<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/121">
<title>UF - Agronomy and Horticulture</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/121</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179881"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179861"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179856"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179807"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-16T09:06:26Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179881">
<title>Studi Keragaan Karakter Agronomi 79 Galur Padi Sawah (Oryza sativa L.) Generasi F4</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179881</link>
<description>Studi Keragaan Karakter Agronomi 79 Galur Padi Sawah (Oryza sativa L.) Generasi F4
Salsabila, Nathania Aurellia
Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia yang berperan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Pengembangan varietas unggul menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan produktivitas padi. Upaya tersebut dapat dicapai dengan memanfaatkan keragaman genetik sebagai sumber variasi dalam program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan menguji keragaan galur-galur generasi F4 yang memiliki karakter agronomi dan potensi hasil yang baik. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada rentang bulan Januari – Juni 2026 dengan menggunakan 79 galur uji dan lima varietas pembanding dengan rancangan augmented. Data karakter agronomi dan komponen hasil dianalisis menggunakan analisis ragam, korelasi Pearson, dan Principal Component Analysis (PCA) untuk mengidentifikasi hubungan antar karakter serta karakter utama penentu keragaman genotipe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat galur yang memiliki karakter agronomi dan komponen hasil lebih baik dibandingkan varietas pembanding. Galur yang berpotensi memiliki karakter agronomi dan komponen hasil tinggi yaitu IPB235-D-18, IPB235-D-26, dan IPB235-D-33. Galur-galur tersebut memiliki bobot gabah per rumpun berturut-turut sebesar 89,5 g, 76,1 g, dan 74,5 g, sementara varietas pembanding meliputi Inpari 32 (47,1 g), Inpari Nutrizinc (40,2 g), IPB 9G (55,3 g), IPB 13S (55,0 g), dan IPB 15S (51,2 g).; Rice (Oryza sativa L.) is the primary staple food crop in Indonesia and plays a crucial role in ensuring national food security. The development of superior varieties is one of the main strategies for increasing rice productivity. This effort can be achieved by utilizing genetic diversity as a source of variation in plant breeding programs. This study aimed to evaluate the performance of F4 generation lines based on their agronomic traits and yield potential. The research was conducted at the Sawah Baru Experimental Farm, Babakan Village, Dramaga District, Bogor Regency, West Java, from January to June 2026, using 79 test lines and five check varieties in an augmented design. Data on agronomic traits and yield components were analyzed using analysis of variance, Pearson correlation analysis, and Principal Component Analysis (PCA) to identify relationships among traits and the major traits contributing to genotypic variation. The results showed that several lines exhibited superior agronomic traits and yield components compared with the check varieties. The promising lines with high agronomic performance and yield potential were IPB235-D-18, IPB235-D-26, and IPB235-D-33. These lines had grain weights per hill of 89,5 g, 76,1 g, and 74,5 g, respectively, whereas the check varieties had grain weights per hill are Inpari 32 (47,1 g), Inpari Nutrizinc (40,2 g), IPB 9G (55,3 g), IPB 13S (55,0 g), and IPB 15S (51,2 g).
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179861">
<title>Pemanfaatan Fly Ash - Bottom Ash sebagai Campuran Media Tanam Beberapa Tanaman Sayuran Daun</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179861</link>
<description>Pemanfaatan Fly Ash - Bottom Ash sebagai Campuran Media Tanam Beberapa Tanaman Sayuran Daun
Sinaga, Marisa Liza Natalia
Fly ash dan bottom ash (FABA) merupakan limbah hasil pembakaran batu bara yang berpotensi dimanfaatkan sebagai campuran media tanam. Produksi FABA terus meningkat seiring meningkatnya penggunaan batu bara sebagai sumber energi, sehingga diperlukan pemanfaatannya untuk meningkatkan nilai guna sekaligus mengurangi dampak lingkungan. FABA mengandung unsur hara makro dan mikro yang berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis performa pertumbuhan dan produksi tanaman sayuran kangkung, bayam, dan pakcoy pada beberapa campuran media tanam FABA. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor pada tiga jenis tanaman sayuran, yaitu kangkung, bayam, dan pakcoy. Masing-masing tanaman diberi empat taraf perlakuan campuran media tanam yang sama dengan tiga ulangan untuk setiap jenis tanaman yang diuji. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, bobot segar, dan kandungan logam berat tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan M1 (0,05 kg FABA + 0,2 kg pupuk kandang sapi + 1,75 kg tanah) menghasilkan pertumbuhan dan produksi terbaik pada ketiga tanaman yang ditunjukkan dengan peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun, dan bobot segar. Analisis logam berat menunjukkan kandungan Pb, Cd, Cr, dan As berada di bawah batas deteksi alat sehingga FABA berpotensi dimanfaatkan sebagai campuran media tanam sayuran daun.; Fly ash and bottom ash (FABA) are coal combustion by products with potential as a growing media component. FABA production continues to increase with the growing use of coal as an energy source, highlighting the need to enhance its utilization while reducing environmental impacts. FABA contains macro and micro nutrients that support plant growth. This study aimed to analyze the growth and yield performance of water spinach, spinach, and pakcoy grown in FABA based growing media mixtures. The experiment used a single factor Randomized Complete Block Design (RCBD) on three leafy vegetable crops, namely water spinach, spinach, and pakcoy. Each crop received the same four growing media treatments with three replications. The observed parameters included plant height, number of leaves, stem diameter, leaf area, fresh weight, and heavy metal content. Treatment M1 (0,05 kg FABA + 0,2 kg cattle manure + 1,75 kg soil) produced the best growth and yield performance in all three crops, as indicated by greater plant height, number of leaves, stem diameter, leaf area, and fresh weight. Heavy metal analysis showed that Pb, Cd, Cr, and As concentrations were below the detection limits of the analytical instrument, indicating that FABA has potential as a growing media component for leafy vegetable cultivation.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179856">
<title>Pemanfaatan Asam Humat pada Pembibitan Kelapa Sawit di Lahan Sulfat Masam dengan Budidaya Jenuh Air</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179856</link>
<description>Pemanfaatan Asam Humat pada Pembibitan Kelapa Sawit di Lahan Sulfat Masam dengan Budidaya Jenuh Air
SIMORANGKIR, EDWARD BARCELLO
Usaha meningkatkan produktivitas melalui peremajaan tanaman menggunakan bibit berkualitas. Pembibitan di lahan marginal bisa menjadi solusi kebutuhan bibit kelapa sawit yang belum tercukupi. Lahan marginal merupakan lahan yang memiliki kualitas yang kurang mendukung dan memiliki banyak faktor pembatas, salah satunya pirit. Pengelolaan pirit dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya melalui budidaya jenuh air dan penggunaan asam humat. Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis asam humat optimum terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit dan meninjau pengaruh budidaya jenuh air terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan dua petak budidaya kering dan budidaya jenuh air. Kedua petak diberikan perlakuan dosis asam humat 4 taraf yaitu 0 g bibit?¹ (A1), 100 g bibit?¹ (A2), 200 g bibit?¹ (A3), 300 g bibit?¹ (A4). Penelitian ini menunjukkan dosis asam humat dan lingkungan budidaya tidak berpengaruh nyata terhadap parameter vegetatif tanaman, namun pada parameter destruktif terdapat perbedaan secara nyata pada karakter volume akar. Aplikasi asam humat dan budidaya jenuh air belum efektif dan efisien diterapkan di pembibitan kelapa sawit.; Improving oil palm productivity through replanting programs requires highquality seedlings. Nursery on marginal lands could be an alternative approach to increasing oil palm planting materials. Marginal lands generally possess unfavorable characteristics and various growth-limiting factors, including the presence of pyrite. The adverse effects of pyritic soils can be mitigated through soil saturated culture and the application of humic acid. This study aimed to determine the optimum humic acid dosage for seedling growth and to evaluate the effect of soil saturated culture for seedling growth. The experiment was conducted under two cultivation environments, namely conventional dry cultivation and soil saturated culture. Four humic acid dosages were applied in each environment: 0 g seedling?¹ (A1), 100 g seedling?¹ (A2), 200 g seedling?¹ (A3), and 300 g seedling?¹ (A4). The results indicated that humic acid application and cultivation environment did not significantly affect vegetative growth parameters. Significant differences were observed in destructive parameters, particularly root volume. Seedlings grown under soil saturated culture exhibited significantly greater root volume than those grown under conventional dry cultivation. These results suggest that soil saturated culture can improve root development significantyly and may be a promising strategy for producing oil palm seedlings on pyritic marginal lands.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179807">
<title>Pertumbuhan dan Produksi Biji Gulma Eceng Padi  (Monochoria vaginalis (Burm.f.) C.Presl ex Kunth) pada Berbagai Kadar Air  Media Tanam</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179807</link>
<description>Pertumbuhan dan Produksi Biji Gulma Eceng Padi  (Monochoria vaginalis (Burm.f.) C.Presl ex Kunth) pada Berbagai Kadar Air  Media Tanam
Tanuardi, Danutirta
Eceng padi (Monochoria vaginalis (Burm.f.) C.Presl ex Kunth) merupakan salah satu gulma pada lahan sawah yang menjadi pesaing tanaman padi dalam memperebutkan unsur hara, air, dan cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai kadar air media tanam terhadap pertumbuhan vegetatif dan reproduksi (produksi biji) gulma eceng padi. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Cikabayan Bawah, IPB University. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal dengan empat taraf kadar air media tanam 75%, 100%, 125%, dan 150% kapasitas lapang, masing-masing diulang sebanyak empat kali. Parameter yang diamati meliputi jumlah daun, waktu berbunga, jumlah bunga, jumlah buah, bobot basah buah, bobot kering buah, bobot basah gulma, bobot kering gulma, dan jumlah biji. Hasil penelitian menunjukkan eceng padi tetap mampu tumbuh dan bereproduksi pada seluruh taraf kadar air media tanam yang diuji. Perlakuan kadar air media tanam tidak berpengaruh terhadap jumlah daun, waktu berbunga, jumlah bunga, jumlah buah, bobot basah buah, bobot kering buah, bobot basah gulma, bobot kering gulma, maupun jumlah biji. Rentang kadar air media tanam 75% hingga 150% kapasitas lapang masih mampu mendukung pertumbuhan dan reproduksi gulma eceng padi.; Pickerelweed (Monochoria vaginalis (Burm.f.) C.Presl ex Kunth) is a weed in rice fields that competes with rice plants for nutrients, water and light. This research aims to determine the effect of various water levels of planting media on vegetative growth and reproduction (seed production) of pickerelweed. The research was carried out in the Cikabayan Bawah Greenhouse, IPB University. The experiment was structured using a single factor Randomized Complete Block Design (RCBD) with four levels of planting media water content of 75%, 100%, 125% and 150% field capacity, each repeated four times. The parameters observed included the number of leaves, flowering time, number of flowers, number of fruit, fruit wet weight, fruit dry weight, weed wet weight, weed dry weight, and number of seeds. The results of the research showed that pickerelweed was still able to grow and reproduce at all levels of water content in the planting media tested. The water content treatment of the planting medium had no effect on the number of leaves, flowering time, number of flowers, number of fruit, fruit wet weight, fruit dry weight, weed wet weight, weed dry weight, and number of seeds. The planting medium water content range of 75% to 150% field capacity is still able to support the growth and reproduction of pickerelweed.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
