<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/14">
<title>IPBana</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/14</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173604"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173592"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173591"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173589"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-06-23T21:32:54Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173604">
<title>Kebangkitan Peradaban Islam</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173604</link>
<description>Kebangkitan Peradaban Islam
Priyono, Agus
Dr. Kunto Wijoyo mengatakan bahwa di dunia ini hanya ada dua peradaban, peradaban yang berbasis masjid dan perdaban berbasis pasar. Orang di pasar diukur kehormatannya dari materi sedangkan di masjid diukur kehormatannya dengan takwa.&#13;
Peradaban pasar nilai dasarnya adalah materi. Orang dihargai di pasar bila punya banyak harta. Penguasa pasar adalah yang punya akumulasi kekayaan yang disebut modal. Abad pertengahan Eropa sebelum revolusi industri, modal direpresentasikan dengan kepemilikan sapi. Para tokoh penguasa pasar waktu itu disebutِ ‘cowboy’.ِ Saatِ itu,ِ orangِ Eropaِ menghitunngِ sapiِ denganِ satuanِ kepala,ِ&#13;
bukan ekor. Mungkin ini alasan historis sehingga sampai hari ini bangsa Eropa (baca: Barat) menjadi kepala (baca: pemimpin) peradaban, sedangkan Indonesia menjadi bangsa pengekor peradaban. ...
</description>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173592">
<title>Praktik Penggunaan Aplikasi GPS Telepon genggam untuk Pemetaan Lahan Pertanian</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173592</link>
<description>Praktik Penggunaan Aplikasi GPS Telepon genggam untuk Pemetaan Lahan Pertanian
Iskandar, Wahyu
Perkembangan teknologi Global Navigation Satellite Systems (GNSS) telah mendorong penggunaan telepon pintar sebagai perangkat pengumpulan data spasial yang murah, praktis, dan mudah dioperasikan (Longley et al. 2015). Pada kegiatan pemetaan lahan pertanian, aplikasi GPS pada telepon genggam dapat digunakan untuk menentukan posisi, merekam titik koordinat, membuat jalur (tracking), mendokumentasikan objek lapang, hingga membangun basis data spasial yang siap diolah pada perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) (Aronoff 1989). Pendekatan ini sangat sesuai untuk kegiatan inventarisasi petak persil sawah, pemetaan komoditas, survei irigasi, maupun pengawasan atau pemantauan lahan pertanian lainnya.&#13;
Tulisan ini mengulas aplikasi Aplikasi GPS pada telepon genggam untuk keperluan survei lapang. Dibandingkan GPS handheld, penggunaan telepon genggam memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan perangkat dan kemudahan integrasi data. Berbagai aplikasi seperti Avenza Maps, SW Maps, GPS Essentials, maupun aplikasi sejenis mampu menampilkan posisi pengguna secara real-time, merekam data koordinat, dan menyimpan informasi atribut (Tomlinson 2013). Meskipun ketelitian posisi dipengaruhi oleh kualitas sensor GNSS pada telepon pintar, akurasi yang diperoleh umumnya sudah memadai untuk kegiatan pemetaan pertanian skala petak. ...
</description>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173591">
<title>Analisis Komparatif Medium dan Parameter Pertumbuhan Kultur Jamur Malassezia spp.</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173591</link>
<description>Analisis Komparatif Medium dan Parameter Pertumbuhan Kultur Jamur Malassezia spp.
Fatril, Ayu Eka
Jamur Malassezia furfur merupakan jamur ragi yang bersifat lipofilik dan hidup pada relung kulit manusia sebagai flora normal. Jamur Malassezia bersifat komensal namun pada beberapa waktu akan menjadi oportunistik yang signifikan. Jamur Malassezia biasanya berhubungan dengan infeksi dermatomikosis kronis seperti pityriasis versicolor, dermatitis seboroik, ketombe, hingga infeksi tingkat sistemik seperti infeksi jamur pada pasien immunocompromised di pasien kanker dan AIDS. Sebagai peneliti dibidang mikologi medis, pengujian pada jamur Malassezia masih menjadi penelitian yang menarik terutama pengujian antifungal baik yang standar ataupun penggunaan herbal. Salah satu metode dalam pengujian tersebut dapat menggunakan kultur. Media kultur yang tepat menjadi salah satu kunci dalam pengujian menggunakan jamur Malassezia spp. ...
</description>
<dc:date>2026-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173589">
<title>Studi Literatur : Karakteristik, Epidemiologi dan Manifestasi Klinis dari Jamur Malassezia spp.</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173589</link>
<description>Studi Literatur : Karakteristik, Epidemiologi dan Manifestasi Klinis dari Jamur Malassezia spp.
Fatril, Ayu Eka
Genus jamur Malassezia merupakan jamur bentuk ragi uniseluler yang bersifat lipofilik dan secara unik mendominasi mikrobiota eukariotik di kulit manusia. Secara ekologi, jamur ini termasuk ke dalam golongan jamur non-patogen yang hidup pada lapisan stratum korneum dan folikel rambut manusia, namun jamur ini dapat berubah menjadi oportunistik ketika adanya gangguan homeostatis pada ekosistem kulit manusia. Berdasarkan study Global Burden of Disease 2013, kondisi kulit menyumbang 1,79% dari total disability-adjusted life years (DALYs) global dengan penyakit kulit akibat jamur menempati urutan ke-4 sebagai penyebabnya.&#13;
Evolusi Taksonomi dan Metode Identifikasi&#13;
Genus Malassezia merupan jamur ragi basidiomiset yang termasuk kedlam filum Basiodiomycota kelas Malasseziomycetes. Awalnya, klasifikasi jamur tersebut membingungkan dikarenakan perbedaan morfologi dari sel ragi (Pityrosporum) dan Fase hifa (Malassezia). Pada awalnya (1996) genus ini dibagi menjadi 7 spesies utama (M. furfur, M. sympodialis, M. globosa, M. restricta, M. slooffiae, M. obtusa, dan M. pachydermatis). Kemudian pada saat ini telah di identifikasi setidaknya 19 spesies filogenetik, dimana 15 spesiesnya ditemukan pada spesies manusia. Identifikasi jamur kini menjadi lebih akurat disebabkan adanya metode seperti sekuensing rDNA serta MALDI-TOF MS. ...
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
