<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153664">
<title>UF - Agribusiness Management</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153664</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178470"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178375"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178336"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178324"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-08-12T19:02:11Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178470">
<title>Strategi Penerapan SOP dalam Meningkatkan Kedisiplinan Karyawan CV Sandi Buana Farm dengan Metode AHP</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178470</link>
<description>Strategi Penerapan SOP dalam Meningkatkan Kedisiplinan Karyawan CV Sandi Buana Farm dengan Metode AHP
puteri, chealse aulia
CV Sandi Buana Farm menghadapi permasalahan berupa belum optimalnya penerapan Standar Operational Prosedur (SOP) yang berdampak pada rendahnya kedisiplinan karyawan dan efektivitas operasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, merumuskan alternatif strategi, serta menentukan strategi prioritas penerapan SOP untuk meningkatkan kedisiplinan karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis SWOT, Matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Internal-External (IE), dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi prioritas adalah penerapan SOP yang didukung pengawasan kerja, sistem monitoring, serta mekanisme reward dan punishment secara konsisten. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan karyawan, mengurangi kesalahan operasional, dan meningkatkan efektivitas kinerja perusahaan.; CV Sandi Buana Farm faces challenges due to the ineffective&#13;
implementation of Standard Operating Procedures (SOP), resulting in low&#13;
employee discipline and reduced operational effectiveness. This study aimed to&#13;
identify internal and external factors, formulate strategic alternatives, and determine&#13;
priority strategies for SOP implementation to improve employee discipline. A&#13;
quantitative descriptive approach was employed using SWOT, the Internal Factor&#13;
Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Internal–External (IE) Matrix,&#13;
and the Analytical Hierarchy Process (AHP). Data were collected through&#13;
observations, interviews, documentation, and questionnaires. The results indicate&#13;
that SOP implementation is the top priority strategy, supported by work supervision,&#13;
monitoring systems, and consistent reward and punishment mechanisms. These&#13;
strategies are expected to improve employee discipline, minimize operational errors,&#13;
and enhance the company's operational performance.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178375">
<title>Strategi Pengembangan Pasar Ketan Srikaya di Rumah Que Que melalui Pendekatan Business Model Canvas (BMC)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178375</link>
<description>Strategi Pengembangan Pasar Ketan Srikaya di Rumah Que Que melalui Pendekatan Business Model Canvas (BMC)
Syahita, Hani Amelya
Rumah Que Que adalah UMKM kuliner tradisional di Kota Bogor dengan ketan srikaya produk unggulan penyumbang rata-rata 52 persen volume penjualan bulanan, namun menghadapi persaingan harga sehingga memerlukan strategi pengembangan pasar. Penelitian bertujuan memetakan model bisnis, mengidentifikasi komponen perlu diperbaiki, dan merumuskan strategi pengembangan pasar melalui Business Model Canvas (BMC), didukung kuesioner 54 responden dan analisis finansial. Hasil pemetaan menunjukkan sembilan elemen BMC terbentuk dengan kekuatan pada sertifikasi halal, PIRT, kesegaran, dan higienitas, sedangkan kelemahan pada variasi rasa, kepraktisan pemesanan daring, efektivitas bundling, kesediaan membayar lebih tinggi, dan konsistensi pembelian ulang. Strategi difokuskan pada penajaman segmen konsumen luar kota, lini premium/hampers, aktivasi WhatsApp Business, program loyalitas, dan penggeseran bauran produk ke varian bermargin tinggi. Analisis finansial memproyeksikan penerimaan naik 26,4 persen menjadi Rp129.540.000 dan laba bersih naik 46,0 persen menjadi Rp42.526.045 per bulan, dengan titik impas menurun dan tingkat keamanan naik dari 74,5 persen menjadi 79,7 persen. BMC terbukti efektif membantu UMKM merumuskan strategi pengembangan pasar layak secara finansial dan berisiko rendah tanpa investasi maupun tenaga kerja tambahan signifikan.; Rumah Que Que is a traditional culinary SME in Bogor City, with ketan srikaya, its flagship product, contributing an average 52 percent of monthly sales, yet facing price competition requiring a market development strategy. This study maps the business model, identifies components needing improvement, and formulates a strategy through the Business Model Canvas (BMC), supported by a questionnaire of 54 respondents and financial analysis. The mapping shows all nine BMC elements established, with strengths in halal certification, PIRT licence, freshness, and hygiene, while weaknesses appear in flavour variation, ordering convenience, bundling effectiveness, willingness to pay a premium, and repeat purchase consistency. The strategy focuses on sharpening the out of town segment, a premium/hampers line, activating WhatsApp Business, a loyalty program, and shifting the product mix toward higher margin variants. Financial analysis projects revenue rising 26,4 percent to Rp129.540.000 and net profit 46,0 percent to Rp42.526.045 monthly, with a lower Break Even Point (BEP) and margin of safety rising from 74,5 to 79,7 percent. BMC proves effective in helping SME formulate a financially feasible, low risk strategy without significant additional investment or labour.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178336">
<title>Analisis Kinerja Produksi Budidaya Pakcoy dengan Sistem Hidroponik Rakit Apung menggunakan Pendekatan Pospac</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178336</link>
<description>Analisis Kinerja Produksi Budidaya Pakcoy dengan Sistem Hidroponik Rakit Apung menggunakan Pendekatan Pospac
Aprilia, Putri Lidya Esa
Budidaya pakcoy (Brassica rapa L.) dengan sistem hidroponik rakit apung&#13;
merupakan salah satu inovasi yang mampu meningkatkan efisiensi produksi&#13;
hortikultura. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja produktivitas pakcoy dan&#13;
mengetahui alternatif strategi solusi untuk meningkatkan produksi pakcoy. Metode&#13;
yang digunakan adalah metode POSPAC (Produksi, Organisasi, Penjualan, Produk,&#13;
Tenaga Kerja, dan Modal) serta menganalisis permasalahan menggunakan analisis&#13;
Fishbone diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas organisasi&#13;
memiliki aspek yang paling rendah dan memerlukan peningkatan terhadap&#13;
produktivitas organisasi. Strategi peningkatan yaitu yang diterapkan mempunyai&#13;
sumber daya manusia yang inisiatif ketika tidak ada produksi atau bagian packing&#13;
terhadap produknya dan mengetahui pengetahuan terhadap hidroponik.&#13;
Memaksimalkan sumber daya manusia berkoordinasi dan menunjukkan tingkat&#13;
kerja sama terhadap perusahaan menjadi lebih optimal setelah melakukan&#13;
perbaikan dan membuat alur dalam pengiriman.; Cultivating pakcoy (Brassica rapa L.) using a floating raft hydroponic&#13;
system is an innovation capable of enhancing horticultural production efficiency.&#13;
This study aimed to assess pakcoy productivity performance and identify strategic&#13;
solutions to boost production. The research employed the POSPAC method&#13;
(Produksi, Organisasi, Penjualan, Produk, Tenaga Kerja, dan Modal) and utilized a&#13;
Fishbone diagram to analyze existing issues. The findings revealed that&#13;
organizational productivity was the weakest aspect, indicating a need for&#13;
improvement in this area. Proposed strategies include fostering human resource&#13;
initiative particularly during downtime in production or packing and enhancing&#13;
knowledge regarding hydroponics. Maximizing human resource coordination and&#13;
cooperation within the company leads to optimized operations following process&#13;
improvements and the establishment of streamlined shipping workflows.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178324">
<title>STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN HOTPOT MIX MUSHROOM BERBASIS BUSINESS MODEL CANVAS PADA PT SUMBER URIP FARM</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178324</link>
<description>STRATEGI PENGEMBANGAN PEMASARAN HOTPOT MIX MUSHROOM BERBASIS BUSINESS MODEL CANVAS PADA PT SUMBER URIP FARM
ANANDA, MUHAMMAD RIZKY
Penjualan Hotpot Mix Mushroom di PT Sumber Urip Farm menurun sepanjang 2025 (total 2.297 pack) yang diduga berkaitan dengan belum konsistennya kegiatan promosi. Penelitian pada Juli sampai Desember 2025 ini bertujuan menganalisis kondisi pemasaran, merumuskan strategi prioritas, merancang usulan Business Model Canvas (BMC), dan mengevaluasi kelayakan finansialnya. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, dan observasi, lalu dianalisis menggunakan STP, bauran pemasaran, matriks IFE, EFE, IE, SWOT, QSPM, BMC, dan rasio R/C. Hasil analisis menempatkan perusahaan pada sel V matriks IE (hold and maintain). Strategi prioritas QSPM adalah formulasi cooking&#13;
demo dan kalender promosi terjadwal (skor STAS 6,08). Integrasi strategi ini ke BMC usulan menyempurnakan delapan elemen model bisnis. Implikasi strategi diproyeksikan meningkatkan penjualan 2026 menjadi 5.422 pack dan rasio R/C dari 1,06 menjadi 1,27, sehingga diproyeksikan memiliki kelayakan operasional sederhana yang menguntungkan.; Sales of Hotpot Mix Mushroom at PT Sumber Urip Farm declined throughout 2025 (totaling 2.297 packs), presumably related to inconsistent promotional activities. Conducted from July to December 2025, this study aims to analyze marketing conditions, formulate priority strategies, design a proposed&#13;
Business Model Canvas (BMC), and evaluate its financial feasibility. Data were gathered through interviews, questionnaires, and observations, and then analyzed using STP, marketing mix, IFE, EFE, IE, SWOT, QSPM, BMC, and R/C ratio. Results place the company in cell V of the IE matrix (hold and maintain). The top priority strategy from QSPM is formulating cooking demonstrations and a scheduled promotional calendar (STAS score 6,08). Integrating this strategy into the proposed BMC refines eight business model elements. Strategic implications project 2026 sales volume to reach 5.422 packs and raise the R/C ratio from 1,06 to 1,27, thereby projected to possess simple yet profitable operational viability.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
