<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113">
<title>UT - Aquatic Resources Management</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/113</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173114"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172470"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172435"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172202"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-30T20:21:41Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173114">
<title>Pengelolaan Ekowisata Ekosistem Mangrove Desa Ayah, Kebumen Berbasis Kelembagaan</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173114</link>
<description>Pengelolaan Ekowisata Ekosistem Mangrove Desa Ayah, Kebumen Berbasis Kelembagaan
Zuhrotunnisa, Arliani
Ekosistem mangrove di Desa Ayah, Kebumen memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata, namun pengelolaannya belum dilakukan secara optimal dan masih menghadapi risiko konflik antar pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ekologi ekosistem mangrove serta aspek kelembagaan guna mendukung pengelolaan ekowisata yang berkelanjutan dengan pendekatan Institutional Analysis and Development (IAD). Penelitian dilakukan pada Februari 2023 dengan menggunakan 8 titik sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Desa Ayah memiliki kerapatan yang sangat padat, namun penutupannya masuk kategori rusak. Berdasarkan Analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), sekitar 63,57% kawasan masuk kategori sesuai, terutama di zona pemanfaatan. Analisis Daya Dukung Kawasan (DDK) menetapkan batas kunjungan harian sebesar 315 orang untuk tracking mangrove, 69 orang untuk memancing, dan 98 orang untuk berperahu. Pengelolaan belum memenuhi semua kriteria. Rekomendasi pengelolaan meliputi rehabilitasi kawasan yang rusak, perbaikan fasilitas wisata, dan penegakan kebijakan pengelolaan kawasan ekosistem esensial untuk menjaga keberlanjutan ekologi dan ekonomi.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172470">
<title>Distribusi Temporal Tumbuhan Air Seroja (Nelumbo nucifera GAERTN, 1789) Sebagai Dasar Pengelolaan Perairan Situ Burung, Desa Cikarawang, Bogor, Jawa Barat</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172470</link>
<description>Distribusi Temporal Tumbuhan Air Seroja (Nelumbo nucifera GAERTN, 1789) Sebagai Dasar Pengelolaan Perairan Situ Burung, Desa Cikarawang, Bogor, Jawa Barat
Eddiezon, Ryan Hilman
Keberadaan Seroja sangat melimpah di perairan Situ Burung, sehingga menutupi sebagian permukaan perairan Situ Burung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara temporal luas tutupan dan menduga doubling time seroja (Nelumbo nucifera) di Situ Burung. Data yang digunakan adalah data primer menggunakan drone pada tahun 2024 dan 2025, serta data sekunder menggunakan citra satelit. Hasil analisis tutupan seroja (Nelumbo nucifera GAERTN, 1789) dari tahun ke tahun menunjukkan data yang fluktuatif. Tutupan seroja tertinggi pada tahun 2025 sebesar 55% masuk ke dalam kategori tutupan Tinggi. Nilai relative growth rate tumbuhan air seroja yaitu sebesar 0,037 gram/hari dan nilai doubling time tanaman seroja selama 19 hari. Perkembangbiakan populasi seroja yang tidak terkendali dapat mengakibatkan pendangkalan di perairan Situ Burung.&#13;
&#13;
Kata kunci : Kualitas air, Nelumbo nucifera, Tanaman Air, Tutupan, Waktu penggandaan.; The presence of lotus flowers is very abundant in the waters of Situ Burung, so that they cover part of the surface of the waters of Situ Burung. This study aims to analyze the temporal extent of cover and estimate the doubling time of the lotus (Nelumbo nucifera) in Situ Burung. The data used are primary data using drones in 2024 and 2025, as well as secondary data using satellite imagery. The analysis of lotus (Nelumbo nucifera GAERTN, 1789) cover from year to year shows fluctuating results. The highest lotus cover in 2025, at 55%, falls into the High cover category. The relative growth rate of the lotus is 0.037 grams/day, with a doubling time of 19 days. Uncontrolled growth of the water lily population, can lead to shallowing of Situ Burung.&#13;
&#13;
Keywords: Water quality, Nelumbo nucifera, Aquatic Plants, Cover,&#13;
Doubling time.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172435">
<title>Teknologi Self-Supplying Oxygen Material  Dalam Pengelolaan Kualitas Air Tambak Udang  Vaname (Litopenaeus vannamei)</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172435</link>
<description>Teknologi Self-Supplying Oxygen Material  Dalam Pengelolaan Kualitas Air Tambak Udang  Vaname (Litopenaeus vannamei)
Astuti, Hanifah Widi
Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu kegiatan perikanan &#13;
yang menghasilkan produk perikanan bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Keberhasilan &#13;
budidaya sangat bergantung pada kondisi kualitas air, terutama kestabilan kadar oksigen &#13;
terlarut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan teknologi Self&#13;
Supplying Oxygen Material (SSOM) terhadap dissolved oxygen (DO), oxidation-reduction &#13;
potential (ORP), dan total organic matter (TOM) pada air tambak. Teknologi SSOM &#13;
menggunakan bahan aktif, seperti kalsium peroksida (CaO2), titanium dioksida (TiO2), dan &#13;
asam asetat (CH3COOH), secara eksperimental di laboratorium dengan Rancangan Acak &#13;
Kelompok (RAK). Terdapat dua kelompok yaitu penggunaan kondisi Advanced Oxidation &#13;
Process (AOP) berbasis sinar UV-C dan kondisi Non-AOP yang didalamnya terdapat &#13;
masing- masing delapan jenis SSOM. Pengukuran DO, ORP dan TOM, dilakukan secara &#13;
berkala satu minggu sekali dalam 30 hari pengamatan. Analisis data dilakukan &#13;
menggunakan uji ANOVA dua arah untuk menganalisis pengaruh masing-masing faktor &#13;
dan interaksinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SSOM secara signifikan &#13;
meningkatkan kadar oksigen terlarut serta menurunkan konsentrasi senyawa berbahaya &#13;
dalam tambak. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknologi SSOM memiliki potensi &#13;
sebagai solusi inovatif dalam menjaga kualitas air tambak, meningkatkan efisiensi &#13;
budidaya, serta mendukung keberlanjutan produksi udang vaname secara intensif.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172202">
<title>Potensi, Status Stok, dan Upaya Pengelolaan Ikan Layang Benggol, Decapterus russelli (Ruppell 1830) di WPP-NRI 573</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172202</link>
<description>Potensi, Status Stok, dan Upaya Pengelolaan Ikan Layang Benggol, Decapterus russelli (Ruppell 1830) di WPP-NRI 573
Sutanto, Vallari Kalea Ananda
Ikan layang benggol (Decapterus russelli) merupakan ikan pelagis kecil bernilai ekonomis penting karena tersebar di seluruh wilayah perairan Indonesia, diantaranya WPP-NRI 573. Adapun demikian belum ada informasi terkini tentang status pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi melalui potensi maksimum lestari (MSY), upaya optimal (fMSY), dan jumlah tangkap diperbolehkan (TAC) serta status stok, dan upaya pengelolaannya. Data sekunder diperoleh dari e-logbook PIPP KKP RI 2018-2022. Alat tangkap yang mendominasi adalah pukat cincin dua kapal. Nilai Catch per Unit Effort (CPUE) ikan layang benggol menunjukkan fluktuasi cenderung menurun. Lima model produksi surplus diuji untuk menentukan titik referensi biologis, dan model Fox terpilih sebagai yang paling sesuai dengan nilai R² sebesar 91,85%. Nilai MSY ikan layang benggol sebesar 96.774 ton/tahun dengan fMSY sebesar 1.074.581 trip/tahun dan TAC sebesar 77.419 ton/tahun. Tingkat pemanfaatan ikan layang benggol termasuk kategori fully exploited sehingga perlu pengelolaan dan pengawasan terhadap sumberdaya agar keberadaannya tetap lestari.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
