<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153664">
<title>UT - Agribusiness Management</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153664</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172846"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172136"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172011"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171908"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-17T18:52:17Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172846">
<title>Pengaruh Brand Image terhadap Keputusan Pembelian Beras Organik Amandia Ekafarm</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172846</link>
<description>Pengaruh Brand Image terhadap Keputusan Pembelian Beras Organik Amandia Ekafarm
Hazirah, Ridhana
Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat mendorong permintaan produk pangan sehat, termasuk beras organik. Dalam pasar yang semakin kompetitif, brand image menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh brand image terhadap keputusan pembelian beras organik Amandia Ekafarm. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 50 responden yang pernah membeli produk tersebut dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Temuan ini menunjukkan bahwa citra merek yang kuat dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan mendorong keputusan pembelian.; Increasing public awareness of healthy lifestyles has encouraged demand for healthy food products, including organic rice. In an increasingly competitive market, brand image becomes important factor influencing consumer purchasing decisions. This study aims to analyze the effect of brand image on purchasing decisions of Amandia Ekafarm organic rice. The research used quantitative approach through survey of 50 respondents who had purchased the product using purposive sampling. Data were analyzed using descriptive analysis and simple linear regression. The results show brand image has positive and significant effect on purchasing decisions. These findings indicate that strong brand image increases consumer trust and encourages purchasing decisions.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172136">
<title>Analisis Usaha Penggemukan Sapi Potong Di Pt. Dwi Sejahtera Perkasa Bandung Barat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172136</link>
<description>Analisis Usaha Penggemukan Sapi Potong Di Pt. Dwi Sejahtera Perkasa Bandung Barat
Hakim, Alif Ilman
PT Dwi Sejahtera Perkasa (DSP Farm) merupakan perusahaan peternakan yang berkecimpung di bidang penggemukan sapi dan domba. Studi ini dimaksudkan untuk mengkaji tingkat profitabilitas, efisiensi pemanfaatan pakan melalui perhitungan Feed Conversion Ratio (FCR), serta mengidentifikasi permasalahan dan strategi pengembangan berkelanjutan pada usaha penggemukan sapi potong di PT Dwi Sejahtera Perkasa, Kabupaten Bandung. Metode penelitian dalam studi ini mempergunakan studi kasus yang didukung oleh pendekatan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi.&#13;
Permasalahan utama yang dihadapi meliputi fluktuasi harga pakan dan bakalan sapi, keterbatasan manajemen pencatatan produksi, serta belum optimalnya sistem sanitasi dan pemeliharaan kandang. Strategi pengembangan berkelanjutan yang direkomendasikan mencakup efisiensi manajemen pakan dengan diversifikasi sumber bahan baku lokal, peningkatan biosekuriti, penerapan teknologi digital dalam pencatatan dan monitoring produksi, serta penguatan kemitraan dengan peternak sekitar. Dengan penerapan strategi tersebut, usaha penggemukan sapi potong di PT Dwi Sejahtera Perkasa berpotensi berkembang secara ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.; PT Dwi Sejahtera Perkasa (DSP Farm) is a livestock company engaged in&#13;
cattle and sheep fattening. This study aims to analyze the profitability level, feed&#13;
efficiency through the calculation of the Feed Conversion Ratio (FCR), and to identify&#13;
operational challenges and sustainable development strategies in the beef cattle fattening&#13;
business at PT Dwi Sejahtera Perkasa, Bandung Regency. The research used a case study&#13;
approach with descriptive quantitative methods. Data were collected through direct&#13;
observation, interviews, and documentation.&#13;
The main challenges faced include fluctuations in feed and cattle prices, limited&#13;
production record management, and suboptimal barn maintenance and sanitation&#13;
systems. Recommended sustainable development strategies include improving feed&#13;
management efficiency through diversification of locally sourced feed ingredients,&#13;
strengthening biosecurity, adopting digital technology for production recording and&#13;
monitoring, and building partnerships with local farmers. Through these strategies, the&#13;
beef cattle fattening business at PT Dwi Sejahtera Perkasa has the potential to grow&#13;
sustainably in economic, social, and environmental aspects.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172011">
<title>Penerapan Good Agriculture Practice (GAP) untuk Meningkatkan Kualitas Selada Hidroponik pada Bertani Agro Farm</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172011</link>
<description>Penerapan Good Agriculture Practice (GAP) untuk Meningkatkan Kualitas Selada Hidroponik pada Bertani Agro Farm
Ivana, Angela
Angka permintaan selada terus mengalami peningkatan seiring dengan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat serta berkembangnya sektor industri kuliner yang menggunakan selada sebagai bahan utama sajian makanan. Sebagai produsen produk selada, Bertani Agro Farm berkomitmen untuk menghasilkan produk selada yang berkualitas tinggi. Penerapan Good Agriculture Practice (GAP) berperan penting dalam menjaga kualitas hasil panen melalui pengelolaan budidaya yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan pada kualitas selada dan melihat kesesuaian proses produksi yang dilakukan perusahaan dengan standar GAP. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah diagram fishbone, house of risk, diagram pareto dan analisis R/C ratio untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan setelah penerapan GAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab utama kerusakan tanaman selada adalah monitoring yang tidak dilakukan secara intensif dengan nilai ARP sebesar 1008. Tindakan pengendalian yang diprioritaskan adalah pembuatan jadwal monitoring dengan nilai ETD sebesar 3024. Analisis R/C ratio menunjukkan angka peningkatan dari 2,38 menjadi 3,11, yang menandakan terjadinya peningkatan pendapatan setelah menerapkan GAP.; The demand for lettuce continues to increase in line with public awareness of healthy lifestyles and the growth of the culinary industry, which uses lettuce as a key ingredient in food preparations. As a lettuce producer, Bertani Agro Farm is committed to producing high-quality lettuce. The implementation of Good Agricultural Practices (GAP) plays an important role in maintaining crop quality through good cultivation management. This study aims to identify problems in lettuce quality and examine the suitability of the company's production processes with GAP standards. The analysis methods used in this study are fishbone diagrams, house of risk diagrams, Pareto diagrams, and R/C ratio analysis to determine the company's financial condition after the implementation of GAP. The results of the study show that the main factor causing damage to lettuce plants is the lack of intensive monitoring, with an ARP value of 1008. The priority control action is to create a monitoring schedule, with an ETD value of 3024. The R/C ratio analysis shows an increase from 2.38 to 3.11, indicating an increase in income after implementing GAP.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171908">
<title>Efisiensi Biaya Produksi Bibit Kentang melalui Penerapan Irigasi Tetes di PT  Agro Lestari Merbabu</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171908</link>
<description>Efisiensi Biaya Produksi Bibit Kentang melalui Penerapan Irigasi Tetes di PT  Agro Lestari Merbabu
Radzaka, Muhammad Shafwa
Penelitian ini membandingkan penyiraman konvensional dan irigasi tetes pada pembibitan kentang G0 di PT Agro Lestari Merbabu dengan rancangan komparatif (20 sampel per metode; satu siklus). Analisis meliputi biaya (biaya tetap, variabel, HPP), R/C, anggaran parsial, dan independent samples t-test (a = 0,05). Hasil menunjukkan irigasi tetes menghasilkan 13 bibit/unit, sedangkan konvensional 9 bibit/unit (p &lt; 0,05), dengan konsumsi air 10–15 ml per 10 menit dibanding 55,5 ml (p &lt; 0,05). HPP/bibit turun dari Rp1.436 menjadi Rp937 (-34,78%), efisiensi biaya membaik dari 60,34% ke 40,50%, R/C naik dari 1,66 ke 2,47, dan anggaran parsial menunjukkan tambahan keuntungan Rp11,44 juta per siklus. Irigasi tetes dinyatakan lebih produktif, efisien, dan layak diterapkan sebagai  standar operasi.; This study compares conventional watering and drip irrigation in a G0 potato nursery at PT Agro Lestari Merbabu using a comparative design (20 samples per &#13;
method one cycle). Analyses covered costs (fixed, variable, unit cost), R/C, partial budgeting, and independent-samples t-tests (a = 0.05). Drip irrigation produced 13 seedlings per unit, while the conventional method produced 9 seedlings per unit (p &lt; 0.05), with water use of 10–15 ml per 10 minutes versus 55.5 ml (p &lt; 0.05). Unit cost decreased from Rp1,436 to Rp937 (-34.78%), cost efficiency improved from 60.34% to 40.50%, R/C rose from 1.66 to 2.47 and partial budgeting indicated Rp11.44 million additional profit per cycle. Drip irrigation is thus more productive, more cost-efficient, and financially feasible as the operational standard.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
