<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153664">
<title>UF - Agribusiness Management</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153664</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180187"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180121"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179963"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179926"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-11-06T09:33:29Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180187">
<title>PENDIRIAN UNIT BISNIS OLAHAN TEPUNG UBI JALAR ORGANIK DI YAYASAN BINA SARANA BAKTI</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180187</link>
<description>PENDIRIAN UNIT BISNIS OLAHAN TEPUNG UBI JALAR ORGANIK DI YAYASAN BINA SARANA BAKTI
Mawardi, Sinta Latifah
SINTA LATIFAH MAWARDI. Pendirian Unit Bisnis Olahan Tepung Ubi Jalar&#13;
Organik di Yayasan Bina Sarana Bakti. Dibimbing oleh HERMAWAN WANA.&#13;
Pendirian unit bisnis olahan tepung ubi jalar organik menjadi salah satu&#13;
alternatif untuk meningkatkan nilai tambah melalui pemanfaatan produk reject.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan pendirian unit bisnis&#13;
olahan tepung ubi jalar organik di Yayasan Bina Sarana Bakti ditinjau dari aspek&#13;
keuangan serta menganalisis tingkat kelayakan investasinya. Penelitian&#13;
menggunakan metode kuantitatif dengan analisis kelayakan bisnis aspek keuangan,&#13;
analisis kelayakan investasi yang meliputi NPV, IRR, B/C ratio, dan PP, serta&#13;
analisis switching value. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan investasi&#13;
awal sebesar Rp84.000.000 dengan penerimaan usaha diproyeksikan terus&#13;
meningkat. Analisis kelayakan investasi menghasilkan nilai NPV sebesar&#13;
Rp70.037.101, IRR sebesar 14%, B/C Ratio sebesar 1,16, dan PP selama 10 tahun.&#13;
Hasil analisis switching value menunjukkan bahwa usaha memiliki batas perubahan&#13;
sebesar 13,90% pada penurunan penjualan, 83,38% pada kenaikan biaya investasi&#13;
dan 99,54% pada perubahan biaya operasional. Hasil tersebut menunjukkan bahwa&#13;
pendirian unit bisnis olahan tepung ubi jalar organik layak untuk direalisasikan.&#13;
Kata kunci: analisis kelayakan bisnis, food loss, tepung ubi, unit bisnis; SINTA LATIFAH MAWARDI. Establishment of Organic Sweet Potato Flour&#13;
Business Unit at Yayasan Bina Sarana Bakti. Supervised by HERMAWAN&#13;
WANA.&#13;
Establishing a business unit for processing organic sweet potato flour is one&#13;
alternative for increasing added value through the utilization of rejected products.&#13;
This study aims to analyze the planning for the establishment of a business unit for&#13;
processing organic sweet potato flour at the Bina Sarana Bakti Foundation from a&#13;
financial perspective and to assess the feasibility of the investment. The study&#13;
employed a quantitative method, including a financial feasibility analysis, an&#13;
investment feasibility analysis covering Net Present Value (NPV), Internal Rate of&#13;
Return (IRR), Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio), and Payback Period (PP), as well as&#13;
a switching value analysis. The results of the study indicate that the initial&#13;
investment requirement is Rp84.000.000, with business revenue projected to&#13;
continue increasing. The investment feasibility analysis yielded an NPV of&#13;
Rp70.037.101, an IRR of 14%, a BCR of 1,16, and a PP of 10 years. The switching&#13;
value analysis results indicate that the business has a switching threshold of 13,90%&#13;
for a decrease in sales, 83,38% for an increase in investment costs, and 99,54% for&#13;
a change in operating costs. These results indicate that establishing a business unit&#13;
for organic sweet potato flour processing is feasible.&#13;
Keywords: business feasibility analysis, food loss, sweet potato flour, business&#13;
unit
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180121">
<title>Analisis Kelayakan Usaha Pembibitan Durian di Kampung Rancamaya Kota Bogor</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180121</link>
<description>Analisis Kelayakan Usaha Pembibitan Durian di Kampung Rancamaya Kota Bogor
SUSWANDI, R. RAZA PAMUNGKAS
R. RAZA PAMUNGKAS SUSWANDI. Analisis Kelayakan Usaha Pembibitan&#13;
Durian di Kampung Rancamaya Kota Bogor. Dibimbing oleh FERYANTO.&#13;
Penelitian ini dilakukan di Kampung Durian Rancamaya, Kecamatan Bogor&#13;
Selatan, Kota Bogor, yang merupakan kawasan agrowisata berbasis durian.&#13;
Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan usaha pembibitan durian varietas&#13;
Musang King berdasarkan aspek non-finansial, aspek finansial, dan sensitivitas&#13;
terhadap perubahan penerimaan serta biaya. Data diperoleh melalui observasi,&#13;
wawancara, dan data sekunder, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha layak bersyarat berdasarkan aspek nonfinansial,&#13;
karena aspek pasar dan pemasaran serta aspek hukum masih memerlukan&#13;
validasi permintaan pasar, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan sertifikasi bibit.&#13;
Analisis finansial menghasilkan NPV sebesar Rp139.537.188, Net B/C sebesar 3,81,&#13;
Gross B/C sebesar 1,10, IRR sebesar 52,71%, dan Payback Period sebesar 2,95&#13;
tahun, sehingga usaha layak secara finansial. Analisis nilai pengganti menunjukkan&#13;
bahwa usaha masih mampu menoleransi kenaikan biaya polybag sebesar 96,76%&#13;
dan penurunan penjualan sebesar 8,80%, dengan Payback Period menjadi 8,3 tahun&#13;
pada kondisi tersebut.&#13;
Kata kunci: durian, Kampung Rancamaya, kelayakan usaha, pembibitan, nilai&#13;
pengganti; R. RAZA PAMUNGKAS SUSWANDI. Business Feasibility Analysis of Durian&#13;
Nursery at Kampung Rancamaya Bogor City. Supervised by FERYANTO.&#13;
This study was conducted at Kampung Durian Rancamaya, South Bogor&#13;
District, Bogor City, an agrotourism area based on durian. The study aims to&#13;
analyze the feasibility of a Musang King durian nursery business based on nonfinancial&#13;
aspects, financial aspects, and sensitivity to changes in revenue and costs.&#13;
Data were collected through observations, interviews, and secondary data, and&#13;
analyzed qualitatively and quantitatively. The results show that the business is&#13;
conditionally feasible based on non-financial aspects, because the market and&#13;
marketing and legal aspects still require market demand validation, a business&#13;
identification number (NIB), and seedling certification. Financial analysis resulted&#13;
in an NPV of IDR 139,537,188, a Net B/C of 3.81, a Gross B/C of 1.10, an IRR of&#13;
52.71%, and a Payback Period of 2.95 years, so the business is financially feasible.&#13;
Switching value analysis shows that the business can still tolerate a 96.76% increase&#13;
in polybag cost and an 8.80% decrease in sales, with the Payback Period extending&#13;
to 8.3 years under that condition.&#13;
Keywords: business feasibility, durian, Kampung Rancamaya, nursery, switching&#13;
value
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179963">
<title>Pengembangan Kinerja Bisnis Steak Kelinci Implementasi Barringer Business Model pada Rabbit Brother Bandung</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179963</link>
<description>Pengembangan Kinerja Bisnis Steak Kelinci Implementasi Barringer Business Model pada Rabbit Brother Bandung
Tirtawan, Muhammad Dimas
Rabbit Brother merupakan peternakan kelinci hias dan pedaging di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang melakukan diversifikasi daging kelinci menjadi steak. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja bisnis, nilai tambah, dan model bisnis menggunakan Barringer Business Model. Penelitian dilaksanakan Juli–Desember 2025 dengan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Analisis menggunakan metode Hayami, Matriks IFE-EFE, IE Matrix, dan Barringer Business Model. Hasil menunjukkan pengolahan steak menghasilkan nilai tambah Rp65.000/kg dengan rasio 43,33% serta keuntungan Rp45.000/kg dengan tingkat keuntungan 69,23%. IE Matrix menempatkan Rabbit Brother pada kuadran I (growth and build). Strategi pengembangan meliputi penetrasi pasar, pengembangan produk, dan penguatan kemitraan dengan peternak pemasok bahan baku. Diversifikasi steak kelinci dinilai layak meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing usaha.; Rabbit Brother is an ornamental and meat rabbit farm in Lembang, West Bandung Regency, that diversifies rabbit meat into steak products. This study aims to analyze business performance, added value, and the business model using the Barringer Business Model. The study was conducted from July to December 2025 using interviews, observations, and literature studies. Data were analyzed using the Hayami method, IFE-EFE Matrix, IE Matrix, and Barringer Business Model. The results showed that rabbit steak processing generated an added value of IDR 65,000/kg with a ratio of 43.33%, and profit of IDR 45,000/kg with a profit rate of 69.23%. The IE Matrix positioned Rabbit Brother in quadrant I (growth and build). Development strategies include market penetration, product development, and strengthening partnerships with rabbit farmers as raw material suppliers. Rabbit steak diversification is considered feasible to increase economic value and business competitiveness.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179926">
<title>Analisis Kelayakan Usaha Produksi Pakan Silase&#13;
Daun Singkong Karet di A.F.Y Farm</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179926</link>
<description>Analisis Kelayakan Usaha Produksi Pakan Silase&#13;
Daun Singkong Karet di A.F.Y Farm
Fazrurahman, Arrazi
Ketersediaan hijauan pakan yang dipengaruhi kondisi musim mendorong penerapan teknologi pengawetan pakan untuk menjaga kontinuitas penyediaan pakan ternak. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan usaha produksi pakan silase daun singkong karet di A.F.Y Farm Kabupaten Bogor berdasarkan aspek nonfinansial, aspek finansial, dan analisis switching value. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan analisis deskriptif dan kuantitatif. Analisis finansial dilakukan menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), Payback Period (PP), dan Switching Value. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek nonfinansial mendukung pengembangan usaha. Secara finansial diperoleh NPV sebesar Rp91.388.057, IRR 69,84%, Net B/C 3,93, Gross B/C 1,16, dan PP 2,03 tahun sehingga usaha dinyatakan layak. Analisis switching value menunjukkan bahwa usaha paling sensitif terhadap penurunan penjualan silase sebesar 13,89%, sedangkan kenaikan biaya sewa lahan dan tenaga kerja masih dapat ditoleransi hingga 29,25% dan 40,12%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha produksi pakan silase daun singkong karet layak dikembangkan sebagai alternatif penyediaan pakan ruminansia.; Seasonal forage availability encourages feed preservation technology to ensure continuous livestock feed supply. This study aimed to analyze the feasibility of cassava leaf silage production at A.F.Y Farm, Bogor Regency, based on non-financial, financial, and switching value aspects. A case study method with descriptive and quantitative analyses was used. Financial feasibility was analyzed using Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Gross Benefit Cost Ratio (Gross B/C), Payback Period (PP), and Switching Value. The results showed that all non-financial aspects supported business development. The financial analysis resulted in an NPV of IDR 91,388,057, an IRR of 69.84%, a Net B/C of 3.93, a Gross B/C of 1.16, and a PP of 2.03 years, indicating feasibility. The switching value analysis showed the business was most sensitive to a 13.89% decrease in silage sales, while increases in land rental and labor costs could be tolerated up to 29.25% and 40.12%, respectively. The business is feasible as an alternative feed source for ruminants.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
