<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153662">
<title>UF - Technology and Management of Applied Aquaculture Hatchery</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153662</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180065"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179909"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179592"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179589"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-11-01T20:45:29Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180065">
<title>Aplikasi Penambahan Daun Pepaya, Daun Sirih, dan Daun Sirsak untuk Peningkatan Kinerja Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Nila Oreochromis niloticus</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180065</link>
<description>Aplikasi Penambahan Daun Pepaya, Daun Sirih, dan Daun Sirsak untuk Peningkatan Kinerja Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Nila Oreochromis niloticus
Jerri, Muhammad
Upaya peningkatan performa benih nila dapat dilakukan melalui suplementasi bahan alami yang memiliki aktivitas biologis untuk mendukung kesehatan dan metabolisme ikan yaitu dengan penggunaan daun pepaya, daun sirih, dan daun sirsak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perlakuan ekstrak tumbuhan yang paling efektif dalam meningkatkan nilai sintasan dan parameter pertumbuhanbenih ikan nila sehingga dapat memberikan rekomendasi penggunaan bahan alami yang optimal dalam budidaya ikan nila. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu kontrol (K), daun pepaya 30 g L?¹ (DP30), daun sirih 3 g L?¹ (DSH3), dan daun sirsak 1,5 g L?¹ (DSK1,5) masing-masing terdiri atas tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan sintasan, serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan daun pepaya (DP30) memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 0,83 cm, pertumbuhan bobot mutlak sebesar 0,76 g, dan sintasan sebesar 91,67%. Kualitas air selama penelitian berada pada kisaran optimal dengan suhu 27,2–29,0°C dan pH 7,16–7,93.; Improving the performance of tilapia seedlings can be done by supplementing with natural ingredients that have biological activity to support fish health and metabolism, such as papaya leaves, betel leaves, and soursop leaves. This study aims to find the plant extract treatment that is most effective in increasing survival rates and growth parameters of tilapia seedlings, so that it can provide recommendations for the optimal use of natural ingredients in tilapia farming. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments: control (K), papaya leaves 30 g L?¹ (DP30), betel leaves 3 g L?¹ (DSH3), and soursop leaves 1.5 g L?¹ (DSK1.5), each with three replications. The parameters observed included survival and growth, as well as water quality. The research results show that the papaya leaf treatment (DP30) gave the best results with an absolute length growth of 0.83 cm, an absolute weight growth of 0.76 g, and a survival rate of 91.67%. The water quality during the study was within the optimal range with a temperature of 27.2–29.0°C and a pH of 7.16–7.93.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179909">
<title>Pengaruh Pengayaan Moina sp. Menggunakan Mineral Zinc Terhadap Pertumbuhan Larva Ikan Nila Oreochromis niloticus.</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179909</link>
<description>Pengaruh Pengayaan Moina sp. Menggunakan Mineral Zinc Terhadap Pertumbuhan Larva Ikan Nila Oreochromis niloticus.
Raditya, Muhammad Alif
Tingkat kematian yang tinggi pada stadium awal pemeliharaan Oreochromis niloticus umumnya disebabkan oleh minimnya kelengkapan gizi pada pakan. Riset ini bertujuan mengevaluasi pengaruh bioenkapsulasi mineral zinc (Zn) pada Moina sp. terhadap performa larva ikan nila. Penelitian dilaksanakan selama 20 hari di bulan Oktober 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan pengayaan zinc: Kontrol (K), 0,03 mg/mL, 0,06 mg/mL, dan 0,12 mg/mL. Hasil analisis varians menunjukkan bahwa pengayaan zinc tidak memberikan pengaruh nyata secara statistik terhadap laju pertumbuhan harian, sintasan, dan efisiensi pakan. Meskipun demikian, secara deskriptif perlakuan dosis 0,12 mg/mL memberikan tren performa terbaik. Perlakuan tersebut menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak 1,48 cm, pertumbuhan bobot mutlak 0,388 g, laju pertumbuhan spesifik 12,6%/hari, serta sintasan tertinggi sebesar 91%. Selain itu, efisiensi pakan (EP) pada perlakuan ini mencapai nilai optimal sebesar 89,0% dengan Rasio Konversi Pakan (FCR) terendah sebesar 1,12. Dosis zinc 0,12 mg/mL direkomendasikan sebagai konsentrasi yang paling efektif untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan nila.; The high mortality rate during the early rearing stages of Oreochromis niloticus is generally caused by inadequate nutritional completeness in the feed. This research aims to evaluate the effect of zinc (Zn) bioencapsulation in Moina sp. on the performance of Nile tilapia larvae. The study was conducted for 20 days, at October 2025, using a Completely Randomized Design (CRD) with four zinc enrichment treatments: Control (C), 0.03 mg/mL, 0.06 mg/mL, and 0.12 mg/mL. The analysis of variance showed that zinc enrichment did not have a statistically significant effect on the daily growth rate, survival rate, and feed efficiency. Nevertheless, descriptively, the 0.12 mg/mL dose treatment showed the best performance trend. This treatment yielded an absolute length growth of 1.48 cm, an absolute weight growth of 0.388 g, a specific growth rate of 12.6%/day, and the highest survival rate of 91%. Furthermore, feed efficiency in this treatment reached an optimal value of 89.0% with the lowest Feed Conversion Ratio (FCR) of 1.12. A zinc dose of 0.12 mg/mL is recommended as the most effective concentration to support the growth and survival of Nile tilapia larvae.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179592">
<title>Suplementasi Vitamin C Melalui Cacing Sutra Tubifex sp. terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Manfish Pterophyllum scalare</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179592</link>
<description>Suplementasi Vitamin C Melalui Cacing Sutra Tubifex sp. terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Manfish Pterophyllum scalare
Maulana, Moch Rega
Ikan manfish Pterophyllum scalare merupakan salah satu ikan hias air tawar yang populer karena memiliki bentuk tubuh pipih, sirip yang indah, dan warna yang menarik sehingga bernilai ekonomi tinggi, namun pertumbuhan benihnya masih relatif lambat sehingga diperlukan strategi pemberian pakan yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas suplementasi vitamin C melalui cacing sutra Tubifex sp. terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan manfish. Penelitian dilaksanakan selama 35 hari menggunakan empat perlakuan, yaitu kontrol (tanpa vitamin C), P1 (50 mg L-1), P2 (100 mg L-1), dan P3 (150 mg L-1) vitamin C yang diperkaya pada cacing sutra. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, sintasan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 (100 mg L-1) memberikan hasil terbaik dengan laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan panjang mutlak,  pertumbuhan bobot mutlak, dan sintasan berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya. Selama penelitian, kualitas air berada pada kisaran optimal sehingga mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih. Hasil menunjukan  bahwa suplementasi vitamin C melalui cacing sutra pada dosis 100 mg L-1 merupakan dosis optimum untuk meningkatkan pertumbuhan dan sintasan benih ikan manfish; Angelfish Pterophyllum scalare is a freshwater ornamental fish with high economic value; however, fingerling growth remains relatively slow, requiring an effective feeding strategy to improve growth performance and survival. This study aimed to evaluate the effectiveness of vitamin C supplementation through Tubifex worms on the performance of angelfish fingerlings. The experiment was conducted for 35 days using a with four treatments: control (without vitamin C), P1 (50 mg L-1), P2 (100 mg L-1), and P3 (150 mg L-1) of vitamin C enriched into Tubifex worms. Observed parameters included specific growth rate, absolute length growth, absolute weight gain, survival rate, and water quality. The results showed that treatment P2 (100 mg L-1) produced the best performance, with a specific growth rate, absolute length growth, absolute weight gain, and a survival rate significantly different from the other treatments. Water quality remained within the optimal range throughout the experiment, supporting fish growth and survival. It can be concluded that vitamin C supplementation through Tubifex worms at a dose of 100 mg L-1 is the optimum treatment to improve the growth and survival of angelfish fingerlings.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179589">
<title>Pengaruh Pencahayaan LED dengan Spektrum Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kanibalisme Benih Ikan Tiger Catfish Pseudoplatystoma fasciatum</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179589</link>
<description>Pengaruh Pencahayaan LED dengan Spektrum Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kanibalisme Benih Ikan Tiger Catfish Pseudoplatystoma fasciatum
SOPIAN, APAN
Ikan tiger catfish Pseudoplatystoma fasciatum merupakan ikan air tawar bernilai ekonomis tinggi yang budidayanya terkendala oleh tingginya kanibalisme pada stadia benih. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh warna cahaya LED terhadap pertumbuhan dan kanibalisme benih ikan tiger catfish. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu kontrol (K), cahaya putih (CP), cahaya merah (CM), cahaya biru (CB), dan Cahaya hijau (CH), masing-masing tiga ulangan. Benih berukuran ±4 cm dipelihara selama 40 hari dengan fotoperiode 12 jam terang dan 12 jam gelap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LED putih menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan pertambahan bobot mutlak 7,83±0,94 g, panjang mutlak 5,11±0,18 cm, laju pertumbuhan spesifik 5,63±0,28%, indeks kanibalisme 17,5±5,4%, dan kelangsungan hidup 75,42±5,64%. parameter kualitas air masih berada dalam kisaran yang dapat mendukung pemeliharaan benih tiger catfish, meskipun terdapat beberapa nilai yang berada di luar kisaran acuan tertentu. Perlakuan cahaya LED putih (CP) menghasilkan nilai tertinggi secara numerik sehingga secara keseluruhan menunjukkan performa terbaik dibandingkan perlakuan lainnya.; The tiger catfish Pseudoplatystoma fasciatum is a freshwater fish of high economic value, but its aquaculture is hampered by high levels of cannibalism during the fry stage. This study aimed to evaluate the effect of LED light color on the growth and cannibalism of tiger catfish fry. The study used a completely randomized design (CRD) with five treatments: control (K), white light (CP), red light (CM), blue light (CB), and green light (CH), each with three replicates. Seeds measuring ±4 cm were grown for 40 days under a photoperiod of 12 hours of light and 12 hours of darkness. The results showed that white LEDs produced the best growth, with an absolute weight gain of 7.83 ± 0.94 g, an absolute length of 5.11 ± 0.18 cm, a specific growth rate of 5.63 ± 0.28%, a cannibalism index of 17.5 ± 5.4%, and a survival rate of 75.42 ± 5.64%. Water quality parameters remain within a range suitable for rearing tiger catfish fry, although some values fall outside certain reference ranges. The white LED light treatment (CP) yielded the highest numerical values and thus demonstrated the best overall performance compared to the other treatments.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
