<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/114">
<title>UT - Aquaculture</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/114</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172660"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172578"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172566"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172537"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-04-08T19:05:01Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172660">
<title>Analisis Kinerja Produksi dan Kelayakan Finansial Budidaya Ikan Diskus (Symphysodon sp.) di Jade Discus Farm, Cibinong, Bogor</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172660</link>
<description>Analisis Kinerja Produksi dan Kelayakan Finansial Budidaya Ikan Diskus (Symphysodon sp.) di Jade Discus Farm, Cibinong, Bogor
Ridhwanah, Afina Faza
Ikan diskus merupakan spesies endemik dari wilayah Sungai Amazon, yang memiliki corak tubuh yang berwarna-warni, sehingga menjadi daya tarik utama bagi para pembudidaya. Meskipun memiliki banyak strain yang dibudidayakan, Jade Discus Farm masih mengalami permasalahan produksi seperti tingkat kelangsungan hidup ikan diskus masih di bawah 50%. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja produksi, kelayakan finansial dan sensitivitas dalam budidaya ikan diskus di Jade Discus Farm. Metode penelitian dilakukan secara noneksperimental. Data yang dikumpulkan dalam aspek produksi yaitu TKH, LPMP, KKP, serta produktivitas. Sedangkan pada aspek finansial yaitu analisis usaha dan analisis finansial meliputi NPV, net B/C ratio, IRR, dan PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blue mercury menghasilkan rata-rata fekunditas 237 butir telur dan paling tinggi dibandingkan dengan yang lain. Nilai TKH antarstrain tidak jauh berbeda dan berkisar 39,02-44,27%. Kelayakan finansial tertinggi diperoleh blue mercury dengan nilai NPV Rp453.547.260. Hal ini menunjukkan bahwa usaha layak dijalankan.; Discus fish are endemic to the Amazon River region, with their colorful body patterns, making them a major attraction for farmers. Despite cultivating numerous strains, Jade Discus Farm still experiences production challenges, such as a survival rate below 50%. This study was conducted to analyze production performance, financial feasibility, and sensitivity in discus fish cultivation at Jade Discus Farm. Data collected for the production aspect included survival rate, absolute growth rate, coefficient of variation of length, and productivity. Meanwhile, for the financial aspect, data were collected from business and financial analysis, including NPV, net B/C ratio, IRR, and PP. The research results showed that the blue mercury strain produced an average fecundity of 237 eggs, the highest compared to the others. The SR values between strains were not significantly different, ranging from 39.02 to 44.27%. The highest financial feasibility was achieved by blue mercury, with a value of IDR 453,547,260. This indicates that the business is feasible.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172578">
<title>Pengaruh Penambahan Biji Kara Benguk (Mucuna pruriens) pada Pakan terhadap Nisbah Kelamin Ikan Gupi (Poecilia reticulata)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172578</link>
<description>Pengaruh Penambahan Biji Kara Benguk (Mucuna pruriens) pada Pakan terhadap Nisbah Kelamin Ikan Gupi (Poecilia reticulata)
Alfathiyya, Shabrina
Produksi ikan gupi monoseks bertujuan untuk menghasilkan salah satu jenis&#13;
kelamin ikan, dengan sex reversal sebagai salah satu metode yang banyak&#13;
digunakan karena dinilai efektif. Penggunaan hormon sintetis dalam hal ini perlu&#13;
dikurangi karena dapat menimbulkan dampak negatif, sehingga bahan alami dapat&#13;
digunakan sebagai alternatif. Tanaman kacang-kacangan diketahui memiliki&#13;
berbagai kandungan fitokimia pendukung yang dapat memengaruhi diferensiasi&#13;
kelamin ikan. Salah satunya kacang kara benguk yang pada penelitian ini akan&#13;
dievaluasi pengaruhnya terhadap rasio kelamin ikan gupi. Penelitian ini bertujuan&#13;
menganalisis pengaruh penambahan biji kara benguk pada pakan terhadap nisbah&#13;
kelamin ikan gupi. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap&#13;
dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, meliputi perlakuan kontrol tanpa&#13;
penambahan biji kara benguk, KBS (serbuk biji kara benguk 5g/kg pakan), EKB01&#13;
(ekstrak biji kara benguk 1g/kg pakan), EKB03 (ekstrak biji kara benguk 3g/kg&#13;
pakan), dan EKB05 (ekstrak biji kara benguk 5g/kg pakan). Hasil percobaan&#13;
menunjukkan biji kara benguk mampu meningkatkan nisbah kelamin betina dengan&#13;
nilai tertinggi pada perlakuan KBS sebesar 88,47±5,70% dan EKB05 sebesar&#13;
83,45±0,90%, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan secara statistik&#13;
(P&lt;0,05) dibandingkan dengan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan serbuk dan&#13;
ekstrak biji kara benguk bersifat estrogenik sehingga dapat digunakan sebagai&#13;
alternatif dalam feminisasi serta induksi maturasi pada ikan betina.; Monosex guppy production is widely practiced to obtain a specific sex, with&#13;
sex reversal as one of the most widely used methods. However, the use of synthetic&#13;
hormones needs to be reduced due to its negative impacts, making natural-based&#13;
alternatives a promising option. Leguminous plants such as velvet bean seeds are&#13;
known to contain various phytochemical compounds that may influence sex&#13;
differentiation in fish and will be evaluated in this study. This study aimed to&#13;
analyze the effect of dietary supplementation of velvet bean seed on the sex ratio of&#13;
guppies. The experiment used a completely randomized design with five treatments&#13;
and three replications, including control without velvet bean seeds addition, KBS&#13;
(velvet bean powder 5g/kg feed), EKB01 (velvet bean extract 1g/kg feed), EKB03&#13;
(velvet bean extract 3g/kg feed), EKB05 (velvet bean extract 5g/kg feed). The&#13;
results showed that velvet bean seeds were able to increase female sex ratio with&#13;
the highest percentage in KBS treatment of 88.47±5.70% and EKB05 treatment of&#13;
83.45±0.90% that differed significantly from the control (P&lt;0,05). The results&#13;
indicated that velvet bean seed powder and extract exhibited estrogenic activity and&#13;
may serve as alternatives for feminization and induction of maturation in female&#13;
fish.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172566">
<title>Efektifitas Durasi Perendaman Larva Pada Maskulinisasi Ikan Blue Polar Cichlid Menggunakan Air Kelapa (Cocos nucifera)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172566</link>
<description>Efektifitas Durasi Perendaman Larva Pada Maskulinisasi Ikan Blue Polar Cichlid Menggunakan Air Kelapa (Cocos nucifera)
Nugroho, Nurul Alya Salsabila
Ikan blue polar cichlid merupakan ikan hias dengan keunikan warna biru khas dan pita hitam melingkari tubuhnya, dan pada ikan jantan menunjukkan corak warna dan bentuk yang lebih menarik dibandingkan ikan betina sehingga maskulinisasi berpotensi meningkatkan proporsi jantan dalam populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektifitas maskulinasi melalui perendaman larva berumur 10 hari menggunakan air kelapa dosis 35% dengan lama perendaman berbeda terhadap rasio jenis kelamin jantan ikan blue polar cichlid. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Perendaman larva dengan air kelapa dosis 35% selama 5 jam (P1), 10 jam (P2), 15 jam (P3) dibandingkan dengan kontrol tanpa perendaman dalam air kelapa (P0) dan perendaman menggunakan 17a- methyltestosterone 1,8 mg/L air selama 8 jam (MT). Hasil penelitian menunjukan perendaman larva dalam air kelapa selama 15 jam meningkatkan nisbah kelamin jantan dan tidak berdampak buruk terhadap tingkat kelangsungan hidup selama perendaman sebesar 81±0,33% dan tingkat kelangsungan hidup selama pemeliharaan sebesar 100%. Namun presentase kelamin jantan ikan blue polar cichlid dengan air kelapa selama 15 jam lebih kecil yaitu 87,15±8,88% dibandingkan perlakuan MT yaitu sebesar 91,11±10,18%. Hal ini membuktikan bahwa air kelapa dapat meningkatkan presentase kelamin jantan ikan blue polar cichlid tetapi tidak lebih efektif dibandingkan MT.; The blue polar cichlid is an ornamental fish known for its distinctive blue color and black stripes encircling its body, and in males, it shows more attractive color patterns and shapes compared to females, making masculinization potentially increase the proportion of males in the population. This study aims to evaluate the effectiveness of masculinization through soaking 10-day-old larvae in 35% coconut water with different soaking durations on the male-to-female sex ratio of blue polar cichlids. The study was conducted using a completely randomized design (RAL) consisting of five treatments with three replicates. Larvae were soaked in 35% coconut water for 5 hours (P1), 10 hours (P2), and 15 hours (P3), compared to a control without coconut water soaking (P0) and soaking using 17a- methyltestosterone at 1.8 mg/L of water for 8 hours (MT). The study results showed that soaking larvae in coconut water for 15 hours increased the  male sex ratio and did not adversely affect the survival rate during soaking at 81±0,03% and the survival rate during maintenance at 100%. However, the percentage of male blue polar cichlid fish using coconut water for 15 hours was lower at 87,15±8,88% compared to the MT treatment, which was 91,11±10,18%. This proves that coconut water can increase the percentage of male blue polar cichlid fish but is not more effective than MT
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172537">
<title>Paparan Spektrum Cahaya Merah menggunakan Lampu LED Terhadap Kinerja Produksi dan Kecerahan Warna Ikan Komet (Carassius auratus)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172537</link>
<description>Paparan Spektrum Cahaya Merah menggunakan Lampu LED Terhadap Kinerja Produksi dan Kecerahan Warna Ikan Komet (Carassius auratus)
Saharso, Muhammad Huwaidi Mufid
Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja produksi, kecerahan warna, dan kinerja usaha ikan komet (Carassius auratus) dengan paparan spektrum cahaya merah dengan menggunakan lampu LED. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap terdiri dari dua perlakuan dengan tiga ulangan. Perlakuan meliputi pemaparan ikan komet dengan cahaya merah menggunakan lampu LED selama 12 jam per hari dan kontrol menggunakan cahaya ruang. Penelitian dilakukan selama 42 hari. Parameter penelitian dianalisis menggunakan one way analysis of variance (ANOVA), repeated measure ANOVA, serta uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemaparan spektrum cahaya merah menunjukkan kinerja produksi dan kecerahan warna yang tidak berbeda nyata secara statistik dengan kontrol (P&gt;0,05) Kinerja usaha menunjukkan perlakuan pemaparan spektrum cahaya merah memberikan keuntungan terbaik (Rp6.844.326 per tahunnya), R/C ratio lebih tinggi sebesar 1,30, dan payback period tersingkat selama 1 tahun 10 bulan (1,82) dibandingkan kontrol. Penelitian lanjutan disarankan untuk menggunakan spektrum warna cahaya yang berbeda.; This study aims to analyze the production performance, color brightness, and business performance of comet fish (Carassius auratus) with exposure to red light spectrum using LED lamps. The study used a completely randomized design consisting of two treatments with three replicates. The treatments included exposing comet fish to red light using LED lamps for 12 hours per day and a control using room light. The study was conducted over 42 days. The research parameters were analyzed using one-way analysis of variance (ANOVA), repeated measures ANOVA, and Tukey's test. The results showed that the red light spectrum exposure treatment did not show a statistically significant difference in production performance and color brightness compared to the control (P&gt;0,05). Business performance showed that the red light spectrum exposure treatment provided the best profit (Rp6.844.326 per year), a higher R/C ratio of 1,30, and the shortest payback period of 1 year and 10 months (1,82) compared to the control. Further research is recommended to use different light color spectra.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
