<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151257">
<title>UT - Ecotourism</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151257</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172661"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172620"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172228"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172208"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-12T12:05:27Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172661">
<title>Perencanaan Strategi Pemasaran Eduwisata di Bens Farm Kabupaten Bogor</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172661</link>
<description>Perencanaan Strategi Pemasaran Eduwisata di Bens Farm Kabupaten Bogor
Herdiana, Salsabila Jannati
Eduwisata Bens Farm memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis edukasi, namun hingga saat ini belum didukung oleh strategi pemasaran yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan stategi pemasaran eduwisata yang efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kerangka analisis Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP). Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan instrumen kuesioner berskala Likert 1–5. Hasilnya yaitu didapat segmentasi Ibu Rumah Tangga berpenghasilan 1-3 juta yang memiliki karakteristik dominan motivasi berkumpul bersama keluarga, konten yang diminati Reels, dan memiliki persepsi eduwisata yang ideal yaitu Price (87,15%) yang mengindikasikan sensitif pada harga dan Amenities (90,82%) yang memperhatikan kenyamanan dan kebersihan fasilitas dalam berwisata. Positioning didapat Bens Farm hanya unggul di aspek Price (78,89%) karena posisi Bens Farm yang tergolong pemula dibandingkan pesaing Kuntum Farm Field dan Cimory Riverside. Luaran yang dihasilkan yaitu media pemasaran yang berbentuk Reels yang mempromosikan Bens Farm. Perencanaan ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan Bens Farm dan dapat memajukan UMKM sekitar Bens Farm.; Bens Farm Edu-tourism has the potential to run tourism but does not yet have an optimal marketing strategy. This study aims to plan an effective edu-tourism marketing strategy. The study uses a quantitative approach within the Segmenting, Targeting, and Positioning (STP) analytical framework. Data were analyzed using descriptive statistical techniques, based on a structured questionnaire utilizing a five-point Likert scale (1–5). The results show that the segment is housewives with an income of 1-3 million who have the dominant characteristics of motivation to gather with family, content that is interested in Reels, and have an ideal perception of eduwisata, namely Price (87.15%), which indicates sensitivity to price, and Amenities (90.82%), which pays attention to the comfort and cleanliness of facilities when traveling. The positioning obtained shows that Bens Farm only excels in the Price aspect (78.89%) because Bens Farm is considered a newcomer compared to its competitors, Kuntum Farm Field and Cimory Riverside. The output produced is marketing media in the form of Reels that promote Bens Farm. This plan is expected to increase Bens Farm's sales and promote MSMEs around Bens Farm.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172620">
<title>Peran Digitalisasi dalam Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Wisata di Kampoeng Wisata Cinangneng</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172620</link>
<description>Peran Digitalisasi dalam Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Wisata di Kampoeng Wisata Cinangneng
Setyoko, Bianca Reinazdya Prameswari
Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran digitalisasi dalam&#13;
meningkatkan efisiensi pengelolaan wisata di Kampoeng Wisata Cinangneng,&#13;
Kabupaten Bogor. Digitalisasi dianggap sebagai strategi penting untuk mengatasi&#13;
tantangan dalam mengelola destinasi wisata yang berbasis komunitas, melalui&#13;
penggunaan teknologi seperti sistem reservasi online, sistem tiket elektronik,&#13;
pembayaran tanpa uang tunai, serta promosi melalui media digital. Penelitian ini&#13;
menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan cara mengamati langsung&#13;
di lapangan, wawancara dengan pengunjung dan pihak terkait, membaca literatur,&#13;
serta mengumpulkan data melalui kuesioner. Hasil sementara menunjukkan bahwa&#13;
penerapan digitalisasi memberikan dampak positif, seperti meningkatkan efisiensi&#13;
kerja, memudahkan akses informasi, dan menambah kepuasan pengunjung. Meski&#13;
demikian, masih ada tantangan seperti kurangnya infrastruktur digital dan&#13;
kemampuan mengoperasikan teknologi yang perlu diperbaiki. Harapan penelitian&#13;
ini adalah memberikan saran strategis bagi pengelola wisata dalam meningkatkan&#13;
daya saing dan menjaga kelangsungan Kampoeng Wisata Cinangneng melalui&#13;
penguatan transformasi digital.; This study aims to examine the role of digitalization in improving the efficiency of&#13;
tourism management at Kampoeng Wisata Cinangneng, Bogor Regency.&#13;
Digitalization is a key strategy to address the challenges of managing communitybased tourism destinations by implementing technologies such as online&#13;
reservation systems, e-ticketing, cashless payments, and digital marketing. This&#13;
study uses qualitative and quantitative approaches, including field observations,&#13;
interviews, literature studies, and surveys conducted with tourists and related&#13;
stakeholders. Initial findings indicate that digitalization has a positive impact on&#13;
operational efficiency, ease of access to information, and visitor satisfaction.&#13;
However, challenges such as limited digital infrastructure and low technological&#13;
literacy still hamper optimal implementation. This study is expected to provide&#13;
strategic recommendations for tourism managers to improve the competitiveness&#13;
and sustainability of Kampoeng Wisata Cinangneng through strengthening digital&#13;
transformation.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172228">
<title>Perencanaan Program Wisata Edukasi dengan Pemanfaatan Sampah Daur Ulang Berdasarkan Supply di Kiara Artha Park Kota Bandung</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172228</link>
<description>Perencanaan Program Wisata Edukasi dengan Pemanfaatan Sampah Daur Ulang Berdasarkan Supply di Kiara Artha Park Kota Bandung
Agustin, Ratu Sabila
Wisata merupakan kegiatan perjalanan yang dilakukan seseorang atau kelompok ke suatu tempat untuk mendapatkan pengalaman baru, baik dalam bentuk rekreasi, pembelajaran, maupun pengembangan diri. Dalam perkembangannya, wisata tidak hanya dipahami sebagai aktivitas hiburan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai media edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kegiatan edukasi yang berfokus pada pemanfaatan daur ulang sampah.. Metode penelitian yang digunakan mencakup observasi, kuesioner, dan wawancara dengan pengunjung dan pengelola. Kegiatan ini berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Kota Bandung, untuk mengembangkan, memperkenalkan, dan melaksanakan program edukasi yang berkelanjutan. Karakteristik responden dari 390 pengunjung Kiara Artha Park menunjukkan dominasi responden perempuan dengan mayoritas berada pada rentang usia 18–25 tahun. Booth interaktif sebagai pusat edukasi dirancang untuk mendukung program tersebut. Perancangan 10 program untuk pengunjung. Program ini disajikan secara interaktif dan rekreatif guna meningkatkan kesadaran lingkungan. Rekomendasi yang diajukan mencakup pengembangan materi edukasi yang lebih menarik, peningkatan fasilitas, dan strategi promosi agar program dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang optimal.; Tourism is an activity involving travel by individuals or groups to a particular destination to gain new experiences, whether in the form of recreation, learning, or personal development. Over time, tourism has not only been understood as a leisure activity but has also evolved to function as a medium for education. This study aims to design educational activities focused on the utilization of waste recycling. The research methods employed include observation, questionnaires, and interviews with visitors and management. The activities were carried out in collaboration with various stakeholders, including the Environmental Agency (Dinas Lingkungan Hidup) and the Tourism and Culture Office (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) of Bandung City, to develop, introduce, and implement sustainable educational programs. The characteristics of respondents drawn from 390 visitors to Kiara Artha Park indicate a predominance of female respondents, with the majority belonging to the 18–25 age group. An interactive booth as an educational center was designed to support the implementation of the programs. A total of ten educational programs were developed for visitors and presented in an interactive and recreational manner to enhance environmental awareness. The proposed recommendations include the development of more engaging educational materials, improvement of facilities, and the implementation of effective promotional strategies to ensure the sustainability of the programs and to achieve optimal impact.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172208">
<title>Rekomendasi Peningkatan Kualitas Layanan Outbound Berdasarkan Analisis Kepuasan Pengunjung di The Highland Park Resort Bogor</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172208</link>
<description>Rekomendasi Peningkatan Kualitas Layanan Outbound Berdasarkan Analisis Kepuasan Pengunjung di The Highland Park Resort Bogor
Ibrahim, Agri Ahmad
Kegiatan outbound berpotensi meningkatkan kepuasasan pengunjung&#13;
apabila dilaksanakan dengan layanan yang baik, namun keluhan terkait kualitas&#13;
layanan outbound di The Highland Park Resort Bogor menunjukan adanya&#13;
kegagalan pelaksanaan layanan secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
merancang rekomendasi peningkatan layanan, berdasarkan area-area kualitas&#13;
layanan outbound yang memiliki pengaruh paling signifikan dan persentase skor&#13;
terendah. Populasi penelitian yang digunakan yaitu jumlah pengunjung selama&#13;
periode Juni-Juli 2025 sebanyak 7.604 kunjungan dengan jumlah sampel sejumlah&#13;
100 responden dengan jenis sampel purposive sampling. Metode analisis data yang&#13;
digunakan yaitu regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel&#13;
jaminan berpengaruh paling tinggi dengan koefisien sebesar 0,310, sedangkan&#13;
indikator X2.5 pada keandalan sebesar 62,6% dan indikator X5.2 pada empati sebesar&#13;
64,8% menjadikannya skor terendah, rekomendasi peningkatan kualitas layanan&#13;
outbound melalui variabel jaminan dan indikator keandalan dan empati akan&#13;
meningkatkat kepuasan pengunjung secara signifikan.; Outbound activities have the potential to increase visitor satisfaction if&#13;
implemented with good service, however, complaints regarding the quality of&#13;
outbound services at The Highland Park Resort Bogor indicate a failure in&#13;
implementing the service properly. This study aims to analyze the influence and&#13;
design recommendations for service improvement, based on the areas of outbound&#13;
service quality that have the most significant influence and the lowest percentage&#13;
score. The research population used was the number of visitors during the period&#13;
of June-July 2025 as many as 7,604 visits with a sample of 100 respondents with a&#13;
purposive sampling type. The data analysis method used was multiple linear&#13;
regression. The results showed that the assurance variable had the highest influence&#13;
with a coefficient of 0.310, while the X2.5 indicator on reliability was 62.6% and&#13;
the X5.2 indicator on empathy was 64.8% making it the lowest score,&#13;
recommendations for improving the quality of outbound services through the&#13;
assurance variable and the reliability and empathy indicators will significantly&#13;
increase visitor satisfaction.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
