<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153671">
<title>UF - Production Technology And Agricultural Community Development</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153671</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179925"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179601"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179597"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179571"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-25T03:23:36Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179925">
<title>Pemanfaatan Kotoran Ayam Sebagai Pupuk Bokashi Untuk Pertumbuhan Jagung Manis Di Desa Tirtosari</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179925</link>
<description>Pemanfaatan Kotoran Ayam Sebagai Pupuk Bokashi Untuk Pertumbuhan Jagung Manis Di Desa Tirtosari
Maharani, Anggia Kamila
Penggunaan pupuk kimia secara terus menerus mendorong perlunya alternatif pupuk organik, salah satunya bokashi berbahan kotoran ayam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik petani, menguraikan respons pertumbuhan dan hasil jagung manis (Zea mays saccharata Sturt L.) terhadap berbagai dosis pupuk bokashi kotoran ayam, serta menganalisis pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan pupuk bokashi. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Tani Mudah-Mudahan, Desa Tirtosari, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan selama bulan September 2025-Januari 2026. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat dosis bokashi, yaitu 0, 10, 20, dam 30 ton/ha dengan tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis ragam (ANOVA), dan kontras polinomial ortogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang serta berpengaruh nyata terhadap diameter tongkol tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap panjang tongkol, bobot brangkasan, hasil panen tongkol per petak, dan produktivitas. Respons tanaman terhadap bosis bokashi berbeda pada setiap parameter pengamatan. Hasil penilaian menunjukkan bahwa pengetahuan petani pada seluruh indikator telah mencapai target minimal 80%, sedangkan hasil keterampilan menunjukkan bahwa petani terampil dalam mempraktikkan tahapan pembuatan pupuk bokashi.; The continuous use of chemical fertilizers has encouraged the need for alternative organic fertilizers, one of which is bokashi made from chicken manure. This study aimed to describe the characteristics of farmers, examine the growth and yield responses of sweet corn (Zea mays saccharata Sturt L.) to different rate of chicken manure bokashi, and assess changes in farmer’s knowledge and skills in bokashi production. The study was conducted at the Mudah-Mudahan Farmer Group in Tirtosari Village, Banyuasin I District, Banyuasin Regency, South Sumatra Province, from September 2025 to January 2026. A Randomized Complete Blok Design (RCBD) was used with four bokashi rates of 0, 10, 20, and 30 tons/ha with three replications. Data were analyzed using descriptive analysis, analysis of variance (ANOVA), and orthogonal polynomial contrasts. The results showed that bokashi application had a highly significant effect on plant height, number of leaves, and stem diameter, and significant effect on ear diameter. However, it had no significant effect on ear length, biomass weight, ear yield per plot, or productivity. The response of sweet corn to different bokashi application rates varied among the observed parameters. The assessment results showed that farmers’ knowledge in all indicators achieved the minimum target of 80% while the skills assessment indicated that farmers were able to perform the stages of bokashi production.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179601">
<title>Evaluasi Tingkat Kesesuaian Praktik Pemupukan Petani Berdasarkan Hasil Uji Tanah Sawah (PUTS) Menggunakan Prinsip 5T</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179601</link>
<description>Evaluasi Tingkat Kesesuaian Praktik Pemupukan Petani Berdasarkan Hasil Uji Tanah Sawah (PUTS) Menggunakan Prinsip 5T
Wahyuni, Ribka
RIBKA WAHYUNI. Evaluasi Tingkat Kesesuaian Praktik Pemupukan Petani&#13;
Berdasarkan Hasil Uji Tanah Sawah (PUTS) Menggunakan Prinsip 5T. Dibimbing&#13;
oleh HENRY KASMANHADI SAPUTRA dan TRI BUDIARTO&#13;
Praktik pemupukan yang tepat penting dalam usaha tani padi sawah untuk&#13;
meningkatkan efisiensi pupuk, menjaga kesuburan tanah, dan mendukung&#13;
produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil uji tanah sawah,&#13;
menilai kesesuaian praktik pemupukan petani dengan rekomendasi berbasis hasil&#13;
uji tanah, serta mengevaluasi penerapan prinsip 5T. Penelitian menggunakan&#13;
pendekatan deskriptif evaluatif melalui survei, wawancara, kuesioner, observasi,&#13;
dan dokumentasi terhadap 30 petani padi sawah di Desa Gondangmanis, Kabupaten&#13;
Jombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah memiliki pH netral, fosfor&#13;
tinggi, kalium dan C-organik rendah, serta nitrogen sedang hingga tinggi. Praktik&#13;
pemupukan umumnya menggunakan Urea dan NPK Phonska dengan cara ditebar&#13;
dua sampai tiga kali dalam satu musim tanam. Tingkat kesesuaian pemupukan&#13;
menunjukkan 66,67% responden berada pada kategori tinggi, 30,00% sedang, dan&#13;
3,33% rendah. Praktik pemupukan sudah cukup sesuai, tetapi masih perlu perbaikan&#13;
pada jenis, dosis, dan penggunaan bahan organik.&#13;
Kata kunci: kesesuaian, pemupukan, prinsip 5T, padi sawah, uji tanah sawah; RIBKA WAHYUNI. Evaluation of the Conformity Level of Farmers’ Fertilization&#13;
Practices Based on Lowland Rice Soil Test Kit (PUTS) Results Using the 5R&#13;
Principles. Supervised by HENRY KASMANHADI SAPUTRA and TRI&#13;
BUDIARTO.&#13;
Proper fertilization practices are important in lowland rice farming to&#13;
improve fertilizer efficiency, maintain soil fertility, and support crop productivity.&#13;
This study aimed to analyze lowland rice soil test results, assess the conformity of&#13;
farmers’ fertilization practices with soil test-based recommendations, and evaluate&#13;
the application of the 5R principles. This research used a descriptive evaluative&#13;
approach through surveys, interviews, questionnaires, observation, and&#13;
documentation involving 30 lowland rice farmers in Gondangmanis Village,&#13;
Jombang Regency. The results showed that the soil had a neutral pH, high&#13;
phosphorus content, low potassium and organic carbon contents, and moderate to&#13;
high nitrogen levels. Farmers generally used Urea and NPK Phonska by&#13;
broadcasting two to three times in one planting season. The conformity level of&#13;
fertilization practices showed that 66.67% of respondents were in the high category,&#13;
30.00% in the moderate category, and 3.33% in the low category. The fertilization&#13;
practices were relatively appropriate, but improvements are still needed in fertilizer&#13;
type, dosage, and the use of organic matter.&#13;
Keywords: conformity, fertilization, lowland rice soil test, 5R principles, lowland&#13;
rice
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179597">
<title>Penyuluhan Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal Berbasis Beram untuk Budidaya Tanaman Kangkung pada Masyarakat Adat Sungai Utik.</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179597</link>
<description>Penyuluhan Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal Berbasis Beram untuk Budidaya Tanaman Kangkung pada Masyarakat Adat Sungai Utik.
Mangasih, Octavia Rungkat Tuani
OCTAVIA RUNGKAT TUANI MANGASIH. Penyuluhan Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal Berbasis Beram untuk Budidaya Tanaman Kangkung pada Masyarakat Adat Sungai Utik. Dibimbing oleh WIDYA HASIAN SITUMEANG dan MOCHAMAD HASJIM BINTORO DJOEFRIE.&#13;
&#13;
Penyuluhan pertanian berbasis kearifan lokal merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat adat dalam budidaya tanaman. Penelitian tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Masyarakat Adat Sungai Utik mengenai pembuatan dan pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL) berbahan dasar beram serta menganalisis pengaruh aplikasinya terhadap pertumbuhan tanaman kangkung. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta percobaan lapangan untuk mengevaluasi pengaruh MOL terhadap pertumbuhan tanaman. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beram yang memiliki nilai budaya terbukti dapat berperan sebagai MOL, sesuai dengan praktik tradisonal ‘memberi makan tanah’ oleh Komunitas Adat Sungai Utik. Terdapat peningkatan  signifikan pada pengetahuan masyarakat setelah kegiatan penyuluhan. Masyarakat juga memberikan persepsi positif terhadap penggunaan MOL beram dalam budidaya kangkung. Selain hal tersebut, aplikasi MOL beram memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman, yang ditunjukkan melalui peningkatan tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pendampingan serta pemanfaatan MOL berpotensi menjadi inovasi berkelanjutan dalam mendukung pertanian ramah lingkungan berbasis masyarakat adat.; OCTAVIA RUNGKAT TUANI MANGASIH. Agricultural on the Utilization of&#13;
Beram-Based Local Microorganisms for Water Spinach Cultivation at Sungai Utik&#13;
Indigenous Community. Supervised by WIDYA HASIAN SITUMEANG and&#13;
MOCHAMAD HASJIM BINTORO DJOEFRIE.&#13;
Community-based agricultural extension based on local wisdom is an effort to&#13;
improve the knowledge and skills of Indigenous communities in crop cultivation.&#13;
This study aimed to improve the understanding of the Sungai Utik Indigenous&#13;
Community regarding the production and utilization of local microorganisms&#13;
(MOL) made from beram, as well as to analyze the effects of its application on the&#13;
growth of water spinach. The methods included agricultural extension activities,&#13;
pre-tests and post-tests to measure improvements in knowledge, and field&#13;
experiments to evaluate the effects of MOL application on plant growth. The data&#13;
were analyzed using the Wilcoxon test and ANOVA. The results showed that beram,&#13;
which holds cultural value, can function as a source of local microorganisms&#13;
(MOL), in accordance with the traditional practice of “feeding the soil” practiced&#13;
by the Sungai Utik Indigenous Community. There was a significant increase in the&#13;
community’s knowledge following the extension activities. The community also&#13;
expressed positive perceptions of the use of beram-based MOL in water spinach&#13;
cultivation. Furthermore, the application of beram-based MOL had a significant&#13;
effect on plant growth, as indicated by increases in plant height, stem diameter, and&#13;
number of leaves. This study demonstrates that community assistance and the&#13;
utilization of MOL have the potential to serve as sustainable innovations in&#13;
supporting environmentally friendly agriculture based on Indigenous knowledge&#13;
and practices.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179571">
<title>Pengaruh Variasi Konsentrasi Organik Cair Limbah Tempe dan  Bonggol Pisang terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Merah  (Capsicum annuum L.)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179571</link>
<description>Pengaruh Variasi Konsentrasi Organik Cair Limbah Tempe dan  Bonggol Pisang terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Merah  (Capsicum annuum L.)
fitriah, Siti
Cabai merah merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia, &#13;
namun produktivitasnya masih rendah akibat penurunan kesuburan tanah dan &#13;
ketergantungan terhadap pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
menganalisis pengaruh variasi konsentrasi pupuk organik cair (POC) berbahan &#13;
limbah tempe dan bonggol pisang terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman cabai &#13;
merah serta menentukan konsentrasi terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan &#13;
Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (50 ml/L air), &#13;
P2 (75 ml/L air), P3 (100 ml/L air), dan P4 (125 ml/L air), yang masing-masing &#13;
diulang empat kali. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan &#13;
dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas &#13;
POC meningkat selama proses fermentasi dan pemberian POC berpengaruh nyata &#13;
terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman cabai merah. Perlakuan P3 dengan &#13;
konsentrasi 100 ml/L air memberikan hasil terbaik, dengan tinggi tanaman 33,18 &#13;
cm, jumlah daun 13,00 helai, dan diameter batang 2,59 cm. Konsentrasi 100 ml/L &#13;
air merupakan konsentrasi optimum untuk meningkatkan pertumbuhan vegetatif &#13;
tanaman cabai merah, sedangkan peningkatan konsentrasi menjadi 125 ml/L air &#13;
tidak memberikan peningkatan pertumbuhan yang berbeda nyata. &#13;
Kata kunci: bonggol pisang, cabai merah, limbah tempe, pertumbuhan vegetatif, &#13;
pupuk organik cair; Red chili is an important horticultural commodity in Indonesia; however, its &#13;
productivity remains low due to declining soil fertility and dependence on inorganic &#13;
fertilizers. This study aimed to analyze the effect of varying concentrations of liquid &#13;
organic fertilizer (LOF) made from tempeh waste and banana pseudostem on the &#13;
vegetative growth of red chili plants and to determine the best concentration. The &#13;
study used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with five treatments, &#13;
namely P0 (control), P1 (50 ml/L water), P2 (75 ml/L water), P3 (100 ml/L water), &#13;
and P4 (125 ml/L water), each replicated four times. The data were analyzed using &#13;
analysis of variance (ANOVA), followed by Tukey's HSD test. The results showed &#13;
that the quality of the LOF improved during the fermentation process and that the &#13;
application of LOF significantly affected the vegetative growth of red chili plants. &#13;
Treatment P3 at a concentration of 100 ml/L water produced the best results, with &#13;
a plant height of 33.18 cm, 13.00 leaves, and a stem diameter of 2.59 cm. A &#13;
concentration of 100 ml/L water was the optimum concentration for improving the &#13;
vegetative growth of red chili plants, while increasing the concentration to 125 ml/L &#13;
water did not result in a significantly greater improvement in plant growth. &#13;
Keywords: banana pseudostem, liquid organic fertilizer, red chili, tempeh waste, &#13;
vegetative growth
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
