<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113">
<title>UF - Aquatic Resources Management</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177803"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177796"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177655"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177599"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-08-08T02:41:02Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177803">
<title>Strategi Pengelolaan Ekowisata Pantai Pasir Perawan di  Pulau Pari, Kepulauan Seribu dengan Pendekatan Ekologi dan Sosial</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177803</link>
<description>Strategi Pengelolaan Ekowisata Pantai Pasir Perawan di  Pulau Pari, Kepulauan Seribu dengan Pendekatan Ekologi dan Sosial
NOVITASARI
Pantai Pasir Perawan merupakan destinasi wisata utama di Pulau Pari yang &#13;
memiliki potensi alam tinggi tetapi peningkatan aktivitas wisata yang tidak disertai &#13;
pengelolaan yang tepat dapat menimbulkan tekanan terhadap lingkungan. &#13;
Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian potensi ekowisata, daya dukung &#13;
kawasan, persepsi wisatawan dan masyarakat lokal, nilai ekonomi wisata serta &#13;
merumuskan strategi pengelolaan ekowisata. Metode yang digunakan meliputi &#13;
analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), daya dukung kawasan (DDK), analisis &#13;
persepsi, analisis permintaan wisata dan surplus konsumen, serta analisis SWOT. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan Pantai Pasir Perawan memiliki potensi sumber daya &#13;
yang sesuai untuk dikembangkan menjadi kawasan ekowisata. Nilai daya dukung &#13;
kawasan sebesar 27 orang per hari menunjukkan perlunya pengelolaan kunjungan. &#13;
Persepsi wisatawan berada pada kategori baik dan persepsi masyarakat yang positif &#13;
menjadi modal penting dalam pengembangan ekowisata. Surplus konsumen &#13;
sebesar Rp10.125 per individu per kunjungan dengan estimasi nilai ekonomi wisata &#13;
sebesar Rp1.046.780.135 per tahun. Strategi pengelolaan diarahkan pada &#13;
penyusunan konsep ekowisata berbasis kelestarian lingkungan, pengendalian &#13;
aktivitas dan pengawasan lingkungan, penguatan tata kelola dan penataan fasilitas, &#13;
serta peningkatan kapasitas dan keterlibatan masyarakat lokal.; Pasir Perawan Beach is one of the main tourist destinations on Pari Island and &#13;
has high natural potential. However, increasing tourism activities without proper &#13;
management may create pressure on the environment. This study aimed to analyze &#13;
ecotourism suitability, carrying capacity, tourist and local community perceptions, &#13;
economic value, and to formulate ecotourism management strategies. The methods &#13;
used included the Tourism Suitability Index, tourism carrying capacity analysis, &#13;
perception analysis, tourism demand and consumer surplus analysis, and SWOT &#13;
analysis. The results showed that Pasir Perawan Beach has natural resources that &#13;
are suitable for ecotourism development. The carrying capacity was 27 visitors per &#13;
day, indicating the need for visitor management. Tourist perceptions were &#13;
categorized as good, while positive community perceptions were considered an &#13;
important asset for ecotourism development. Consumer surplus was estimated at &#13;
IDR 10,125 per person per visit, with an annual tourism economic value of IDR &#13;
1,046,780,135. The management strategies were directed toward developing an &#13;
ecotourism concept based on environmental sustainability, controlling tourism &#13;
activities and strengthening environmental monitoring, improving governance and &#13;
facility management, and enhancing the capacity and involvement of local &#13;
communities.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177796">
<title>Strategi Pengelolaan Ekosistem Lamun di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177796</link>
<description>Strategi Pengelolaan Ekosistem Lamun di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu
Jaztika, Imam
Ekosistem lamun memiliki peran penting dalam mendukung fungsi ekologis&#13;
wilayah pesisir, namun keberadaannya masih menghadapi tekanan dari aktivitas&#13;
manusia dan perubahan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menganalisis kondisi ekologis ekosistem lamun, kondisi lingkungan perairan, serta&#13;
merumuskan rekomendasi pengelolaan alternatif ekosistem lamun di Pulau Tidung&#13;
Kecil, Kepulauan Seribu. Pengambilan data lamun dilakukan pada 10 stasiun&#13;
menggunakan metode transek kuadrat, sedangkan parameter kualitas perairan&#13;
diukur secara in situ. Analisis data meliputi persentase tutupan, kerapatan, distribusi,&#13;
indeks struktur komunitas, Principal Component Analysis (PCA), dan Analytical&#13;
Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem lamun&#13;
tersusun atas empat jenis, yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii,&#13;
Halophila ovalis, dan Cymodocea rotundata. Tutupan lamun total berkisar antara&#13;
28,03–48,30% dan termasuk kategori sedang. Kerapatan lamun tertinggi terdapat&#13;
pada Stasiun 10, sedangkan terendah pada Stasiun 9. Hasil PCA menunjukkan&#13;
bahwa variasi kondisi lamun berasosiasi dengan kombinasi parameter kualitas&#13;
perairan. Hasil AHP menunjukkan bahwa kerapatan lamun, kepatuhan terhadap&#13;
aturan, dan pemerintah daerah menjadi prioritas utama dalam pengelolaan. Strategi&#13;
pengelolaan diarahkan pada pemantauan ekologi, peningkatan kepatuhan, dan&#13;
penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan.; Seagrass ecosystems play a vital role in supporting the ecological functions&#13;
of coastal environments. However, their sustainability continues to be threatened&#13;
by anthropogenic activities and changes in environmental conditions. This study&#13;
aimed to analyze the ecological condition of seagrass ecosystems, assess the&#13;
environmental condition of the surrounding waters, and formulate alternative&#13;
management recommendations for seagrass ecosystems on Tidung Kecil Island,&#13;
Kepulauan Seribu. Seagrass data were collected from ten sampling stations using&#13;
the quadrat transect method, while water quality parameters were measured in situ.&#13;
Data analysis included seagrass cover percentage, density, distribution pattern,&#13;
community structure indices, Principal Component Analysis (PCA), and the&#13;
Analytical Hierarchy Process (AHP). The results revealed that the seagrass&#13;
ecosystem consisted of four species: Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii,&#13;
Halophila ovalis, and Cymodocea rotundata. Total seagrass cover ranged from&#13;
28.03% to 48.30%, indicating a moderate cover category. The highest seagrass&#13;
density was recorded at Station 10, whereas the lowest density was observed at&#13;
Station 9. PCA results indicated that variations in seagrass ecological conditions&#13;
were associated with a combination of water quality parameters. The AHP analysis&#13;
identified seagrass density, compliance with regulations, and local government as&#13;
the highest priorities in seagrass ecosystem management. Accordingly, the&#13;
proposed management strategies focus on ecological monitoring, improving&#13;
regulatory compliance, and strengthening coordination among stakeholders.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177655">
<title>Pengaruh Aktivitas Snorkeling terhadap Kerusakan Karang di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177655</link>
<description>Pengaruh Aktivitas Snorkeling terhadap Kerusakan Karang di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat
PATRICIA, CAREEN
Aktivitas wisata snorkeling yang meningkat berpotensi memberikan tekanan terhadap ekosistem terumbu karang melalui kontak fisik wisatawan dengan karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas snorkeling terhadap tingkat kerusakan terumbu karang serta menganalisis perilaku snorkeling yang berpotensi merusak kondisi terumbu karang dan faktor-faktor yang memengaruhi kerusakan karang di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT), pengamatan perilaku wisatawan, dan kuesioner. Analisis data menggunakan perangkat lunak CPCe dan Coral Damage Index (CDI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi dengan aktivitas snorkeling tinggi memiliki tutupan karang hidup sebesar 4% (buruk), sedangkan lokasi dengan aktivitas rendah memiliki tutupan karang hidup sebesar 65% (baik). Nilai CDI pada kedua lokasi termasuk dalam kategori rusak. Perilaku wisatawan seperti menginjak, menyentuh, dan kontak fisik langsung (coral trampling) berpotensi meningkatkan kerusakan terumbu karang.; The increasing snorkeling tourism activity has the potential to put pressure on coral reef ecosystems through physical contact between tourists and the corals. This study aims to find out the impact of snorkeling activities on the level of coral reef damage, as well as to analyze snorkeling behaviors that may harm the coral reef conditions and the factors that affect coral damage in Gili Trawangan, West Nusa Tenggara. Data collection was carried out using the Underwater Photo Transect (UPT) method, tourist behavior observations, and questionnaires. Data analysis was conducted using CPCe software and the Coral Damage Index (CDI). The results showed that areas with high snorkeling activity had a live coral cover of 4% (poor), while areas with low activity had a live coral cover of 65% (good). The CDI values at both locations were classified as damaged. Tourist behaviors like stepping on, touching, and direct physical contact (coral trampling) can increase damage to coral reefs.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177599">
<title>Efisiensi Natrium Perkarbonat dalam Advanced Oxidation Process (AOP) terhadap Penurunan Parameter Pencemar Air Limbah Restoran</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177599</link>
<description>Efisiensi Natrium Perkarbonat dalam Advanced Oxidation Process (AOP) terhadap Penurunan Parameter Pencemar Air Limbah Restoran
MAULANA, ADRYAN NOVIANSYAH
Air limbah restoran mengandung bahan organik dan padatan tersuspensi yang dapat menurunkan kualitas perairan apabila dibuang tanpa pengolahan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi kandungan pencemar tersebut adalah Advanced Oxidation Process (AOP). Penelitian ini dilakukan untuk menentukan dosis natrium perkarbonat dan waktu ozonisasi yang paling efisien dalam menurunkan kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Total Suspended Solids (TSS) pada air limbah restoran, serta mengkaji potensinya sebagai pengganti hidrogen peroksida dalam sistem AOP. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan dua dosis natrium perkarbonat, yaitu 25 mg/L dan 100 mg/L, serta tiga waktu ozonisasi, yaitu 15, 30, dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan mampu menurunkan nilai BOD dan TSS dibandingkan kontrol. Penurunan BOD terbaik diperoleh pada perlakuan dosis 25 mg/L dengan waktu ozonisasi 30 menit (D1W2), sedangkan penurunan TSS terbaik terjadi pada dosis 25 mg/L dengan waktu ozonisasi 15 menit (D1W1). Berdasarkan analisis matriks pengambilan keputusan, perlakuan D1W2 menjadi kombinasi terbaik dengan efisiensi penurunan BOD sebesar 24,88% dan TSS sebesar 51,43%. Meskipun hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan (p&gt;0,05), natrium perkarbonat tetap menunjukkan potensi sebagai sumber oksidator alternatif dalam sistem AOP untuk pengolahan air limbah restoran.; Restaurant wastewater contains organic matter and suspended solids that can degrade water quality if discharged without proper treatment. One method that can be applied to reduce these pollutants is the Advanced Oxidation Process (AOP). This study to determine the most effective sodium percarbonate dosage and ozonation duration for reducing Biochemical Oxygen Demand (BOD) and Total Suspended Solids (TSS) in restaurant wastewater, as well to evaluate its potential as an alternative to hydrogen peroxide in AOP systems. A factorial experimental design was employed using two sodium percarbonate dosages (25 mg/L and 100 mg/L) and three ozonation durations, 15, 30, and 60 minutes. The results showed that all treatments reduced BOD and TSS concentrations compared with the control. The greatest BOD reduction was achieved at 25 mg/L sodium percarbonate with 30 minutes of ozonation (D1W2), while the highest TSS reduction occurred at 25 mg/L with 15 minutes of ozonation (D1W1). Based on the decision matrix analysis, D1W2 was identified as the optimal treatment, achieving BOD and TSS reduction efficiencies of 24,88% and 51,43%, respectively. Although statistical analysis indicated no significant differences among treatments (p &gt; 0,05), sodium percarbonate demonstrated potential as an alternative oxidant source in AOP systems for restaurant wastewater treatment.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
