<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112">
<title>UT - Aquatic Product Technology</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/112</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173110"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172826"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172803"/>
<rdf:li rdf:resource="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172534"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-05-28T19:32:14Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173110">
<title>Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Nori-Like Berbasis Rumput Laut Ulva lactuca dan Gracilaria sp. dengan Fortifikasi Spirulina sp.</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173110</link>
<description>Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Nori-Like Berbasis Rumput Laut Ulva lactuca dan Gracilaria sp. dengan Fortifikasi Spirulina sp.
Rusmiyati
Spirulina sp. memiliki kandungan protein dan senyawa bioaktif tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan fortifikasi pada nori-like berbahan baku rumput laut Ulva lactuca dan Gracilaria sp. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh fortifikasi Spirulina sp. pada nori-like berbahan baku rumput laut Ulva lactuca dan Gracilaria sp. terhadap karakteristik fisikokimia, sensori, dan bioaktivitasnya sebagai antioksidan. Perlakuan konsentrasi Spirulina sp. yaitu 0%; 2%; 2,5%; dan 3% (b/v) dilakukan analisis sensori, kerenyahan, ketebalan, warna (Lab*), aktivitas air (aw), proksimat, kadar pigmen, dan antioksidan. Data dianalisis menggunakan ANOVA, Kruskal-Wallis, serta metode Bayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Spirulina sp. memengaruhi karakteristik sensori, ketebalan, warna (Lab*), dan komposisi proksimat, serta meningkatkan kadar pigmen fikobiliprotein, klorofil, dan karotenoid, dan antioksidan metode DPPH dan FRAP. Perlakuan terbaik diperoleh pada nori-like dengan fortifikasi 2,5% Spirulina sp. yang menunjukkan mutu sensori dan fisikokimia terbaik serta penggunaan Spirulina sp. yang berada dalam batas aman.; Spirulina sp. has a high protein and bioactive compound content, making it a potential ingredient fortification of nori-like products made from Ulva lactuca and Gracilaria sp. seaweeds. This study aimed to determine the effect of Spirulina sp. fortification on the physicochemical, sensory, and antioxidant bioactivity characteristics of nori-like made from Ulva lactuca and Gracilaria sp. The concentrations of Spirulina sp. used 0%; 2%; 2.5%; and 3% (w/v) was tested using sensory analysis, crispness, thickness, color (Lab*), water activity (aw), proximate composition, pigment content, and antioxidant activity. Data were analyzed using ANOVA, Kruskal-Wallis, and Bayes methods. The results showed that increasing Spirulina sp. concentrations significantly affected the sensory characteristics, thickness, color (Lab*), and proximate composition, and enhanced the levels of phycobiliproteins, chlorophyll, and carotenoids, as well as antioxidant measured by the DPPH and FRAP methods. The best formulation was obtained from nori-like fortified with 2.5% Spirulina sp. which showed the best sensory and physicochemical quality, and the use of Spirulina sp. which was within safe limit.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172826">
<title>Arsitektur Hierarkis Prosoma Belangkas sebagai Blueprint Biomimetik untuk Desain Material Foam/Aerogel</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172826</link>
<description>Arsitektur Hierarkis Prosoma Belangkas sebagai Blueprint Biomimetik untuk Desain Material Foam/Aerogel
Ghifari, Ahmad Faiz Al
Pengembangan material berpori ringan seperti biofoam dan aerogel memerlukan struktur dengan rasio kekuatan terhadap berat tinggi, stabilitas termal baik, serta arsitektur pori yang efisien. Pendekatan biomimetik memanfaatkan sistem struktural organisme laut sebagai inspirasi desain material maju. Eksoskeleton belangkas memiliki komposit berbasis kitin dengan arsitektur berlapis dan porositas alami yang berpotensi menjadi model biomaterial berpori. Penelitian bertujuan melakukan penentuan karakteristik arsitektur hierarkis prosoma belangkas Tachypleus gigas dan Tachypleus tridentatus serta mengevaluasi hubungan struktur dan sifat material sebagai dasar desain biomimetik. Karakteristik meliputi analisis makroskopis dan mikroskopis, FTIR, XRD, analisis proksimat, TGA, mekanik tarik, dan karakteristik akustik. Hasil menunjukkan bahwa T. gigas memiliki struktur lebih berpori dengan densitas lebih rendah, stabilitas termal dan kemampuan serap suara lebih tinggi, sedangkan T. tridentatus menunjukkan struktur lebih kompak dengan kuat tarik lebih tinggi namun regangan lebih rendah. Arsitektur hierarkis prosoma belangkas berpotensi menjadi blueprint biomimetik untuk desain biofoam atau aerogel berkelanjutan berkinerja tinggi.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172803">
<title>Perubahan Kualitas Daging Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Pascatransportasi tanpa Aerasi pada Kepadatan Ikan yang Berbeda</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172803</link>
<description>Perubahan Kualitas Daging Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Pascatransportasi tanpa Aerasi pada Kepadatan Ikan yang Berbeda
Prameswari, Windra Novia
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas perikanan penting&#13;
dengan produksi tinggi, namun proses transportasi berisiko menurunkan kualitas&#13;
daging akibat stres, terutama pada kepadatan tinggi tanpa aerasi. Penelitian ini&#13;
bertujuan menganalisis pengaruh perbedaan kepadatan transportasi terhadap&#13;
kualitas daging ikan nila. Tiga perlakuan kepadatan digunakan, yaitu 500, 625, dan&#13;
750 g/L. Parameter yang diamati meliputi kualitas air, kadar glukosa darah, pH,&#13;
Total Volatile Base (TVB), kapasitas mengikat air (WHC), cooking loss, serta&#13;
organoleptik selama penyimpanan suhu chilling (0–4 °C). Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa kepadatan tinggi menyebabkan penurunan kualitas air dan&#13;
peningkatan glukosa darah sebagai indikator stres. Mutu daging pada kepadatan&#13;
750 kg/m³ mengalami penurunan lebih cepat, ditandai dengan fluktuasi pH,&#13;
peningkatan TVB mendekati batas penerimaan, penurunan WHC, cooking loss&#13;
lebih tinggi, dan nilai organoleptik lebih rendah. Dengan demikian, kepadatan 500–&#13;
625 g/L lebih disarankan untuk mempertahankan kualitas daging ikan nila&#13;
pascatransportasi.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172534">
<title>Pemanfaatan Residu Garam Rumput Laut Sargassum sp. dengan Penambahan Mikroorganisme Lokal Eceng Gondok Menjadi Pupuk Bokashi</title>
<link>http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172534</link>
<description>Pemanfaatan Residu Garam Rumput Laut Sargassum sp. dengan Penambahan Mikroorganisme Lokal Eceng Gondok Menjadi Pupuk Bokashi
Hidayat, Muhamad Arya
Residu garam rumput laut (RGRL) Sargassum sp. merupakan hasil samping &#13;
dari pembuatan garam rumput laut yang masih mengandung unsur hara dan dapat &#13;
dimanfaatkan pada bidang non pangan. Salah satu pemanfaatannya adalah &#13;
pembuatan pupuk bokashi berbasis RGRL Sargassum sp. dengan penambahan &#13;
mikroorganisme lokal (MOL). Eceng gondok termasuk sebagai gulma yang &#13;
mempunyai kandungan cukup baik sebagai bahan baku dalam pembuatan starter &#13;
MOL. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula terbaik dengan &#13;
penambahan starter MOL eceng gondok dalam pembuatan pupuk bokashi &#13;
berdasarkan karakteristik unsur hara pada pupuk. Penelitian dimulai dengan &#13;
penyiapan MOL eceng gondok, pembuatan pupuk bokashi, pengujian kandungan &#13;
MOL dan pupuk hingga analisis data. Pengujian yang dilakukan pada pupuk &#13;
bokashi diantaranya pH, kadar air, rasio C/N, C–organik, N–total, Fosfor dan &#13;
Kalium. Konsentrasi terbaik pada pupuk bokashi adalah perlakuan F4 (RGRL &#13;
Sargassum sp. 63%; sekam 0%, dedak 3%; MOL 34%) yang mempunyai &#13;
kandungan Rasio C/N 39,90; pH 8,43; Kadar air 41,64%; C-organik 43,72%; N&#13;
total 1,25%; Fosfor 0,16%; Kalium 4,17% dan total NPK 5,58%. Perlakuan tersebut &#13;
memberikan kandungan yang sudah memenuhi standar yang ditetapkan, kecuali &#13;
kadar air dan rasio C/N yang masih terlalu tinggi sehingga belum memenuhi standar.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
