondisi neurologis tertentu⁷,⁸. Meskipun bukti ilmiah yang ada masih terbatas dan kualitas metodologinya beragam⁸, YNSA tetap menjadi pilihan terapi yang menjanjikan untuk menurunkan nyeri tanpa efek samping sistemik yang berarti²,⁴.Dalam konteks layanan primer, terutama di wilayah yang terdampak bencana, akses pelayanan kesehatan sering kali terganggu dan penanganan nyeri menjadi tantangan tersendiri. Layanan kedokteran keluarga yang komprehensif mencakup pemilihan terapi yang efektif dan aman, termasuk penggunaan akupunktur sebagai bagian dari strategi manajemen nyeri di komunitas¹,⁹. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi penurunan nyeri tangan setelah terapi YNSA dalam praktik kedokteran keluarga di wilayah terdampak bencana. ...
</description>
<dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172041">
<title>Model Pelayanan Kedokteran Keluarga Melalui Laser Akupunktur Sebagai Upaya Terapi Non Farmakologi Bagi Kesehatan Ibu Hamil Pada Situasi Bencana</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172041</link>
<description>Model Pelayanan Kedokteran Keluarga Melalui Laser Akupunktur Sebagai Upaya Terapi Non Farmakologi Bagi Kesehatan Ibu Hamil Pada Situasi Bencana
Kusumaningrum, Yuliawati
Kehamilan merupakan periode penting dalam kehidupan seorang wanita yang memerlukan perhatian khusus terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Ibu hamil rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk nyeri, mual, stres, gangguan tidur, dan fluktuasi tekanan darah, yang dapat memengaruhi kesejahteraan ibu dan pertumbuhan janin [1]. Masalah kesehatan ibu hamil akan semakin kompleks ketika berada di daerah terdampak bencana, seperti gempa bumi, banjir, atau letusan gunung berapi. Situasi bencana menyebabkan terganggunya akses terhadap pelayanan kesehatan, meningkatnya tingkat stres, dan terbatasnya dukungan keluarga maupun komunitas [2]. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi yang efektif, aman, mudah diterapkan, dan melibatkan keluarga dalam proses pelayanan. Pendekatan kedokteran keluarga menawarkan kerangka pelayanan kesehatan yang holistik dan berkelanjutan. Dokter keluarga tidak hanya menangani masalah medis, tetapi juga memperhatikan faktor lingkungan, sosial, dan dukungan keluarga yang memengaruhi kesehatan pasien [3]. Dalam konteks ibu hamil, pendekatan ini memungkinkan keluarga berperan sebagai pendukung utama dalam memastikan kepatuhan terapi, pemantauan kesehatan, dan pengurangan risiko komplikasi selama kehamilan, terutama dalam kondisi darurat atau bencana. ...
</description>
<dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171960">
<title>Sifilis Dalam Kehamilan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171960</link>
<description>Sifilis Dalam Kehamilan
Sumulyo, Ganot
Infeksi atau penyakit menular seksual merupakan penyakit menular yang sering dijumpai selama kehamilan. Infeksi ini dapat membahayakan ibu dan janin sehingga harus diobati secara agresif. Komponen penting dalam ante natal care (ANC) pertama yang perlu diperhatikan salah satunya adalah edukasi, skrining, pengobatan dan pencegahan IMS.1 Infeksi menular seksual (IMS) pada wanita hamil yang berpotensi mempengaruhi janin meliputi sifilis, gonore, trikomoniasis, dan klamidia, hepatitis B, human immunodeficiency virus (HIV), herpes simpleks virus -1 dan -2 (HSV-1, -2 ) dan infeksi human papillomavirus (HPV). Terapi yang direkomendasikan adalah menggunakan pedoman yang dibuat oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).2 Pada makalah ini kita akan membahas mengenai Sifilis dalam Kehamilan.&#13;
Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh spirocheta Treponema pallidum. Ditransmisikan melalui hubungan seksual yaitu kontak langsung dengan lesi sifilis mukokutaneous seperti kankroid atau kondiloma lata atau selama kehamilan melalui transmisi vertikal dari ibu ke janin. Menurut WHO (2022) memperkirakan ada 700.000 kasus sifilis kongenital secara global. Kasus sifilis maternal ini menyebabkan perkiraan 150.000 kematian janin dini dan kelahiran mati, 70.000 kematian neonatal, 55.000 kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah, dan 115.000 bayi dengan diagnosis klinis sifilis kongenital ...
</description>
<dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
