<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/114">
<title>UT - Aquaculture</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/114</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173387"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173373"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173182"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173125"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-06-13T10:33:57Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173387">
<title>Analisis Parameter Kualitas Air dan Glukosa Darah Terhadap  Kinerja Produksi Ikan Nila Di BRBIH Depok</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173387</link>
<description>Analisis Parameter Kualitas Air dan Glukosa Darah Terhadap  Kinerja Produksi Ikan Nila Di BRBIH Depok
SARAH, SITI
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya air tawar yang memiliki pertumbuhan cepat dan kontribusi penting terhadap produksi perikanan nasional. Kualitas air dan respons fisiologis melalui kadar glukosa darah memengaruhi proses budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara parameter kualitas air dan glukosa darah terhadap kinerja produksi ikan nila di Balai Riset Budidaya Ikan Hias, Depok. Data penelitian termasuk data sekunder dari 6 kolam pengamatan (K1, K2, K3, K4, K5, K6). Hasil kinerja produksi menunjukkan kolam 1 memiliki produktivitas lebih tinggi yaitu 2,032 kg/m² dibandingkan kolam 6 yaitu 1,357 kg/m². Parameter kualitas air dan kadar glukosa darah berpengaruh terhadap kinerja produksi ikan nila di kolam Balai Riset Budidaya Ikan Hias Depok yaitu terdapat ketidaksesuaian kondisi kualitas air yang memicu stres fisiologis pada ikan, berdampak pada peningkatan glukosa darah dan berpotensi menurunkan kinerja produksi. Semakin tinggi kadar glukosa darah (-0,98) dan fosfat (-0,96) semakin rendah nilai produktivitas di kolam pengamatan, sedangkan semakin tinggi nilai suhu pagi (0,83), suhu siang (0,88), DO pagi (0,99), DO siang (0,91) dan TPC (0,88) semakin tinggi nilai produktivitas.; Nile tilapia (Oreochromis niloticus) is a freshwater aquaculture species known for its rapid growth and significant contribution to national fisheries production. Quality and its physiological response, as reflected in blood glucose levels are influencing factors. This study aims to analyze the relationship between water quality parameters and blood glucose levels on the production performance of Nile tilapia at the Ornamental Fish Aquaculture Research Center in Depok. The research data included secondary data from six observation ponds (K1, K2, K3, K4, K5, K6). Production performance results showed that pond 1 had higher productivity, namely 2.032 kg/m². The higher the blood glucose levels (-0.98) and phosphate levels (-0.96), the lower the productivity in the observation ponds; conversely, the higher the morning temperature (0.83), afternoon temperature (0.88), morning dissolved oxygen (0.99), afternoon dissolved oxygen (0.91), and total phosphorus content (0.88), the higher the productivity.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173373">
<title>Pertumbuhan, Ekspresi Gen GH, dan Ghrelin Ikan Nila Nirwana (Oreochromis niloticus) Pascacekam Salinitas</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173373</link>
<description>Pertumbuhan, Ekspresi Gen GH, dan Ghrelin Ikan Nila Nirwana (Oreochromis niloticus) Pascacekam Salinitas
ANSORI, ELVARETTA CAHYA CAMILLA
ELVARETTA CAHYA CAMILLA ANSORI. Pertumbuhan, Ekspresi Gen GH dan &#13;
Ghrelin Ikan Nila Nirwana (Oreochromis niloticus) Pascacekam Salinitas. &#13;
Dibimbing oleh ALIMUDDIN dan DINAR TRI SOELISTYOWATI. &#13;
Cekaman salinitas merupakan faktor lingkungan yang dapat memengaruhi &#13;
respons fisiologis ikan melalui tekanan osmotik. Ikan nila (Oreochromis niloticus) &#13;
bersifat euryhaline sehingga memiliki kemampuan adaptasi terhadap perubahan &#13;
salinitas. Penelitian ini menganalisis ekspresi gen growth hormone (GH) dan &#13;
ghrelin serta hubungannya dengan performa pertumbuhan ikan nila nirwana yang &#13;
diberi cekaman salinitas sejak usia benih. Penelitian menggunakan rancangan acak &#13;
lengkap dengan dua perlakuan, yaitu kontrol dan cekaman salinitas 20 ppt selama &#13;
8 jam, masing-masing tiga ulangan. Benih pascacekaman dipelihara di media air &#13;
tawar selama 75 hari. Parameter yang diamati meliputi kualitas air, tingkat &#13;
kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik, bobot dan panjang akhir, biomassa, &#13;
serta ekspresi gen GH dan ghrelin yang dianalisis menggunakan qPCR dengan ß&#13;
actin sebagai gen referensi. Hasil menunjukkan bahwa cekaman salinitas &#13;
meningkatkan ekspresi gen GH dan ghrelin pada ikan yang mampu bertahan hidup &#13;
hingga akhir pemeliharaan, dan biomassa akhir lebih tinggi pada kelompok ikan &#13;
jantan perlakuan. &#13;
Kata kunci: Cekaman salinitas, ekspresi gen, ghrelin, growth hormone, ikan nila &#13;
nirwana.; ELVARETTA CAHYA CAMILLA ANSORI. Growth, GH and Ghrelin Gene Expression of Nirwana Tilapia (Oreochromis niloticus) After Salinity Stress. Supervised by ALIMUDDIN and DINAR TRI SOELISTYOWATI.&#13;
Salinity stress is an environmental factor that can influence the physiological responses of fish through osmotic pressure. Nile tilapia (Oreochromis niloticus) is a euryhaline species with the ability to adapt to changes in salinity. This study analyzed the expression of growth hormone (GH) and ghrelin genes and their relationship with the growth performance of Nirwana tilapia strain subjected to salinity stress since the juvenile stage. The experiment used a completely randomized design with two treatments, namely a control and salinity stress of 20 ppt for 8 hours, each with three replicates. The juveniles were reared in freshwater for 75 days after the stress treatment. The observed parameters included water quality, survival rate, specific growth rate, final weight and length, biomass, and the expression of GH and ghrelin genes analyzed using qPCR with ß-actin as the reference gene. The results showed that salinity stress increased the expression of GH and ghrelin genes in fish that survived until the end of the rearing period, and higher final biomass in the male fish treatment group.&#13;
Keywords: Gene expression, ghrelin, growth hormone, nirwana tilapia, salinity stress.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173182">
<title>Penambahan Tepung Daun Insulin dan Tepung Daun Kayu Manis pada Pakan terhadap Pertumbuhan Ikan Gurami (Osphronemus goramy)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173182</link>
<description>Penambahan Tepung Daun Insulin dan Tepung Daun Kayu Manis pada Pakan terhadap Pertumbuhan Ikan Gurami (Osphronemus goramy)
Maheswari, Sekar Sakanti
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik penambahan tepung&#13;
daun insulin (DI) dan tepung daun kayu manis (DKM) pada pakan terhadap&#13;
pertumbuhan ikan gurami (Osphronemus goramy). Penelitian dilakukan dengan&#13;
lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu kontrol (tanpa penambahan DI dan DKM);&#13;
1,5% DI; 0,5% DKM; 1,5% DI + 0,5% DKM; dan 0,75% DI + 0,25% DKM. Ikan&#13;
gurami dipelihara sebanyak 10 ekor dengan bobot 1,11±0,01g dalam satu akuarium&#13;
berukuran 50x40x40cm selama 30 hari. Pakan uji dibuat dengan metode coating&#13;
pakan komersial dan pemberian dilakukan 3 kali sehari. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan penambahan kombinasi dosis 0,75% DI + 0,25% DKM&#13;
menghasilkan ikan dengan bobot akhir, jumlah konsumsi pakan, rasio konversi&#13;
pakan, laju pertumbuhan spesifik, dan rasio efisiensi protein terbaik dibandingkan&#13;
kontrol.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173125">
<title>Suplementasi tepung daun insulin, daun kayu manis dan kombinasinya pada pakan terhadap kinerja pertumbuhan ikan lele</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173125</link>
<description>Suplementasi tepung daun insulin, daun kayu manis dan kombinasinya pada pakan terhadap kinerja pertumbuhan ikan lele
Prana, Lalu Wira Candra
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh suplementasi tepung daun insulin (DI), daun kayu manis (DKM) dan kombinasinya terhadap kinerja pertumbuhan ikan lele. Penelitian ini menggunakan lima pakan uji yaitu kontrol; 1%DI; 1,5%DKM; 0,5%DI+0,75%DKM; dan 1%DI+1,5%DKM, setiap perlakuan menggunakan tiga ulangan. Rata-rata bobot awal individu ikan lele (Clarias gariepinus) adalah 3,36±0,04 g yang dipelihara sebanyak 10 ekor dalam akuarium berukuran 60×50×40 cm³. Masa pemeliharaan berlangsung selama 60 hari dengan pemberian pakan sebanyak dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 0,5%DI+0,75%DKM dan 1%DI+1,5%DKM tidak berbeda nyata terhadap biomassa akhir (Bt), bobot akhir individu (Wt), rasio konversi pakan (RKP), dan rasio efisiensi protein (REP) ikan jika dibandingkan kontrol (p&gt;0,05). Namun, penambahan dosis tunggal 1%DI dan 1,5%DKM meningkatkan kinerja pertumbuhan ikan lele (p&lt;0,05). Pemberian kombinasi tepung daun insulin dan tepung daun kayu manis tidak berpengaruh terhadap kinerja pertumbuhan ikan lele.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
