<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153661">
<title>UT - Management of Food Service and Nutrition</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153661</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171316"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171313"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171311"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171280"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-25T17:05:06Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171316">
<title>Efektivitas Edukasi Gizi Seimbang melalui Website untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja Putri</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171316</link>
<description>Efektivitas Edukasi Gizi Seimbang melalui Website untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja Putri
Damoech, Hanesya Avrylea
Usia remaja merupakan fase penting dalam siklus hidup manusia yang memengaruhi kesehatan saat dewasa dan generasi berikutnya. Saat ini, prevalensi gizi kurang pada remaja Indonesia usia 13–18 tahun tercatat 7,3–18%, sedangkan gizi lebih 12–16,2%, sehingga masih terjadi double burden of malnutrition. Kondisi ini berimplikasi pada risiko penyakit kronis, gangguan kognitif, serta masalah reproduksi. Oleh karena itu, intervensi gizi perlu diperluas hingga 8000 HPK, khususnya pada remaja putri. Salah satu upaya adalah edukasi gizi seimbang dengan media yang sesuai karakteristik generasi Z, yakni visual, digital, dan interaktif. Inovasi berupa website edukasi gizi yang diakses melalui barcode pada keychain menawarkan kemudahan, portabilitas, serta konten variatif. Media ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan gizi remaja, mengurangi misinformasi, dan mendorong perilaku makan sehat.; Adolescence is a critical life stage influencing both future health and the next generation. In Indonesia, the prevalence of undernutrition among adolescents aged 13–18 years is 7.3–18%, while overnutrition reaches 12–16.2%, reflecting a double burden of malnutrition. This condition is associated with long-term risks such as chronic diseases, cognitive impairment, and reproductive health issues. Therefore, nutrition interventions should be extended to the 8000-day period, particularly among adolescent girls. A promising strategy is balanced nutrition education through media tailored to Generation Z, which values visual, digital, and interactive learning. An innovative approach is a website-based education tool accessed via a barcode on a keychain, offering portability, accessibility, and varied content. This media is expected to improve adolescents’ nutrition knowledge, reduce misinformation, and promote healthier eating behaviors.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171313">
<title>Pengembangan Media Edukasi Puzzle Plate untuk Meningkatkan Pengetahuan Periodisasi Gizi Bagi Atlet Usia Remaja</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171313</link>
<description>Pengembangan Media Edukasi Puzzle Plate untuk Meningkatkan Pengetahuan Periodisasi Gizi Bagi Atlet Usia Remaja
Juman, Arvelisya Haura
Permasalahan yang terjadi pada atlet beladiri adalah kekurangan atau kelebihan berat badan sebelum pertandingan. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh dengan populasi usia 10-13 tahun berjumlah 42 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Mayoritas subjek berusia 11 tahun dengan jenis kelamin laki-laki dan mendapatkan uang saku sebesar &gt;Rp15.000. Mayoritas tingkat pendidikan Ayah dan ibu adalah lulusan D4/S1. Pekerjaan Ayah mayoritas karyawan perusahaan swasta dengan pendapatan =UMR Kota Bandung. Sementara, Ibu mayoritas wirausahawan dengan pendapatan =UMR Kota Bandung. Hasil menunjukan usia subjek, pekerjaan dan pendapatan ibu memiliki hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan gizi subjek sebelum intervensi (p&lt;0,05). Hasil dari uji kelayakan media menjunjukan bahwa media ini sangat layak dengan nilai rata-rata 90,75%. Setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan (p&lt;0,05). Media menunjukan daya terima yang baik dari subjek, ditunjukkan dengan rata-rata skor keseluruhan sebesar 3,6 dari skor maksimal 4.; The problem faced by martial artists is being underweight or overweight before a competition. Sampling in this study used the Saturation Sampling technique with a population of 42 people aged 10-13 years. The research instrument used a questionnaire. The majority of subjects were 11 years old, male, and received pocket money of &gt;Rp15,000. The majority of fathers and mothers had a D4/S1 degree. The majority of fathers worked as employees in private companies with an income =UMR Kota Bandung. Meanwhile, the majority of mothers were entrepreneurs with an income =UMR Kota Bandung. The results showed that the age of the subjects, the occupation, and the income of the mothers had a significant relationship with the subjects' nutritional knowledge before the intervention (p&lt;0.05). The results of the media feasibility test showed that this media was very feasible with an average score of 90.75%. After the education was provided, there was a significant increase in knowledge (p&lt;0.05). The media showed good acceptance by the subjects, as indicated by an overall average score of 3.6 out of a maximum score of 4.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171311">
<title>Edukasi Gizi Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Melalui Media Permainan Iron Booster Card</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171311</link>
<description>Edukasi Gizi Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Melalui Media Permainan Iron Booster Card
Yusuf, Maria
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja putri di Indonesia dan berdampak pada kesehatan, prestasi belajar, serta kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas media edukasi Iron Booster Card sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Desain peneltian berupa pre-eksperimental one group pretest-posttest dengan teknik purposive sampling terhadap 40 siswi kelas XI di SMAN 5 Bandung. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank setelah uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi tidak normal (p&lt;0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan responden setelah intervensi (p&lt;0,001). Tingkat kesukaan responden terhadap media pada kategori sangat tinggi (rata-rata 3,9 dari skala 4). Hasil penelitian menunjukan bahwa Iron Booster Card efektif dan disukai sebagai media edukasi pencegahan anemia pada remaja putri, sehingga berpotensi diimplementasikan dalam pembelajaran kesehatan di sekolah.; Anemia is a common health problem among adolescent girls in Indonesia, affecting health, academic performance, and quality of life. This study aimed to develop and evaluate the effectiveness of the Iron Booster Card as an educational medium for anemia prevention among adolescent girls. A pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed, using purposive sampling of 40 eleventh-grade students at SMAN 5 Bandung. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank test after the Shapiro–Wilk normality test indicated a non-normal distribution (p&lt;0.05). Results showed a significant improvement in respondents’ knowledge after the intervention (p&lt;0.001). The respondents’ level of preference toward the media was very high (average 3.9 out of 4). In conclusion, the Iron Booster Card is effective and well-received as an educational for anemia prevention among adolescent girls, and has the potential to be implemented in school health education programs.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171280">
<title>Pemanfaatan Batang Talas Beneng (Xanthosoma Undipes K. Koch) Sebagai Tepung Batang Talas</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171280</link>
<description>Pemanfaatan Batang Talas Beneng (Xanthosoma Undipes K. Koch) Sebagai Tepung Batang Talas
Sembiring, Lulu Ghina Br
Penelitian ini bertujuan memanfaatkan batang talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) varietas hijau dan ungu sebagai bahan baku tepung pangan fungsional. Proses pengolahan meliputi perendaman garam 2%, pengeringan dengan drum dryer dan dehydrator, lalu penghalusan. Hasil analisis menunjukkan tepung talas beneng hijau mengandung protein 23,64%, serat kasar 8,65%, oksalat 3,98 g/100 g, dan antioksidan 461,03 mg AEAC/100 g, sedangkan varietas ungu mengandung protein 20,61%, serat kasar 11,26%, oksalat 4,73 g/100 g, dan antioksidan 421,68 mg AEAC/100 g. Uji coba produk nugget berbasis tepung talas menghasilkan karakteristik fisik yang baik dan berpotensi sebagai pangan fungsional berbasis bahan lokal. Penelitian ini mendukung prinsip zero waste dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 12 tentang konsumsi dan produksi berkelanjutan.; This study aimed to utilize beneng taro stem (Xanthosoma undipes K. Koch) of green and purple varieties as functional flour. Processing included soaking in 2% salt solution, drying with a drum dryer and dehydrator, and milling. The analysis showed that green beneng taro stem flour contained 23.64% protein, 8.65% crude fiber, 3.98 g/100 g oxalate, and 461.03 mg AEAC/100 g antioxidants, while purple flour contained 20.61% protein, 11.26% crude fiber, 4.73 g/100 g oxalate, and&#13;
421.68 mg AEAC/100 g antioxidants. A nugget trial using taro stem flour produced good physical characteristics and potential as a local-based functional food. This research supports the zero-waste principle and Sustainable Development Goal (SDG) 12 on responsible consumption and production.
</description>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
