<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120">
<title>UF - Landscape Architecture</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179867"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176852"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176032"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159494"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-17T18:20:02Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179867">
<title>Desain Lanskap SPN Polda Lampung Berbasis  Integrated Farming System (IFS) dalam Upaya Mendukung Program Ketahanan  Pangan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179867</link>
<description>Desain Lanskap SPN Polda Lampung Berbasis  Integrated Farming System (IFS) dalam Upaya Mendukung Program Ketahanan  Pangan
Athaya, Namira Rinda
Alih fungsi lahan pertanian di Provinsi Lampung mengancam produksi pangan nasional, sehingga optimalisasi lahan institusional seperti Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung menjadi sangat krusial. Penelitian ini bertujuan mendesain lanskap SPN Polda Lampung berbasis Integrated Farming System (IFS) dengan pendekatan Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) untuk mendukung ketahanan pangan. Metode deskriptif kualitatif diterapkan melalui observasi lapangan, survei drone, wawancara client dan pengguna, serta analisis fisik biofisik pada tapak seluas 2,5 ha. Hasil analisis mengidentifikasi potensi berupa kesuburan tanah Kambisol Eutrik dan ketersediaan air, namun memiliki kendala distribusi irigasi parsial, kelerengan curam, dan drainase rawan genangan. Konsep desain Way Sambayan dikembangkan dengan transformasi bentuk dari motif Tapis Lampung, menghasilkan tata ruang terintegrasi yang menghubungkan zona produksi (hortikultura, peternakan, perikanan), penerimaan, edukasi, dan rekreasi pasif. Penerapan infrastruktur ekologis berupa bioswale, constructed wetland, dan rumah kompos (closed-loop system) mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya lokal, mewadahi pelatihan siswa, serta mewujudkan model kemandirian pangan institusional yang berkelanjutan.; Agricultural land conversion in Lampung threatens national food production, making the optimization of institutional sites such as the State Police School (SPN) Polda Lampung crucial. This study aims to design the landscape of SPN Polda Lampung based on an Integrated Farming System (IFS) using the Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) approach to support food security. A descriptive qualitative method was applied through field observation, drone surveys, stakeholder interviews, and spatial microclimate analysis on a 2,5 ha. Analysis revealed strong potential in fertile Eutric Cambisols and available water sources, constrained by partial irrigation distribution, steep slopes, and flood-prone drainage. The Way Sambayan design concept was developed using form transformations from traditional Tapis Lampung motifs, yielding an integrated spatial layout connecting production zones (crops, livestock, aquaculture), reception, education, and passive recreation. Implementing ecological infrastructure including bioswales, constructed wetlands, and a composting unit (closed-loop system) enhances local resource efficiency, accommodates student training, and establishes a sustainable model for institutional food self-sufficiency.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176852">
<title>KAJIAN MANFAAT EKOLOGIS POHON DALAM MITIGASI UHI KOTA BUKITTINGGI, SUMATERA BARAT</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176852</link>
<description>KAJIAN MANFAAT EKOLOGIS POHON DALAM MITIGASI UHI KOTA BUKITTINGGI, SUMATERA BARAT
THOYBAH, REZKINO
Urban Heat Island (UHI) merupakan fenomena peningkatan suhu di perkotaan akibat alih fungsi lahan. Perkembangan perkotaan tidak diimbangi dengan penyediaan RTH, dengan RTH publik di Kota Bukittinggi hanya 11,4%. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial UHI, manfaat ekologis RTH, dan korelasinya terhadap penurunan suhu menggunakan NDVI, LST, UTFVI, i-Tree Canopy (600 titik), serta survei lapangan di 30 titik sampel. Hasil penelitian menunjukkan pusat kota memiliki suhu rata-rata tertinggi (30,62°C) kategori UHI strongest, sedangkan pinggiran kota terendah (20,62°C) kategori UHI excellent. Manfaat ekologis vegetasi mencapai 98,25 ton/tahun penyerapan polusi, 6,79 juta liter/tahun pencegahan limpasan, serapan karbon 19,94 kt CO2/tahun, dan penyimpanan karbon 263,74 kt CO2. Korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif cukup kuat antara NDVI dan LST (r = -0,677; ? &lt; 0,05). Overlay spasial NDVI, UTFVI, dan tutupan kanopi menghasilkan tiga kelas prioritas mitigasi UHI. Penelitian ini merekomendasikan strategi mitigasi UHI pada tiga zona prioritas, meliputi penanaman pohon peneduh, pengembangan taman kota, koridor hijau, serta green roof dan green wall.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176032">
<title>Redesain Taman Masjid Agung At-Tin Jakarta Timur Berbasis Konsep Taman Islami</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176032</link>
<description>Redesain Taman Masjid Agung At-Tin Jakarta Timur Berbasis Konsep Taman Islami
Mustaqim, Muhammad Naufal
Masjid merupakan institusi penting dalam kehidupan umat Islam yang berfungsi sebagai tempat ibadah, sosial, pendidikan, dan budaya. Masjid Agung At-Tin sebagai salah satu masjid terbesar di Jakarta Timur memiliki potensi besar sebagai landmark religius perkotaan, namun kondisi lanskap eksisting belum sepenuhnya mencerminkan prinsip taman Islami. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter lanskap, menganalisis potensi dan kendala kawasan, serta merumuskan desain berbasis konsep taman Islami melalui pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menghasilkan rancangan lanskap Masjid Agung At-Tin dengan konsep The Divine Oasis yang mengintegrasikan aspek agama, sosial, edukasi, dan ekologi melalui penataan ruang, elemen air, vegetasi, ruang komunal, serta fasilitas pendukung untuk mewujudkan lanskap masjid yang nyaman, inklusif, dan berkelanjutan. Rancangan ini diharapkan mampu memperkuat identitas Islami kawasan serta meningkatkan kenyamanan, kualitas lingkungan, dan pengalaman spiritual pengunjung.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159494">
<title>Evaluasi Pengelolaan Lanskap Wisata Papandayan Leisure Park, Kabupaten Garut</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/159494</link>
<description>Evaluasi Pengelolaan Lanskap Wisata Papandayan Leisure Park, Kabupaten Garut
Farid, Tasep Miftah
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki dampak besar dalam&#13;
peningkatan pemasukan negara serta peningkatan lapangan kerja melalui&#13;
pemanfaatan kekayaan alam dan budaya di kota-kota Indonesia sebagai destinasi&#13;
wisata. Kabupaten Garut memiliki berbagai jenis objek wisata meliputi wisata&#13;
kampung adat, pantai, pegunungan, pantai hingga wisata kuliner. Pada lereng&#13;
Gunung Papandayan terdapat satu objek wisata yang bernama Papandayan Leisure&#13;
Park. Potensi keindahan lanskap dikombinasikan dengan penataan fasilitas untuk&#13;
mengoptimalkan kegiatan wisata. Penurunan jumlah pengunjung di objek wisata&#13;
ini terjadi pada periode waktu 2018 sampai 2023, sehingga kegiatan evaluasi&#13;
diperlukan untuk merumuskan solusi atas masalah-masalah pengelolaan lanskap&#13;
yang ada dengan menggunakan pendekatan kualitas visual, pola aktivitas, serta&#13;
persepsi dan preferensi pengunjung. Tujuan penelitian ini antara lain: menganalisis&#13;
kualitas visual lanskap dan pola aktivitas pengunjung, menganalisis persepsi dan&#13;
preferensi pengunjung terkait kegiatan wisata, serta memberikan rekomendasi&#13;
pengelolaan lanskap wisata Papandayan Leisure Park. Proses pengelolaan data akan&#13;
menggunakan metode Scenic Beauty Estimation (SBE), Behavior Mapping serta&#13;
statistika deskriptif. Poin-poin inventarisasi dan analisis data dimasukkan kedalam&#13;
poin faktor-faktor kekuatan (S), kelemahan (W), peluang (O) dan ancaman (T)&#13;
dalam penyusunan produk akhir berupa rekomendasi rencana pengelolaan lanskap.&#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar lanskap Papandayan Leisure&#13;
Park memiliki kualitas visual sedang (44%) dengan pemanfaatan aktivitas paling&#13;
banyak di area utara. Pengunjung menilai bahwa elemen-elemen lanskap memiliki&#13;
kondisi fisik yang kurang baik. Kecenderungan penilaian yang sama juga terlihat&#13;
pada aspek kebersihan, informasi, dan promosi. Selanjutnya, mayoritas pengunjung&#13;
menginginkan adanya peningkatan frekuensi dan pengawasan pemeliharaan&#13;
lanskap, peningkatan aktivitas promosi lanskap, serta pengoptimalan ruang&#13;
aktivitas. Pada penelitian ini diperoleh sebanyak empat jenis rekomendasi yaitu S –&#13;
O, S – T, W – O dan W – T dengan total empat belas poin rencana pengelolaan&#13;
lanskap wisata Papandayan Leisure Park.
</description>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
